Passionflower

Maypop | Passiflora incarnata
Nama: Passionflower (Maypop)
Nama Latin/Ilmiah: Passiflora incarnata

Kandungan:
Flavonoid, alkaloid
Nama Lain:
Granadilla (Spanyol), Fleischfarbene Passionsblume (Jerman), Pasiflora (Italia), Mburucuyá (Paraguay)
Asal:
Amerika Serikat bagian tenggara, Meksiko, Amerika Tengah
Bagian Utama:
Daun, Bunga, Buah
Rasa:
Bitter, sweet

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Passionflower

Passiflora incarnata, yang lebih dikenal sebagai markisa ungu atau passionflower, adalah tanaman merambat abadi yang berasal dari Amerika Serikat bagian tenggara hingga Amerika Tengah. Tanaman ini telah digunakan selama berabad-abad oleh penduduk asli Amerika sebagai obat penenang dan obat tradisional. Secara morfologi, Passiflora incarnata memiliki sulur yang melilit, daun yang menjari tiga hingga lima lobus, dan ciri khas bunga yang rumit dengan struktur yang menarik perhatian. Bunga ini terdiri dari lima sepal dan lima kelopak berwarna putih hingga ungu muda, serta mahkota benang sari yang spektakuler (corona) berwarna ungu dan putih, yang konon melambangkan instrumen penyaliban Kristus, sehingga dijuluki "passion flower".

Advertisement

Keunikan botani Passiflora incarnata terletak pada adaptasi penyerbukannya. Bunga yang sangat kompleks ini umumnya diserbuki oleh lebah besar dan burung kolibri. Setelah penyerbukan, tanaman menghasilkan buah berbentuk bulat telur (berry) berwarna kuning kehijauan atau oranye saat matang, yang dikenal sebagai "maypop". Buah maypop memiliki rasa manis dan asam yang menyegarkan, dapat dimakan langsung atau dijadikan selai dan minuman. Tanaman ini tumbuh subur di daerah dengan sinar matahari penuh hingga teduh parsial dan tanah yang lembab namun memiliki drainase baik. Meskipun aslinya liar, Passiflora incarnata kini banyak dibudidayakan di berbagai wilayah beriklim hangat sebagai tanaman hias berkat bunganya yang eksotis.

Dalam pengobatan modern, Passiflora incarnata telah diteliti secara ekstensif dan diakui memiliki efek sedatif serta ansiolitik (anti-cemas) ringan. Kandungan flavonoid, seperti vitexin, isovitexin, dan apigenin, serta alkaloid harmala dipercaya berinteraksi dengan reseptor GABA di otak, memberikan efek menenangkan tanpa menyebabkan ketergantungan yang signifikan. Ekstrak tanaman ini sering digunakan dalam suplemen herbal untuk mengatasi insomnia ringan, kecemasan, dan kegelisahan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan beberapa farmakope Eropa telah mengakui penggunaannya. Namun, konsumsinya tetap perlu diawasi karena bisa berinteraksi dengan obat penenang lain dan tidak dianjurkan untuk ibu hamil tanpa konsultasi medis.

Update: 31 Jul 2026 - 17:43:56

 

II. Manfaat Passionflower

Manfaat Passionflower untuk kesehatan.

  1. Gangguan Kecemasan Umum (GAD)

    Peningkatan aktivitas asam gamma-aminobutyric (GABA) melalui agonisme reseptor GABA-A dan penghambatan pengambilan kembali GABA, serta modulasi serotonin (5-HT) dan norepinefrin di sistem saraf pusat. Senyawa flavonoid (seperti vitexin, isovitexin, dan apigenin) bertindak sebagai ligan pada benzodiazepine site GABA-A.

    Senyawa Aktif: Vitexin, Isovitexin, Apigenin
    Tampilkan
  2. Insomnia

    Efek sedatif melalui peningkatan tonus GABAergik, penurunan aktivitas glutamat, dan penghambatan reseptor NMDA. Senyawa harman alkaloid (seperti harmine dan harmol) juga menunjukkan afinitas terhadap reseptor MAO-A, yang berkontribusi pada efek relaksasi.

    Senyawa Aktif: Vitexin, harmine, harmol
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi (Model Osteoarthritis)

    Penghambatan jalur COX-2, iNOS, dan NF-κB, serta penurunan produksi sitokin proinflamasi (TNF-α, IL-1β, IL-6). Flavonoid seperti apigenin menghambat aktivitas fosfolipase A2 dan jalur MAPK.

    Senyawa Aktif: Apigenin, Chrysin, Kuersetin
    Tampilkan
  4. Efek Antimikroba Spektrum Luas

    Disrupsi membran sel bakteri dan jamur melalui senyawa fenolik dan saponin, serta penghambatan sintesis dinding sel (beta-glukan pada jamur). Alkaloid juga mengganggu fungsi mitokondria mikroba.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Kaempferol, passiflorin
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Passionflower

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Passionflower.

  1. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Herba (daun dan batang)
    Aktivitas Farmakologis:
    Ansiolitik, Sedatif, Dan Antispasmodik Melalui Modulasi Reseptor GABA-A.
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Herba (daun dan batang)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Dan Neuroprotektif; Juga Berkontribusi Pada Efek Ansiolitik.
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Herba dan bunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Ansiolitik, Sedatif, Dan Antikonvulsan Melalui Pengikatan Pada Reseptor Benzodiazepin.
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Passionflower

Suplemen zat besi (misalnya ferrous sulfate, ferrous fumarate)

Tingkat Resiko: Rendah
Rekomendasi:
Passionflower mengandung tanin yang dapat menurunkan absorpsi zat besi. Gunakan dengan jarak waktu minimal 2 jam dari suplemen zat besi. Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database; WHO Monographs on Selected Medicinal Plants.

Antikoagulan dan antiplatelet (warfarin, clopidogrel, aspirin)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Passionflower dapat memperlambat pembekuan darah dan meningkatkan risiko perdarahan. Bila digunakan bersamaan, lakukan pemantauan INR dan tanda-tanda perdarahan. Referensi: MedlinePlus (NIH/NLM); Natural Medicines Comprehensive Database.

Antidepresan SSRI/SNRI (fluoxetine, sertraline, venlafaxine)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Kombinasi berpotensi menimbulkan sindrom serotonin. Awasi munculnya agitasi, tremor, hipertermia, atau diare; gunakan hanya atas pengawasan tenaga kesehatan. Referensi: Drugs.com Herbal Database; Natural Medicines Comprehensive Database.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Passionflower

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Passionflower.

Apa itu Passiflora incarnata dan kandungan fitokimia utamanya?
Passiflora incarnata dikenal sebagai passionflower atau bunga gairah. Bagian yang digunakan adalah herba di atas tanah (daun, batang, dan bunga). Kandungan fitokimia utamanya meliputi flavonoid C-glikosida seperti vitexin, isovitexin, orientin, serta flavon chrysin, alkaloid harman, dan glikosida sianogenik. Komponen-komponen ini diduga berkontribusi terhadap efek menenangkan pada sistem saraf. European Medicines Agency. Community herbal monograph on Passiflora incarnata L., herba; 2014.
Apa manfaat yang paling didukung bukti ilmiah untuk kesehatan umum?
Manfaat yang paling didukung adalah meredakan kecemasan ringan dan membantu kualitas tidur. Sebuah uji klinis menunjukkan pemberian 500 mg kapsul Passiflora incarnata sebelum operasi dapat menurunkan kecemasan dibandingkan plasebo. Movafegh A, et al. Anesth Analg. 2008;106(6):1728-1732. Pada gangguan kecemasan menyeluruh, hasilnya serupa dengan oxazepam dalam uji kecil. Akhondzadeh S, et al. J Clin Pharm Ther. 2001;26(5):363-367. Namun, herbal ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan terapi medis gangguan kecemasan berat.
Bagaimana cara konsumsi dan dosis harian yang umum untuk orang dewasa?
Untuk seduhan teh, seduh sekitar 0,5–2 g herba kering Passiflora incarnata dalam 150–250 ml air panas, dapat diminum 1–3 kali sehari. Untuk sediaan kapsul atau ekstrak, ikuti petunjuk produk karena kadar ekstrak berbeda-beda; dalam uji klinis sering digunakan 500 mg ekstrak kering per hari. Mulailah dari dosis rendah dan hindari pemakaian terus-menerus berbulan-bulan tanpa pemantauan tenaga kesehatan. European Medicines Agency. Community herbal monograph on Passiflora incarnata L., herba; 2014.
Apa efek samping yang perlu diwaspadai?
Pada dosis lazim, Passiflora incarnata umumnya toleransi baik, tetapi dapat menyebabkan kantuk, pusing, mual, kebingungan ringan, atau reaksi alergi. Karena dapat menyebabkan sedasi, hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin setelah mengonsumsinya. Jika muncul kantuk berlebihan, palpitasi, muntah, atau gejala alergi, hentikan penggunaan dan segera cari pertolongan medis. European Medicines Agency. Community herbal monograph on Passiflora incarnata L., herba; 2014.
Apakah aman untuk bayi dan anak-anak?
Tidak direkomendasikan untuk bayi dan anak tanpa pengawasan dokter karena belum ada data keamanan yang memadai untuk usia tersebut. Memang pernah ada uji klinis kecil yang meneliti Passiflora incarnata pada anak dengan ADHD sebagai tambahan terapi, tetapi hasilnya belum cukup untuk menjadi rekomendasi penggunaan umum. Akhondzadeh S, et al. J Clin Pharm Ther. 2005;30(3):263-268.
Apakah aman digunakan oleh ibu hamil dan menyusui?
Tidak direkomendasikan untuk ibu hamil dan menyusui karena data keamanan tidak tersedia. Beberapa sumber menyebutkan adanya potensi efek stimulasi pada uterus, sehingga lebih baik dihindari. Untuk ibu menyusui, belum ada bukti cukup bahwa senyawa aktifnya aman masuk ke dalam ASI. European Medicines Agency. Community herbal monograph on Passiflora incarnata L., herba; 2014.
Obat apa saja yang dapat berinteraksi dengan Passiflora incarnata?
Passiflora incarnata berpotensi meningkatkan efek obat penenang, seperti benzodiazepin, barbiturat, obat tidur, opioid, dan alkohol. Ada juga potensi interaksi dengan obat antidepresan, terutama SSRI dan MAOI, karena efeknya pada sistem saraf. Beri tahu dokter bila Anda menggunakan herbal ini sebelum menjalani operasi atau prosedur yang memerlukan anestesi. Williamson E, Driver S, Baxter K. Stockley's Herbal Medicines Interactions. 2nd ed. Pharmaceutical Press; 2013.
Siapa saja yang sebaiknya menghindari penggunaan herbal ini?
Pasien dengan riwayat hipersensitivitas terhadap Passiflora, sedang hamil, menyusui, serta bayi dan anak-anak sebaiknya menghindari penggunaan tanpa pengawasan tenaga kesehatan. Orang yang sudah menggunakan obat penenang atau antidepresan juga sebaiknya berkonsultasi dulu karena risiko sedasi berlebihan dan interaksi obat. Pastikan produk yang digunakan adalah Passiflora incarnata, bukan tumbuhan passiflora jenis lain, dan berasal dari produsen yang terstandarisasi. European Medicines Agency. Community herbal monograph on Passiflora incarnata L., herba; 2014.

Semanggi Merah

Trifolium pratense

Skullcap

Scutellaria lateriflora