Daun Dewa

Longevity Spinach | Gynura procumbens
Daun Dewa
Nama
Daun Dewa (Longevity Spinach)
Nama Latin/Ilmiah
Gynura procumbens
Bagian Digunakan
Daun
Rasa
bitter

Nama Lain
Sambung Nyawa (Malaysia), Bai Bing Cao (China), Phak Wan Ban (Thailand), Gynura segetum
Asal
Indonesia, Malaysia, Thailand
Kandungan Utama
Flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, steroid, triterpenoid

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Daun Dewa

Gynura procumbens, yang dikenal luas sebagai Daun Dewa, merupakan tumbuhan herba tahunan dari famili Asteraceae yang berasal dari Asia Tenggara. Ciri morfologisnya menonjol dengan daun tunggal berbentuk lonjong hingga elips, tepi bergerigi, dan permukaan yang sedikit berbulu halus. Batangnya merayap (procumbent) dan mudah berakar pada buku-bukunya, menjadikannya tanaman penutup tanah yang efektif. Bunganya yang berwarna oranye kemerahan mirip dengan bunga sambung nyawa, namun yang membedakan adalah habitus tumbuh dan komposisi fitokimianya yang unik.

Baca Lebih Lanjut
Update: 12 Agu 2026 - 22:42:20
 

II. Ciri-ciri Daun Dewa

Tanaman ini suka banget tumbuh di daerah beriklim tropis, biasanya ditemukan di dataran rendah sampai ketinggian 500 meter di atas permukaan laut. Dia paling oke kalau hidup di tempat yang lembap, tanah yang subur, dan sedikit ternaungi. Karakteristik/ciri-ciri Daun Dewa (Gynura procumbens):

Bagian Ciri-Ciri
Batang Batangnya lunak, berbentuk segi lima, warnanya hijau keunguan, dan kalau sudah tua teksturnya agak berkayu.
Daun Bentuknya lonjong atau bulat telur dengan ujung yang meruncing. Pinggiran daunnya bergerigi, permukaannya berbulu halus, dan warnanya hijau segar, kadang ada semburat ungu di bagian bawah.
Akar Punya sistem perakaran tunggang yang kuat, warnanya kecokelatan.
Bunga Bunganya berbentuk bonggol yang muncul di ujung batang, warnanya kuning keemasan, dan bentuknya mirip seperti kuas kecil.
Karakteristik Unik Seluruh bagian tanaman ini punya aroma yang khas dan kalau daunnya diremas, teksturnya terasa sedikit lengket.

III. Manfaat Daun Dewa

8 Manfaat Daun Dewa untuk kesehatan.

  1. Antidiabetes (Diabetes Melitus Tipe 2)

    Meningkatkan pengambilan glukosa melalui translokasi GLUT4, menghambat α-glukosidase, meningkatkan sensitivitas insulin melalui aktivasi PPARγ, dan menurunkan glukoneogenesis melalui jalur AMPK.

    Tampilkan
  2. Antihipertensi

    Menghambat enzim pengubah angiotensin (ACE), meningkatkan produksi nitrat oksida endotel, dan memberikan efek diuretik ringan.

    Senyawa Aktif: Rutin, Asam Kafeat, Flavonoid total
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi (termasuk Osteoartritis)

    Menghambat aktivasi NF-κB, menurunkan ekspresi COX-2 dan iNOS, serta menekan produksi TNF-α dan IL-6.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Daun Dewa

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Daun Dewa.

  1. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Antidiabetes, Antihiperglikemik (penghambat α-glukosidase Dan α-amilase).
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Antikanker (induksi Apoptosis Sel Kanker), Kardioprotektif.
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Vasoprotektor (memperkuat Pembuluh Kapiler), Antioksidan, Antiinflamasi, Penurun Tekanan Darah.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Daun Dewa

Interaksi & Kontraindikasi Daun Dewa dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Alergi terhadap tanaman famili Asteraceae (misal krisan, bunga matahari)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Hentikan penggunaan jika muncul reaksi alergi seperti ruam, gatal, atau sesak napas.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (ACE inhibitor, beta blocker, calcium channel blocker)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Pantau tekanan darah secara berkala karena bisa terjadi efek hipotensi tambahan. Konsultasikan dengan dokter jika perlu penyesuaian dosis.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetes (insulin, metformin, sulfonilurea)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Pantau kadar gula darah secara ketat karena daun dewa dapat menurunkan gula darah dan berisiko menyebabkan hipoglikemia. Konsultasikan dengan dokter.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

VI. Efek Samping Daun Dewa

Daun Dewa (Gynura procumbens) secara tradisional sering digunakan sebagai obat herbal untuk mengatasi berbagai kondisi seperti hipertensi, diabetes, dan peradangan. Namun, konsumsi tanaman ini tidak luput dari potensi efek samping, terutama jika dikonsumsi dalam jangka panjang atau dosis yang tidak terkontrol. Berdasarkan studi praklinik pada hewan, ekstrak Gynura procumbens dalam dosis tinggi menunjukkan adanya potensi toksisitas pada organ-organ vital seperti hati dan ginjal. Peningkatan enzim hati tertentu dan perubahan histopatologis pada jaringan organ telah diamati pada pemberian dosis ekstrim, mengindikasikan bahwa tanaman ini memiliki ambang batas keamanan yang perlu diwaspadai oleh konsumen.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Daun Dewa

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Daun Dewa.

  1. Ekstrak Etanol Daun Dewa (Gynura procumbens) Memperbaiki Hiperglikemia dan Dislipidemia pada Tikus Diabetes Tipe 2

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Pemberian ekstrak menurunkan glukosa darah puasa, HbA1c, dan memperbaiki profil lipid secara signifikan. Efek dosis 400 mg/kg setara dengan metformin.
    Tampilkan
  2. Efek Antihipertensi Ekstrak Air Daun Dewa pada Tikus Hipertensi Spontan melalui Peningkatan Nitrit Oksida

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Ekstrak menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik, disertai peningkatan kadar nitrit oksida plasma dan penurunan malondialdehida. Pemberian dosis 600 mg/kg menunjukkan efek setara dengan kaptopril.
    Tampilkan
  3. Ekstrak Etanol Daun Dewa Menghambat Peradangan dengan Menekan Jalur NF-κB pada Sel Makrofag RAW264.7

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Ekstrak mengurangi produksi nitrit oksida, TNF-α, dan IL-6, serta menurunkan ekspresi COX-2 dan iNOS. Efek antiinflamasi dimediasi oleh penghambatan translokasi NF-κB p65 ke inti sel.
    Tampilkan

VIII. FAQ Daun Dewa

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Daun Dewa.

Apa saja kandungan fitokimia utama dalam Daun Dewa (Gynura procumbens)?
Daun Dewa mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid (kuersetin, kaempferol), saponin, alkaloid, tanin, dan polifenol. Kandungan ini memberikan aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antihiperglikemik. (Pratiwi et al., 2019; Journal of Pharmacy and Biological Sciences)
Bagaimana cara mengonsumsi Daun Dewa yang aman dan efektif?
Cara tradisional yang umum adalah merebus 3–5 lembar daun segar dalam 200 ml air hingga mendidih, lalu diminum airnya setelah dingin. Dosis harian yang disarankan tidak lebih dari 1–2 gelas rebusan untuk menghindari efek samping. Konsultasi dengan herbalis atau dokter dianjurkan sebelum penggunaan jangka panjang. (Kurniawati & Hendriani, 2020; Prosiding Seminar Nasional Jamu)
Apakah Daun Dewa dapat membantu menurunkan kadar gula darah?
Beberapa studi menunjukkan efek antihiperglikemik Daun Dewa pada hewan percobaan maupun manusia. Kandungan flavonoid dan alkaloid diduga menghambat enzim α-glukosidase dan meningkatkan sensitivitas insulin. Namun, efektivitasnya bervariasi dan belum menggantikan pengobatan diabetes konvensional. (Sani et al., 2018; International Journal of Diabetes Research)
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi Daun Dewa?
Efek samping yang dilaporkan meliputi mual, diare ringan, sakit kepala, dan hipoglikemia jika dikonsumsi berlebihan. Penggunaan dosis tinggi dalam jangka panjang juga berpotensi menyebabkan toksisitas hati dan ginjal. Disarankan untuk memulai dengan dosis rendah dan hentikan jika muncul gejala tidak nyaman. (Rahman et al., 2016; Journal of Toxicology and Risk Assessment)
Apakah Daun Dewa aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Belum ada penelitian yang memadai mengenai keamanan Daun Dewa pada ibu hamil dan menyusui. Kandungan senyawa aktif seperti alkaloid dapat memengaruhi kontraksi rahim atau masuk ke ASI. Oleh karena itu, penggunaan selama kehamilan dan menyusui sangat tidak dianjurkan kecuali atas petunjuk tenaga medis. (BPOM RI, 2020; Pedoman Penggunaan Herbal)
Bolehkah Daun Dewa diberikan kepada anak-anak?
Data keamanan dan dosis untuk anak-anak masih sangat terbatas. Sistem metabolisme anak yang belum matang membuat risiko toksisitas lebih tinggi. Penggunaan Daun Dewa pada anak di bawah 12 tahun sebaiknya dihindari, kecuali di bawah pengawasan dokter yang berpengalaman dalam herbal anak. (Suryani et al., 2017; Indonesian Journal of Pediatrics)
Apakah ada interaksi obat yang perlu diwaspadai saat mengonsumsi Daun Dewa?
Daun Dewa dapat berinteraksi dengan obat antidiabetes (misal metformin, insulin) sehingga meningkatkan risiko hipoglikemia. Juga berpotensi memperkuat efek obat antihipertensi dan antikoagulan (warfarin). Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tersebut, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Daun Dewa. (Yuliana et al., 2020; Journal of Herb-Drug Interaction)

Daun Ungu

Graptophyllum pictum

Binahong

Anredera cordifolia

Cari: