Widuri

Giant Milkweed | Calotropis gigantea
Nama
Widuri (Giant Milkweed)
Nama Latin/Ilmiah
Calotropis gigantea
Bagian Digunakan
Daun, Akar, Bunga
Rasa
pahit, pedas
Nama Lain
Biduri (Indonesia), madar (India), akanda (Bangladesh), rak khao (Thailand), kapal-kapal (Filipina)
Asal
Asal usul Widuri (Calotropis gigantea) adalah dari Asia Selatan dan Asia Tenggara, meliputi India, Sri Lanka, Bangladesh, Pakistan, Nepal, Tiongkok, Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Myanmar, Laos, Vietnam, dan Kamboja.
Kandungan Utama
Kardenolid (kalotropin, kalaktin, kalotoksin), alkaloid, saponin, flavonoid, tanin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Widuri

Calotropis gigantea, yang dikenal luas sebagai widuri di Indonesia, adalah perdu tegak dari famili Apocynaceae yang mampu tumbuh hingga 2–4 meter. Tumbuhan ini memiliki daun tebal berlapis lilin, batang berkayu lunak, serta bunga berwarna ungu keputihan yang tersusun dalam payung. Seluruh bagian tanaman mengeluarkan getah putih pekat (lateks) ketika dilukai. Widuri sangat adaptif terhadap lingkungan kering, tanah masam, bahkan lahan terdegradasi, sehingga sering ditemukan di pesisir, tebing, hingga area bekas tambang.

Baca Lebih Lanjut
Update: 18 Agu 2026 - 20:51:27
 

II. Ciri-ciri Widuri

Widuri ini gampang banget ditemuin di daerah pesisir pantai atau lahan terbuka yang kena sinar matahari penuh. Dia termasuk tanaman yang tangguh karena tahan sama tanah berpasir dan kondisi yang agak kering. Karakteristik/ciri-ciri Widuri (Calotropis gigantea):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Semak tegak atau pohon kecil yang bisa tumbuh sampai 3-4 meter, batangnya berkayu dan punya percabangan yang banyak.
Daun Bentuknya oval lebar dengan tekstur agak tebal, permukaannya ditutupi bulu-bulu halus berwarna putih atau keputihan (mirip bedak), dan duduk daunnya berhadapan.
Bunga Bentuknya unik kayak bintang atau mahkota kecil yang tersusun dalam rangkaian payung. Warnanya ada yang ungu cerah dan ada juga yang putih, dengan bagian tengah yang menonjol.
Buah Bentuknya agak lonjong atau kayak kantong yang menggembung, warnanya hijau keputihan, dan kalau pecah bakal ngeluarin biji yang punya rambut-rambut halus buat terbang terbawa angin.
Getah Ini ciri paling khasnya: kalau batang atau daunnya dipatahkan, bakal keluar getah berwarna putih pekat kayak susu yang lengket dan beracun kalau kena mata.

III. Manfaat Widuri

7 Manfaat Widuri untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan Analgesik

    Menghambat enzim COX-2 dan lipooksigenase, menurunkan produksi sitokin proinflamasi (TNF-α, IL-1β, IL-6), serta menekan aktivasi NF-κB. Triterpenoid seperti lupeol dan α-amirin berkontribusi terhadap efek antiradang; efek analgesiknya dikaitkan dengan penghambatan mediator nyeri perifer dan sentral.

    Senyawa Aktif: Lupeol, taraksasterol, α-amirin
    Tampilkan
  2. Antidiabetes

    Menghambat α-glukosidase dan α-amilase sehingga memperlambat penyerapan glukosa di usus; melindungi sel β pankreas melalui aktivitas antioksidan; meningkatkan sensitivitas insulin dan penggunaan glukosa perifer.

    Senyawa Aktif: Rutin, Kuersetin, α-amirin
    Tampilkan
  3. Antimikroba

    Merusak integritas membran sel mikroba, menghambat pompa efluks, dan mengganggu pembentukan biofilm. Kardenolida dan triterpenoid berinteraksi dengan lipid membran serta enzim metabolisme bakteri; protease lateks dapat mendegradasi protein dinding sel.

    Senyawa Aktif: uskarin, kalotropin, Lupeol
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


IV. Kandungan Widuri

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Widuri.

  1. Calotropin

    Golongan: Kardenolid (glikosida jantung)
    Bagian Tanaman: Lateks, daun, akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Sitotoksik Terhadap Berbagai Lini Sel Tumor; Menghambat Na+/K+-ATPase; Menginduksi Apoptosis; Kardiotonik Pada Dosis Rendah..
    Tampilkan
  2. Calactin

    Golongan: Kardenolid (glikosida jantung)
    Bagian Tanaman: Lateks, akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiproliferatif Dan Apoptosis Pada Sel Tumor; Dilaporkan Memiliki Aktivitas Antiplasmodial Pada Uji In Vitro..
    Tampilkan
  3. Calotoxin

    Golongan: Kardenolid (glikosida jantung)
    Bagian Tanaman: Lateks, daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Menghambat Na+/K+-ATPase; Menunjukkan Efek Sitotoksik In Vitro Terhadap Lini Sel Tumor..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Efek Samping Widuri

Tanaman Widuri (Calotropis gigantea) dikenal dalam pengobatan tradisional, namun seluruh bagian tanaman ini, terutama getah putihnya, mengandung senyawa beracun yang kuat seperti glikosida jantung (calotropin, calactin, uscharin), flavonoid, dan alkaloid. Kontak langsung getah widuri dengan kulit dapat menyebabkan dermatitis kontak iritan, sensasi terbakar, eritema, pembengkakan, dan lepuh pada kulit. Jika getah ini mengenai mata secara tidak sengaja, dapat memicu keratitis toksik, konjungtivitis berat, edema kornea, hingga berpotensi menyebabkan kebutaan sementara atau permanen jika tidak segera mendapatkan penanganan medis darurat.

Baca Semua Efek Samping

VI. FAQ Widuri

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Widuri.

Apakah Widuri (Calotropis gigantea) aman untuk dipakai sebagai obat tradisional sehari-hari?
Tidak disarankan untuk dikonsumsi atau digunakan sendiri tanpa pengawasan tenaga kesehatan. Widuri mengandung kardenolid glikosida seperti calotropin, calotoxin, dan uscharin yang memiliki efek kuat pada jantung dan bersifat toksik. Menurut Kumar & Roy (2015), aktivitas farmakologisnya hanya ditunjukkan pada penelitian laboratorium, bukan untuk swamedikasi.
Apa kandungan fitokimia utama dari Widuri dan bagaimana efeknya terhadap tubuh?
Kandungan utamanya adalah kardenolid glikosida seperti calotropin, calotoxin, uscharin, dan calactin, serta alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Kardenolid bekerja dengan menghambat enzim Na+/K+-ATPase sehingga dapat meningkatkan kontraktilitas jantung, tetapi dalam dosis berlebih menyebabkan aritmia. Pharmacognosy Reviews (2011) menyebut senyawa inilah yang bertanggung jawab atas aktivitas antikanker sekaligus toksisitas kardiak.
Apakah daun Widuri bisa dijadikan lalapan atau sayuran?
Tidak. Daun dan getah Widuri mengandung lateks beracun yang dapat menyebabkan iritasi mulut dan saluran cerna, mual, muntah, kolik, dan diare. Watt & Breyer-Brandwijk (1962) mengklasifikasikan Calotropis sebagai tumbuhan beracun. Karena itu daun Widuri tidak layak dikonsumsi sebagai makanan sehari-hari.
Bagaimana penggunaan Widuri sebagai obat luar untuk sakit kulit atau rematik?
Secara tradisional getahnya pernah digunakan untuk mengobati kutil, panu, dan rematik. Namun getah Widuri bersifat iritan kuat dan dapat menyebabkan dermatitis kontak, vesikel, dan luka bakar kimia pada kulit. Kumar & Roy (2015) menyarankan agar penggunaan topikal dihindari pada kulit yang rusak dan hanya dilakukan oleh tenaga terlatih.
Apa saja efek samping jika seseorang terpapar atau menelan Widuri?
Gejala keracunan meliputi rasa terbakar di mulut, air liur berlebihan, mual, muntah, nyeri perut, diare, pupil melebar, denyut jantung melambat, aritmia, kejang, hingga henti napas. Keracunan kardenolid membutuhkan penanganan medis segera. Kasus toksisitas fatal akibat getah Calotropis pernah dilaporkan dalam literatur toksikologi, termasuk Journal of Medical Toxicology.
Apakah Widuri boleh digunakan untuk ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan anak-anak?
Sangat tidak boleh. Ekstrak akar Widuri dilaporkan memiliki aktivitas abortifacient dan anti-implantasi pada hewan uji, sehingga berisiko menyebabkan keguguran. Bayi dan anak-anak juga sangat rentan terhadap efek toksik kardenolid pada jantung. Studi pada Journal of Ethnopharmacology (2007) menunjukkan efek toksik pada sistem reproduksi, sehingga Widuri dikontraindikasikan untuk kelompok rentan tersebut.
Apakah Widuri dapat berinteraksi dengan obat-obatan modern?
Ya. Karena mengandung kardenolid yang mirip digoxin, penggunaan bersamaan dengan obat gagal jantung, digoxin, atau obat antiaritmia dapat meningkatkan risiko toksisitas digitalis. Selain itu, diuretik yang menyebabkan hipokalemia dapat memperburuk risiko aritmia. Ulasan interaksi obat herbal dalam British Journal of Clinical Pharmacology menegaskan bahwa kombinasi semacam ini berbahaya dan perlu dihindari.
Apakah Widuri sudah terbukti secara ilmiah dapat menyembuhkan penyakit seperti diabetes atau kanker?
Penelitian in vitro dan pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak Widuri memiliki aktivitas antimikroba, antiinflamasi, antioksidan, antidiabetes, dan antikanker. Namun bukti ini masih bersifat preklinis. Belum ada uji klinik pada manusia yang memadai untuk menentukan dosis aman dan efektif. Pharmacognosy Reviews (2011) menyimpulkan bahwa klaim pengobatan untuk penyakit serius masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Legundi

Vitex trifolia

Kapas

Gossypium herbaceum

Cari: