Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Tinjauan Sistematis Fitokimia, Penggunaan Tradisional, dan Aktivitas Farmakologi Hyssopus officinalis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    86 artikel ilmiah yang relevan dari database Scopus, PubMed, dan Google Scholar hingga tahun 2020
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan (studi pustaka)
    Temuan:
    Hyssopus officinalis mengandung senyawa flavonoid, asam fenolik, dan minyak atsiri yang berkontribusi pada aktivitas antioksidan, antimikroba, dan anti-inflamasi. Tinjauan ini menyoroti potensi tanaman sebagai terapi komplementer untuk gangguan pernapasan dan metabolik, namun diperlukan uji klinis lebih lanjut.
  2. Efek Ekstrak Air Hyssopus officinalis terhadap Kadar Glukosa Darah dan Profil Lipid pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Sebuah Uji Klinis Acak Terkontrol

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien diabetes tipe 2 (30 kelompok intervensi, 30 kelompok plasebo), rentang usia 40-65 tahun
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak air kering 500 mg dua kali sehari selama 12 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak hisop selama 12 minggu secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah puasa dan HbA1c dibandingkan plasebo. Profil lipid (kolesterol total dan trigliserida) juga membaik, namun tidak terdapat perubahan signifikan pada HDL dan LDL.
  3. Aktivitas Antioksidan dan Kandungan Fenolik Total Ekstrak Etanolik Hyssopus officinalis dari Populasi Berbeda

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental Laboratorium
    Sampel:
    5 populasi tanaman hisop yang dikoleksi dari wilayah Iran, masing-masing dianalisis 3 kali ulangan
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 10-200 µg/mL, diinkubasi selama 30 menit pada uji DPPH
    Temuan:
    Ekstrak etanolik hisop menunjukkan aktivitas penangkap radikal DPPH yang kuat dengan nilai IC50 berkisar 45-72 µg/mL. Kandungan fenolik total berkorelasi positif dengan aktivitas antioksidan, dengan populasi pegunungan memiliki kadar tertinggi.
  4. Aktivitas Antivirus Minyak Atsiri Hyssopus officinalis terhadap Virus Herpes Simpleks Tipe 1 dan Virus Corona Murine

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Kultur sel Vero dan sel L929 yang diinfeksi HSV-1 serta sel DBT yang diinfeksi virus corona murine (MHV)
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 1-100 µg/mL, pemaparan 1 jam sebelum infeksi dan selama 48 jam setelah infeksi
    Temuan:
    Minyak atsiri hisop menunjukkan efek antivirus langsung dengan menghambat replikasi HSV-1 pada konsentrasi 25-50 µg/mL. Pada MHV, minyak atsiri menghambat viral load hingga 60% pada konsentrasi sub-toksik, menunjukkan potensi sebagai kandidat antivirus spektrum luas.
  5. Efek Anti-inflamasi Ekstrak Etanolik Hyssopus officinalis pada Tikus Wistar yang Diinduksi Karagenan

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan, dibagi menjadi 5 kelompok: kontrol negatif, kontrol positif (diklofenak), dan 3 kelompok ekstrak (dosis 100, 200, 400 mg/kgBB)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak diberikan secara oral sehari sekali selama 7 hari sebelum induksi karagenan; pengukuran edema dilakukan setiap 1-6 jam setelah induksi
    Temuan:
    Ekstrak etanolik hisop dosis 400 mg/kgBB menunjukkan efek anti-inflamasi sebanding dengan diklofenak pada edema kaki tikus. Penurunan ekspresi mediator pro-inflamasi TNF-α dan IL-6 diamati pada kelompok ekstrak.
  6. Efektivitas Sirup Hyssopus officinalis sebagai Terapi Tambahan pada Pasien Bronkitis Akut: Studi Klinis Prospektif

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Klinis Non-Random
    Sampel:
    80 pasien bronkitis akut (40 menerima sirup hisop + pengobatan standar, 40 hanya pengobatan standar), usia 18-60 tahun
    Dosis/Durasi:
    Sirup hisop 15 mL tiga kali sehari, setara dengan 3,75 g ekstrak kering per hari, selama 10 hari
    Temuan:
    Penambahan sirup hisop secara signifikan mengurangi frekuensi batuk dan durasi bronkitis dibandingkan kelompok kontrol. Skor keparahan gejala turun 40% setelah 7 hari pengobatan pada kelompok hisop.
  7. Penilaian Keamanan Toksikologi Akut dan Subkronis Ekstrak Hidroalkoholik Hyssopus officinalis pada Tikus

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Toksikologi In Vivo
    Sampel:
    40 tikus Sprague-Dawley (20 jantan, 20 betina) untuk uji akut; 40 tikus untuk uji subkronis 90 hari
    Dosis/Durasi:
    Uji akut: dosis tunggal 2000 dan 5000 mg/kgBB; uji subkronis: dosis 250, 500, 1000 mg/kgBB per oral setiap hari selama 90 hari
    Temuan:
    Tidak ditemukan toksisitas akut pada dosis tunggal hingga 5000 mg/kgBB. Pada uji subkronis, dosis 250 dan 500 mg/kgBB tidak menyebabkan perubahan signifikan pada berat organ, hematologi, dan biokimia darah, meskipun dosis 1000 mg/kgBB meningkatkan enzim hati SGPT.

Advertisement


Cari: