Advertisement
Piper retrofractum, yang dikenal di Indonesia sebagai Cabe Jawa atau Javanese Long Pepper, merupakan tumbuhan merambat (liana) dari famili Piperaceae. Berbeda dengan cabai biasa (Capsicum spp.) yang berasal dari benua Amerika, tumbuhan ini asli Asia Tenggara dan telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan tradisional serta sebagai rempah. Batangnya berkayu, beruas, dan mampu memanjat hingga ketinggian beberapa meter dengan bantuan akar lekat. Daunnya tunggal, berbentuk hati hingga lonjong, dengan permukaan licin dan pertulangan menyirip. Bagian yang paling bernilai adalah buahnya yang berbentuk seperti untai kecil memanjang—panjangnya bisa mencapai 4–6 cm—berwarna hijau saat mentah dan berubah menjadi merah oranye terang saat matang. Buah ini memiliki rasa pedas yang khas, lebih tajam dan sedikit getir dibandingkan lada biasa (Piper nigrum), karena kandungan senyawa piperin dan minyak atsiri yang lebih kompleks.
Tumbuh merambat atau memanjat pada tanaman lain, biasanya ditemukan di daerah tropis dengan dataran rendah sampai menengah yang terkena sinar matahari cukup dan tanah yang tidak tergenang air. Karakteristik/ciri-ciri Cabe Jawa (Piper retrofractum):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar | Akar tunggang yang kuat, biasanya tumbuh pada buku-buku batang yang menempel pada pohon inangnya. |
| Batang | Berbentuk bulat, berwarna hijau kecokelatan, permukaannya halus, dan memiliki ruas-ruas yang bisa mengeluarkan akar. |
| Daun | Daun tunggal berbentuk lonjong atau elips, ujungnya runcing, pangkalnya agak tumpul, dengan tulang daun yang menyirip jelas dan permukaan daun yang mengkilap. |
| Bunga | Bunga majemuk berbentuk bulir, muncul di ketiak daun, berwarna putih kekuningan saat muda. |
| Buah | Buah majemuk berbentuk silindris memanjang (seperti cabai kecil), teksturnya berbintil-bintil, awalnya berwarna hijau dan berubah menjadi merah saat matang. |
| Biji | Biji bulat kecil yang terbungkus di dalam buah, berwarna cokelat hingga hitam saat sudah tua. |
8 Manfaat Cabe Jawa untuk kesehatan.
Menghambat aktivasi NF-κB dan menurunkan ekspresi COX-2 serta TNF-α melalui modulasi jalur MAPK. Piperine dan retrofractamide A menekan produksi prostaglandin E2 dan interleukin-1β.
Mengganggu integritas membran sel bakteri melalui interaksi dengan lipid bilayer dan penghambatan pompa efluks. Piperine meningkatkan permeabilitas membran, sedangkan retrofractamide B menghambat enzim sortase A pada Streptococcus mutans.
Mengaktifkan faktor transkripsi Nrf2 yang menginduksi enzim antioksidan seperti SOD, katalase, dan glutation peroksidase. Senyawa fenolik dalam ekstrak secara langsung menangkal radikal bebas DPPH dan ABTS.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Cabe Jawa.
Interaksi & Kontraindikasi Cabe Jawa dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Cabe Jawa (Piper retrofractum) adalah tanaman herbal yang kaya akan senyawa aktif seperti piperin, yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk meningkatkan stamina dan mengatasi berbagai keluhan pencernaan. Namun, konsumsi ekstrak atau buah Cabe Jawa dalam dosis tinggi atau tanpa pengawasan medis dapat menimbulkan beberapa efek samping yang merugikan. Efek samping yang paling umum dilaporkan adalah gangguan pada saluran pencernaan, termasuk rasa terbakar di lambung, iritasi mukosa lambung, mual, serta peningkatan asam lambung yang dapat memperburuk kondisi bagi penderita gastritis atau tukak lambung.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Cabe Jawa.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Cabe Jawa.