Advertisement
Tapak dara (Catharanthus roseus), yang juga dikenal sebagai periwinkle atau vinca rosea, adalah tanaman perdu yang berasal dari Madagaskar namun kini telah menyebar luas di berbagai daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Tanaman ini mudah dikenali dari bunganya yang indah berwarna merah muda, putih, atau ungu dengan mahkota berbentuk tabung dan lima kelopak lebar. Daunnya lonjong, mengkilap, dan tersusun berhadapan, sementara batangnya tegak dan bercabang banyak. Karena kemampuannya beradaptasi di berbagai kondisi tanah dan iklim, tapak dara sering ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan atau pinggir jalan, namun menyimpan potensi luar biasa di balik penampilannya yang sederhana.
Advertisement
Keistimewaan utama tapak dara terletak pada kandungan alkaloidnya yang kompleks, terutama vinkristin dan vinblastin, yang telah menjadi senjata ampuh dalam kemoterapi kanker modern. Vinkristin digunakan untuk mengobati leukemia limfoblastik akut pada anak-anak, sementara vinblastin efektif menangani limfoma Hodgkin dan kanker testis. Penemuan senyawa ini pada tahun 1950-an oleh para peneliti di Eli Lilly Company mengubah sejarah pengobatan kanker, menjadikan Catharanthus roseus sebagai salah satu tanaman obat paling berharga di dunia. Proses biosintesisnya sangat rumit dan hingga kini masih sulit direplikasi secara sintetis, sehingga budidaya tanaman ini tetap menjadi sumber utama bagi industri farmasi global.
Meskipun mudah tumbuh, produksi alkaloid pada tapak dara sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti intensitas cahaya, ketersediaan air, dan unsur hara tanah. Tanaman ini lebih menyukai tempat yang terkena sinar matahari penuh dengan drainase baik, dan seringkali dianggap sebagai gulma di lahan kering. Sayangnya, karena perusakan habitat aslinya di Madagaskar, populasi liar Catharanthus roseus kini terancam punah, menjadikannya masuk dalam daftar merah spesies terancam oleh IUCN. Upaya konservasi dan pengembangan varietas unggul melalui kultur jaringan terus dilakukan untuk memenuhi permintaan global sekaligus melestarikan tanaman penyelamat nyawa ini.
Manfaat Tapak Dara / Periwinkle untuk kesehatan.
Alkaloid vinca (vinkristin, vinblastin) berikatan dengan tubulin, menghambat polimerisasi mikrotubulus, menghentikan siklus sel pada fase metafase, dan menginduksi apoptosis sel kanker.
Meningkatkan sekresi insulin dari sel β pankreas melalui aktivasi saluran K⁺-ATP, meningkatkan sensitivitas insulin di jaringan perifer, serta menghambat α-glukosidase usus sehingga menunda penyerapan karbohidrat.
Menghambat enzim pengubah angiotensin (ACE) dan meningkatkan pelepasan nitrat oksida (NO) dari endotel, sehingga menyebabkan vasodilatasi dan penurunan tekanan darah.
Mengganggu integritas membran sel bakteri, menghambat sintesis protein (melalui ikatan dengan subunit ribosom 50S), dan menginduksi kebocoran ion.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Tapak Dara / Periwinkle.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Tapak Dara / Periwinkle.