Advertisement
Passiflora incarnata, yang lebih dikenal sebagai markisa ungu atau passionflower, adalah tanaman merambat abadi yang berasal dari Amerika Serikat bagian tenggara hingga Amerika Tengah. Tanaman ini telah digunakan selama berabad-abad oleh penduduk asli Amerika sebagai obat penenang dan obat tradisional. Secara morfologi, Passiflora incarnata memiliki sulur yang melilit, daun yang menjari tiga hingga lima lobus, dan ciri khas bunga yang rumit dengan struktur yang menarik perhatian. Bunga ini terdiri dari lima sepal dan lima kelopak berwarna putih hingga ungu muda, serta mahkota benang sari yang spektakuler (corona) berwarna ungu dan putih, yang konon melambangkan instrumen penyaliban Kristus, sehingga dijuluki "passion flower".
Tanaman merambat ini asalnya dari Amerika Serikat bagian tenggara. Dia suka banget tumbuh di area yang kena sinar matahari penuh, biasanya di pinggiran hutan, padang rumput, atau area semak belukar yang tanahnya cukup subur dan lembap. Karakteristik/ciri-ciri Passionflower (Passiflora incarnata):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Batang | Batang berbentuk silinder atau agak bersudut yang punya sulur (tendril) buat merambat ke mana-mana. |
| Daun | Daunnya punya bentuk unik dengan tiga lobus (tiga jari), teksturnya halus dengan pinggiran yang bergerigi kecil. |
| Bunga | Bunga yang paling ikonik! Ukurannya besar, warnanya putih keunguan dengan mahkota bunga berbentuk jumbai (corona) yang sangat kompleks dan mencolok. |
| Buah | Buahnya berbentuk bulat sampai lonjong, warnanya bakal berubah dari hijau jadi kuning atau oranye kalau sudah matang, dan isinya banyak biji yang dibungkus selaput berair. |
| Akar | Punya sistem perakaran yang kuat dengan rimpang (rizoma) yang bikin dia bisa menyebar luas di bawah tanah. |
8 Manfaat Passionflower untuk kesehatan.
Peningkatan aktivitas asam gamma-aminobutyric (GABA) melalui agonisme reseptor GABA-A dan penghambatan pengambilan kembali GABA, serta modulasi serotonin (5-HT) dan norepinefrin di sistem saraf pusat. Senyawa flavonoid (seperti vitexin, isovitexin, dan apigenin) bertindak sebagai ligan pada benzodiazepine site GABA-A.
Efek sedatif melalui peningkatan tonus GABAergik, penurunan aktivitas glutamat, dan penghambatan reseptor NMDA. Senyawa harman alkaloid (seperti harmine dan harmol) juga menunjukkan afinitas terhadap reseptor MAO-A, yang berkontribusi pada efek relaksasi.
Penghambatan jalur COX-2, iNOS, dan NF-κB, serta penurunan produksi sitokin proinflamasi (TNF-α, IL-1β, IL-6). Flavonoid seperti apigenin menghambat aktivitas fosfolipase A2 dan jalur MAPK.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Passionflower.
Interaksi & Kontraindikasi Passionflower dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Passionflower (Passiflora incarnata) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah sedang sebagai suplemen makanan atau teh herbal. Namun, beberapa individu dapat mengalami efek samping ringan, terutama ketika dikonsumsi dalam dosis tinggi. Efek samping yang paling sering dilaporkan meliputi kantuk, pusing, kebingungan, dan koordinasi motorik yang buruk. Karena sifat sedatifnya yang dimediasi oleh peningkatan aktivitas asam gamma-aminobutyric (GABA) di otak, konsumsi tanaman ini dapat menurunkan kewaspadaan mental, sehingga pengguna disarankan untuk tidak mengemudi atau mengoperasikan mesin berat setelah mengonsumsinya.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Passionflower.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Passionflower.