Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Pengaruh Ekstrak Daun Tapak Dara (Catharanthus roseus) terhadap Proliferasi Sel Kanker Payudara MCF-7

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel MCF-7 (kanker payudara) dan sel normal Vero dengan tiga kelompok konsentrasi
    Dosis/Durasi:
    1,56–100 µg/mL selama 48 jam
    Temuan:
    Ekstrak etanol C. roseus menghambat proliferasi sel MCF-7 secara dosis-tergantung dengan IC50 18,5 µg/mL, sedangkan toksisitas terhadap sel Vero lebih rendah. Ekstrak juga meningkatkan ekspresi kaspase-3 sehingga mengindikasikan terjadinya apoptosis.
  2. Efek Hipoglikemik Ekstrak Etanol Tapak Dara pada Tikus Diabetes Induksi Streptozotocin

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    24 tikus Wistar jantan; diabetes diinduksi streptozotocin 45 mg/kgBB; dibagi menjadi kontrol, diabetes, dosis ekstrak 250 mg/kgBB, dan 500 mg/kgBB
    Dosis/Durasi:
    250 dan 500 mg/kgBB per oral sekali sehari selama 28 hari
    Temuan:
    Ekstrak etanol daun C. roseus pada dosis 250 dan 500 mg/kgBB menurunkan glukosa darah puasa masing-masing 38,2% dan 51,7% dibandingkan kelompok diabetes tanpa terapi. Kadar HbA1c dan aktivitas SOD juga membaik setelah 28 hari pemberian.
  3. Aktivitas Antibakteri Nanopartikel Perak Biosintesis dari Ekstrak Daun Tapak Dara

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental laboratorium
    Sampel:
    Bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Escherichia coli ATCC 25922
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 25–200 µg/mL; metode difusi sumuran, inkubasi 24 jam pada 37°C
    Temuan:
    Nanopartikel perak hasil biosintesis C. roseus menghasilkan diameter zona hambat 16,4 mm pada S. aureus dan 14,8 mm pada E. coli pada konsentrasi 100 µg/mL. Efek antibakteri ini diduga berasal dari sinergi senyawa bioaktif daun dan partikel perak.
  4. Tapak Dara (Catharanthus roseus) sebagai Terapi Adjuvan Kanker: Tinjauan Sistematis

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    62 artikel yang relevan dari PubMed, Scopus, dan ScienceDirect (2015–2023) setelah skrining PRISMA
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (studi tinjauan sistematis)
    Temuan:
    Alkaloid vinca dari C. roseus, yaitu vinblastin dan vinkristin, terbukti menghambat polimerisasi tubulin dan menghentikan siklus sel pada fase M. Tinjauan ini menyimpulkan bahwa C. roseus berpotensi sebagai sumber senyawa antikanker, namun data uji klinis pada manusia masih sangat terbatas.
  5. Analisis In Silico Alkaloid Vinca dari Catharanthus roseus sebagai Kandidat Inhibitor Tubulin

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi komputasi (molecular docking)
    Sampel:
    Struktur tubulin (PDB ID: 1Z2B) dan 30 alkaloid vinca dari database PubChem
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (studi in silico)
    Temuan:
    Dua analog alkaloid vinca memiliki energi ikatan lebih negatif dibanding vinkristin (-9,8 dan -9,5 kkal/mol) serta berinteraksi dengan residu kunci pada sisi pengikatan tubulin. Temuan ini mengindikasikan bahwa derivatif C. roseus dapat dikembangkan menjadi agen antikanker baru.
  6. Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Metanol Tapak Dara pada Makrofag RAW264.7 yang Diinduksi Lipopolisakarida

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel RAW264.7 (makrofag mencit) yang diinduksi LPS 1 µg/mL, dengan dan tanpa perlakuan ekstrak
    Dosis/Durasi:
    10–80 µg/mL; pra-perlakuan 1 jam, kemudian induksi LPS selama 24 jam
    Temuan:
    Ekstrak metanol C. roseus menurunkan produksi nitrit oksida, TNF-α, dan IL-6 secara signifikan dibandingkan kontrol LPS. Penurunan ekspresi COX-2 menunjukkan mekanisme antiinflamasi melalui jalur mediator inflamasi.
  7. Profil Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Daun Tapak Dara dari Tiga Ketinggian Tempat Tumbuh

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental lapangan dan laboratorium
    Sampel:
    Daun C. roseus diambil dari 3 lokasi (dataran rendah, sedang, tinggi) dengan tiga kali ulangan (n=9 sampel)
    Dosis/Durasi:
    Uji DPPH pada konsentrasi 20–250 µg/mL; tiga ulangan
    Temuan:
    Kandungan fenolik total dan flavonoid tertinggi ditemukan pada sampel dataran tinggi, sejalan dengan aktivitas antioksidan DPPH terbaik (IC50 32,5 µg/mL). Ketinggian tempat tumbuh memengaruhi akumulasi senyawa antioksidan.
  8. Studi Toksisitas Akut dan Subkronis Ekstrak Etanol Tapak Dara pada Mencit

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi toksikologi in vivo
    Sampel:
    Mencit Swiss Webster jantan dan betina; uji akut (n=10/kelompok) dan subkronis (n=5/kelompok)
    Dosis/Durasi:
    Uji akut: dosis tunggal 25, 250, 500, 1000, 2000 mg/kgBB; uji subkronis: 50, 150, 450 mg/kgBB per oral selama 28 hari
    Temuan:
    LD50 oral ekstrak etanol C. roseus lebih dari 2000 mg/kgBB, sehingga tergolong praktis tidak toksik pada pemberian akut. Pemberian selama 28 hari tidak mengubah secara signifikan parameter fungsi hati dan ginjal.

Advertisement


Cari: