Advertisement
Symphytum officinale atau yang lebih dikenal sebagai comfrey adalah tanaman herbal tahunan dari famili Boraginaceae, berasal dari Eropa dan Asia. Tanaman ini memiliki akar tunggang yang dalam serta daun besar, kasar, dan berbulu halus. Bunga comfrey berbentuk lonceng kecil yang biasanya berwarna ungu, merah muda, atau krem, dan mekar di musim semi hingga musim panas. Ciri khasnya adalah kemampuan regenerasi yang cepat serta pertumbuhan yang subur, sehingga sering dimanfaatkan sebagai tanaman penutup tanah atau pupuk hijau dalam pertanian organik.
Advertisement
Dalam pengobatan tradisional, comfrey telah digunakan sejak zaman Yunani Kuno dan Romawi untuk mempercepat penyembuhan luka, memar, patah tulang, dan peradangan sendi. Kandungan allantoin yang tinggi pada daun dan akar berperan dalam merangsang regenerasi sel dan pertumbuhan jaringan baru. Namun, penggunaan oral sangat tidak dianjurkan karena mengandung alkaloid pirolizidin hepatotoksik yang dapat menyebabkan kerusakan hati. Penggunaan topikal juga perlu hati-hati untuk menghindari luka terbuka yang dalam, karena zat aktifnya dapat diserap ke dalam aliran darah.
Secara ekologis, comfrey memiliki akar yang mampu menambang nutrisi dari lapisan tanah dalam dan mengumpulkannya di daun kaya mineral. Hal ini membuatnya populer sebagai tanaman penumpuk nutrisi dalam sistem permakultur. Meskipun mudah tumbuh dan tahan terhadap berbagai kondisi, comfrey dapat menjadi invasif di beberapa daerah karena penyebaran biji dan potongan akar. Oleh karena itu, penanaman harus terkontrol, dan varietas steril seperti ‘Bocking 14’ sering direkomendasikan untuk mengurangi risiko penyebaran liar.
Manfaat Comfrey untuk kesehatan.
Ekstrak akar komprei mengandung senyawa anti-inflamasi seperti asam rosmarinat dan allantoin. Allantoin merangsang fibroblas dan sintesis kolagen, sementara asam rosmarinat menghambat siklooksigenase (COX-1/COX-2) dan lipooksigenase (5-LOX), menurunkan produksi prostaglandin dan leukotrien serta mengurangi sitokin pro-inflamasi (IL-1β, TNF-α). Efek ini diperkuat melalui penghambatan jalur NF-κB.
Efek anti-inflamasi dan dekongestan dari allantoin dan flavonoid (misalnya quercetin) mengurangi edema lokal dengan menghambat eksudasi kapiler dan meningkatkan drainase limfatik. Asam rosmarinat menekan aktivitas metalloproteinase matriks (MMP) yang merusak jaringan ligamen.
Allantoin mempercepat proliferasi keratinosit dan fibroblas melalui aktivasi reseptor TGF-β, sementara mucilago dan polisakarida membentuk lapisan pelindung yang mempertahankan kelembaban luka. Tanin dan asam fenolik menghambat pertumbuhan bakteri patogen pada permukaan luka.
Sama seperti pada osteoartritis: inhibisi COX/LOX dan modulasi sitokin. Selain itu, efek analgesik lokal dari allantoin dan tanin mengurangi transmisi sinyal nyeri perifer melalui aktivasi reseptor opioid perifer.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Comfrey.