Tapak Dara

Periwinkle | Catharanthus roseus
Tapak Dara
Nama
Tapak Dara (Periwinkle)
Nama Latin/Ilmiah
Catharanthus roseus
Bagian Digunakan
Daun, Akar
Rasa
pahit

Nama Lain
Sadabahar (India), tsitsirika (Filipina), chang chun hua (Cina), rose periwinkle (Amerika Serikat), dừa cạn (Vietnam)
Asal
Madagaskar
Kandungan Utama
vinblastine, vincristine, dan alkaloid indol lainnya

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Tapak Dara

Tapak dara (Catharanthus roseus), yang juga dikenal sebagai periwinkle atau vinca rosea, adalah tanaman perdu yang berasal dari Madagaskar namun kini telah menyebar luas di berbagai daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Tanaman ini mudah dikenali dari bunganya yang indah berwarna merah muda, putih, atau ungu dengan mahkota berbentuk tabung dan lima kelopak lebar. Daunnya lonjong, mengkilap, dan tersusun berhadapan, sementara batangnya tegak dan bercabang banyak. Karena kemampuannya beradaptasi di berbagai kondisi tanah dan iklim, tapak dara sering ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan atau pinggir jalan, namun menyimpan potensi luar biasa di balik penampilannya yang sederhana.

Baca Lebih Lanjut
Update: 13 Agu 2026 - 06:42:45
 

II. Ciri-ciri Tapak Dara

Tanaman yang bandel dan mudah tumbuh. Aslinya dari Madagaskar, tapi sekarang sudah tersebar luas di daerah tropis. Suka banget sama tempat yang kena sinar matahari langsung, tapi masih bisa bertahan di tempat agak teduh. Biasanya ditemukan di pekarangan rumah, pinggir jalan, atau area terbuka. Karakteristik/ciri-ciri Tapak Dara (Catharanthus roseus):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Tanaman perdu kecil yang bisa tumbuh tegak atau menjalar dengan ketinggian sekitar 20-80 cm.
Batang Batangnya berbentuk bulat, berkayu di bagian pangkal, warnanya hijau atau kemerahan, dan punya banyak cabang.
Daun Daunnya tunggal, bentuknya bulat telur sampai lonjong dengan ujung yang tumpul atau agak runcing. Warnanya hijau tua, permukaannya halus, dan letaknya berhadapan.
Bunga Bunganya cantik, berbentuk seperti terompet dengan lima kelopak. Warnanya bervariasi dari putih, merah muda, sampai ungu. Muncul dari ketiak daun.
Buah Dan Biji Buahnya berbentuk lonjong (folikel) yang kalau matang bakal pecah. Di dalamnya ada banyak biji kecil yang warnanya hitam.
Akar Punya sistem perakaran tunggang yang cukup kuat untuk menyerap nutrisi di tanah.

III. Manfaat Tapak Dara

8 Manfaat Tapak Dara untuk kesehatan.

  1. Antineoplastik (Kanker) – melalui alkaloid vinca yang diisolasi

    Alkaloid vinca (vinkristin, vinblastin) berikatan dengan tubulin, menghambat polimerisasi mikrotubulus, menghentikan siklus sel pada fase metafase, dan menginduksi apoptosis sel kanker.

    Senyawa Aktif: Vinkristin, Vinblastin, Vinorelbin
    Tampilkan
  2. Antidiabetes (Diabetes Tipe 2)

    Meningkatkan sekresi insulin dari sel β pankreas melalui aktivasi saluran K⁺-ATP, meningkatkan sensitivitas insulin di jaringan perifer, serta menghambat α-glukosidase usus sehingga menunda penyerapan karbohidrat.

    Senyawa Aktif: Ajmalisin, Vindolin, Katarantin
    Tampilkan
  3. Antihipertensi

    Menghambat enzim pengubah angiotensin (ACE) dan meningkatkan pelepasan nitrat oksida (NO) dari endotel, sehingga menyebabkan vasodilatasi dan penurunan tekanan darah.

    Senyawa Aktif: Ajmalisin, Serpentin, Reserpin (dalam jumlah kecil)
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Tapak Dara

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Tapak Dara.

  1. Vincristine

    Golongan: Alkaloid Indol-Bisindol
    Bagian Tanaman: Daun, batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimitotik; Menghambat Polimerisasi Mikrotubulus; Digunakan Sebagai Kemoterapi Pada Leukemia, Limfoma, Dan Sarkoma. Terbukti Efektif Dalam Uji Klinis Manusia..
    Tampilkan
  2. Vinblastine

    Golongan: Alkaloid Indol-Bisindol
    Bagian Tanaman: Daun, batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimitotik; Mekanisme Serupa Vincristine; Efektif Pada Limfoma Hodgkin, Kanker Testis, Dan Kandung Kemih. Uji Klinis Manusia Terkonfirmasi..
    Tampilkan
  3. Ajmalicine

    Golongan: Alkaloid Indol
    Bagian Tanaman: Akar, rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antihipertensi; Antagonis Reseptor α1-adrenergik; Juga Memiliki Aktivitas Sedatif Ringan. Telah Digunakan Dalam Pengobatan Tradisional, Namun Uji Klinis Manusia Terbatas..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Tapak Dara

Interaksi & Kontraindikasi Tapak Dara dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan obat antihipertensi (misal ACE inhibitor, beta-blocker)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Pantau tekanan darah secara berkala karena Tapak Dara dapat menurunkan tekanan darah. Konsultasi dengan dokter sebelum penggunaan kombinasi.

  2. Penggunaan bersamaan dengan obat diabetes (insulin, sulfonilurea)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Waspadai risiko hipoglikemia. Monitor kadar gula darah secara rutin dan sesuaikan dosis obat diabetes jika perlu. Konsultasi dengan dokter.

  3. Penggunaan bersamaan dengan obat antidepresan golongan MAOI

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari kombinasi karena potensi interaksi alkaloid dengan MAOI yang dapat meningkatkan efek samping. Konsultasi dengan dokter sebelum penggunaan.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

VI. Efek Samping Tapak Dara

Tapak dara (Catharanthus roseus) dikenal mengandung berbagai alkaloid aktif, terutama vinblastine dan vincristine yang sering digunakan dalam kemoterapi medis, namun tanaman ini juga menyimpan potensi efek samping toksik yang signifikan jika dikonsumsi secara sembarangan. Konsumsi bagian tanaman ini secara tradisional tanpa takaran yang tepat dapat memicu berbagai gangguan sistemik, termasuk penekanan sumsum tulang (mielosupresi) yang berakibat pada penurunan sel darah putih, anemia, dan trombositopenia. Selain itu, efek neurotoksik sering dilaporkan, yang bermanifestasi sebagai neuropati perifer, kesemutan pada ekstremitas, kelemahan otot, hingga gangguan saraf otonom seperti konstipasi berat dan retensi urine.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Tapak Dara

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Tapak Dara.

  1. Pengaruh Ekstrak Daun Tapak Dara (Catharanthus roseus) terhadap Proliferasi Sel Kanker Payudara MCF-7

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Ekstrak etanol C. roseus menghambat proliferasi sel MCF-7 secara dosis-tergantung dengan IC50 18,5 µg/mL, sedangkan toksisitas terhadap sel Vero lebih rendah. Ekstrak juga meningkatkan ekspresi kaspase-3 sehingga mengindikasikan terjadinya apoptosis.
    Tampilkan
  2. Efek Hipoglikemik Ekstrak Etanol Tapak Dara pada Tikus Diabetes Induksi Streptozotocin

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Ekstrak etanol daun C. roseus pada dosis 250 dan 500 mg/kgBB menurunkan glukosa darah puasa masing-masing 38,2% dan 51,7% dibandingkan kelompok diabetes tanpa terapi. Kadar HbA1c dan aktivitas SOD juga membaik setelah 28 hari pemberian.
    Tampilkan
  3. Aktivitas Antibakteri Nanopartikel Perak Biosintesis dari Ekstrak Daun Tapak Dara

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Nanopartikel perak hasil biosintesis C. roseus menghasilkan diameter zona hambat 16,4 mm pada S. aureus dan 14,8 mm pada E. coli pada konsentrasi 100 µg/mL. Efek antibakteri ini diduga berasal dari sinergi senyawa bioaktif daun dan partikel perak.
    Tampilkan

VIII. FAQ Tapak Dara

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Tapak Dara.

Apa saja senyawa aktif utama dalam Tapak Dara (Catharanthus roseus) dan bagaimana mekanisme kerjanya?
Senyawa aktif utama adalah alkaloid vinca seperti vincristine dan vinblastine yang bekerja dengan mengikat tubulin, menghambat pembentukan mikrotubulus, dan menghentikan pembelahan sel pada fase metafase. Alkaloid ini juga memiliki efek sitotoksik terhadap sel kanker. (Journal of Natural Products, 2019)
Apakah Tapak Dara aman dikonsumsi sebagai teh herbal sehari-hari?
Tidak aman. Semua bagian tanaman Tapak Dara mengandung alkaloid vinca yang bersifat toksik dan dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf, gangguan pencernaan, hingga kematian jika dikonsumsi tanpa dosis yang tepat. Konsumsi oral tidak dianjurkan tanpa pengawasan medis ketat. (Toxicology Reports, 2020)
Apa efek samping yang umum terjadi jika mengonsumsi Tapak Dara secara berlebihan?
Efek samping meliputi mual, muntah, diare, kerontokan rambut, neuropati perifer (kesemutan, mati rasa), penekanan sumsum tulang (anemia, leukopenia), serta gangguan irama jantung. Kasus keracunan akut dapat menyebabkan kejang dan koma. (Phytotherapy Research, 2018)
Bisakah Tapak Dara digunakan pada bayi atau anak-anak?
Tidak boleh. Bayi dan anak-anak sangat rentan terhadap toksisitas alkaloid vinka. Tidak ada dosis aman yang ditetapkan. Penggunaan topikal sekalipun harus dihindari karena penyerapan melalui kulit. (Pediatric Drugs, 2015)
Apakah ibu hamil atau menyusui boleh menggunakan Tapak Dara?
Sangat tidak dianjurkan. Alkaloid vinka bersifat teratogenik dan dapat menyebabkan cacat lahir serta keguguran. Pada ibu menyusui, senyawa ini dapat masuk ke ASI dan membahayakan bayi. (Reproductive Toxicology, 2017)
Apakah ada manfaat kesehatan umum dari Tapak Dara selain antikanker?
Beberapa penelitian menunjukkan potensi sebagai antihipertensi, antidiabetes, dan antimikroba, namun data klinis masih terbatas dan efek toksiknya lebih dominan. Penggunaan untuk tujuan tersebut tidak disarankan tanpa pengawasan medis. (Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2020)
Bagaimana cara penggunaan Tapak Dara yang benar dalam pengobatan herbal tradisional?
Dalam pengobatan tradisional, biasanya digunakan sebagai rebusan daun segar dalam dosis sangat kecil (misalnya 1-2 daun) dan hanya untuk pemakaian jangka pendek. Namun, praktik ini sangat berisiko. Saat ini, alkaloid murni dari Tapak Dara hanya digunakan dalam kemoterapi di bawah pengawasan dokter. (Journal of Ethnopharmacology, 2016)
Apakah tapak dara bisa berinteraksi dengan obat-obatan modern?
Ya. Alkaloid vinka dapat berinteraksi dengan obat yang dimetabolisme oleh enzim CYP3A4 (misalnya statin, antijamur azol) serta meningkatkan risiko efek samping neurotoksik jika dikombinasikan dengan obat lain yang memiliki efek serupa. Hindari penggunaan bersamaan tanpa konsultasi medis. (Drug Metabolism Reviews, 2014)

Bidara

Ziziphus mauritiana

Tapak Liman

Elephantopus scaber

Cari: