Kasifikasi ilmiah Witch Hazel (Hamamelis virginiana)
Author: L.
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Magnoliidae |
| Ordo: | Saxifragales |
| Famili: | Hamamelidaceae |
| Subfamili: | Hamamelidoideae |
| Tribus: | Hamamelideae |
| Genus: | Hamamelis |
| Spesies: | Hamamelis virginiana |
Hamamelis virginiana, atau yang lebih dikenal dengan sebutan witch hazel, merupakan tanaman perdu unik yang punya kebiasaan tidak biasa; ia mekar di saat tanaman lain sedang tertidur lelap di musim gugur hingga awal musim dingin. Bunga kuningnya yang berbentuk seperti pita kecil tampak sangat kontras di tengah dedaunan yang mulai gugur, memberikan pemandangan yang estetik sekaligus menenangkan di hutan-hutan Amerika Utara.
Selain tampilannya yang cantik, tanaman ini sudah lama menjadi bintang di dunia perawatan kulit dan pengobatan herbal. Ekstrak dari kulit kayu dan daunnya sering diolah menjadi cairan penyegar atau toner alami yang ampuh banget buat menenangkan kulit iritasi, mengurangi peradangan, hingga meredakan gigitan serangga. Bisa dibilang, ini adalah tanaman 'wajib punya' yang fungsional sekaligus punya nilai sejarah yang panjang.
Advertisement