Advertisement
Hamamelis virginiana, yang lebih dikenal sebagai witch hazel atau witch hazel Virginia, merupakan semak atau pohon kecil dari famili Hamamelidaceae yang berasal dari Amerika Utara bagian timur. Tanaman ini tumbuh subur di hutan-hutan lembap, tepi sungai, dan lereng berbatu, serta dikenal karena siklus reproduksinya yang unik. Bunga-bunganya yang berwarna kuning cerah dengan kelopak seperti pita mekar di musim gugur, bersamaan dengan saat daun-daunnya mulai menguning dan rontok. Setelah penyerbukan, buah kapsulnya membutuhkan waktu hampir setahun penuh untuk matang, lalu melontarkan biji kecil dengan kekuatan mekanis yang dapat menjangkau jarak hingga beberapa meter.
Berasal dari Amerika Utara, tanaman ini tipe semak atau pohon kecil yang suka tempat lembap, seperti di pinggiran hutan atau tepian sungai. Uniknya, dia justru mekar di musim gugur saat daun-daun lain sudah berguguran. Karakteristik/ciri-ciri Witch Hazel (Hamamelis virginiana):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Semak besar atau pohon kecil yang tumbuh menjulang dengan dahan-dahan yang agak berantakan/menyebar. |
| Daun | Bentuknya oval agak membulat dengan tepi yang bergerigi kasar. Warnanya hijau saat musim panas dan berubah jadi kuning emas yang cantik saat musim gugur. |
| Bunga | Paling khas! Kelopaknya panjang, kurus, dan melengkung seperti pita berwarna kuning cerah. Bunganya muncul saat tanaman ini mulai menggugurkan daunnya. |
| Buah | Berupa kapsul kayu kecil yang keras. Kalau sudah matang, buah ini bisa 'meletus' dan melontarkan bijinya sampai jarak yang lumayan jauh. |
| Kulit Batang | Teksturnya halus saat masih muda, tapi perlahan berubah jadi agak bersisik atau retak-retak seiring bertambahnya usia, biasanya berwarna abu-abu kecokelatan. |
6 Manfaat Witch Hazel untuk kesehatan.
Tanin (terutama hamamelitanin) menghambat enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipooksigenase (LOX), sehingga menurunkan produksi prostaglandin dan leukotrien. Selain itu, efek astringen mengurangi eksudasi dan membentuk lapisan pelindung pada permukaan kulit.
Efek astringen dari tanin menyebabkan vasokonstriksi lokal dan mengerutkan jaringan hemoroid. Efek anti-inflamasi (penghambatan COX) mengurangi nyeri dan bengkak, sementara sifat hemostatik membantu menghentikan perdarahan ringan.
Tanin membentuk kerak protein pada luka, mempercepat re-epitelialisasi melalui stimulasi migrasi fibroblas, dan menekan inflamasi lokal dengan inhibisi matrix metalloproteinase (MMP).
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Witch Hazel.
Interaksi & Kontraindikasi Witch Hazel dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Witch Hazel (Hamamelis virginiana) umumnya dianggap aman ketika digunakan secara topikal pada kulit utuh untuk kebanyakan orang. Namun, penggunaan jangka panjang atau aplikasi pada kulit yang rusak atau sensitif dapat memicu efek samping dermatologis yang meliputi iritasi kulit lokal, kekeringan berlebih, kemerahan, dan sensasi terbakar ringan. Kandungan tanin yang tinggi dalam ekstrak tanaman ini bertindak sebagai astringen kuat, yang jika digunakan secara berlebihan dapat mengganggu lapisan pelindung alami kulit dan menyebabkan dermatitis kontak pada individu yang rentan.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Witch Hazel.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Witch Hazel.