Advertisement
Binahong (Anredera cordifolia) adalah tanaman merambat asli Amerika Selatan yang kini menyebar luas di daerah tropis, termasuk Indonesia. Tumbuhan ini termasuk dalam famili Basellaceae dan dikenal karena pertumbuhannya yang cepat serta daunnya yang tebal, berdaging, dan berbentuk hati (cordate). Akarnya berupa umbi yang menggantung di batang, sementara batangnya lunak dan mudah berakar pada buku-bukunya, memungkinkan perbanyakan vegetatif yang efisien. Keunikan lain adalah kemampuannya memproduksi umbi udara (bulbil) yang dapat tumbuh menjadi individu baru, menjadikannya spesies invasif di beberapa ekosistem.
Tanaman merambat ini suka banget tumbuh di daerah beriklim tropis, terutama di tempat yang punya banyak sinar matahari tapi tetap lembap. Sering ditemukan di pekarangan rumah, pagar, atau semak-semak, dan bisa beradaptasi dari dataran rendah sampai pegunungan. Karakteristik/ciri-ciri Binahong (Anredera cordifolia):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar | Punya rimpang atau umbi yang terbentuk di ketiak daun, bentuknya agak nggak beraturan dan warnanya kecokelatan. |
| Batang | Batangnya lunak, berair (sukulen), warnanya hijau muda sampai kemerahan, dan punya sifat merambat yang kuat. |
| Daun | Bentuknya mirip hati (cordata), teksturnya agak tebal dan licin seperti lilin, ujungnya runcing, dan warnanya hijau segar. |
| Bunga | Muncul di ketiak daun dengan bentuk menjuntai, bunganya kecil-kecil berwarna putih kekuningan dan punya aroma yang cukup harum. |
| Perkembangbiakan | Selain dari biji, tanaman ini sangat mudah berkembang biak lewat umbi batang yang jatuh ke tanah. |
8 Manfaat Binahong untuk kesehatan.
Ekstrak daun binahong meningkatkan proliferasi fibroblas, deposisi kolagen, dan angiogenesis melalui aktivasi jalur TGF-β1/Smad dan peningkatan ekspresi VEGF. Senyawa flavonoid dan saponin menghambat enzim MMP-9 sehingga mempercepat kontraksi luka. Efek antibakteri juga mengurangi risiko infeksi.
Menghambat jalur COX-2 dan NF-κB, menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Aktivasi PPAR-γ juga berperan. Senyawa flavonoid dan triterpenoid bertanggung jawab.
Menghambat enzim α-glukosidase dan α-amilase sehingga memperlambat penyerapan glukosa. Juga meningkatkan sensitivitas insulin melalui aktivasi AMPK dan penurunan stres oksidatif pada sel β-pankreas.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Binahong.
Interaksi & Kontraindikasi Binahong dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Tanaman Binahong (Anredera cordifolia) dikenal luas dalam pengobatan tradisional sebagai tanaman herbal untuk mempercepat penyembuhan luka, mengatasi diabetes, dan menurunkan hipertensi. Namun, konsumsi atau penggunaan ekstrak binahong secara tidak tepat dapat menimbulkan beberapa efek samping bagi kesehatan. Berdasarkan kajian farmakologis, kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, dan alkaloid dalam jumlah berlebih dapat memberikan efek toksik, terutama pada organ vital seperti hati dan ginjal. Beberapa studi praklinis menunjukkan bahwa penggunaan jangka panjang tanpa takaran yang jelas berpotensi meningkatkan enzim hati dan ureum-kreatinin, yang mengindikasikan adanya beban kerja berlebih pada organ ekskresi dan metabolisme.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Binahong.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Binahong.