Panirak paya

Marshmallow | Althaea officinalis
Nama
Panirak paya (Marshmallow)
Nama Latin/Ilmiah
Althaea officinalis
Bagian Digunakan
Akar, Daun, Bunga
Rasa
Manis
Nama Lain
Guimauve (Prancis), Eibisch (Jerman), Altea (Spanyol), Malvavisco (Portugis), Hatmi (Turki)
Asal
Eropa, Asia Barat, Afrika Utara
Kandungan Utama
Lendir, flavonoid, asam fenolik

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Panirak paya

Althaea officinalis, yang lebih dikenal sebagai marshmallow root, adalah tanaman herbal abadi yang telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan tradisional Eropa dan Asia. Tanaman ini tumbuh subur di daerah rawa-rawa dan tanah asin di Eropa, Afrika Utara, dan Asia Barat. Nama "marshmallow" sendiri berasal dari kata "marsh" (rawa) dan "mallow" (sejenis tanaman dalam keluarga Malvaceae). Akar tanaman ini memiliki tekstur berserat dan berlendir (mucilaginous), yang menjadi kunci utama khasiatnya. Secara historis, akar ini telah digunakan oleh bangsa Mesir kuno, Yunani, dan Romawi sebagai obat batuk, iritasi tenggorokan, dan peradangan saluran pencernaan. Bahkan, permen marshmallow modern berawal dari campuran akar ini dengan gula dan putih telur sebelum akhirnya digantikan dengan gelatin.

Baca Lebih Lanjut
Update: 30 Agu 2026 - 06:41:36
 

II. Ciri-ciri Panirak paya

Tanaman ini suka banget sama tempat yang lembap seperti rawa-rawa, pinggiran sungai, atau tanah bergaram (salin). Mereka asli daerah Eropa dan Asia Barat, dan paling oke tumbuh di tanah yang subur dan basah. Karakteristik/ciri-ciri Panirak paya (Althaea officinalis):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Tumbuhan herbal menahun (perennial) yang bisa tumbuh tegak sampai sekitar 1 sampai 1,5 meter.
Batang Batangnya tegak, berbulu halus, dan punya tekstur agak berkayu di bagian bawah.
Daun Bentuknya kayak jantung atau bulat telur dengan tepian bergerigi. Permukaan daunnya lembut banget karena tertutup bulu-bulu halus (beludru) di kedua sisinya.
Bunga Bunganya cantik, warnanya putih pucat sampai merah muda lembut. Muncul di ketiak daun, ukurannya sedang, dan punya lima mahkota bunga yang khas keluarga Malvaceae.
Akar Bagian paling ikonik, akarnya tebal, berdaging, dan mengandung banyak lendir (mucilage) yang lengket kalau dipotong.
Buah Buahnya berbentuk cakram yang terbagi menjadi beberapa bagian (skizokarp) dan di dalamnya berisi biji-biji kecil.

III. Manfaat Panirak paya

7 Manfaat Panirak paya untuk kesehatan.

  1. Batuk dan Iritasi Tenggorokan (Demulcent)

    Polisakarida mukilaginosa (terutama arabinogalaktan, rhamnogalakturonan) membentuk lapisan pelindung viskoelastik pada mukosa orofaring dan saluran napas, mengurangi gesekan dan iritasi. Flavonoid (seperti quercetin dan kaempferol) menghambat pelepasan mediator inflamasi seperti prostaglandin dan leukotrien melalui inhibisi COX-2 dan 5-LOX, serta mengurangi refleks batuk dengan menekan aktivitas serabut C aferen.

    Senyawa Aktif: Arabinogalaktan, Rhamnogalakturonan, Kuersetin, Kaempferol
    Tampilkan
  2. Gastroprotektif (Iritasi Lambung dan Tukak)

    Polisakarida membentuk lapisan gel pelindung pada mukosa lambung, mengurangi kontak langsung dengan asam dan pepsin. Flavonoid dan asam fenolik (asam kafeat, asam klorogenat) meningkatkan produksi mukus, menstimulasi prostaglandin E2 (PGE2) dan meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, GPx) sehingga menekan stres oksidatif dan inflamasi pada ulserasi lambung.

    Senyawa Aktif: Arabinogalaktan, Asam Kafeat, Kuersetin, Skopoletin
    Tampilkan
  3. Antioksidan Sistemik

    Senyawa polifenol (flavonoid: quercetin, kaempferol; asam fenolik: asam klorogenat, asam p-kumarat) mendonasikan elektron dan menetralkan radikal bebas (ROS, RNS) melalui aktivitas scavenging langsung. Mereka juga mengaktivasi faktor transkripsi Nrf2 sehingga meningkatkan ekspresi enzim antioksidan seperti katalase, SOD, dan glutathione peroksidase.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


IV. Kandungan Panirak paya

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Panirak paya.

  1. Mucilage (Rhamnogalacturonan I, Arabinan, Glucan)

    Golongan: Karbohidrat (Polisakarida)
    Bagian Tanaman: Akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Demulcen (melapisi Dan Melindungi Selaput Lendir), Antiinflamasi, Antitusif; Didukung Studi In Vitro Dan Beberapa Uji Klinis Kecil Pada Manusia Untuk Meredakan Iritasi Tenggorokan.
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Antialergi, Dan Antikanker (in Vitro); Bukti Klinis Pada Manusia Masih Terbatas Untuk Efek Sistemik.
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Dan Antiproliferatif (in Vitro); Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia Untuk Efek Farmakologis.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Panirak paya

Interaksi & Kontraindikasi Panirak paya dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Asupan cairan tidak cukup saat mengonsumsi panirak paya dalam bentuk bubuk atau ekstrak

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Pastikan minum air yang cukup. Mucilage dapat mengembang di kerongkongan dan menyebabkan rasa tersedak jika tidak diimbangi cairan. Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database; Monograf EMA Althaeae radix.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat oral umum yang diminum bersamaan (misalnya antibiotik, antihistamin, suplemen zat besi)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Mucilage melapisi saluran cerna dan dapat memperlambat/mengurangi penyerapan obat oral. Minum obat oral 1 jam sebelum atau 2 jam setelah panirak paya. Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database; Monograf EMA Althaeae radix.

  3. Kehamilan dan menyusui

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Keamanan pada kehamilan dan menyusui belum cukup terdokumentasi. Hindari penggunaan dosis tinggi atau ekstrak pekat tanpa pengawasan tenaga kesehatan. Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database; Monograf EMA Althaeae radix.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+8)

VI. Efek Samping Panirak paya

Panirak paya (Althaea officinalis), yang dikenal sebagai tanaman marshmallow, umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah moderat sebagai makanan atau sediaan herbal. Namun, penggunaan ekstrak akar atau daunnya secara berlebihan dapat memicu beberapa efek samping ringan pada saluran pencernaan, seperti mual, kram perut, atau diare. Hal ini terutama disebabkan oleh kandungan lendir (mucilage) tinggi yang dapat memperlambat motilitas usus atau mengiritasi lambung pada beberapa individu yang sensitif. Selain itu, efek samping yang perlu diwaspadai adalah potensi reaksi alergi pada kulit (dermatitis kontak) bagi individu yang memiliki sensitivitas terhadap tanaman dari famili Malvaceae.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Panirak paya

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Panirak paya.

Apa kandungan utama dan mekanisme kerja marshmallow root (Althaea officinalis)?
Marshmallow root mengandung mucilage sekitar 5–10% yang terdiri dari polisakarida kompleks, serta flavonoid, asam fenolik, pektin, tanin, dan fitosterol. Mucilage membentuk lapisan pelindung di permukaan membran mukosa sehingga memberikan efek demulcent dan emolien. European Medicines Agency (EMA) — Community herbal monograph on Althaea officinalis L., radix (2011).
Bagaimana cara mengonsumsi marshmallow root dalam penggunaan sehari-hari?
Cara yang dianjurkan adalah infusa dingin: rendam 2–5 g akar kering dalam 150 ml air dingin selama 2–3 jam, saring, lalu minum. Konsumsi 2–3 kali sehari. Air panas sebaiknya tidak digunakan karena dapat merusak mucilage yang sensitif panas. ESCOP Monographs — Althaeae radix (2003) mencatat dosis ini sebagai penggunaan umum untuk iritasi mukosa.
Apakah marshmallow root dapat digunakan untuk batuk dan sakit tenggorokan?
Ya, secara tradisional marshmallow root digunakan untuk meredakan batuk kering dan iritasi tenggorokan. EMA mengakui penggunaannya sebagai obat herbal tradisional untuk indikasi ini. Mucilage akan melapisi dan menenangkan mukosa tenggorokan yang teriritasi, sehingga membantu mengurangi keluhan batuk kering. European Medicines Agency (EMA) — Community herbal monograph on Althaea officinalis L., radix (2011).
Apa efek samping dan interaksi obat yang perlu diwaspadai?
Pada dosis lazim, marshmallow root jarang menimbulkan efek samping; yang mungkin terjadi antara lain mual, nyeri perut ringan, atau reaksi alergi pada individu sensitif. Karena mucilage dapat memperlambat penyerapan obat oral, beri jarak minimal 1–2 jam antara konsumsi marshmallow root dan obat lain. European Medicines Agency (EMA) — Community herbal monograph on Althaea officinalis L., radix (2011) mencantumkan kewaspadaan ini.
Apakah marshmallow root aman untuk bayi dan anak-anak?
Belum ada data ilmiah yang cukup untuk memastikan keamanan marshmallow root pada bayi dan anak-anak, terutama di bawah usia 12 tahun. Oleh karena itu, penggunaannya tidak dianjurkan tanpa pengawasan tenaga kesehatan. European Medicines Agency (EMA) — Althaeae radix monograph menilai data yang tersedia tidak cukup untuk merekomendasikan penggunaan pada anak-anak.
Apakah marshmallow root aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Keamanan marshmallow root pada kehamilan dan menyusui belum ditetapkan karena kurangnya data klinis. Ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari penggunaan dalam dosis terapeutik, meskipun penggunaan dalam jumlah kecil sebagai bagian makanan umumnya dianggap berisiko rendah. European Medicines Agency (EMA) — Community herbal monograph on Althaea officinalis L., radix (2011) menyatakan belum ada cukup data untuk penggunaan pada kelompok ini.
Berapa lama marshmallow root dapat digunakan setiap hari?
Untuk batuk dan iritasi tenggorokan, marshmallow root sebaiknya tidak digunakan lebih dari 1 minggu. Jika gejala menetap atau memburuk setelah 7 hari, hentikan dan konsultasikan dengan dokter. Penggunaan jangka panjang belum memiliki studi keamanan yang memadai. Monograf EMA/HMPC untuk Althaea officinalis L., radix mencantumkan peringatan ini.

Slippery Elm

Ulmus rubra

Mullein

Verbascum thapsus

Cari: