Sampel:
30 tikus Wistar jantan, dibagi menjadi 5 kelompok: kontrol negatif, kontrol positif (diklofenak), dan 3 kelompok ekstrak (dosis 100, 200, 400 mg/kgBB)
Dosis/Durasi:
Ekstrak diberikan secara oral sehari sekali selama 7 hari sebelum induksi karagenan; pengukuran edema dilakukan setiap 1-6 jam setelah induksi
Temuan:
Ekstrak etanolik hisop dosis 400 mg/kgBB menunjukkan efek anti-inflamasi sebanding dengan diklofenak pada edema kaki tikus. Penurunan ekspresi mediator pro-inflamasi TNF-α dan IL-6 diamati pada kelompok ekstrak.