Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Piperin sebagai Senyawa Aktif Cabe Jawa terhadap Profil Lipid: Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    Sebanyak 17 uji klinis acak terkontrol dengan total 1.182 subjek dewasa (usia 18–70 tahun) yang mengalami dislipidemia.
    Dosis/Durasi:
    Piperin 30–100 mg/hari selama 4–16 minggu.
    Temuan:
    Suplementasi piperin secara signifikan menurunkan LDL dan trigliserida, serta meningkatkan HDL dibandingkan plasebo. Efek ini terlihat setelah pemberian selama minimal 8 minggu.
  2. Tinjauan Sistematis Aktivitas Farmakologi Cabe Jawa (Piper retrofractum Vahl.) dan Bioaktifnya

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    Analisis terhadap 72 artikel dari PubMed dan Scopus (2010–2022), mencakup studi in vitro dan in vivo pada hewan.
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (tinjauan sistematis).
    Temuan:
    Cabe Jawa dan piperine memiliki aktivitas antioksidan, antidiabetes, antiinflamasi, dan neuroprotektif. Piperin berperan melalui modulasi AMPK dan NF-κB.
  3. Pengaruh Ekstrak Etanol Cabe Jawa terhadap Kadar Testosteron pada Pria dengan Hipogonadisme: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    64 pria usia 45–60 tahun dengan kadar testosteron total <320 ng/dL dan tidak sedang menjalani terapi hormon.
    Dosis/Durasi:
    150 mg ekstrak etanol 70% sekali sehari selama 12 minggu.
    Temuan:
    Ekstrak Cabe Jawa 150 mg/hari selama 12 minggu meningkatkan testosteron total sebesar 23% dan skor IIEF dibandingkan plasebo. Tidak ditemukan efek samping gastrointestinal yang berat.
  4. Ekstrak Etanol Buah Cabe Jawa Memperbaiki Gangguan Metabolisme Glukosa pada Tikus Diabetes Tipe 2

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental in vivo
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan yang diinduksi diabetes tipe 2 melalui diet tinggi lemak dan streptozotocin dosis rendah.
    Dosis/Durasi:
    200 dan 400 mg/kgBB per oral, sekali sehari selama 8 minggu.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak dengan dosis 200 dan 400 mg/kgBB menurunkan glukosa puasa, HOMA-IR, dan kadar TNF-α. Ekstrak juga memperbaiki histologi pankreas.
  5. Retrofractamide A dari Cabe Jawa Menghambat Peradangan pada Sel Makrofag RAW264.7 melalui Jalur NF-κB

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel RAW264.7 yang distimulasi lipopolisakarida (LPS); senyawa retrofractamide A diisolasi dari buah Piper retrofractum.
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 2,5–20 µM, inkubasi selama 24 jam.
    Temuan:
    Retrofractamide A menurunkan produksi nitrit oksida dan ekspresi iNOS/COX-2 secara dosis-dependent. Efek antiinflamasi terjadi tanpa sitotoksisitas hingga konsentrasi 20 µM.
  6. Peran Antiobesitas Ekstrak Cabe Jawa terhadap Tikus Obesitas Akibat Diet Tinggi Lemak

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental in vivo
    Sampel:
    32 tikus C57BL/6 jantan yang diberi diet tinggi lemak selama 10 minggu, kemudian dibagi menjadi kelompok kontrol dan perlakuan.
    Dosis/Durasi:
    300 mg/kgBB per oral, sekali sehari selama 6 minggu.
    Temuan:
    Ekstrak dengan dosis 300 mg/kgBB menurunkan berat badan, berat lemak epididimis, dan kadar leptin. Perbaikan profil lipid juga teramati secara signifikan.
  7. Penambatan Molekuler Senyawa Aktif Cabe Jawa terhadap Protease Utama SARS-CoV-2 sebagai Kandidat Antivirus

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi In silico (Molecular Docking)
    Sampel:
    Seratus dua senyawa fitokimia Piper retrofractum dianalisis terhadap protease utama SARS-CoV-2 (PDB 6LU7).
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (studi in silico).
    Temuan:
    Senyawa retrofractamide A dan piperine menunjukkan afinitas pengikatan tinggi terhadap protease utama SARS-CoV-2 dan memenuhi aturan Lipinski. Keduanya berpotensi sebagai kandidat antivirus.

Advertisement


Cari: