Kemiri

Candlenut | Aleurites moluccanus
Kemiri
Nama
Kemiri (Candlenut)
Nama Latin/Ilmiah
Aleurites moluccanus
Bagian Digunakan
Biji
Rasa
Gurih, sedikit manis

Nama Lain
Kukui (Hawaii), Lumbang (Filipina), Buah keras (Malaysia), Indian walnut (India), Shi li (China)
Asal
Indonesia (Maluku), Malaysia, Filipina, dan Kepulauan Pasifik
Kandungan Utama
Minyak, saponin, flavonoid, tanin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Kemiri

Kemiri, atau dengan nama ilmiah Aleurites moluccanus, adalah pohon tropis yang termasuk dalam famili Euphorbiaceae. Tumbuhan ini berasal dari Asia Tenggara dan Pasifik Selatan, serta telah menyebar luas di wilayah tropis lainnya. Kemiri dikenal karena bijinya yang memiliki kulit keras dan kandungan minyak yang tinggi. Pohonnya dapat tumbuh hingga setinggi 20–30 meter dengan tajuk yang rindang, dan sering ditemukan di pekarangan rumah atau perkebunan rakyat di Indonesia. Dalam budaya lokal, kemiri tidak hanya berfungsi sebagai bumbu dapur, tetapi juga sebagai pohon peneduh dan penghasil kayu yang cukup baik.

Baca Lebih Lanjut
Update: 12 Agu 2026 - 08:00:13
 

II. Ciri-ciri Kemiri

Kemiri suka tumbuh di daerah tropis dengan curah hujan cukup tinggi. Bisa ditemukan di hutan primer maupun sekunder, mulai dari dataran rendah sampai ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut. Pohon ini cukup tangguh dan bisa beradaptasi di berbagai jenis tanah, termasuk tanah yang kurang subur. Karakteristik/ciri-ciri Kemiri (Aleurites moluccanus):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Pohon berukuran sedang dengan tinggi bisa mencapai 15-25 meter, batangnya punya banyak cabang dan kulit kayu berwarna abu-abu kecokelatan.
Daun Daunnya cukup unik, bentuknya kayak jantung atau agak menjari dengan 3-5 lobus. Permukaan daun muda biasanya tertutup bulu halus berwarna keputihan, sedangkan daun dewasa warnanya hijau tua.
Bunga Bunganya kecil-kecil, berwarna putih atau krem, dan tersusun dalam malai (tandan) di ujung ranting. Ada bunga jantan dan betina dalam satu pohon.
Buah Buahnya berbentuk bulat agak lonjong dengan kulit luar yang tebal dan berbulu saat muda. Kalau sudah matang, warnanya berubah jadi hijau zaitun atau kecokelatan.
Biji Di dalam buah terdapat biji yang dilindungi tempurung sangat keras dan berkerut. Bijinya mengandung minyak yang tinggi, itulah kenapa kemiri sering dipakai buat bumbu masakan.

III. Manfaat Kemiri

8 Manfaat Kemiri untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada Edema

    Ekstrak etanol kemiri menghambat aktivitas enzim COX-2 dan LOX serta menekan ekspresi TNF-α dan IL-6 melalui jalur NF-κB, sehingga mengurangi produksi prostaglandin dan leukotrien.

    Tampilkan
  2. Antimikroba Spektrum Luas

    Saponin dan tanin dalam ekstrak kemiri merusak integritas membran sel bakteri dan jamur dengan mengikat ergosterol (pada jamur) dan mengganggu transpor ion, sementara alkaloid dan flavonoid menghambat sintesis asam nukleat.

    Senyawa Aktif: Saponin, Tanin, Alkaloid
    Tampilkan
  3. Antioksidan

    Senyawa fenolik dan tokoferol dalam kemiri mendonorkan atom hidrogen untuk menstabilkan radikal bebas (DPPH, ABTS) dan mengkhelat ion logam transisi, sehingga menghambat peroksidasi lipid.

    Senyawa Aktif: Tokoferol (vitamin E), Asam elagat, Katekin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Kemiri

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Kemiri.

  1. Golongan: Asam Lemak
    Bagian Tanaman: Biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antihiperlipidemia, Mendukung Kesehatan Kardiovaskular.
    Tampilkan
  2. Golongan: Asam Lemak
    Bagian Tanaman: Biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Menurunkan Kolesterol LDL, Protektif Terhadap Penyakit Kardiovaskular.
    Tampilkan
  3. Golongan: Fitosterol
    Bagian Tanaman: Biji (minyak)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikolesterol, Antiinflamasi, Imunomodulator.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Kemiri

Interaksi & Kontraindikasi Kemiri dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kehamilan dan Menyusui

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan candlenut (kemiri) pada ibu hamil atau menyusui karena biji mentah mengandung senyawa toksik (aleuresin) yang dapat menyebabkan kontraksi rahim atau keracunan pada bayi.

  2. Penggunaan pada penderita Gangguan Fungsi Hati

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Pasien dengan penyakit hati (sirosis, hepatitis) harus konsultasi dokter sebelum menggunakan karena toksin memerlukan metabolisme hepatik; penggunaan berlebih dapat memperburuk kerusakan hati.

  3. Penggunaan pada penderita Gangguan Pencernaan Akut (Gastritis, Tukak Lambung, IBS)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Kandungan saponin dan minyak dalam kemiri dapat mengiritasi mukosa lambung; gunakan dengan hati-hati atau hindari pada kondisi peradangan saluran cerna.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

VI. Efek Samping Kemiri

Kemiri (Aleurites moluccanus) adalah tanaman yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional dan sebagai bumbu masakan. Namun, konsumsi biji kemiri secara tidak tepat, terutama dalam keadaan mentah, dapat memicu berbagai efek samping yang merugikan bagi kesehatan saluran pencernaan. Biji kemiri mengandung senyawa beracun seperti glikosida saponin, ester phorbol, dan asam sianhidrat yang bersifat purgatif kuat dan mengiritasi mukosa lambung. Efek samping gastrointestinal yang paling sering dilaporkan meliputi mual, muntah, kram perut yang parah, dan diare akut setelah mengonsumsi kemiri yang belum diolah atau dimasak dengan benar.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Kemiri

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Kemiri.

  1. Aktivitas Hepatoprotektif Ekstrak Etanol Biji Kemiri (Aleurites moluccanus) pada Tikus yang Diinduksi Karbon Tetraklorida

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Ekstrak etanol biji kemiri dosis 300 dan 500 mg/kg BB menurunkan kadar ALT dan AST secara signifikan dibandingkan kontrol. Perbaikan histopatologi jaringan hati juga terlihat pada kelompok perlakuan.
    Tampilkan
  2. Efek Antihiperglikemik dan Antidislipidemia Ekstrak Biji Kemiri pada Tikus Diabetes Induksi Streptozotocin

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Pemberian ekstrak biji kemiri dosis 250 dan 500 mg/kg BB secara signifikan menurunkan gula darah puasa dan memperbaiki profil lipid. Aktivitas ini diduga berkaitan dengan kandungan asam lemak dan flavonoid.
    Tampilkan
  3. Aktivitas Anti-Inflamasi Ekstrak Etanol Batang Kemiri pada Model Tikus Artritis Complete Freund Adjuvant

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Ekstrak batang kemiri mengurangi edema kaki dan menurunkan kadar TNF-α, serta meningkatkan kadar IL-10. Efek anti-inflamasi paling optimal terlihat pada dosis 200 mg/kg BB.
    Tampilkan

VIII. FAQ Kemiri

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Kemiri.

Apa saja kandungan fitokimia utama dalam kemiri (Aleurites moluccanus) yang bermanfaat bagi kesehatan?
Kemiri mengandung senyawa fitokimia seperti flavonoid (misalnya kuersetin dan kaempferol), saponin, tanin, terpenoid, dan minyak lemak yang kaya akan asam lemak tak jenuh (asam oleat, linoleat, linolenat). Kandungan ini dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. (Journal of Ethnopharmacology, 2016, 173, 1-9)
Apakah kemiri aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Konsumsi kemiri dalam jumlah kecil sebagai bumbu masakan umumnya dianggap aman untuk ibu hamil dan menyusui, karena digunakan secara tradisional. Namun, dosis tinggi atau ekstrak pekat belum diteliti secara khusus pada kehamilan. Kandungan saponin dan tanin dapat menyebabkan efek iritasi jika berlebihan. Disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dan menghindari konsumsi berlebihan. (Journal of Herbal Medicine, 2019, 15, 100250)
Apa efek samping yang mungkin timbul akibat konsumsi kemiri berlebihan?
Konsumsi kemiri dalam jumlah besar dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti mual, muntah, diare, atau sakit perut karena kandungan minyak dan senyawa saponin. Biji kemiri mentah juga mengandung glikosida sianogenik yang dapat melepaskan sianida jika dikonsumsi mentah dalam jumlah banyak, meskipun biasanya hilang setelah pemanggangan atau perebusan. Reaksi alergi seperti ruam atau gatal juga mungkin terjadi pada individu sensitif. (Tropical Plant Biology, 2015, 8, 45-52)
Bagaimana penggunaan kemiri dalam masakan sehari-hari yang aman dan efektif?
Kemiri biasanya digunakan sebagai bumbu penyedap dalam masakan Indonesia, seperti gulai, rendang, dan sambal. Biji kemiri harus disangrai atau dipanggang terlebih dahulu untuk mengurangi kandungan toksin dan meningkatkan aroma. Setelah itu, biji dihaluskan atau diulek lalu dimasukkan saat memasak. Tidak disarankan mengonsumsi kemiri mentah karena risiko keracunan sianida. Dosis umum dalam masakan sekitar 2-4 butir per porsi. (Food Chemistry, 2017, 224, 231-239)
Apakah kemiri bermanfaat sebagai obat tradisional dan untuk kondisi kesehatan apa saja?
Secara tradisional, kemiri digunakan untuk mengobati sakit kepala, demam, sembelit, dan masalah kulit seperti eksim atau bisul. Ekstrak minyak kemiri juga digunakan sebagai obat luar untuk nyeri sendi dan rambut rontok. Penelitian modern menunjukkan aktivitas antiinflamasi, antimikroba, dan analgesik yang mendukung beberapa penggunaan tradisional. Namun, bukti klinis masih terbatas sehingga tidak boleh dijadikan pengganti pengobatan medis. (Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2018, 2018, 1-8)
Apakah kemiri aman digunakan untuk bayi dan anak-anak?
Penggunaan kemiri sebagai bumbu masakan dalam jumlah sedikit umumnya aman untuk anak-anak di atas usia 1 tahun, asalkan sudah dimasak dengan benar. Namun, untuk bayi di bawah 1 tahun, sistem pencernaan masih rentan, dan kemiri yang mengandung minyak tinggi serta senyawa saponin dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Penggunaan topikal minyak kemiri pada bayi sebaiknya dihindari karena risiko iritasi kulit. Konsultasi dengan dokter anak disarankan sebelum penggunaan. (Pediatric Herbal Medicine, 2020, Springer)
Berapa dosis aman konsumsi kemiri untuk orang dewasa?
Dosis aman konsumsi kemiri sebagai bumbu masakan adalah sekitar 2-4 butir per hari (sekitar 10-20 gram). Konsumsi lebih dari 10 butir (50 gram) per hari dapat meningkatkan risiko efek samping seperti diare atau gangguan lambung. Untuk penggunaan sebagai suplemen atau ekstrak, belum ada dosis standar yang ditetapkan; sebaiknya tidak dikonsumsi melebihi dosis yang tertera pada produk dan konsultasi dengan ahli gizi. (Journal of Food Science, 2019, 84, 1452-1459)
Apakah kemiri dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Kemiri mengandung senyawa yang dapat mempengaruhi metabolisme obat di hati, terutama melalui enzim sitokrom P450, meskipun penelitian terbatas. Konsumsi kemiri dalam jumlah besar bersamaan dengan obat antikoagulan (misalnya warfarin) atau obat tekanan darah tinggi perlu diwaspadai karena potensi efek sinergis atau antagonis. Disarankan untuk mengonsumsi kemiri dalam jumlah wajar sebagai bumbu dan berkonsultasi dengan dokter jika sedang menjalani pengobatan rutin. (Phytotherapy Research, 2015, 29, 1034-1041)

Asam Jawa

Tamarindus indica

Cabe Jawa

Piper retrofractum

Cari: