Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efektivitas dan keamanan komprei topikal pada nyeri muskuloskeletal: meta-analisis uji acak terkontrol

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 uji acak terkontrol dengan total 1.105 pasien (osteoartritis lutut, nyeri punggung, dan cedera pergelangan kaki ringan-sedang).
    Dosis/Durasi:
    Salep atau gel ekstrak akar komprei 10%; 2–4 g dioleskan 3 kali sehari selama 7–28 hari.
    Temuan:
    Komprei topikal secara signifikan menurunkan skor nyeri dibandingkan plasebo dengan ukuran efek besar. Kejadian efek samping lokal tergolong ringan dan tidak berbeda bermakna dengan plasebo.
  2. Pengaruh Symphytum officinale terhadap penyembuhan luka pada model hewan: tinjauan sistematis dan meta-analisis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    14 studi hewan (tikus dan mencit) dengan model luka eksisi, sayatan, dan luka bakar.
    Dosis/Durasi:
    Sediaan topikal mengandung ekstrak komprei 1–10%; diberikan 1–2 kali sehari selama 7–21 hari.
    Temuan:
    Ekstrak komprei mempercepat penutupan luka dan meningkatkan persentase kontraksi luka dibandingkan kontrol. Efek penyembuhan luka diduga terkait dengan peningkatan proliferasi fibroblas dan neovaskularisasi.
  3. Efektivitas gel ekstrak akar komprei terhadap nyeri dan kekakuan pada pasien osteoartritis lutut: uji klinis acak tersamar ganda

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Uji Klinis Acak Terkontrol (RCT)
    Sampel:
    80 pasien osteoartritis lutut derajat ringan-sedang, usia 45–75 tahun.
    Dosis/Durasi:
    Gel 10% ekstrak akar komprei, 3 kali sehari selama 12 minggu.
    Temuan:
    Gel ekstrak akar komprei 10% menurunkan skor WOMAC nyeri dan kekakuan secara bermakna setelah 12 minggu dibandingkan plasebo. Tidak ditemukan perbedaan signifikan pada perbaikan fungsi fisik antar kelompok.
  4. Salep komprei mempercepat penyembuhan luka episiotomi pada ibu postpartum: uji klinis acak terkontrol

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Uji Klinis Acak Terkontrol (RCT)
    Sampel:
    90 ibu postpartum dengan episiotomi derajat dua.
    Dosis/Durasi:
    Salep 10% ekstrak akar komprei dioleskan tipis 2 kali sehari selama 14 hari.
    Temuan:
    Salep komprei 10% mempercepat re-epitelialisasi dan menurunkan skor nyeri luka episiotomi pada hari ke-7 dan ke-14 dibandingkan perawatan standar. Angka infeksi luka pada kelompok komprei lebih rendah.
  5. Aktivitas penyembuhan luka ekstrak etanol Symphytum officinale pada luka eksisi tikus diabetes

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi Eksperimental (in vivo)
    Sampel:
    40 tikus Wistar diabetes (induksi streptozotosin) dengan luka eksisi dorsal.
    Dosis/Durasi:
    Krim ekstrak etanol 5% dan 10% dioleskan 1 kali sehari selama 14 hari.
    Temuan:
    Krim ekstrak komprei 5% dan 10% mempercepat penutupan luka, meningkatkan kadar hidroksiprolin, serta mengurangi jumlah sel inflamasi dibandingkan kontrol. Konsentrasi 10% memberikan efek penyembuhan paling optimal.
  6. Efek anti-inflamasi ekstrak akar Symphytum officinale pada sel makrofag RAW264.7 dan model edema telinga mencit

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental (in vitro dan in vivo)
    Sampel:
    Sel RAW264.7 dan 30 mencit Balb/c dengan edema telinga terinduksi TPA.
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 25–200 μg/mL untuk uji in vitro; aplikasi topikal 2,5% ekstrak sekali sehari selama 3 hari untuk uji in vivo.
    Temuan:
    Ekstrak akar komprei menurunkan produksi nitrit oksida serta sitokin TNF-α dan IL-6 pada sel makrofag. Pada mencit, aplikasi topikal komprei mengurangi edema telinga hingga 45% setelah 4 jam.
  7. Ekstrak Symphytum officinale meningkatkan penyembuhan tendon Achilles tikus: studi histomorfometrik

    Tahun:
    2025
    Tipe:
    Studi Eksperimental (in vivo)
    Sampel:
    36 tikus Sprague-Dawley jantan dengan transeksi tendon Achilles.
    Dosis/Durasi:
    Gel 10% ekstrak komprei dioleskan pada area tendon 1 kali sehari selama 21 hari.
    Temuan:
    Aplikasi gel komprei peritendon meningkatkan beban tarik maksimum dan kepadatan kolagen tendon pada hari ke-21. Tidak terdapat perbedaan bermakna pada modulus elastisitas dibandingkan kelompok kontrol.

Advertisement


Cari: