Advertisement
Ulmus rubra, yang lebih dikenal sebagai Slippery Elm, adalah pohon gugur asli Amerika Utara bagian timur dan tengah, terkenal karena kulit bagian dalamnya yang berlendir (mucilaginous). Nama "slippery" merujuk pada tekstur licin dari kulit kayu saat dikunyah atau direndam air. Pohon ini dapat tumbuh hingga 20 meter, dengan daun bergerigi asimetris dan kulit luar berwarna abu-abu kecokelatan yang bersisik. Berbeda dengan elm lainnya, Slippery Elm memiliki cabang yang lebih kasar dan tunas yang tertutup rambut kemerahan, serta sering ditemukan di tepi sungai, lereng bukit, dan hutan campuran yang lembap. Sayangnya, populasinya menurun akibat penyakit Dutch Elm yang juga mengancam spesies sejenis, menjadikannya kurang umum dibandingkan masa lalu.
Slippery Elm paling suka tumbuh di tanah yang subur dan lembap, biasanya di sepanjang tepi sungai atau lereng bukit yang berhutan. Pohon ini asli dari Amerika Utara dan cukup tangguh menghadapi berbagai kondisi tanah. Karakteristik/ciri-ciri Slippery Elm (Ulmus rubra):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tinggi Pohon | Bisa tumbuh setinggi 12 hingga 20 meter dengan bentuk tajuk yang lebar dan agak menyebar. |
| Kulit Batang | Ini bagian paling ikonik; warnanya cokelat kemerahan, permukaannya pecah-pecah atau bersisik, dan bagian dalamnya berlendir (slippery) kalau dibasahi. |
| Daun | Bentuknya lonjong dengan ujung meruncing. Permukaannya terasa kasar seperti amplas kalau diraba, dan tepiannya bergerigi ganda. |
| Bunga | Muncul di awal musim semi sebelum daun tumbuh, bentuknya kecil-kecil, berwarna kehijauan, dan tidak memiliki mahkota bunga. |
| Buah | Berbentuk cakram tipis bersayap (samara) dengan biji di tengahnya, yang nantinya akan terbang terbawa angin untuk menyebar. |
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Slippery Elm.
Interaksi & Kontraindikasi Slippery Elm dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Slippery Elm (Ulmus rubra) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah sedang, namun tetap memiliki potensi efek samping, terutama terkait dengan kandungan lendir (mucilage) di dalamnya. Efek samping yang paling sering dilaporkan adalah iritasi lambung ringan atau mual, yang biasanya terjadi ketika kulit kayu bagian dalam dikonsumsi tanpa cairan yang cukup. Karena sifatnya yang membentuk lapisan gel di saluran pencernaan, Slippery Elm dapat memperlambat atau mengurangi penyerapan obat-obatan lain dan suplemen oral yang dikonsumsi secara bersamaan. Hal ini dapat menurunkan efektivitas terapi medis lain yang sedang dijalani oleh pasien.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Slippery Elm.