Kasifikasi ilmiah Cabe Jawa (Piper retrofractum)
Author: Vahl
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Magnoliidae |
| Ordo: | Piperales |
| Famili: | Piperaceae |
| Subfamili: | Piperoideae |
| Tribus: | Piperae |
| Genus: | Piper |
| Spesies: | Piper retrofractum |
Piper retrofractum, atau yang lebih dikenal dengan nama cabai jawa, adalah tanaman merambat yang punya rasa pedas menggigit dan aroma khas. Tanaman ini sering banget ditemukan di pekarangan rumah atau hutan sekunder di Indonesia, dan biasanya bagian buahnya yang dikeringkan menjadi primadona dalam industri jamu tradisional karena khasiatnya buat menghangatkan tubuh dan meredakan pegal linu.
Tanaman ini punya tampilan unik dengan buah berbentuk silinder yang berbutir-butir mirip seperti cabai merah kecil namun dengan tekstur yang lebih kasar. Selain sebagai bahan utama obat herbal, cabai jawa juga sering digunakan sebagai rempah penyedap masakan di beberapa daerah, memberikan sentuhan rasa pedas yang berbeda dari cabai biasa, makanya nggak heran kalau tanaman ini jadi komoditas yang punya nilai ekonomi cukup menjanjikan.
Advertisement