• Herbapedia.id

Daun Dewa

Gynura procumbens
Nama: Daun Dewa
Nama Ilmiah: Gynura procumbens
Famili: Asteraceae

Kandungan:
Flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, steroid, triterpenoid
Nama Lain:
Sambung Nyawa (Malaysia), Longevity Spinach (Amerika Serikat), Bai Bing Cao (China), Phak Wan Ban (Thailand)
Asal:
Indonesia, Malaysia, Thailand
Bagian Utama:
Daun
Rasa:
bitter

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Daun Dewa

Gynura procumbens, yang dikenal luas sebagai Daun Dewa, merupakan tumbuhan herba tahunan dari famili Asteraceae yang berasal dari Asia Tenggara. Ciri morfologisnya menonjol dengan daun tunggal berbentuk lonjong hingga elips, tepi bergerigi, dan permukaan yang sedikit berbulu halus. Batangnya merayap (procumbent) dan mudah berakar pada buku-bukunya, menjadikannya tanaman penutup tanah yang efektif. Bunganya yang berwarna oranye kemerahan mirip dengan bunga sambung nyawa, namun yang membedakan adalah habitus tumbuh dan komposisi fitokimianya yang unik.

Advertisement

Kandungan bioaktif dalam Daun Dewa sangatlah kaya. Senyawa flavonoid seperti quercetin dan kaempferol mendominasi, diikuti oleh polifenol, saponin, dan alkaloid. Ekstraknya juga mengandung asam klorogenat yang tinggi, dikenal sebagai antioksidan kuat. Penelitian fitokimia menunjukkan bahwa daun ini memiliki aktivitas antihiperglikemik melalui mekanisme penghambatan enzim α-glukosidase dan peningkatan sensitivitas insulin. Selain itu, kandungan tanin dan minyak atsiri dalam jumlah kecil turut berkontribusi pada sifat antimikroba dan antiinflamasinya, membuatnya potensial untuk terapi diabetes melitus tipe 2 secara tradisional.

Secara etnofarmakologis, Daun Dewa telah digunakan secara luas dalam pengobatan tradisional Indonesia, Tiongkok, dan Malaysia untuk menurunkan kadar gula darah, mengobati hipertensi, serta mengatasi peradangan. Studi preklinis terbaru mengonfirmasi bahwa konsumsi ekstrak Gynura procumbens mampu menurunkan glukosa darah puasa sebanding dengan obat metformin tanpa efek toksik yang signifikan pada hati dan ginjal. Meski demikian, diperlukan uji klinis lebih lanjut untuk memastikan dosis aman dan interaksi obat. Secara keseluruhan, Daun Dewa adalah salah satu contoh adaptasi tanaman folk medicine yang didukung oleh bukti ilmiah modern, terutama dalam konteks terapi diabetes.

Update: 29 Jul 2026 - 09:42:22

 

II. Manfaat Daun Dewa

Manfaat Daun Dewa untuk kesehatan.

  1. Antidiabetes (Diabetes Melitus Tipe 2)

    Meningkatkan pengambilan glukosa melalui translokasi GLUT4, menghambat α-glukosidase, meningkatkan sensitivitas insulin melalui aktivasi PPARγ, dan menurunkan glukoneogenesis melalui jalur AMPK.

    Tampilkan
  2. Antihipertensi

    Menghambat enzim pengubah angiotensin (ACE), meningkatkan produksi nitrat oksida endotel, dan memberikan efek diuretik ringan.

    Senyawa Aktif: Rutin, Asam Kafeat, Flavonoid total
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi (termasuk Osteoartritis)

    Menghambat aktivasi NF-κB, menurunkan ekspresi COX-2 dan iNOS, serta menekan produksi TNF-α dan IL-6.

    Tampilkan
  4. Antioksidan

    Meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, CAT, GPx) dan menangkap radikal bebas (DPPH, ABTS) melalui gugus hidroksil pada flavonoid dan asam fenolat.

    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Daun Dewa

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Daun Dewa.

  1. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Antidiabetes, Antihiperglikemik (penghambat α-glukosidase Dan α-amilase)
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Antikanker (induksi Apoptosis Sel Kanker), Kardioprotektif
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Vasoprotektor (memperkuat Pembuluh Kapiler), Antioksidan, Antiinflamasi, Penurun Tekanan Darah
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Daun Dewa

Alergi terhadap tanaman famili Asteraceae (misal krisan, bunga matahari)

Tingkat Resiko: Rendah
Rekomendasi:
Hentikan penggunaan jika muncul reaksi alergi seperti ruam, gatal, atau sesak napas.

Obat antihipertensi (ACE inhibitor, beta blocker, calcium channel blocker)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Pantau tekanan darah secara berkala karena bisa terjadi efek hipotensi tambahan. Konsultasikan dengan dokter jika perlu penyesuaian dosis.

Obat antidiabetes (insulin, metformin, sulfonilurea)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Pantau kadar gula darah secara ketat karena daun dewa dapat menurunkan gula darah dan berisiko menyebabkan hipoglikemia. Konsultasikan dengan dokter.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Daun Dewa

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Daun Dewa.

Apa saja kandungan fitokimia utama dalam Daun Dewa (Gynura procumbens)?
Daun Dewa mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid (kuersetin, kaempferol), saponin, alkaloid, tanin, dan polifenol. Kandungan ini memberikan aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antihiperglikemik. (Pratiwi et al., 2019; Journal of Pharmacy and Biological Sciences)
Bagaimana cara mengonsumsi Daun Dewa yang aman dan efektif?
Cara tradisional yang umum adalah merebus 3–5 lembar daun segar dalam 200 ml air hingga mendidih, lalu diminum airnya setelah dingin. Dosis harian yang disarankan tidak lebih dari 1–2 gelas rebusan untuk menghindari efek samping. Konsultasi dengan herbalis atau dokter dianjurkan sebelum penggunaan jangka panjang. (Kurniawati & Hendriani, 2020; Prosiding Seminar Nasional Jamu)
Apakah Daun Dewa dapat membantu menurunkan kadar gula darah?
Beberapa studi menunjukkan efek antihiperglikemik Daun Dewa pada hewan percobaan maupun manusia. Kandungan flavonoid dan alkaloid diduga menghambat enzim α-glukosidase dan meningkatkan sensitivitas insulin. Namun, efektivitasnya bervariasi dan belum menggantikan pengobatan diabetes konvensional. (Sani et al., 2018; International Journal of Diabetes Research)
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi Daun Dewa?
Efek samping yang dilaporkan meliputi mual, diare ringan, sakit kepala, dan hipoglikemia jika dikonsumsi berlebihan. Penggunaan dosis tinggi dalam jangka panjang juga berpotensi menyebabkan toksisitas hati dan ginjal. Disarankan untuk memulai dengan dosis rendah dan hentikan jika muncul gejala tidak nyaman. (Rahman et al., 2016; Journal of Toxicology and Risk Assessment)
Apakah Daun Dewa aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Belum ada penelitian yang memadai mengenai keamanan Daun Dewa pada ibu hamil dan menyusui. Kandungan senyawa aktif seperti alkaloid dapat memengaruhi kontraksi rahim atau masuk ke ASI. Oleh karena itu, penggunaan selama kehamilan dan menyusui sangat tidak dianjurkan kecuali atas petunjuk tenaga medis. (BPOM RI, 2020; Pedoman Penggunaan Herbal)
Bolehkah Daun Dewa diberikan kepada anak-anak?
Data keamanan dan dosis untuk anak-anak masih sangat terbatas. Sistem metabolisme anak yang belum matang membuat risiko toksisitas lebih tinggi. Penggunaan Daun Dewa pada anak di bawah 12 tahun sebaiknya dihindari, kecuali di bawah pengawasan dokter yang berpengalaman dalam herbal anak. (Suryani et al., 2017; Indonesian Journal of Pediatrics)
Apakah ada interaksi obat yang perlu diwaspadai saat mengonsumsi Daun Dewa?
Daun Dewa dapat berinteraksi dengan obat antidiabetes (misal metformin, insulin) sehingga meningkatkan risiko hipoglikemia. Juga berpotensi memperkuat efek obat antihipertensi dan antikoagulan (warfarin). Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tersebut, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Daun Dewa. (Yuliana et al., 2020; Journal of Herb-Drug Interaction)

Daun Ungu

Graptophyllum pictum

Binahong

Anredera cordifolia