Kasifikasi ilmiah Tapak Dara (Catharanthus roseus)
Author: (L.) G. Don
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Asteridae |
| Ordo: | Gentianales |
| Famili: | Apocynaceae |
| Subfamili: | Rauvolfioideae |
| Tribus: | Plumerieae |
| Genus: | Catharanthus |
| Spesies: | Catharanthus roseus |
Catharanthus roseus atau yang lebih akrab dikenal sebagai bunga tapak dara adalah tanaman hias sekaligus tanaman obat yang sangat populer di Indonesia. Tanaman ini punya ciri khas kelopak bunga yang simetris dengan warna yang bervariasi mulai dari putih, merah muda, hingga ungu, serta daunnya yang hijau mengkilap berbentuk lonjong.
Selain tampilannya yang cantik, tapak dara sering dicari karena khasiatnya dalam pengobatan tradisional, terutama untuk mengatasi berbagai penyakit seperti diabetes hingga hipertensi. Tanaman ini sangat tangguh dan bisa tumbuh subur hampir di mana saja, baik di pot maupun langsung di tanah pekarangan rumah, asalkan mendapatkan sinar matahari yang cukup.
Advertisement