Anggur

Grape | Vitis vinifera
Anggur
Nama
Anggur (Grape)
Nama Latin/Ilmiah
Vitis vinifera
Famili
Bagian Digunakan
Buah, Daun, Biji
Rasa
Manis, asam

Nama Lain
Grape (Inggris), uva (Spanyol/Italia), raisin (Prancis), Weintraube (Jerman), 葡萄 (Tiongkok).
Asal
Kawasan Kaukasus, Mediterania, dan Asia Barat.
Kandungan Utama
Resveratrol, flavonoid, antosianin, tanin, vitamin C, gula, asam organik

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Anggur

Anggur (Vitis vinifera) merupakan spesies tanaman merambat dari famili Vitaceae yang telah dibudidayakan manusia selama lebih dari 8.000 tahun. Tanaman ini berasal dari kawasan sekitar Laut Kaspia dan Mediterania, kemudian menyebar luas ke seluruh dunia sebagai komoditas buah, bahan minuman, hingga produk olahan seperti kismis dan kosmetik. Secara botanis, Vitis vinifera memiliki sulur yang berfungsi untuk memanjat, daun berbentuk menjari dengan tepi bergerigi, serta akar tunggang yang kuat sehingga mampu bertahan pada kondisi kering. Keunikan utamanya terletak pada buahnya yang tergolong buah buni (berry), dengan kulit tipis, daging berair, serta biji kecil yang tersembunyi di dalamnya.

Baca Lebih Lanjut
Update: 04 Sep 2026 - 15:41:24
 

II. Ciri-ciri Anggur

Anggur ini asalnya dari daerah beriklim sedang, tapi sekarang banyak dibudidayakan di daerah tropis dan subtropis. Mereka suka banget sama sinar matahari yang melimpah, tanah yang drainasenya bagus (nggak tergenang air), dan iklim yang kering saat masa pematangan buah. Karakteristik/ciri-ciri Anggur (Vitis vinifera):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Sistem perakarannya cukup dalam dan kuat, bisa menembus tanah untuk mencari cadangan air.
Batang Tipe batang berkayu yang merambat (liana) dengan bantuan sulur. Kulit batangnya cenderung mengelupas kalau sudah tua.
Daun Bentuknya menjari (seperti telapak tangan) dengan pinggiran yang bergerigi. Daunnya tersusun berselang-seling pada batang.
Sulur Organ khusus yang tumbuh berlawanan dengan posisi daun, fungsinya buat 'berpegangan' atau memanjat ke rambatan (trellis).
Bunga Bunganya kecil-kecil, berwarna kehijauan, dan biasanya berkelompok dalam malai yang menggantung.
Buah Buah buni (berry) yang kulitnya tipis, dagingnya berair, dan punya rasa manis sampai sedikit asam. Warnanya bervariasi dari hijau, merah, sampai ungu gelap tergantung jenisnya.
Biji Biasanya ada di dalam buah, bentuknya agak lonjong atau seperti tetesan air, meski sekarang sudah banyak varietas yang tanpa biji.

III. Manfaat Anggur

8 Manfaat Anggur untuk kesehatan.

  1. Antihipertensi

    Resveratrol mengaktifkan SIRT1/AMPK dan eNOS, meningkatkan bioavailabilitas nitrat oksida (NO) sehingga terjadi vasodilatasi. Polifenol lain menekan NADPH oksidase dan menurunkan ROS, serta menghambat sinyal angiotensin II dan endotelin-1.

    Senyawa Aktif: Resveratrol, Resveratrol oligomer, Proantosianidin
    Tampilkan
  2. Diabetes melitus tipe 2 dan resistensi insulin

    Resveratrol mengaktifkan SIRT1 dan AMPK, meningkatkan translokasi GLUT4 ke membran sel, menghambat alfa-glukosidase, serta menurunkan inflamasi NF-kB pada sel beta pankreas.

    Senyawa Aktif: Resveratrol, Kuersetin, Antosianin
    Tampilkan
  3. Insufisiensi vena kronik dan edema

    Proantosianidin berikatan dengan kolagen dan elastin, menghambat elastase dan hialuronidase, mengurangi permeabilitas endotel, serta memperbaiki tonus vena.

    Senyawa Aktif: Proantosianidin B2, Katekin, Quercetin glikosida
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Anggur

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Anggur.

  1. Golongan: Polifenol – Stilbenoid
    Bagian Tanaman: Kulit buah; jumlah kecil pada biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Aktivasi Sirtuin-1, Perbaikan Fungsi Endotel; Meta-analisis Uji Klinis Menunjukkan Perbaikan Dilatasi Aliran (FMD)..
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid – Flavonol aglikon
    Bagian Tanaman: Kulit buah, daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Penghambat Lipooksigenase/siklooksigenase Dan Pelepasan Histamin; Vasorelaksasi In Vitro..
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid – Flavonol glikosida
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Meningkatkan Tonus Vena, Mengurangi Edema, Antioksidan Dan Antiinflamasi; Berperan Pada Ekstrak Daun Anggur Untuk Insufisiensi Vena Kronik Ringan..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Anggur

Interaksi & Kontraindikasi Anggur dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Suplemen zat besi

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Polifenol/tanin dari Vitis vinifera dapat menghambat penyerapan zat besi non-heme. Konsumsi suplemen zat besi terpisah minimal 2 jam dari produk herbal anggur.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (ACEI, ARB, penghambat kanal kalsium)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Ekstrak anggur dapat menurunkan tekanan darah dan bersifat aditif dengan obat antihipertensi. Pantau tekanan darah secara rutin dan waspadai gejala hipotensi.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetes (metformin, sulfonilurea, insulin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Kandungan resveratrol dalam Vitis vinifera dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan gula darah, sehingga risiko hipoglikemia meningkat. Awasi kadar glukosa darah secara ketat.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

VI. Efek Samping Anggur

Konsumsi anggur (Vitis vinifera) pada umumnya aman bagi kebanyakan orang jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar sebagai bagian dari diet seimbang. Namun, beberapa efek samping dapat terjadi, terutama pada individu yang sensitif atau ketika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Efek samping yang paling umum meliputi gangguan pencernaan seperti kembung, mual, sakit perut, dan diare. Hal ini sering kali disebabkan oleh kandungan fruktosa yang tinggi atau kandungan serat pada kulit dan biji anggur yang dapat membebani sistem pencernaan pada sebagian orang.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Anggur

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Anggur.

Apa kandungan fitokimia utama dari anggur (Vitis vinifera) dan apa peranannya bagi tubuh?
Kulit anggur kaya akan resveratrol, bijinya mengandung proantosianidin oligomerik (OPC), serta daging buahnya mengandung antosianin, kuersetin, dan asam fenolat. Senyawa-senyawa ini berperan sebagai antioksidan dan anti-inflamasi, serta dapat mendukung fungsi pembuluh darah melalui modulasi enzim inflamasi dan stres oksidatif. Referensi: Xia et al., Int J Mol Sci, 2010.
Berapa banyak anggur segar yang dapat dikonsumsi setiap hari dan apakah aman?
Tidak ada dosis standar resmi, tetapi konsumsi 1–2 porsi atau sekitar 150 gram buah anggur segar per hari umumnya aman dan dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Efek samping pada orang sehat jarang terjadi. Untuk suplemen ekstrak biji anggur, penelitian umumnya menggunakan 150–800 mg per hari; resveratrol 10–500 mg per hari. Dosis suplemen sebaiknya mengikuti label produk dan dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan. Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database, 2020.
Apa efek samping dari konsumsi anggur atau ekstrak anggur?
Konsumsi buah segar umumnya aman. Suplemen ekstrak biji anggur dapat menyebabkan mual, nyeri ulu hati, diare, sakit kepala, dan reaksi alergi pada sebagian orang. Resveratrol dosis sangat tinggi, terutama di atas 2,5 gram per hari, dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan meningkatkan risiko perdarahan karena efek antiplatelet. Referensi: Feringa et al., J Am Diet Assoc, 2011; Natural Medicines Comprehensive Database, 2020.
Apakah anggur atau suplemen anggur dapat berinteraksi dengan obat-obatan?
Ya, terutama suplemen ekstrak biji anggur dan resveratrol. Keduanya dapat memperkuat efek obat antikoagulan atau antiplatelet seperti warfarin, aspirin, dan klopidogrel, sehingga meningkatkan risiko perdarahan. Sebaiknya suplemen dihentikan 2 minggu sebelum operasi dan penggunaan bersamaan dengan obat pengencer darah harus seizin dokter. Konsumsi buah segar dalam jumlah normal tidak menunjukkan interaksi signifikan. Referensi: Stanger et al., Curr Med Chem, 2011; Natural Medicines Comprehensive Database, 2020.
Apakah anggur aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Buah anggur segar yang dicuci bersih aman dikonsumsi dalam porsi normal sebagai bagian dari pola makan ibu hamil dan menyusui. Namun, suplemen ekstrak anggur, ekstrak biji anggur, atau resveratrol dosis tinggi tidak disarankan karena belum ada data keamanan yang memadai pada populasi ini. Resveratrol juga memiliki aktivitas hormonal yang dapat memengaruhi sistem endokrin, sehingga lebih baik dihindari tanpa pengawasan dokter. Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database, 2020.
Bolehkah anggur diberikan kepada bayi dan anak-anak?
Anggur segar boleh diberikan setelah bayi berusia sekitar 6 bulan sebagai puree atau irisan kecil tanpa biji. Anggur utuh tidak dianjurkan untuk anak di bawah 4 tahun karena berisiko tinggi menyebabkan tersedak. Suplemen ekstrak anggur atau biji anggur tidak dianjurkan untuk anak-anak karena keamanan dan dosisnya belum diteliti dengan baik. Referensi: American Academy of Pediatrics, 2019.
Apa manfaat anggur terhadap kesehatan jantung, tekanan darah, dan kolesterol?
Polifenol dalam anggur dapat membantu meningkatkan fungsi endotel, menurunkan tekanan darah, menurunkan LDL-kolesterol, dan mengurangi stres oksidatif. Meta-analisis uji acak terkontrol menunjukkan bahwa suplementasi ekstrak biji anggur dapat menurunkan tekanan darah dan denyut jantung pada individu dengan risiko kardiovaskular. Namun, anggur atau ekstraknya berperan sebagai pelengkap pola makan, bukan pengganti obat. Referensi: Feringa et al., J Am Diet Assoc, 2011.
Apakah anggur aman bagi penderita diabetes dan dapat membantu mengontrol gula darah?
Anggur segar mengandung gula alami, tetapi indeks glikemiknya rendah hingga sedang, sekitar 53–59. Dalam porsi kecil dan tanpa tambahan gula, anggur umumnya tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang besar. Resveratrol juga telah diteliti dapat meningkatkan sensitivitas insulin, tetapi bukti klinis masih campuran. Jus anggur dan anggur kering sebaiknya dibatasi karena kadar gulanya lebih pekat. Referensi: Foster-Powell et al., Am J Clin Nutr, 2002; Hausenblas et al., J Diabetes Investig, 2015.

Katuki

Picrorhiza scrophulariiflora

Pippali Root

Piper longum

Cari: