Hisop

Hyssop | Hyssopus officinalis
Hisop
Nama
Hisop (Hyssop)
Nama Latin/Ilmiah
Hyssopus officinalis
Bagian Digunakan
Daun, Bunga
Rasa
Pahit, pedas

Nama Lain
Hyssop (Inggris), Ysop (Jerman), Hysope (Prancis), Issopo (Italia), Hisopo (Spanyol)
Asal
Eropa selatan, Asia barat, dan Kaukasus
Kandungan Utama
Pinokamfona, isopinokamfona, beta-pinena

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Hisop

Hisop (Hyssopus officinalis) adalah tumbuhan semak abadi anggota famili Lamiaceae yang berasal dari kawasan Mediterania timur hingga Asia Tengah. Tanaman ini memiliki batang berkayu, daun lanset sempit berwarna hijau gelap, serta bunga majemuk berbentuk lingkaran (whorl) yang umumnya berwarna biru keunguan, meskipun varietas putih dan merah muda juga ada. Bagian yang paling sering dimanfaatkan adalah daun dan pucuk berbunga yang mengandung minyak atsiri kaya akan senyawa pinocamphone, isopinocamphone, dan limonene. Aromanya yang khas, tajam dan sedikit pahit, membuatnya mudah dikenali di antara herba lainnya.

Baca Lebih Lanjut
Update: 11 Agu 2026 - 04:20:05
 

II. Ciri-ciri Hisop

Tanaman ini berasal dari wilayah Mediterania dan Asia Tengah. Suka banget sama tempat yang kena sinar matahari penuh, tanahnya berpasir atau berbatu, dan yang penting sistem drainasenya bagus supaya akarnya nggak gampang busuk. Karakteristik/ciri-ciri Hisop (Hyssopus officinalis):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Tanaman Semak herbal tahunan yang ukurannya bisa mencapai 30-60 cm.
Batang Berkayu di bagian pangkal, tapi bagian atasnya lebih lunak dan bercabang banyak.
Daun Bentuknya lanset (seperti mata tombak), kecil, berwarna hijau gelap, dan letaknya berhadapan di sepanjang batang.
Bunga Muncul dalam rangkaian yang padat di ujung batang, warnanya biasanya biru keunguan (ada juga yang putih atau pink), dan menarik bagi lebah.
Akar Sistem perakaran serabut yang cukup kuat dan tahan terhadap kondisi kering.
Aroma Punya bau khas yang kuat, segar, dan agak sedikit pahit kalau daunnya diremas.

III. Manfaat Hisop

6 Manfaat Hisop untuk kesehatan.

  1. Antimikroba spektrum luas (bakteri, jamur, virus)

    Minyak atsiri hyssop mengandung 1,8-cineole, linalool, camphor, dan thujone yang mengganggu integritas membran sel mikroba, menghambat sintesis ergosterol pada jamur, serta menginaktivasi protein permukaan virus.

    Senyawa Aktif: 1,8-Cineole, Linalool, Kamfer
    Tampilkan
  2. Antioksidan dan perlindungan stres oksidatif

    Flavonoid (diosmin, apigenin) dan asam fenolat (asam rosmarinat, asam kafeat) dalam ekstrak hyssop menangkal radikal bebas (ROS) melalui donasi elektron, meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, GPx) dan mengaktifkan jalur Nrf2/ARE.

    Senyawa Aktif: Asam Rosmarinat, diosmin, Apigenin
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi pada gangguan saluran napas atas dan artritis

    Senyawa 1,8-cineole dan terpenoid lain menghambat jalur NF-κB dan MAPK, menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6, IL-1β). Pada model asma, ekstrak hyssop juga menghambat degranulasi sel mast dan menekan infiltrasi eosinofil.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+3)

Advertisement


IV. Kandungan Hisop

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Hisop.

  1. Pinocamphone

    Golongan: Terpenoid (Monoterpenoid)
    Bagian Tanaman: Herba (daun dan pucuk berbunga)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba (terhadap Bakteri Gram-positif Dan Jamur), Ekspektoran, Dan Stimulan Saluran Pernapasan.
    Tampilkan
  2. Isopinocamphone

    Golongan: Terpenoid (Monoterpenoid)
    Bagian Tanaman: Herba (daun dan pucuk berbunga)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba, Antispasmodik, Dan Efek Sedatif Ringan Pada Sistem Saraf Pusat.
    Tampilkan
  3. Golongan: Terpenoid (Monoterpenoid)
    Bagian Tanaman: Herba (daun dan pucuk berbunga)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Bronkodilator, Dan Antimikroba (terhadap Bakteri Dan Jamur).
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Hisop

Interaksi & Kontraindikasi Hisop dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kehamilan

    Tingkat Resiko: Sangat Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan hisop secara oral maupun topikal karena dapat merangsang kontraksi uterus dan meningkatkan risiko keguguran.

  2. Penggunaan pada penderita Epilepsi atau gangguan kejang

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan karena hisop mengandung thujone yang dapat menurunkan ambang kejang dan memicu serangan.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antikoagulan (warfarin, heparin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hisop dapat memengaruhi pembekuan darah; pantau INR dan konsultasi dokter sebelum penggunaan.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+5)

VI. Efek Samping Hisop

Hisop (Hyssopus officinalis) adalah tanaman herbal yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional, namun penggunaannya membawa risiko efek samping yang signifikan, terutama jika dikonsumsi dalam bentuk ekstrak atau minyak esensial. Efek samping paling berbahaya dari tanaman ini dikaitkan dengan kandungan senyawa keton monoterpen, khususnya pinocamphone. Senyawa ini bersifat neurotoksik dan dapat memicu aktivitas kejang atau konvulsi yang mirip dengan epilepsi. Konsumsi minyak esensial hisop dalam dosis tinggi atau murni telah didokumentasikan dapat menyebabkan tremor, kejang otot, hingga serangan epilepsi generalisata pada individu yang rentan maupun orang sehat yang mengonsumsinya secara tidak sengaja.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Hisop

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Hisop.

  1. Tinjauan Sistematis Fitokimia, Penggunaan Tradisional, dan Aktivitas Farmakologi Hyssopus officinalis

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Hyssopus officinalis mengandung senyawa flavonoid, asam fenolik, dan minyak atsiri yang berkontribusi pada aktivitas antioksidan, antimikroba, dan anti-inflamasi. Tinjauan ini menyoroti potensi tanaman sebagai terapi komplementer untuk gangguan pernapasan dan metabolik, namun diperlukan uji klinis lebih lanjut.
    Tampilkan
  2. Efek Ekstrak Air Hyssopus officinalis terhadap Kadar Glukosa Darah dan Profil Lipid pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Sebuah Uji Klinis Acak Terkontrol

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Pemberian ekstrak hisop selama 12 minggu secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah puasa dan HbA1c dibandingkan plasebo. Profil lipid (kolesterol total dan trigliserida) juga membaik, namun tidak terdapat perubahan signifikan pada HDL dan LDL.
    Tampilkan
  3. Aktivitas Antioksidan dan Kandungan Fenolik Total Ekstrak Etanolik Hyssopus officinalis dari Populasi Berbeda

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Ekstrak etanolik hisop menunjukkan aktivitas penangkap radikal DPPH yang kuat dengan nilai IC50 berkisar 45-72 µg/mL. Kandungan fenolik total berkorelasi positif dengan aktivitas antioksidan, dengan populasi pegunungan memiliki kadar tertinggi.
    Tampilkan

VIII. FAQ Hisop

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Hisop.

Apa kandungan fitokimia utama dalam Hyssop (Hyssopus officinalis) yang bertanggung jawab atas efek biologisnya?
Hyssop mengandung minyak atsiri yang kaya akan monoterpen, terutama pinocamphone (40–70%) dan isopinocamphone (20–40%), serta β-pinene, limonene, dan 1,8-cineole. Senyawa fenolik seperti asam rosmarinat, asam kafeat, dan flavonoid (misalnya diosmin, hesperidin) juga ditemukan. Kandungan ini memberikan aktivitas antioksidan, antimikroba, dan ekspektoran. (EMA/HMPC Monograph on Hyssopus officinalis, 2010)
Bagaimana cara konsumsi Hyssop yang aman dan lazim untuk penggunaan sehari-hari?
Penggunaan umum adalah sebagai teh seduhan: 1–2 gram herba kering dalam 150 ml air mendidih, diminum 2–3 kali sehari. Ekstrak cair (tincture) dapat digunakan sebanyak 1–2 ml per hari. Namun, penggunaan harian tidak boleh melebihi 2–3 minggu karena risiko akumulasi senyawa neurotoksik. (World Health Organization (WHO) Monographs on Selected Medicinal Plants, Vol. 2, 2002)
Manfaat kesehatan apa dari Hyssop yang didukung oleh bukti ilmiah?
Hyssop secara tradisional digunakan sebagai ekspektoran dan antispasmodik ringan untuk batuk dan gangguan pencernaan. Studi in vitro menunjukkan aktivitas antivirus terhadap herpes simpleks tipe 1 dan 2, serta efek antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Uji klinis terbatas mendukung penggunaan untuk bronkitis ringan. Namun, bukti pada manusia masih belum kuat. (Kumar S. et al., 'Hyssopus officinalis: A Review', Pharmacognosy Reviews, 2010)
Apakah Hyssop aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Tidak. Hyssop dikontraindikasikan pada kehamilan karena kandungan pinocamphone dan isopinocamphone yang memiliki efek aborsi dan neurotoksik pada janin. Pada ibu menyusui, belum ada data keamanan, sehingga sebaiknya dihindari. (European Medicines Agency (EMA) – Community Herbal Monograph on Hyssopus officinalis, 2007)
Bisakah Hyssop digunakan pada bayi dan anak-anak?
Tidak dianjurkan. Minyak atsiri hyssop bersifat neurotoksik, terutama pada sistem saraf yang belum matang. Kasus kejang dan depresi pernafasan telah dilaporkan pada anak kecil. Penggunaan internal maupun eksternal (minyak esensial) sebaiknya dihindari pada anak di bawah 12 tahun. (Tisserand R. & Young R., 'Essential Oil Safety', 2nd Edition, Churchill Livingstone, 2014)
Apa efek samping yang mungkin timbul akibat konsumsi Hyssop?
Pada dosis tinggi atau penggunaan jangka panjang, hyssop dapat menyebabkan kejang, mual, pusing, dan reaksi alergi pada kulit. Minyak atsiri murni bersifat iritan dan berbahaya jika tertelan. Overdosis (>5 gram herba atau >0,5 ml minyak) dapat menyebabkan kejang tonik-klonik. (Blumenthal M. et al., 'Herbal Medicine: Expanded Commission E Monographs', Integrative Medicine Communications, 2000)
Apakah Hyssop berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Ya. Hyssop dapat meningkatkan efek obat sedatif dan antikonvulsan karena aktivitasnya pada sistem saraf pusat. Juga berpotensi menginduksi enzim hati CYP450, sehingga dapat memengaruhi metabolisme obat seperti warfarin dan kontrasepsi oral. Konsultasi dengan tenaga kesehatan diperlukan jika menggunakan obat resep. (Williamson E. et al., 'Potter's Herbal Cyclopaedia', 2nd Edition, C.W. Daniel Company, 2009)

Curry Plant

Helichrysum italicum

Horehound

Marrubium vulgare

Cari: