Feverfew

Feverfew | Tanacetum parthenium
Nama
Feverfew (Feverfew)
Nama Latin/Ilmiah
Tanacetum parthenium
Bagian Digunakan
Daun, Bunga
Rasa
Bitter
Nama Lain
Mutterkraut (Jerman), grande camomille (Prancis), partenio (Italia), matricaria (Spanyol)
Asal
Balkan, Anatolia, Kaukasus
Kandungan Utama
Partenolid

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Feverfew

Tanacetum parthenium, atau yang lebih dikenal dengan sebutan feverfew, adalah tanaman herba tahunan dari keluarga Asteraceae yang berasal dari kawasan Balkan dan Asia Kecil, namun kini tersebar luas di seluruh dunia sebagai tanaman obat tradisional. Tanaman ini memiliki ciri khas daun berwarna hijau muda yang terbagi menyirip, serta bunga majemuk berbentuk seperti daisy dengan kelopak putih dan pusat kuning. Aroma daunnya yang tajam dan agak pahit menjadi penanda utama tanaman ini, sering digunakan dalam pengobatan herbal Eropa sejak zaman kuno untuk meredakan demam (sesuai namanya, "feverfew" berarti "penurun demam") dan sakit kepala.

Baca Lebih Lanjut
Update: 27 Agu 2026 - 00:43:11
 

II. Ciri-ciri Feverfew

Tanaman ini asalnya dari wilayah Balkan, tapi sekarang sudah menyebar luas di Eropa dan Amerika Utara. Suka banget sama tempat yang kena sinar matahari cukup atau agak teduh, dan biasanya tumbuh subur di tanah yang gembur dengan drainase yang baik. Sering dianggap sebagai tanaman liar di pinggir jalan atau lahan terbuka. Karakteristik/ciri-ciri Feverfew (Tanacetum parthenium):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Tanaman herba menahun yang tumbuh tegak, tingginya bisa mencapai 30-80 cm, dengan banyak cabang.
Batang Batangnya cenderung kaku, berkayu di bagian bawah, dan permukaannya bisa sedikit berbulu atau halus.
Daun Daunnya berwarna hijau kekuningan, aromatik (punya bau khas yang agak tajam kalau diremas), bentuknya menyirip, dan tepiannya berlekuk atau bergerigi.
Bunga Bentuknya mirip bunga daisy kecil dengan kelopak putih di pinggir dan bagian tengah (cakram) berwarna kuning cerah. Bunganya muncul dalam kelompok di ujung batang.
Akar Sistem akarnya cukup kuat dan berserat, bikin tanaman ini bisa bertahan hidup dengan baik di berbagai kondisi tanah.

III. Manfaat Feverfew

7 Manfaat Feverfew untuk kesehatan.

  1. Profilaksis Migrain

    Parthenolide dan tanetin menghambat pelepasan serotonin dari trombosit, memblokir agregasi platelet, dan mengurangi produksi prostaglandin inflamasi melalui inhibisi jalur COX-2 dan NF-κB. Senyawa ini juga memodulasi reseptor 5-HT dan mengurangi sensitivitas saraf trigeminal.

    Senyawa Aktif: Parthenolide, Tanetin, Seskuiterpen lakton
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi pada Osteoartritis

    Parthenolide menghambat aktivasi NF-κB dan jalur MAPK, menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-1β, IL-6) dan enzim degradasi tulang rawan (MMP-1, MMP-13). Ekstrak juga memodulasi metabolisme asam arakidonat melalui inhibisi 5-LOX dan COX-2.

    Senyawa Aktif: Parthenolide, Krisantenil asetat, Apigenin
    Tampilkan
  3. Antipiretik (Penurun Demam)

    Senyawa seskuiterpen lakton menghambat sintesis prostaglandin E2 (PGE2) di hipotalamus melalui inhibisi COX-2 dan modulasi aktivitas fosfolipase A2. Efek ini mirip dengan mekanisme NSAID namun dengan jalur sinyal yang lebih selektif.

    Senyawa Aktif: Parthenolide, Kamfer, Krisantenil asetat
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


IV. Kandungan Feverfew

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Feverfew.

  1. Parthenolide

    Golongan: Seskuiterpen Lakton
    Bagian Tanaman: Daun (kadang bunga dan batang)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi (inhibisi NF-κB), Antimigrain (inhibisi Pelepasan Serotonin Dan Prostaglandin), Dan Sitotoksik Terhadap Sel Kanker (induksi Apoptosis).
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan (penangkal Radikal Bebas), Antiinflamasi (inhibisi COX-2 Dan INOS), Dan Neuroprotektif (modulasi Reseptor GABA).
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi (inhibisi MAPK Dan NF-κB), Dan Antikanker (induksi Apoptosis Pada Sel Tumor).
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Feverfew

Interaksi & Kontraindikasi Feverfew dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan jangka pendek oleh dewasa sehat sesuai dosis anjuran

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Umumnya aman digunakan hingga 4 bulan; hentikan jika timbul ulserasi atau iritasi rongga mulut, mual, atau gangguan pencernaan. (Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database)

  2. Penggunaan bersamaan dengan Penggunaan bersama obat antidiabetes (misalnya metformin, insulin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Feverfew dapat menurunkan kadar glukosa darah. Pantau gula darah secara teratur dan waspadai hipoglikemia; konsultasikan dengan dokter sebelum dikombinasikan. (Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database)

  3. Penggunaan bersamaan dengan Penggunaan bersama obat antihipertensi (misalnya ACE inhibitor, ARB, diuretik)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Efek penurunan tekanan darah dapat meningkat dan menyebabkan hipotensi. Pantau tekanan darah secara berkala; mungkin perlu penyesuaian dosis. (Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database)

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+8)

VI. Efek Samping Feverfew

Feverfew (Tanacetum parthenium) umumnya digunakan sebagai pengobatan herbal untuk pencegahan migrain dan meredakan nyeri inflamasi. Meskipun secara umum dapat ditoleransi dengan baik oleh sebagian besar orang, konsumsi tanaman ini dapat memicu berbagai efek samping, terutama pada saluran pencernaan. Keluhan gastrointestinal yang sering dilaporkan meliputi mual, muntah, nyeri perut, gangguan pencernaan (dispepsia), diare, dan flatulensi. Selain itu, penggunaan daun feverfew segar secara langsung di dalam rongga mulut dapat menyebabkan kondisi yang disebut 'mouth syndrome', yang ditandai dengan ulserasi mukosa mulut, pembengkakan bibir, lidah, atau pipi, serta rasa terbakar atau hilangnya rasa sementara.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Feverfew

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Feverfew.

  1. Feverfew (Tanacetum parthenium) untuk profilaksis migrain: tinjauan sistematis dan meta-analisis uji acak terkontrol

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Feverfew menurunkan frekuensi serangan migrain bulanan secara signifikan dibandingkan plasebo, dan efek samping yang dilaporkan umumnya ringan. Tingginya heterogenitas dosis dan durasi menjadi keterbatasan.
    Tampilkan
  2. Efek ekstrak Tanacetum parthenium terhadap frekuensi serangan migrain tanpa aura: uji klinis acak tersamar ganda

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Ekstrak feverfew 150 mg dua kali sehari mengurangi rata-rata serangan migrain per bulan dibandingkan plasebo. Skor keparahan nyeri dan penggunaan obat akut juga menurun.
    Tampilkan
  3. Tinjauan sistematis aktivitas farmakologis Tanacetum parthenium dan parthenolide pada penyakit inflamasi dan neurodegeneratif

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Parthenolide, seskuiterpen lakton utama feverfew, menunjukkan aktivitas antiinflamasi, antioksidan, dan neuroprotektif. Sebagian besar bukti masih berasal dari studi preklinis.
    Tampilkan

VIII. FAQ Feverfew

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Feverfew.

Apa itu feverfew dan apa kandungan kimia utamanya?
Feverfew (Tanacetum parthenium) adalah tanaman herbal dari famili Asteraceae. Daunnya mengandung seskuiterpen lakton, terutama parthenolide, serta flavonoid seperti luteolin dan amentoflavon. Parthenolide dianggap sebagai senyawa aktif utama yang berkontribusi pada efek anti-inflamasi dan antimigren. Referensi: Pareek et al., Pharmacognosy Reviews, 2011
Bagaimana dosis dan cara konsumsi feverfew yang umum digunakan?
Pada sejumlah uji klinis, bubuk daun feverfew kering yang digunakan dalam bentuk kapsul umumnya sekitar 50–82 mg per hari, sering kali distandarkan pada kandungan 0,2–0,4% parthenolide. Sebaiknya diminum bersama makanan untuk mengurangi efek mual. Karena produk komersial tidak seragam, penting untuk mengikuti petunjuk label dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Referensi: Wider et al., Cochrane Database of Systematic Reviews, 2015
Apakah feverfew efektif untuk mencegah migrain?
Beberapa uji klinis melaporkan penurunan frekuensi serangan migrain dibandingkan plasebo, tetapi hasilnya tidak konsisten. Tinjauan Cochrane menyimpulkan bahwa bukti manfaat feverfew untuk pencegahan migrain masih terbatas dan diperlukan penelitian lebih lanjut. Feverfew tidak boleh menggantikan obat migrain resep tanpa pengawasan dokter. Referensi: Wider et al., Cochrane Database of Systematic Reviews, 2015; Ernst & Pittler, Drug Safety, 2000
Apa efek samping yang mungkin timbul pada penggunaan feverfew?
Efek samping yang dilaporkan umumnya ringan, antara lain luka/ulkus di mulut, mual, gangguan pencernaan, kembung, dan dermatitis kontak pada orang sensitif. Orang yang alergi terhadap tanaman Asteraceae seperti krisan atau bunga matahari lebih berisiko mengalami reaksi alergi. Penghentian setelah penggunaan jangka panjang juga pernah dilaporkan memunculkan nyeri sendi, kelelahan, atau sakit kepala yang disebut post-feverfew syndrome. Referensi: Ernst & Pittler, Drug Safety, 2000
Apakah feverfew aman untuk ibu hamil, menyusui, bayi, dan anak?
Tidak. Feverfew tidak aman untuk ibu hamil karena dapat menstimulasi kontraksi rahim dan berpotensi menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur. Keamanan untuk ibu menyusui belum diketahui, dan belum ada data keamanan yang memadai untuk bayi dan anak, sehingga kelompok ini sebaiknya menghindari feverfew. Referensi: Ernst E., BJOG, 2002; European Medicines Agency, 2011
Bagaimana interaksi feverfew dengan obat-obatan?
Feverfew dilaporkan dapat menghambat agregasi trombosit sehingga berisiko meningkatkan efek obat antikoagulan seperti warfarin dan heparin, serta obat antiplatelet seperti aspirin dan klopidogrel. Kombinasi dengan NSAID seperti ibuprofen juga secara teoretis dapat meningkatkan risiko perdarahan. Jika Anda sedang mengonsumsi obat pengencer darah, hindari feverfew tanpa persetujuan dokter. Referensi: Izzo & Ernst, Drugs, 2009
Apakah feverfew dapat digunakan untuk mengobati demam atau radang sendi?
Secara historis, feverfew digunakan sebagai antipiretik untuk demam, tetapi bukti modern untuk efek tersebut tidak memadai. Pada rheumatoid arthritis, satu uji klinis kecil tidak menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan plasebo. Oleh karena itu, feverfew tidak direkomendasikan sebagai pengobatan utama demam atau radang sendi. Referensi: Pattrick et al., Annals of the Rheumatic Diseases, 1989
Apakah aman mengonsumsi feverfew setiap hari dalam jangka panjang?
Uji klinis umumnya menggunakan feverfew dalam waktu 4–6 bulan, sedangkan keamanan setelah penggunaan bertahun-tahun belum diteliti dengan baik. Penghentian mendadak setelah penggunaan lama telah dikaitkan dengan post-feverfew syndrome. Karena data jangka panjang terbatas, sebaiknya feverfew digunakan hanya selama diperlukan dan di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Referensi: Ernst & Pittler, Drug Safety, 2000

Calendula

Calendula officinalis

Kompring

Symphytum officinale

Cari: