Legundi

Chaste Tree | Vitex trifolia
Nama
Legundi (Chaste Tree)
Nama Latin/Ilmiah
Vitex trifolia
Bagian Digunakan
Daun, Akar, Buah
Rasa
Pahit, Pedas
Nama Lain
Three-leaved chaste tree (Inggris), lemunai (Malaysia), lagundi (Filipina), san ye man jing (Cina), khon thaa (Thailand)
Asal
Asia Tenggara, Asia Selatan, Australia utara, dan kepulauan Pasifik.
Kandungan Utama
Flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, minyak atsiri

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Legundi

Legundi (Vitex trifolia) adalah perdu atau pohon kecil dari famili Lamiaceae yang tumbuh alami di wilayah pantai Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Daunnya majemuk menjari dengan tiga anak daun, bagian atas berwarna hijau tua mengilap, sementara permukaan bawahnya berbulu putih keabu-abuan. Tanaman ini mudah dikenali dari aroma khasnya yang kuat, terutama saat daunnya diremas. Secara ekologis, Vitex trifolia sering ditemukan di tepi pantai, semak belukar, hingga hutan sekunder, dan berperan penting dalam stabilisasi tanah serta sebagai tanaman pionir di lahan terbuka.

Baca Lebih Lanjut
Update: 18 Agu 2026 - 18:51:40
 

II. Ciri-ciri Legundi

Legundi biasanya tumbuh liar di daerah pesisir pantai, pinggiran sungai, atau tempat terbuka yang mendapat sinar matahari penuh. Tanaman ini sangat tangguh karena tahan terhadap kondisi tanah berpasir, salinitas tinggi, dan kekeringan. Karakteristik/ciri-ciri Legundi (Vitex trifolia):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Berupa perdu atau semak yang bisa tumbuh setinggi 1 sampai 5 meter dengan percabangan yang banyak.
Daun Daunnya unik karena biasanya majemuk menjari dengan 3 anak daun (trifoliolate), berwarna hijau di bagian atas dan keabu-abuan atau agak keperakan di bagian bawah karena adanya bulu-bulu halus.
Bunga Bunga muncul dalam malai di ujung batang, bentuknya kecil-kecil dengan mahkota bunga berwarna ungu kebiruan atau violet yang cantik.
Buah Buahnya berbentuk bulat kecil, saat masih muda berwarna hijau dan akan berubah menjadi cokelat kehitaman saat sudah matang.
Batang Batang berkayu, berbentuk bulat, dan kulit batangnya berwarna kecokelatan yang cenderung mengelupas seiring bertambahnya usia tanaman.
Aroma Seluruh bagian tanaman, terutama daunnya, mengeluarkan aroma yang cukup tajam dan khas jika diremas.

III. Manfaat Legundi

8 Manfaat Legundi untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi / terapi pendukung nyeri sendi

    Flavonoid seperti casticin, luteolin, dan vitexin menghambat aktivasi NF-κB serta fosforilasi MAPK (p38/ERK), sehingga menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, TNF-α, IL-6, IL-1β, dan produksi PGE2. Efek ini mengurangi vasodilatasi, permeabilitas vaskular, dan edema.

    Senyawa Aktif: casticin, Luteolin, Viteksin
    Tampilkan
  2. Antioksidan / perlindungan terhadap stres oksidatif

    Flavonoid mendonorkan hidrogen untuk menetralkan radikal bebas, mengkelat ion logam transisi, dan mengaktifkan jalur Nrf2/HO-1; akibatnya ROS dan MDA turun, sedangkan SOD, CAT, dan GSH meningkat.

    Senyawa Aktif: casticin, Luteolin, Viteksin
    Tampilkan
  3. Antimikroba (antibakteri dan antijamur)

    Minyak atsiri dan flavonoid mengganggu integritas membran sel mikroba, menyebabkan kebocoran ion dan zat intraseluler; polifenol juga menghambat pembentukan biofilm dan aktivitas enzim mikroba.

    Senyawa Aktif: beta-karyofilena, alpha-pinena, 1,8-sineol, casticin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Legundi

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Legundi.

  1. Casticin (vitexicarpin)

    Golongan: Flavonoid (flavon)
    Bagian Tanaman: Daun, buah, herba di atas tanah
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antioksidan, Dan Apoptosis/antineoplastik Melalui Inhibisi NF-κB, COX-2, Serta Modulasi Jalur STAT3..
    Tampilkan
  2. Rotundifuran

    Golongan: Terpenoid (diterpena labdan)
    Bagian Tanaman: Buah, daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi Dengan Menghambat Produksi NO, PGE2, TNF-α, Dan IL-6 Pada Makrofag; Berpotensi Sebagai Antiproliferatif..
    Tampilkan
  3. Vitexilactone

    Golongan: Terpenoid (diterpena labdan)
    Bagian Tanaman: Buah
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi Melalui Penghambatan Produksi NO Pada Makrofag; Dilaporkan Memiliki Efek Antiproliferatif Pada Beberapa Jalur Sel Kanker..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Efek Samping Legundi

Legundi (Vitex trifolia) adalah tanaman herbal yang secara tradisional digunakan untuk berbagai kondisi kesehatan, namun penggunaannya tetap berpotensi menimbulkan efek samping. Berdasarkan literatur farmakologi dan studi toksisitas, efek samping yang paling sering dilaporkan umumnya bersifat ringan dan terkait dengan sistem pencernaan, seperti mual, muntah, gangguan pencernaan, serta nyeri lambung. Reaksi alergi pada kulit, seperti ruam, gatal-gatal, atau urtikaria, juga dapat terjadi pada individu yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap komponen aktif di dalam tanaman ini.

Baca Semua Efek Samping

VI. FAQ Legundi

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Legundi.

Apa saja kandungan senyawa aktif dalam daun legundi?
Daun legundi (Vitex trifolia) mengandung senyawa aktif di antaranya flavonoid, iridoid glikosida, triterpenoid, dan minyak atsiri. Senyawa-senyawa ini bertanggung jawab atas aktivitas antiinflamasi dan antitusifnya. Kandungan tersebut telah diidentifikasi dalam studi fitokimia yang dimuat di Phytochemistry dan Fitoterapia.
Apakah daun legundi efektif untuk meredakan batuk?
Secara tradisional legundi digunakan untuk meredakan batuk, dan penelitian pada hewan menunjukkan ekstrak daun legundi memiliki efek antitusif, yaitu menekan refleks batuk. Di Filipina, sirup legundi merupakan salah satu obat batuk herbal yang direkomendasikan. Hasil ini dilaporkan dalam Journal of Ethnopharmacology dan didukung oleh program Departemen Kesehatan Filipina.
Bagaimana cara mengolah legundi untuk konsumsi sehari-hari?
Cara yang umum adalah merebus 10–15 lembar daun segar yang telah dicuci bersih dalam 2 gelas air hingga tersisa sekitar 1 gelas. Air rebusan disaring dan diminum hangat 1–2 kali sehari. Untuk anak atau lansia dosis diturunkan. Pengolahan tersebut perlu mengikuti prinsip kebersihan dan keamanan seperti dalam WHO Guidelines on Good Agricultural and Collection Practices.
Apakah legundi aman diberikan kepada anak-anak?
Sirup legundi telah digunakan pada anak-anak di Filipina sebagai obat batuk, tetapi keamanannya sangat bergantung pada dosis dan usia. Untuk bayi di bawah 6 bulan sebaiknya dihindari kecuali atas anjuran dokter. Jika anak menunjukkan reaksi alergi seperti ruam atau gatal, hentikan penggunaan. Rekomendasi semacam itu telah dimuat dalam pedoman resmi Philippine Institute of Traditional and Alternative Health Care (PITAHC-DOH).
Apakah ibu hamil dan menyusui boleh mengonsumsi legundi?
Tidak dianjurkan. Belum ada cukup penelitian klinis untuk memastikan keamanan legundi pada ibu hamil dan menyusui. Senyawa iridoid dan terpenoid dalam legundi berpotensi memengaruhi sistem hormonal sehingga risiko pada janin dan bayi tidak dapat disingkirkan. Natural Medicines Comprehensive Database mengelompokkan herbal ini sebagai data tidak cukup dan menyarankan untuk menghindari.
Apa efek samping yang mungkin muncul setelah mengonsumsi legundi?
Efek samping yang dilaporkan umumnya ringan, seperti mual, muntah, nyeri ulu hati, dan diare, terutama jika dikonsumsi berlebihan. Reaksi alergi seperti ruam kulit atau gatal dapat terjadi pada individu sensitif. Jika gejala ini muncul, sebaiknya hentikan pemakaian dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan. Peringatan keamanan ini tercantum dalam Natural Medicines Comprehensive Database.
Apakah legundi dapat berinteraksi dengan obat-obatan modern?
Penelitian interaksi legundi dengan obat modern masih terbatas. Namun karena legundi memiliki efek antiinflamasi, konsumsi bersamaan dengan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) atau antikoagulan seperti warfarin berpotensi menimbulkan efek aditif dan meningkatkan risiko perdarahan. Prinsip interaksi obat herbal-obat ini dibahas dalam British Journal of Clinical Pharmacology, sebaiknya beri jarak waktu atau konsultasikan dengan apoteker.
Apakah legundi bisa digunakan sebagai pereda nyeri dan antiinflamasi?
Penelitian eksperimental pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak daun legundi memiliki aktivitas analgesik dan antiinflamasi, antara lain mampu mengurangi edema dan menekan respons nyeri pada model peradangan. Akan tetapi uji klinis pada manusia masih minim sehingga tidak disarankan menggantikan obat pereda nyeri konvensional. Temuan awal ini dipublikasikan dalam Fitoterapia.

Sawi Langit

Vernonia cinerea

Widuri

Calotropis gigantea

Cari: