Advertisement
Tanacetum parthenium, atau yang lebih dikenal dengan sebutan feverfew, adalah tanaman herba tahunan dari keluarga Asteraceae yang berasal dari kawasan Balkan dan Asia Kecil, namun kini tersebar luas di seluruh dunia sebagai tanaman obat tradisional. Tanaman ini memiliki ciri khas daun berwarna hijau muda yang terbagi menyirip, serta bunga majemuk berbentuk seperti daisy dengan kelopak putih dan pusat kuning. Aroma daunnya yang tajam dan agak pahit menjadi penanda utama tanaman ini, sering digunakan dalam pengobatan herbal Eropa sejak zaman kuno untuk meredakan demam (sesuai namanya, "feverfew" berarti "penurun demam") dan sakit kepala.
Tanaman ini asalnya dari wilayah Balkan, tapi sekarang sudah menyebar luas di Eropa dan Amerika Utara. Suka banget sama tempat yang kena sinar matahari cukup atau agak teduh, dan biasanya tumbuh subur di tanah yang gembur dengan drainase yang baik. Sering dianggap sebagai tanaman liar di pinggir jalan atau lahan terbuka. Karakteristik/ciri-ciri Feverfew (Tanacetum parthenium):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Tanaman herba menahun yang tumbuh tegak, tingginya bisa mencapai 30-80 cm, dengan banyak cabang. |
| Batang | Batangnya cenderung kaku, berkayu di bagian bawah, dan permukaannya bisa sedikit berbulu atau halus. |
| Daun | Daunnya berwarna hijau kekuningan, aromatik (punya bau khas yang agak tajam kalau diremas), bentuknya menyirip, dan tepiannya berlekuk atau bergerigi. |
| Bunga | Bentuknya mirip bunga daisy kecil dengan kelopak putih di pinggir dan bagian tengah (cakram) berwarna kuning cerah. Bunganya muncul dalam kelompok di ujung batang. |
| Akar | Sistem akarnya cukup kuat dan berserat, bikin tanaman ini bisa bertahan hidup dengan baik di berbagai kondisi tanah. |
7 Manfaat Feverfew untuk kesehatan.
Parthenolide dan tanetin menghambat pelepasan serotonin dari trombosit, memblokir agregasi platelet, dan mengurangi produksi prostaglandin inflamasi melalui inhibisi jalur COX-2 dan NF-κB. Senyawa ini juga memodulasi reseptor 5-HT dan mengurangi sensitivitas saraf trigeminal.
Parthenolide menghambat aktivasi NF-κB dan jalur MAPK, menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-1β, IL-6) dan enzim degradasi tulang rawan (MMP-1, MMP-13). Ekstrak juga memodulasi metabolisme asam arakidonat melalui inhibisi 5-LOX dan COX-2.
Senyawa seskuiterpen lakton menghambat sintesis prostaglandin E2 (PGE2) di hipotalamus melalui inhibisi COX-2 dan modulasi aktivitas fosfolipase A2. Efek ini mirip dengan mekanisme NSAID namun dengan jalur sinyal yang lebih selektif.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Feverfew.
Interaksi & Kontraindikasi Feverfew dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Feverfew (Tanacetum parthenium) umumnya digunakan sebagai pengobatan herbal untuk pencegahan migrain dan meredakan nyeri inflamasi. Meskipun secara umum dapat ditoleransi dengan baik oleh sebagian besar orang, konsumsi tanaman ini dapat memicu berbagai efek samping, terutama pada saluran pencernaan. Keluhan gastrointestinal yang sering dilaporkan meliputi mual, muntah, nyeri perut, gangguan pencernaan (dispepsia), diare, dan flatulensi. Selain itu, penggunaan daun feverfew segar secara langsung di dalam rongga mulut dapat menyebabkan kondisi yang disebut 'mouth syndrome', yang ditandai dengan ulserasi mukosa mulut, pembengkakan bibir, lidah, atau pipi, serta rasa terbakar atau hilangnya rasa sementara.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Feverfew.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Feverfew.