• Herbapedia.id

Tapak Dara / Periwinkle

Catharanthus roseus
Nama: Tapak Dara / Periwinkle
Nama Ilmiah: Catharanthus roseus
Famili: Apocynaceae

Kandungan:
vinblastine, vincristine, dan alkaloid indol lainnya
Nama Lain:
Sadabahar (India), tsitsirika (Filipina), chang chun hua (Cina), rose periwinkle (Amerika Serikat), dừa cạn (Vietnam)
Asal:
Madagaskar
Bagian Utama:
Daun, Akar
Rasa:
pahit

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Tapak Dara / Periwinkle

Tapak dara (Catharanthus roseus), yang juga dikenal sebagai periwinkle atau vinca rosea, adalah tanaman perdu yang berasal dari Madagaskar namun kini telah menyebar luas di berbagai daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Tanaman ini mudah dikenali dari bunganya yang indah berwarna merah muda, putih, atau ungu dengan mahkota berbentuk tabung dan lima kelopak lebar. Daunnya lonjong, mengkilap, dan tersusun berhadapan, sementara batangnya tegak dan bercabang banyak. Karena kemampuannya beradaptasi di berbagai kondisi tanah dan iklim, tapak dara sering ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan atau pinggir jalan, namun menyimpan potensi luar biasa di balik penampilannya yang sederhana.

Advertisement

Keistimewaan utama tapak dara terletak pada kandungan alkaloidnya yang kompleks, terutama vinkristin dan vinblastin, yang telah menjadi senjata ampuh dalam kemoterapi kanker modern. Vinkristin digunakan untuk mengobati leukemia limfoblastik akut pada anak-anak, sementara vinblastin efektif menangani limfoma Hodgkin dan kanker testis. Penemuan senyawa ini pada tahun 1950-an oleh para peneliti di Eli Lilly Company mengubah sejarah pengobatan kanker, menjadikan Catharanthus roseus sebagai salah satu tanaman obat paling berharga di dunia. Proses biosintesisnya sangat rumit dan hingga kini masih sulit direplikasi secara sintetis, sehingga budidaya tanaman ini tetap menjadi sumber utama bagi industri farmasi global.

Meskipun mudah tumbuh, produksi alkaloid pada tapak dara sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti intensitas cahaya, ketersediaan air, dan unsur hara tanah. Tanaman ini lebih menyukai tempat yang terkena sinar matahari penuh dengan drainase baik, dan seringkali dianggap sebagai gulma di lahan kering. Sayangnya, karena perusakan habitat aslinya di Madagaskar, populasi liar Catharanthus roseus kini terancam punah, menjadikannya masuk dalam daftar merah spesies terancam oleh IUCN. Upaya konservasi dan pengembangan varietas unggul melalui kultur jaringan terus dilakukan untuk memenuhi permintaan global sekaligus melestarikan tanaman penyelamat nyawa ini.

Update: 29 Jul 2026 - 11:32:19

 

II. Manfaat Tapak Dara / Periwinkle

Manfaat Tapak Dara / Periwinkle untuk kesehatan.

  1. Antineoplastik (Kanker) – melalui alkaloid vinca yang diisolasi

    Alkaloid vinca (vinkristin, vinblastin) berikatan dengan tubulin, menghambat polimerisasi mikrotubulus, menghentikan siklus sel pada fase metafase, dan menginduksi apoptosis sel kanker.

    Senyawa Aktif: Vinkristin, Vinblastin, Vinorelbin
    Tampilkan
  2. Antidiabetes (Diabetes Tipe 2)

    Meningkatkan sekresi insulin dari sel β pankreas melalui aktivasi saluran K⁺-ATP, meningkatkan sensitivitas insulin di jaringan perifer, serta menghambat α-glukosidase usus sehingga menunda penyerapan karbohidrat.

    Senyawa Aktif: Ajmalisin, Vindolin, Katarantin
    Tampilkan
  3. Antihipertensi

    Menghambat enzim pengubah angiotensin (ACE) dan meningkatkan pelepasan nitrat oksida (NO) dari endotel, sehingga menyebabkan vasodilatasi dan penurunan tekanan darah.

    Senyawa Aktif: Ajmalisin, Serpentin, Reserpin (dalam jumlah kecil)
    Tampilkan
  4. Antimikroba (Spektrum Luas)

    Mengganggu integritas membran sel bakteri, menghambat sintesis protein (melalui ikatan dengan subunit ribosom 50S), dan menginduksi kebocoran ion.

    Senyawa Aktif: Katarantin, Vinkristin, Flavonoid (kuersetin, kaempferol)
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Tapak Dara / Periwinkle

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Tapak Dara / Periwinkle.

  1. Vincristine

    Golongan: Alkaloid Indol-Bisindol
    Bagian Tanaman: Daun, batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimitotik; Menghambat Polimerisasi Mikrotubulus; Digunakan Sebagai Kemoterapi Pada Leukemia, Limfoma, Dan Sarkoma. Terbukti Efektif Dalam Uji Klinis Manusia..
    Tampilkan
  2. Vinblastine

    Golongan: Alkaloid Indol-Bisindol
    Bagian Tanaman: Daun, batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimitotik; Mekanisme Serupa Vincristine; Efektif Pada Limfoma Hodgkin, Kanker Testis, Dan Kandung Kemih. Uji Klinis Manusia Terkonfirmasi..
    Tampilkan
  3. Ajmalicine

    Golongan: Alkaloid Indol
    Bagian Tanaman: Akar, rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antihipertensi; Antagonis Reseptor α1-adrenergik; Juga Memiliki Aktivitas Sedatif Ringan. Telah Digunakan Dalam Pengobatan Tradisional, Namun Uji Klinis Manusia Terbatas..
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Tapak Dara / Periwinkle

Penggunaan bersamaan dengan obat antihipertensi (misal ACE inhibitor, beta-blocker)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Pantau tekanan darah secara berkala karena Tapak Dara dapat menurunkan tekanan darah. Konsultasi dengan dokter sebelum penggunaan kombinasi.

Penggunaan bersamaan dengan obat diabetes (insulin, sulfonilurea)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Waspadai risiko hipoglikemia. Monitor kadar gula darah secara rutin dan sesuaikan dosis obat diabetes jika perlu. Konsultasi dengan dokter.

Penggunaan bersamaan dengan obat antidepresan golongan MAOI

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Hindari kombinasi karena potensi interaksi alkaloid dengan MAOI yang dapat meningkatkan efek samping. Konsultasi dengan dokter sebelum penggunaan.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Tapak Dara / Periwinkle

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Tapak Dara / Periwinkle.

Apa saja senyawa aktif utama dalam Tapak Dara (Catharanthus roseus) dan bagaimana mekanisme kerjanya?
Senyawa aktif utama adalah alkaloid vinca seperti vincristine dan vinblastine yang bekerja dengan mengikat tubulin, menghambat pembentukan mikrotubulus, dan menghentikan pembelahan sel pada fase metafase. Alkaloid ini juga memiliki efek sitotoksik terhadap sel kanker. (Journal of Natural Products, 2019)
Apakah Tapak Dara aman dikonsumsi sebagai teh herbal sehari-hari?
Tidak aman. Semua bagian tanaman Tapak Dara mengandung alkaloid vinca yang bersifat toksik dan dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf, gangguan pencernaan, hingga kematian jika dikonsumsi tanpa dosis yang tepat. Konsumsi oral tidak dianjurkan tanpa pengawasan medis ketat. (Toxicology Reports, 2020)
Apa efek samping yang umum terjadi jika mengonsumsi Tapak Dara secara berlebihan?
Efek samping meliputi mual, muntah, diare, kerontokan rambut, neuropati perifer (kesemutan, mati rasa), penekanan sumsum tulang (anemia, leukopenia), serta gangguan irama jantung. Kasus keracunan akut dapat menyebabkan kejang dan koma. (Phytotherapy Research, 2018)
Bisakah Tapak Dara digunakan pada bayi atau anak-anak?
Tidak boleh. Bayi dan anak-anak sangat rentan terhadap toksisitas alkaloid vinka. Tidak ada dosis aman yang ditetapkan. Penggunaan topikal sekalipun harus dihindari karena penyerapan melalui kulit. (Pediatric Drugs, 2015)
Apakah ibu hamil atau menyusui boleh menggunakan Tapak Dara?
Sangat tidak dianjurkan. Alkaloid vinka bersifat teratogenik dan dapat menyebabkan cacat lahir serta keguguran. Pada ibu menyusui, senyawa ini dapat masuk ke ASI dan membahayakan bayi. (Reproductive Toxicology, 2017)
Apakah ada manfaat kesehatan umum dari Tapak Dara selain antikanker?
Beberapa penelitian menunjukkan potensi sebagai antihipertensi, antidiabetes, dan antimikroba, namun data klinis masih terbatas dan efek toksiknya lebih dominan. Penggunaan untuk tujuan tersebut tidak disarankan tanpa pengawasan medis. (Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2020)
Bagaimana cara penggunaan Tapak Dara yang benar dalam pengobatan herbal tradisional?
Dalam pengobatan tradisional, biasanya digunakan sebagai rebusan daun segar dalam dosis sangat kecil (misalnya 1-2 daun) dan hanya untuk pemakaian jangka pendek. Namun, praktik ini sangat berisiko. Saat ini, alkaloid murni dari Tapak Dara hanya digunakan dalam kemoterapi di bawah pengawasan dokter. (Journal of Ethnopharmacology, 2016)
Apakah tapak dara bisa berinteraksi dengan obat-obatan modern?
Ya. Alkaloid vinka dapat berinteraksi dengan obat yang dimetabolisme oleh enzim CYP3A4 (misalnya statin, antijamur azol) serta meningkatkan risiko efek samping neurotoksik jika dikombinasikan dengan obat lain yang memiliki efek serupa. Hindari penggunaan bersamaan tanpa konsultasi medis. (Drug Metabolism Reviews, 2014)

Sambung Nyawa

Gynura segetum

Tapak Liman

Elephantopus scaber