• Herbapedia.id

Binahong

Anredera cordifolia
Binahong
Nama: Binahong
Nama Ilmiah: Anredera cordifolia
Famili: Basellaceae

Kandungan:
Flavonoid, saponin, tanin, alkaloid
Nama Lain:
Madeira vine (Inggris), heartleaf (Amerika Serikat), mignonette vine (Australia), lamb's tail (Inggris), teng san qi (China)
Asal:
Amerika Selatan, Brasil
Bagian Utama:
Daun, Batang Muda, Umbi
Rasa:
pahit

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Binahong

Binahong (Anredera cordifolia) adalah tanaman merambat asli Amerika Selatan yang kini menyebar luas di daerah tropis, termasuk Indonesia. Tumbuhan ini termasuk dalam famili Basellaceae dan dikenal karena pertumbuhannya yang cepat serta daunnya yang tebal, berdaging, dan berbentuk hati (cordate). Akarnya berupa umbi yang menggantung di batang, sementara batangnya lunak dan mudah berakar pada buku-bukunya, memungkinkan perbanyakan vegetatif yang efisien. Keunikan lain adalah kemampuannya memproduksi umbi udara (bulbil) yang dapat tumbuh menjadi individu baru, menjadikannya spesies invasif di beberapa ekosistem.

Advertisement

Dalam pengobatan tradisional, Binahong digunakan secara luas sebagai obat luka, mempercepat penyembuhan pasca operasi, serta mengatasi berbagai gangguan seperti asam urat, hipertensi, dan diabetes. Kandungan senyawa bioaktif utama meliputi flavonoid, saponin, alkaloid, tanin, dan polifenol, yang berkontribusi pada aktivitas antiinflamasi, antibakteri, dan antioksidan. Daun segar sering dihaluskan lalu ditempelkan pada luka atau direbus untuk diminum sebagai ramuan. Secara empiris, tanaman ini juga dipercaya meningkatkan stamina dan memulihkan kondisi tubuh setelah sakit.

Penelitian modern telah mengonfirmasi beberapa klaim tradisional melalui uji laboratorium dan hewan coba. Ekstrak A. cordifolia terbukti mempercepat kontraksi luka, meningkatkan proliferasi sel fibroblas, dan menghambat pertumbuhan bakteri seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Studi farmakologis juga menunjukkan efek nefroprotektif, hepatoprotektif, dan antihiperurisemia. Meskipun demikian, penelitian klinis pada manusia masih terbatas, sehingga dosis dan keamanan jangka panjang perlu dikaji lebih lanjut. Masyarakat tetap disarankan menggunakan Binahong secara bijak dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsinya secara rutin.

Update: 29 Jul 2026 - 23:20:22

 

II. Manfaat Binahong

Manfaat Binahong untuk kesehatan.

  1. Penyembuhan Luka

    Ekstrak daun binahong meningkatkan proliferasi fibroblas, deposisi kolagen, dan angiogenesis melalui aktivasi jalur TGF-β1/Smad dan peningkatan ekspresi VEGF. Senyawa flavonoid dan saponin menghambat enzim MMP-9 sehingga mempercepat kontraksi luka. Efek antibakteri juga mengurangi risiko infeksi.

    Senyawa Aktif: Asam Ursolat, Kuersetin, saponin
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi

    Menghambat jalur COX-2 dan NF-κB, menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Aktivasi PPAR-γ juga berperan. Senyawa flavonoid dan triterpenoid bertanggung jawab.

    Tampilkan
  3. Antidiabetes

    Menghambat enzim α-glukosidase dan α-amilase sehingga memperlambat penyerapan glukosa. Juga meningkatkan sensitivitas insulin melalui aktivasi AMPK dan penurunan stres oksidatif pada sel β-pankreas.

    Senyawa Aktif: Kaempferol, Asam Klorogenat, saponin
    Tampilkan
  4. Antihipertensi

    Menghambat enzim pengubah angiotensin I (ACE) secara kompetitif, mirip kaptopril. Juga bersifat vasodilator melalui pelepasan NO dari endotel dan efek diuretik ringan dari senyawa flavonoid.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Asam Kafeat, saponin
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Binahong

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Binahong.

  1. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Antikanker, Antivirus
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Kardioprotektif
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Neuroprotektif, Antiinflamasi
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Binahong

Penggunaan bersamaan dengan obat antikoagulan (warfarin, aspirin, clopidogrel)

Tingkat Resiko: Tinggi
Rekomendasi:
Hindari penggunaan bersamaan tanpa pengawasan medis karena Binahong dapat meningkatkan risiko perdarahan akibat efek antiagregasi platelet. Konsultasikan dengan dokter sebelum digunakan.

Penggunaan bersamaan dengan obat antidiabetes (insulin, metformin, sulfonilurea)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Binahong dapat menurunkan kadar gula darah. Pantau gula darah secara ketat dan konsultasikan dengan dokter untuk penyesuaian dosis obat antidiabetes guna mencegah hipoglikemia.

Penggunaan bersamaan dengan obat antihipertensi (ACE inhibitor, beta-blocker, diuretik)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Binahong memiliki efek penurun tekanan darah. Kombinasi dapat menyebabkan hipotensi. Pantau tekanan darah secara rutin dan konsultasikan dengan dokter.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Binahong

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Binahong.

Apa saja kandungan fitokimia utama dalam binahong (Anredera cordifolia)?
Binahong mengandung berbagai senyawa fitokimia seperti flavonoid, saponin, alkaloid, polifenol, dan tanin. Kandungan flavonoid dan saponin diduga berperan dalam aktivitas antioksidan dan antiinflamasi (Sumber: Puspitasari et al., 2016; Lestari et al., 2015).
Bagaimana cara mengonsumsi binahong untuk kesehatan sehari-hari?
Cara umum adalah dengan merebus daun segar (sekitar 5-10 lembar) dalam air mendidih selama 10-15 menit, lalu diminum air rebusannya 1-2 kali sehari. Dapat juga dikonsumsi sebagai kapsul ekstrak sesuai petunjuk produk. Disarankan tidak melebihi dosis yang dianjurkan karena kurangnya data keamanan jangka panjang (Sumber: BPOM RI, 2019).
Apakah binahong aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Belum ada penelitian yang memadai mengenai keamanan binahong pada ibu hamil dan menyusui. Kandungan saponin dan alkaloid pada dosis tinggi berpotensi memicu kontraksi rahim atau efek samping lain. Oleh karena itu, ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari konsumsi binahong kecuali atas saran tenaga kesehatan (Sumber: WHO Guidelines on Safety Monitoring of Herbal Medicines; BPOM RI).
Apakah binahong dapat digunakan untuk anak-anak dan bayi?
Penggunaan binahong pada anak-anak dan bayi belum diteliti secara klinis. Karena sistem metabolisme anak masih berkembang, risiko efek samping tidak dapat diprediksi. Sebaiknya tidak diberikan pada bayi dan anak di bawah usia 2 tahun tanpa pengawasan dokter (Sumber: Badan POM RI; Kementerian Kesehatan RI).
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi binahong?
Efek samping yang dilaporkan umumnya ringan seperti gangguan pencernaan (mual, diare, perut kembung) jika dikonsumsi berlebihan. Reaksi alergi juga mungkin terjadi pada individu sensitif. Belum ada laporan efek samping serius pada dosis wajar, namun penggunaan jangka panjang perlu diwaspadai (Sumber: Laporan keamanan fitoterapi; Wahyuni et al., 2020).
Bagaimana binahong digunakan untuk mempercepat penyembuhan luka?
Binahong secara tradisional digunakan sebagai obat luar untuk luka. Daun segar ditumbuk hingga halus lalu ditempelkan pada luka bersih, diganti 2-3 kali sehari. Penelitian menunjukkan ekstrak binahong memiliki aktivitas antimikroba dan mempercepat epitelisasi berkat kandungan flavonoid dan saponin (Sumber: Suwendar et al., 2018; Maulina et al., 2017).
Apakah binahong berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Binahong diduga memiliki efek antikoagulan ringan sehingga berpotensi meningkatkan risiko perdarahan jika dikombinasikan dengan obat pengencer darah seperti warfarin atau aspirin. Juga dapat mempengaruhi metabolisme obat di hati (CYP450). Sebaiknya konsultasi dengan dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat resep (Sumber: Wahyuni et al., 2020; interaksi herbal-obat dari BPOM).
Apakah binahong efektif untuk mengatasi diabetes atau hipertensi?
Beberapa studi menunjukkan ekstrak binahong memiliki efek hipoglikemik dan antihipertensi pada hewan uji, diduga melalui mekanisme antioksidan dan penghambatan enzim. Namun, bukti klinis pada manusia masih terbatas. Binahong tidak boleh digunakan sebagai terapi utama tanpa pengawasan medis (Sumber: Lestari et al., 2015; Puspitasari et al., 2016).

Daun Dewa

Gynura procumbens

Ciplukan / Ground Cherry

Physalis angulata