Advertisement
Tapak dara (Catharanthus roseus), yang juga dikenal sebagai periwinkle atau vinca rosea, adalah tanaman perdu yang berasal dari Madagaskar namun kini telah menyebar luas di berbagai daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Tanaman ini mudah dikenali dari bunganya yang indah berwarna merah muda, putih, atau ungu dengan mahkota berbentuk tabung dan lima kelopak lebar. Daunnya lonjong, mengkilap, dan tersusun berhadapan, sementara batangnya tegak dan bercabang banyak. Karena kemampuannya beradaptasi di berbagai kondisi tanah dan iklim, tapak dara sering ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan atau pinggir jalan, namun menyimpan potensi luar biasa di balik penampilannya yang sederhana.
Tanaman yang bandel dan mudah tumbuh. Aslinya dari Madagaskar, tapi sekarang sudah tersebar luas di daerah tropis. Suka banget sama tempat yang kena sinar matahari langsung, tapi masih bisa bertahan di tempat agak teduh. Biasanya ditemukan di pekarangan rumah, pinggir jalan, atau area terbuka. Karakteristik/ciri-ciri Tapak Dara (Catharanthus roseus):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Tanaman perdu kecil yang bisa tumbuh tegak atau menjalar dengan ketinggian sekitar 20-80 cm. |
| Batang | Batangnya berbentuk bulat, berkayu di bagian pangkal, warnanya hijau atau kemerahan, dan punya banyak cabang. |
| Daun | Daunnya tunggal, bentuknya bulat telur sampai lonjong dengan ujung yang tumpul atau agak runcing. Warnanya hijau tua, permukaannya halus, dan letaknya berhadapan. |
| Bunga | Bunganya cantik, berbentuk seperti terompet dengan lima kelopak. Warnanya bervariasi dari putih, merah muda, sampai ungu. Muncul dari ketiak daun. |
| Buah Dan Biji | Buahnya berbentuk lonjong (folikel) yang kalau matang bakal pecah. Di dalamnya ada banyak biji kecil yang warnanya hitam. |
| Akar | Punya sistem perakaran tunggang yang cukup kuat untuk menyerap nutrisi di tanah. |
8 Manfaat Tapak Dara untuk kesehatan.
Alkaloid vinca (vinkristin, vinblastin) berikatan dengan tubulin, menghambat polimerisasi mikrotubulus, menghentikan siklus sel pada fase metafase, dan menginduksi apoptosis sel kanker.
Meningkatkan sekresi insulin dari sel β pankreas melalui aktivasi saluran K⁺-ATP, meningkatkan sensitivitas insulin di jaringan perifer, serta menghambat α-glukosidase usus sehingga menunda penyerapan karbohidrat.
Menghambat enzim pengubah angiotensin (ACE) dan meningkatkan pelepasan nitrat oksida (NO) dari endotel, sehingga menyebabkan vasodilatasi dan penurunan tekanan darah.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Tapak Dara.
Interaksi & Kontraindikasi Tapak Dara dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Tapak dara (Catharanthus roseus) dikenal mengandung berbagai alkaloid aktif, terutama vinblastine dan vincristine yang sering digunakan dalam kemoterapi medis, namun tanaman ini juga menyimpan potensi efek samping toksik yang signifikan jika dikonsumsi secara sembarangan. Konsumsi bagian tanaman ini secara tradisional tanpa takaran yang tepat dapat memicu berbagai gangguan sistemik, termasuk penekanan sumsum tulang (mielosupresi) yang berakibat pada penurunan sel darah putih, anemia, dan trombositopenia. Selain itu, efek neurotoksik sering dilaporkan, yang bermanifestasi sebagai neuropati perifer, kesemutan pada ekstremitas, kelemahan otot, hingga gangguan saraf otonom seperti konstipasi berat dan retensi urine.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Tapak Dara.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Tapak Dara.