Advertisement
Passiflora incarnata, yang lebih dikenal sebagai markisa ungu atau passionflower, adalah tanaman merambat abadi yang berasal dari Amerika Serikat bagian tenggara hingga Amerika Tengah. Tanaman ini telah digunakan selama berabad-abad oleh penduduk asli Amerika sebagai obat penenang dan obat tradisional. Secara morfologi, Passiflora incarnata memiliki sulur yang melilit, daun yang menjari tiga hingga lima lobus, dan ciri khas bunga yang rumit dengan struktur yang menarik perhatian. Bunga ini terdiri dari lima sepal dan lima kelopak berwarna putih hingga ungu muda, serta mahkota benang sari yang spektakuler (corona) berwarna ungu dan putih, yang konon melambangkan instrumen penyaliban Kristus, sehingga dijuluki "passion flower".
Advertisement
Keunikan botani Passiflora incarnata terletak pada adaptasi penyerbukannya. Bunga yang sangat kompleks ini umumnya diserbuki oleh lebah besar dan burung kolibri. Setelah penyerbukan, tanaman menghasilkan buah berbentuk bulat telur (berry) berwarna kuning kehijauan atau oranye saat matang, yang dikenal sebagai "maypop". Buah maypop memiliki rasa manis dan asam yang menyegarkan, dapat dimakan langsung atau dijadikan selai dan minuman. Tanaman ini tumbuh subur di daerah dengan sinar matahari penuh hingga teduh parsial dan tanah yang lembab namun memiliki drainase baik. Meskipun aslinya liar, Passiflora incarnata kini banyak dibudidayakan di berbagai wilayah beriklim hangat sebagai tanaman hias berkat bunganya yang eksotis.
Dalam pengobatan modern, Passiflora incarnata telah diteliti secara ekstensif dan diakui memiliki efek sedatif serta ansiolitik (anti-cemas) ringan. Kandungan flavonoid, seperti vitexin, isovitexin, dan apigenin, serta alkaloid harmala dipercaya berinteraksi dengan reseptor GABA di otak, memberikan efek menenangkan tanpa menyebabkan ketergantungan yang signifikan. Ekstrak tanaman ini sering digunakan dalam suplemen herbal untuk mengatasi insomnia ringan, kecemasan, dan kegelisahan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan beberapa farmakope Eropa telah mengakui penggunaannya. Namun, konsumsinya tetap perlu diawasi karena bisa berinteraksi dengan obat penenang lain dan tidak dianjurkan untuk ibu hamil tanpa konsultasi medis.
Manfaat Passionflower untuk kesehatan.
Peningkatan aktivitas asam gamma-aminobutyric (GABA) melalui agonisme reseptor GABA-A dan penghambatan pengambilan kembali GABA, serta modulasi serotonin (5-HT) dan norepinefrin di sistem saraf pusat. Senyawa flavonoid (seperti vitexin, isovitexin, dan apigenin) bertindak sebagai ligan pada benzodiazepine site GABA-A.
Efek sedatif melalui peningkatan tonus GABAergik, penurunan aktivitas glutamat, dan penghambatan reseptor NMDA. Senyawa harman alkaloid (seperti harmine dan harmol) juga menunjukkan afinitas terhadap reseptor MAO-A, yang berkontribusi pada efek relaksasi.
Penghambatan jalur COX-2, iNOS, dan NF-κB, serta penurunan produksi sitokin proinflamasi (TNF-α, IL-1β, IL-6). Flavonoid seperti apigenin menghambat aktivitas fosfolipase A2 dan jalur MAPK.
Disrupsi membran sel bakteri dan jamur melalui senyawa fenolik dan saponin, serta penghambatan sintesis dinding sel (beta-glukan pada jamur). Alkaloid juga mengganggu fungsi mitokondria mikroba.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Passionflower.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Passionflower.