Advertisement
Tanacetum parthenium, atau yang lebih dikenal dengan sebutan feverfew, adalah tanaman herba tahunan dari keluarga Asteraceae yang berasal dari kawasan Balkan dan Asia Kecil, namun kini tersebar luas di seluruh dunia sebagai tanaman obat tradisional. Tanaman ini memiliki ciri khas daun berwarna hijau muda yang terbagi menyirip, serta bunga majemuk berbentuk seperti daisy dengan kelopak putih dan pusat kuning. Aroma daunnya yang tajam dan agak pahit menjadi penanda utama tanaman ini, sering digunakan dalam pengobatan herbal Eropa sejak zaman kuno untuk meredakan demam (sesuai namanya, "feverfew" berarti "penurun demam") dan sakit kepala.
Advertisement
Kandungan bioaktif utama dalam feverfew adalah parthenolide, yaitu senyawa seskuiterpen lakton yang memiliki efek anti-inflamasi, antispasmodik, dan vasodilator. Parthenolide bekerja dengan menghambat pelepasan serotonin dan prostaglandin dari trombosit, serta mencegah kontraksi pembuluh darah otak yang diduga menjadi pemicu migrain. Penelitian modern mendukung penggunaan feverfew untuk pencegahan serangan migrain, mengurangi frekuensi dan intensitasnya. Ekstrak daunnya juga digunakan untuk meredakan nyeri sendi akibat arthritis, demam, serta masalah pencernaan. Namun, efek samping seperti iritasi mulut, sariawan, dan gangguan pencernaan dapat terjadi pada konsumsi berlebihan, dan penggunaannya tidak disarankan bagi ibu hamil karena sifat stimulasi uterusnya.
Meskipun feverfew telah digunakan secara tradisional selama berabad-abad, penggunaannya memerlukan kehati-hatian karena variasi kandungan parthenolide antar tanaman dan bentuk sediaan. Suplemen feverfew sering distandarisasi mengandung 0,2–0,7% parthenolide, namun interaksi dengan obat pengencer darah (seperti warfarin) dan obat antiplatelet perlu diwaspadai. Selain itu, tanaman ini dapat menyebabkan dermatitis kontak pada individu sensitif. Secara keseluruhan, feverfew menawarkan potensi terapi yang signifikan, terutama dalam penanganan migrain, tetapi konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional sangat dianjurkan sebelum menggunakannya sebagai pengobatan rutin.
Manfaat Feverfew untuk kesehatan.
Parthenolide dan tanetin menghambat pelepasan serotonin dari trombosit, memblokir agregasi platelet, dan mengurangi produksi prostaglandin inflamasi melalui inhibisi jalur COX-2 dan NF-κB. Senyawa ini juga memodulasi reseptor 5-HT dan mengurangi sensitivitas saraf trigeminal.
Parthenolide menghambat aktivasi NF-κB dan jalur MAPK, menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-1β, IL-6) dan enzim degradasi tulang rawan (MMP-1, MMP-13). Ekstrak juga memodulasi metabolisme asam arakidonat melalui inhibisi 5-LOX dan COX-2.
Senyawa seskuiterpen lakton menghambat sintesis prostaglandin E2 (PGE2) di hipotalamus melalui inhibisi COX-2 dan modulasi aktivitas fosfolipase A2. Efek ini mirip dengan mekanisme NSAID namun dengan jalur sinyal yang lebih selektif.
Parthenolide bekerja sebagai antagonis kalsium non-selektif pada otot polos uterus, mengurangi kontraksi spasmodik. Selain itu, efek anti-inflamasi menurunkan konsentrasi prostaglandin F2α yang berperan dalam dismenore.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Feverfew.