Advertisement
Calotropis gigantea, yang dikenal luas sebagai widuri di Indonesia, adalah perdu tegak dari famili Apocynaceae yang mampu tumbuh hingga 2–4 meter. Tumbuhan ini memiliki daun tebal berlapis lilin, batang berkayu lunak, serta bunga berwarna ungu keputihan yang tersusun dalam payung. Seluruh bagian tanaman mengeluarkan getah putih pekat (lateks) ketika dilukai. Widuri sangat adaptif terhadap lingkungan kering, tanah masam, bahkan lahan terdegradasi, sehingga sering ditemukan di pesisir, tebing, hingga area bekas tambang.
Widuri ini gampang banget ditemuin di daerah pesisir pantai atau lahan terbuka yang kena sinar matahari penuh. Dia termasuk tanaman yang tangguh karena tahan sama tanah berpasir dan kondisi yang agak kering. Karakteristik/ciri-ciri Widuri (Calotropis gigantea):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Semak tegak atau pohon kecil yang bisa tumbuh sampai 3-4 meter, batangnya berkayu dan punya percabangan yang banyak. |
| Daun | Bentuknya oval lebar dengan tekstur agak tebal, permukaannya ditutupi bulu-bulu halus berwarna putih atau keputihan (mirip bedak), dan duduk daunnya berhadapan. |
| Bunga | Bentuknya unik kayak bintang atau mahkota kecil yang tersusun dalam rangkaian payung. Warnanya ada yang ungu cerah dan ada juga yang putih, dengan bagian tengah yang menonjol. |
| Buah | Bentuknya agak lonjong atau kayak kantong yang menggembung, warnanya hijau keputihan, dan kalau pecah bakal ngeluarin biji yang punya rambut-rambut halus buat terbang terbawa angin. |
| Getah | Ini ciri paling khasnya: kalau batang atau daunnya dipatahkan, bakal keluar getah berwarna putih pekat kayak susu yang lengket dan beracun kalau kena mata. |
7 Manfaat Widuri untuk kesehatan.
Menghambat enzim COX-2 dan lipooksigenase, menurunkan produksi sitokin proinflamasi (TNF-α, IL-1β, IL-6), serta menekan aktivasi NF-κB. Triterpenoid seperti lupeol dan α-amirin berkontribusi terhadap efek antiradang; efek analgesiknya dikaitkan dengan penghambatan mediator nyeri perifer dan sentral.
Menghambat α-glukosidase dan α-amilase sehingga memperlambat penyerapan glukosa di usus; melindungi sel β pankreas melalui aktivitas antioksidan; meningkatkan sensitivitas insulin dan penggunaan glukosa perifer.
Merusak integritas membran sel mikroba, menghambat pompa efluks, dan mengganggu pembentukan biofilm. Kardenolida dan triterpenoid berinteraksi dengan lipid membran serta enzim metabolisme bakteri; protease lateks dapat mendegradasi protein dinding sel.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Widuri.
Tanaman Widuri (Calotropis gigantea) dikenal dalam pengobatan tradisional, namun seluruh bagian tanaman ini, terutama getah putihnya, mengandung senyawa beracun yang kuat seperti glikosida jantung (calotropin, calactin, uscharin), flavonoid, dan alkaloid. Kontak langsung getah widuri dengan kulit dapat menyebabkan dermatitis kontak iritan, sensasi terbakar, eritema, pembengkakan, dan lepuh pada kulit. Jika getah ini mengenai mata secara tidak sengaja, dapat memicu keratitis toksik, konjungtivitis berat, edema kornea, hingga berpotensi menyebabkan kebutaan sementara atau permanen jika tidak segera mendapatkan penanganan medis darurat.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Widuri.