Cabe Jawa

Javanese Long Pepper | Piper retrofractum
Cabe Jawa
Nama
Cabe Jawa (Javanese Long Pepper)
Nama Latin/Ilmiah
Piper retrofractum
Bagian Digunakan
Buah
Rasa
Pedas, manis

Nama Lain
Cabe Jawa (Indonesia), Lada Panjang (Malaysia), Dee Pli (Thailand), Pippali (India), Tieu Java (Vietnam)
Asal
Jawa, Indonesia
Kandungan Utama
Piperin, minyak atsiri

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Cabe Jawa

Piper retrofractum, yang dikenal di Indonesia sebagai Cabe Jawa atau Javanese Long Pepper, merupakan tumbuhan merambat (liana) dari famili Piperaceae. Berbeda dengan cabai biasa (Capsicum spp.) yang berasal dari benua Amerika, tumbuhan ini asli Asia Tenggara dan telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan tradisional serta sebagai rempah. Batangnya berkayu, beruas, dan mampu memanjat hingga ketinggian beberapa meter dengan bantuan akar lekat. Daunnya tunggal, berbentuk hati hingga lonjong, dengan permukaan licin dan pertulangan menyirip. Bagian yang paling bernilai adalah buahnya yang berbentuk seperti untai kecil memanjang—panjangnya bisa mencapai 4–6 cm—berwarna hijau saat mentah dan berubah menjadi merah oranye terang saat matang. Buah ini memiliki rasa pedas yang khas, lebih tajam dan sedikit getir dibandingkan lada biasa (Piper nigrum), karena kandungan senyawa piperin dan minyak atsiri yang lebih kompleks.

Baca Lebih Lanjut
Update: 10 Agu 2026 - 15:20:03
 

II. Ciri-ciri Cabe Jawa

Tumbuh merambat atau memanjat pada tanaman lain, biasanya ditemukan di daerah tropis dengan dataran rendah sampai menengah yang terkena sinar matahari cukup dan tanah yang tidak tergenang air. Karakteristik/ciri-ciri Cabe Jawa (Piper retrofractum):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Akar tunggang yang kuat, biasanya tumbuh pada buku-buku batang yang menempel pada pohon inangnya.
Batang Berbentuk bulat, berwarna hijau kecokelatan, permukaannya halus, dan memiliki ruas-ruas yang bisa mengeluarkan akar.
Daun Daun tunggal berbentuk lonjong atau elips, ujungnya runcing, pangkalnya agak tumpul, dengan tulang daun yang menyirip jelas dan permukaan daun yang mengkilap.
Bunga Bunga majemuk berbentuk bulir, muncul di ketiak daun, berwarna putih kekuningan saat muda.
Buah Buah majemuk berbentuk silindris memanjang (seperti cabai kecil), teksturnya berbintil-bintil, awalnya berwarna hijau dan berubah menjadi merah saat matang.
Biji Biji bulat kecil yang terbungkus di dalam buah, berwarna cokelat hingga hitam saat sudah tua.

III. Manfaat Cabe Jawa

8 Manfaat Cabe Jawa untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis

    Menghambat aktivasi NF-κB dan menurunkan ekspresi COX-2 serta TNF-α melalui modulasi jalur MAPK. Piperine dan retrofractamide A menekan produksi prostaglandin E2 dan interleukin-1β.

    Tampilkan
  2. Antimikroba Terhadap Bakteri Plak Gigi

    Mengganggu integritas membran sel bakteri melalui interaksi dengan lipid bilayer dan penghambatan pompa efluks. Piperine meningkatkan permeabilitas membran, sedangkan retrofractamide B menghambat enzim sortase A pada Streptococcus mutans.

    Senyawa Aktif: Piperin, Retrofractamide B, Caryophyllene oxide
    Tampilkan
  3. Antioksidan dan Perlindungan Sel

    Mengaktifkan faktor transkripsi Nrf2 yang menginduksi enzim antioksidan seperti SOD, katalase, dan glutation peroksidase. Senyawa fenolik dalam ekstrak secara langsung menangkal radikal bebas DPPH dan ABTS.

    Senyawa Aktif: Asam Galat, Piperin, Flavonoid total
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Cabe Jawa

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Cabe Jawa.

  1. Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Buah (kering)
    Aktivitas Farmakologis:
    Analgesik, Antiinflamasi, Peningkatan Bioavailabilitas Obat Lain, Aktivitas Antioksidan.
    Tampilkan
  2. Piperlongumine

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Buah dan akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikanker (sitotoksik Selektif Terhadap Sel Kanker), Antiinflamasi, Antimikroba.
    Tampilkan
  3. Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Buah
    Aktivitas Farmakologis:
    Insektisida, Antifungi, Aktivitas Antifeedant Terhadap Serangga.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Cabe Jawa

Interaksi & Kontraindikasi Cabe Jawa dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kafein (kopi, teh, minuman energi)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Piperin dalam cabe jawa dapat meningkatkan absorpsi kafein, sehingga efek stimulasi mungkin sedikit lebih kuat. Batasi konsumsi kafein jika terjadi kecemasan atau insomnia.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetes (metformin, insulin, sulfonilurea)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Cabe jawa memiliki efek hipoglikemik. Pantau kadar gula darah secara berkala karena dapat meningkatkan risiko hipoglikemia. Dosis obat antidiabetes mungkin perlu disesuaikan.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (kaptopril, amlodipin, losartan)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Piperin dapat menurunkan tekanan darah. Kombinasi dengan obat antihipertensi berpotensi menyebabkan hipotensi. Pantau tekanan darah dan kurangi dosis jika perlu.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+6)

VI. Efek Samping Cabe Jawa

Cabe Jawa (Piper retrofractum) adalah tanaman herbal yang kaya akan senyawa aktif seperti piperin, yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk meningkatkan stamina dan mengatasi berbagai keluhan pencernaan. Namun, konsumsi ekstrak atau buah Cabe Jawa dalam dosis tinggi atau tanpa pengawasan medis dapat menimbulkan beberapa efek samping yang merugikan. Efek samping yang paling umum dilaporkan adalah gangguan pada saluran pencernaan, termasuk rasa terbakar di lambung, iritasi mukosa lambung, mual, serta peningkatan asam lambung yang dapat memperburuk kondisi bagi penderita gastritis atau tukak lambung.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Cabe Jawa

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Cabe Jawa.

  1. Efek Piperin sebagai Senyawa Aktif Cabe Jawa terhadap Profil Lipid: Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Suplementasi piperin secara signifikan menurunkan LDL dan trigliserida, serta meningkatkan HDL dibandingkan plasebo. Efek ini terlihat setelah pemberian selama minimal 8 minggu.
    Tampilkan
  2. Tinjauan Sistematis Aktivitas Farmakologi Cabe Jawa (Piper retrofractum Vahl.) dan Bioaktifnya

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Cabe Jawa dan piperine memiliki aktivitas antioksidan, antidiabetes, antiinflamasi, dan neuroprotektif. Piperin berperan melalui modulasi AMPK dan NF-κB.
    Tampilkan
  3. Pengaruh Ekstrak Etanol Cabe Jawa terhadap Kadar Testosteron pada Pria dengan Hipogonadisme: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Ekstrak Cabe Jawa 150 mg/hari selama 12 minggu meningkatkan testosteron total sebesar 23% dan skor IIEF dibandingkan plasebo. Tidak ditemukan efek samping gastrointestinal yang berat.
    Tampilkan

VIII. FAQ Cabe Jawa

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Cabe Jawa.

Apa kandungan fitokimia utama dari Javanese Long Pepper (Piper retrofractum) yang berkontribusi pada efek biologisnya?
Javanese Long Pepper mengandung senyawa alkaloid piperin sebagai komponen aktif utama, bersama dengan piperlonguminin, retrofractamide A-D, dan minyak atsiri seperti β-kariofilen. Piperin diketahui meningkatkan bioavailabilitas senyawa lain dengan menghambat enzim metabolisme obat (Koul et al., 2000).
Bagaimana cara konsumsi sehari-hari Cabe Jawa yang aman dan dosis yang dianjurkan?
Konsumsi harian dalam bentuk bubuk atau ekstrak umumnya 1-2 gram per hari, setara dengan setengah sendok teh. Dapat diseduh sebagai teh atau ditambahkan ke masakan. Dosis tinggi (>5 gram) dapat menyebabkan iritasi lambung. Mulai dengan dosis rendah dan perhatikan toleransi individu (U.S. National Center for Complementary and Integrative Health, 2021).
Apa manfaat kesehatan dari Javanese Long Pepper yang didukung bukti ilmiah?
Studi menunjukkan efek antioksidan, antiinflamasi, antipiretik, dan analgesik. Piperin dalam Cabe Jawa juga meningkatkan absorbsi kurkumin dan nutrisi lain. Penelitian pada hewan menunjukkan potensi sebagai afrodisiak dan stimulan pencernaan melalui peningkatan sekresi enzim (Prasad et al., 2014; Zaveri et al., 2010).
Apakah ada efek samping yang perlu diwaspadai dari penggunaan Cabe Jawa?
Efek samping ringan meliputi iritasi mulut, lambung, dan peningkatan asam lambung jika dikonsumsi berlebihan. Pada individu sensitif, dapat menyebabkan ruam kulit atau reaksi alergi. Hindari penggunaan bersamaan dengan obat antikoagulan karena piperin dapat memperlambat metabolisme warfarin (Patil et al., 2011).
Apakah aman mengonsumsi Javanese Long Pepper untuk ibu hamil dan menyusui?
Keamanan pada kehamilan belum diteliti secara memadai. Kandungan piperin dapat merangsang kontraksi uterus pada hewan uji, sehingga risiko keguguran tidak dapat dikecualikan. Ibu menyusui disarankan menghindari konsumsi dalam jumlah besar karena belum ada data ekskresi ke ASI (Bone & Mills, 2013).
Bisakah Cabe Jawa digunakan untuk bayi atau anak-anak?
Penggunaan pada bayi dan anak-anak tidak direkomendasikan karena kurangnya studi keamanan dan potensi iritasi saluran cerna. Untuk anak di atas 2 tahun, dosis sangat kecil (misal sejumput bubuk dalam makanan) hanya boleh diberikan di bawah pengawasan tenaga kesehatan (Gardner et al., 2007).
Bagaimana interaksi Javanese Long Pepper dengan obat-obatan modern?
Piperin dapat menghambat enzim CYP3A4 dan menginduksi CYP2B6, sehingga memengaruhi metabolisme obat seperti antikonvulsan, antihipertensi, dan antijamur. Konsumsi bersamaan dengan obat penekan imun (misal siklosporin) dapat meningkatkan kadar obat dalam darah. Konsultasi dengan dokter diperlukan (Singh et al., 2018).
Apakah ada kontraindikasi absolut untuk penggunaan Cabe Jawa?
Kontraindikasi meliputi pasien dengan gastritis akut, tukak lambung, dan penyakit hati berat. Pasien dengan gangguan perdarahan atau yang menjalani operasi harus menghindari karena efek antiplatelet. Selain itu, hindari penggunaan pada individu dengan hipersensitivitas terhadap famili Piperaceae (DerMarderosian & Beutler, 2002).

Kemiri

Aleurites moluccanus

Merica Sichuan

Zanthoxylum piperitum

Cari: