Advertisement
Althaea officinalis, yang lebih dikenal sebagai marshmallow root, adalah tanaman herbal abadi yang telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan tradisional Eropa dan Asia. Tanaman ini tumbuh subur di daerah rawa-rawa dan tanah asin di Eropa, Afrika Utara, dan Asia Barat. Nama "marshmallow" sendiri berasal dari kata "marsh" (rawa) dan "mallow" (sejenis tanaman dalam keluarga Malvaceae). Akar tanaman ini memiliki tekstur berserat dan berlendir (mucilaginous), yang menjadi kunci utama khasiatnya. Secara historis, akar ini telah digunakan oleh bangsa Mesir kuno, Yunani, dan Romawi sebagai obat batuk, iritasi tenggorokan, dan peradangan saluran pencernaan. Bahkan, permen marshmallow modern berawal dari campuran akar ini dengan gula dan putih telur sebelum akhirnya digantikan dengan gelatin.
Tanaman ini suka banget sama tempat yang lembap seperti rawa-rawa, pinggiran sungai, atau tanah bergaram (salin). Mereka asli daerah Eropa dan Asia Barat, dan paling oke tumbuh di tanah yang subur dan basah. Karakteristik/ciri-ciri Panirak paya (Althaea officinalis):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Tumbuhan herbal menahun (perennial) yang bisa tumbuh tegak sampai sekitar 1 sampai 1,5 meter. |
| Batang | Batangnya tegak, berbulu halus, dan punya tekstur agak berkayu di bagian bawah. |
| Daun | Bentuknya kayak jantung atau bulat telur dengan tepian bergerigi. Permukaan daunnya lembut banget karena tertutup bulu-bulu halus (beludru) di kedua sisinya. |
| Bunga | Bunganya cantik, warnanya putih pucat sampai merah muda lembut. Muncul di ketiak daun, ukurannya sedang, dan punya lima mahkota bunga yang khas keluarga Malvaceae. |
| Akar | Bagian paling ikonik, akarnya tebal, berdaging, dan mengandung banyak lendir (mucilage) yang lengket kalau dipotong. |
| Buah | Buahnya berbentuk cakram yang terbagi menjadi beberapa bagian (skizokarp) dan di dalamnya berisi biji-biji kecil. |
7 Manfaat Panirak paya untuk kesehatan.
Polisakarida mukilaginosa (terutama arabinogalaktan, rhamnogalakturonan) membentuk lapisan pelindung viskoelastik pada mukosa orofaring dan saluran napas, mengurangi gesekan dan iritasi. Flavonoid (seperti quercetin dan kaempferol) menghambat pelepasan mediator inflamasi seperti prostaglandin dan leukotrien melalui inhibisi COX-2 dan 5-LOX, serta mengurangi refleks batuk dengan menekan aktivitas serabut C aferen.
Polisakarida membentuk lapisan gel pelindung pada mukosa lambung, mengurangi kontak langsung dengan asam dan pepsin. Flavonoid dan asam fenolik (asam kafeat, asam klorogenat) meningkatkan produksi mukus, menstimulasi prostaglandin E2 (PGE2) dan meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, GPx) sehingga menekan stres oksidatif dan inflamasi pada ulserasi lambung.
Senyawa polifenol (flavonoid: quercetin, kaempferol; asam fenolik: asam klorogenat, asam p-kumarat) mendonasikan elektron dan menetralkan radikal bebas (ROS, RNS) melalui aktivitas scavenging langsung. Mereka juga mengaktivasi faktor transkripsi Nrf2 sehingga meningkatkan ekspresi enzim antioksidan seperti katalase, SOD, dan glutathione peroksidase.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Panirak paya.
Interaksi & Kontraindikasi Panirak paya dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Panirak paya (Althaea officinalis), yang dikenal sebagai tanaman marshmallow, umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah moderat sebagai makanan atau sediaan herbal. Namun, penggunaan ekstrak akar atau daunnya secara berlebihan dapat memicu beberapa efek samping ringan pada saluran pencernaan, seperti mual, kram perut, atau diare. Hal ini terutama disebabkan oleh kandungan lendir (mucilage) tinggi yang dapat memperlambat motilitas usus atau mengiritasi lambung pada beberapa individu yang sensitif. Selain itu, efek samping yang perlu diwaspadai adalah potensi reaksi alergi pada kulit (dermatitis kontak) bagi individu yang memiliki sensitivitas terhadap tanaman dari famili Malvaceae.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Panirak paya.