Pare

Bitter Melon | Momordica charantia
Pare
Nama
Pare (Bitter Melon)
Nama Latin/Ilmiah
Momordica charantia
Bagian Digunakan
Daun
Rasa
Pahit

Nama Lain
Karela (India), Ampalaya (Philippines), Nigauri (Japan), Ku gua (China), Muop dang (Vietnam)
Asal
India, Asia Tenggara
Kandungan Utama
Charantin, momordisin, polipeptida-p

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Pare

Daun pare, yang berasal dari tumbuhan Momordica charantia, merupakan bagian integral dari tanaman merambat yang dikenal luas di Asia Tenggara. Daun ini memiliki bentuk menjari dengan tepi bergerigi, permukaan yang sedikit berbulu, serta aroma khas yang agak pahit. Secara tradisional, daun pare sering digunakan sebagai bahan herbal karena kandungan senyawa bioaktifnya, seperti alkaloid, flavonoid, dan saponin, yang dipercaya memiliki efek antidiabetes, antiinflamasi, dan antimikroba.

Baca Lebih Lanjut
Update: 13 Agu 2026 - 22:41:02
 

II. Ciri-ciri Pare

Pare suka banget tumbuh di daerah tropis dengan sinar matahari yang cukup. Biasanya merambat di pagar, semak-semak, atau dibudidayakan di kebun, dan bisa hidup dari dataran rendah sampai ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut. Karakteristik/ciri-ciri Pare (Momordica charantia):

Bagian Ciri-Ciri
Batang Batangnya berbentuk segi lima, punya bulu halus, dan dilengkapi dengan sulur (alat pembelit) yang membantunya memanjat tanaman lain.
Daun Daunnya tunggal, bentuknya menjari dengan tepi yang bergerigi atau berlekuk dalam, warnanya hijau segar, dan letaknya berselang-seling.
Bunga Bunganya punya warna kuning cerah, muncul di ketiak daun, dan biasanya terdiri dari bunga jantan dan betina dalam satu tanaman (berumah satu).
Buah Bentuknya lonjong memanjang dengan permukaan yang kasar, berbenjol-benjol tidak beraturan, rasanya pahit, dan akan berubah warna jadi oranye atau merah saat sudah sangat matang.
Biji Bijinya pipih, keras, dan biasanya terbungkus oleh selaput merah yang rasanya agak manis saat buah sudah matang sempurna.

III. Manfaat Pare

6 Manfaat Pare untuk kesehatan.

  1. Antidiabetes

    Ekstrak daun pare meningkatkan penyerapan glukosa perifer, menghambat aktivitas α-glukosidase dan α-amilase, serta meningkatkan sekresi insulin melalui aktivasi jalur AMPK dan PPARγ. Senyawa polipeptida-p dan charantin bekerja seperti insulin, sedangkan momordisin meningkatkan toleransi glukosa.

    Senyawa Aktif: Charantin, Polipeptida-p, Momordisin
    Tampilkan
  2. Antioksidan

    Daun pare kaya akan flavonoid (kuersetin, kaempferol) dan asam fenolat yang menangkal radikal bebas, mengaktifkan enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx) melalui jalur Nrf2/ARE.

    Tampilkan
  3. Antimikroba

    Saponin dan flavonoid dalam daun pare merusak membran sel bakteri dan jamur, menghambat sintesis dinding sel (klavulanat-like), serta mengganggu pompa efluks pada bakteri Gram-positif dan Gram-negatif.

    Senyawa Aktif: Momordisin, Saponin triterpenoid, Flavonoid total
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+3)

Advertisement


IV. Kandungan Pare

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Pare.

  1. Charantin

    Golongan: Triterpenoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antidiabetes Dengan Meningkatkan Penyerapan Glukosa Dan Sekresi Insulin; Juga Memiliki Efek Hipoglikemik Melalui Aktivasi AMPK..
    Tampilkan
  2. Momordicin

    Golongan: Triterpenoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antidiabetes (stimulasi Sekresi Insulin), Antimikroba Terhadap Bakteri Gram Positif Dan Negatif, Serta Antiinflamasi..
    Tampilkan
  3. Cucurbitacin B

    Golongan: Triterpenoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikanker (menghambat Proliferasi Sel Tumor Melalui Induksi Apoptosis), Antiinflamasi, Dan Antivirus..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Pare

Interaksi & Kontraindikasi Pare dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetes (insulin, sulfonilurea, metformin, dll.)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan bersamaan tanpa pemantauan ketat kadar gula darah. Daun pare memiliki efek hipoglikemik yang dapat meningkatkan risiko hipoglikemia berat. Konsultasikan dengan dokter untuk penyesuaian dosis.

  2. Kehamilan

    Tingkat Resiko: Sangat Tinggi
    Rekomendasi:
    Kontraindikasi. Daun pare diketahui memiliki efek abortifacient dan dapat merangsang kontraksi rahim, terutama pada dosis tinggi. Wanita hamil atau yang merencanakan kehamilan harus menghindari penggunaan.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (ACE inhibitor, beta-blocker, diuretik, dll.)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Pantau tekanan darah secara teratur. Daun pare dapat menurunkan tekanan darah, sehingga kombinasi dapat menyebabkan hipotensi. Penyesuaian dosis antihipertensi mungkin diperlukan.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+9)

VI. Efek Samping Pare

Pare (Momordica charantia) adalah tanaman yang populer dalam pengobatan tradisional, terutama karena kemampuannya dalam menurunkan kadar glukosa darah. Namun, konsumsi pare, baik dalam bentuk makanan maupun suplemen ekstrak, dapat menimbulkan berbagai efek samping gastrointestinal yang signifikan. Beberapa keluhan yang sering dilaporkan meliputi mual, muntah, kram perut, nyeri lambung, dan diare. Efek samping ini biasanya terjadi akibat konsumsi dalam dosis tinggi atau pada individu dengan sistem pencernaan yang sensitif. Senyawa aktif seperti glikosida cucurbitacin dan momordicilin yang terkandung di dalam buah pare dapat mengiritasi mukosa lambung dan saluran pencernaan jika dikonsumsi secara berlebihan.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Pare

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Pare.

  1. Efikasi dan Keamanan Pare (Momordica charantia) terhadap Kontrol Glikemik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Suplementasi pare secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah puasa dan HbA1c dibandingkan plasebo. Efek samping gastrointestinal ringan dilaporkan pada penggunaan dosis tinggi.
    Tampilkan
  2. Pengaruh Pare (Momordica charantia) terhadap Profil Lipid pada Pasien Dislipidemia: Ulasan Sistematis

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Pare menurunkan kadar kolesterol total, LDL, dan trigliserida, serta meningkatkan HDL. Efek ini lebih nyata pada subjek dengan dislipidemia ringan hingga sedang.
    Tampilkan
  3. Efek Suplementasi Pare (Momordica charantia) terhadap HbA1c dan Resistensi Insulin pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Suplementasi pare selama 12 minggu menurunkan HbA1c sebesar 0,8% dan HOMA-IR secara signifikan dibandingkan plasebo. Tidak ada perubahan berat badan yang bermakna.
    Tampilkan

VIII. FAQ Pare

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Pare.

Apakah daun pare aman dikonsumsi setiap hari?
Konsumsi daun pare dalam jumlah wajar (misalnya 1-2 lembar daun segar per hari) umumnya aman bagi orang dewasa sehat. Namun, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti mual atau diare karena kandungan saponin dan alkaloid. Studi pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak daun pare memiliki profil keamanan yang baik pada dosis terapeutik (Grover & Yadav, 2004). Disarankan untuk memulai dengan dosis kecil dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika memiliki kondisi medis tertentu.
Apa saja manfaat kesehatan utama dari daun pare?
Daun pare kaya akan senyawa bioaktif seperti charantin, momordicin, dan polipeptida-p yang memiliki aktivitas antidiabetes, antioksidan, antimikroba, dan antiinflamasi. Beberapa studi menunjukkan bahwa ekstrak daun pare dapat membantu menurunkan kadar gula darah puasa pada penderita diabetes tipe 2 (Joseph & Jini, 2013). Selain itu, kandungan flavonoid dan vitamin C-nya berperan dalam menangkal radikal bebas dan mendukung sistem imun (Cahyani et al., 2020).
Bagaimana cara mengolah daun pare untuk konsumsi sehari-hari?
Daun pare dapat dikonsumsi sebagai sayuran rebus, tumis, atau dijadikan jus setelah direbus terlebih dahulu untuk mengurangi rasa pahit. Cara tradisional lainnya adalah dengan menyeduh daun kering sebagai teh. Untuk mendapatkan manfaat optimal, hindari memasak terlalu lama agar senyawa aktif tidak rusak. Beberapa penelitian menggunakan ekstrak etanol atau air daun pare untuk uji klinis (Leatherdale et al., 1981). Pastikan daun dicuci bersih sebelum diolah.
Apakah daun pare aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Keamanan daun pare pada ibu hamil dan menyusui belum sepenuhnya diteliti secara klinis. Beberapa sumber tradisional menyarankan untuk menghindari konsumsi berlebihan karena efek stimulasi uterus yang mungkin terjadi akibat kandungan saponin. Sebuah studi pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak daun pare dosis tinggi dapat menyebabkan kontraksi rahim (Ogbonnia et al., 2008). Oleh karena itu, ibu hamil dan menyusui disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi daun pare dalam bentuk apapun.
Apakah daun pare memiliki efek samping?
Efek samping yang umum terjadi meliputi gangguan pencernaan ringan seperti mual, muntah, atau diare, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Pada beberapa individu, daun pare dapat menyebabkan hipoglikemia (penurunan gula darah berlebihan) jika dikombinasikan dengan obat antidiabetes. Reaksi alergi jarang terjadi namun mungkin timbul pada orang yang sensitif. Penggunaan topikal daun pare segar dapat menyebabkan iritasi kulit pada beberapa orang (Raman & Lau, 1996).
Bisakah daun pare digunakan untuk bayi dan anak-anak?
Penggunaan daun pare pada bayi dan anak-anak tidak disarankan tanpa pengawasan medis. Sistem pencernaan anak masih sensitif dan rasa pahit dapat menyebabkan muntah. Beberapa studi menunjukkan bahwa senyawa momordicin dapat bersifat toksik pada dosis tinggi pada hewan muda (Basch et al., 2003). Untuk anak di atas 2 tahun, penggunaan dalam jumlah sangat kecil sebagai bagian dari makanan mungkin aman, tetapi konsultasi dengan dokter anak sangat dianjurkan.
Apakah daun pare berinteraksi dengan obat-obatan?
Ya, daun pare dapat berinteraksi dengan obat antidiabetes (seperti insulin atau metformin) karena efek penurun gula darahnya, sehingga meningkatkan risiko hipoglikemia. Interaksi juga mungkin terjadi dengan obat antihipertensi dan antikoagulan (warfarin) karena daun pare diketahui memiliki efek hipotensif dan antiplatelet (Shan & Wu, 2018). Pasien yang mengonsumsi obat resep harus berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan daun pare secara teratur.
Apa kandungan fitokimia utama dalam daun pare?
Daun pare mengandung berbagai fitokimia, antara lain: charantin (glikosida steroid), momordicin (triterpenoid), polipeptida-p (insulin-like protein), flavonoid (seperti quercetin, kaempferol), saponin, alkaloid, dan vitamin C. Senyawa-senyawa ini berkontribusi terhadap aktivitas antidiabetes, antioksidan, dan antimikroba yang dilaporkan dalam berbagai penelitian (Ahmed et al., 2020). Konsentrasi senyawa bervariasi tergantung pada varietas, kondisi tumbuh, dan metode ekstraksi.

Kelor

Moringa oleifera

Lidah Buaya

Aloe vera

Cari: