Aktivitas antifertilitas adalah kemampuan senyawa bioaktif dari herbal untuk mengganggu atau mengurangi kesuburan (fertilitas). Herbal dengan aktivitas antifertilitas telah digunakan secara tradisional di berbagai budaya sebagai kontrasepsi alami atau untuk mengatur siklus reproduksi. Penelitian modern mulai mengungkap mekanisme senyawa herbal yang mempengaruhi kesuburan.
Mekanisme antifertilitas pada herbal meliputi gangguan ovulasi melalui modulasi hormon gonadotropin (FSH dan LH), penghambatan spermatogenesis yang mengurangi produksi sperma, gangguan implantasi embrio ke dinding rahim, dan modulasi hormon reproduksi seperti estrogen dan progesteron. Kurkumin, katekin, dan isoflavon dari kedelai telah menunjukkan efek pada hormon reproduksi pada berbagai model hewan. Dengan profil keamanan yang perlu diperhatikan, herbal antifertilitas menawarkan potensi sebagai kontrasepsi alami atau untuk pengaturan kesuburan pada kondisi tertentu.
Advertisement
Flavonoid dan saponin dilaporkan mengganggu keseimbangan estrogen-progesteron dan pengeluaran LH, sehingga memengaruhi ovulasi dan implantasi. Ekstrak juga dapat mengubah endometrium sehingga blastokista sulit berimplantasi.
Senyawa: Kuersetin, Kaempferol, Saponin steroid
Tingkat Bukti: Terbatas
Gossypol menghambat laktat dehidrogenase-C4 (LDH-C4) dan adenilat kinase pada spermatozoa, sehingga menekan spermatogenesis, motilitas, dan viabilitas sperma.
Senyawa: gossypol, (-)-gossypol, (+)-gossypol
Tingkat Bukti: Kuat