• Herbapedia.id

Calendula

Calendula officinalis
Calendula
Nama: Calendula
Nama Latin/Ilmiah: Calendula officinalis
Famili: Asteraceae

Kandungan:
Triterpenoid, flavonoid, saponin, karotenoid
Nama Lain:
Pot marigold (Inggris), Ringelblume (Jerman), Souci (Perancis), Caléndula (Spanyol), Goudsbloem (Belanda)
Asal:
Eropa selatan, Mediterania
Bagian Utama:
Bunga
Rasa:
Bitter, Pungent, Salty

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Calendula

Calendula officinalis, yang lebih dikenal sebagai marigold pot atau calendula, adalah tanaman berbunga dari keluarga Asteraceae yang berasal dari kawasan Eropa Selatan dan Asia Barat. Tanaman ini telah dibudidayakan secara luas selama berabad-abad karena bunganya yang berwarna oranye terang hingga kuning cerah. Secara morfologi, sporofit herba ini tumbuh tegak hingga setinggi 50 cm dengan daun lanset yang berbau aromatik. Bunga calendula memiliki struktur khas berupa ligula atau "petal" yang tersusun dalam kapitulum, dan sering kali menutup di malam hari atau cuaca mendung, menunjukkan sifat heliotropisme humektif. Keunikan lainnya adalah ketahanannya terhadap kondisi tanah marginal, menjadikannya tanaman perintis yang mudah tumbuh di berbagai iklim.

Advertisement

Dalam pengobatan tradisional dan fitoterapi modern, Calendula officinalis terkenal karena sifat antiinflamasi, antiseptik, dan penyembuhan luka. Ekstrak bunganya mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid (misalnya quercetin dan isorhamnetin), triterpenoid (seperti faradiol dan amidiol), serta karotenoid yang memberikan warna khas. Secara topikal, salep atau krim berbasis calendula digunakan untuk mengobati luka ringan, luka bakar, dermatitis, dan ruam popok. Aktivitasnya dalam mempercepat regenerasi jaringan dan mengurangi peradangan telah dikonfirmasi oleh sejumlah studi klinis. Selain itu, calendula juga dikonsumsi secara oral dalam bentuk teh atau tincture untuk meredakan gangguan pencernaan dan menstruasi, meskipun penggunaannya harus hati-hati pada wanita hamil karena efek emmenagognya.

Secara historis, Calendula officinalis telah digunakan sejak zaman Yunani dan Romawi kuno, dan bahkan tercatat dalam farmakope abad pertengahan seperti "Herbarium" karya John Gerard. Di era modern, tanaman ini dibudidayakan tidak hanya untuk farmasi tetapi juga sebagai tanaman hias dan bahan pewarna alami dalam kosmetik dan makanan. Budidayanya relatif mudah: membutuhkan sinar matahari penuh, drainase baik, dan air secukupnya. Pancaran warna cerahnya juga menarik serangga penyerbuk, sehingga sering ditanam di kebun sebagai tanaman companion untuk mengusir hama. Penelitian terbaru terus mengeksplorasi potensi calendula sebagai antikanker dan antivirus, khususnya karena senyawa triterpenoid dan polisakaridanya yang memiliki aktivitas imunomodulasi. Dengan demikian, Calendula officinalis tetap menjadi tanaman multifungsi yang relevan dari perspektif botani, medis, dan ekologi.

Update: 30 Jul 2026 - 19:16:41

 

II. Manfaat Calendula

Manfaat Calendula untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan Nyeri Sendi (Osteoarthritis Lutut)

    Penghambatan enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan 5-lipoksigenase (5-LOX) oleh triterpenoid (faradiol, asam oleanolat) sehingga mengurangi sintesis prostaglandin dan leukotrien. Juga menghambat aktivasi jalur NF-κB yang menurunkan ekspresi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6).

    Senyawa Aktif: Faradiol, Asam Oleanolat, Asam Ursolat
    Tampilkan
  2. Penyembuhan Luka (Luka Akut dan Kronis)

    Stimulasi proliferasi fibroblas dan sintesis kolagen melalui peningkatan faktor pertumbuhan TGF-β1 serta aktivasi jalur MAPK/ERK. Flavonoid (quercetin, kaempferol) dan kalendulosida mempercepat angiogenesis dan epitelisasi.

    Senyawa Aktif: Kalendulosida (saponin triterpen), Kuersetin, Kaempferol
    Tampilkan
  3. Dermatitis Radiasi pada Pasien Kanker Payudara

    Efek antioksidan dan anti-inflamasi: triterpenoid dan karotenoid menetralkan radikal bebas yang diinduksi radiasi, menghambat aktivasi NF-κB, dan menurunkan ekspresi COX-2 serta sitokin kemotaktik.

    Senyawa Aktif: Asam Oleanolat, Lutein, β-Karoten
    Tampilkan
  4. Aktivitas Antimikroba (Kulit dan Mukosa)

    Saponin dan minyak atsiri (kariofilena, δ-kadinena) merusak membran sel bakteri dan jamur, menghambat pembentukan biofilm. Aktif terhadap bakteri Gram-positif (Staphylococcus aureus) dan Candida albicans.

    Senyawa Aktif: Taraksasterol, α-Amirin, Kariofilena, δ-Kadinena
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Calendula

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Calendula.

  1. Faradiol

    Golongan: Triterpenoid
    Bagian Tanaman: Bunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi Dengan Menghambat Siklooksigenase-2 Dan Produksi Sitokin Proinflamasi.
    Tampilkan
  2. Calenduladiol

    Golongan: Triterpenoid
    Bagian Tanaman: Bunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba Terhadap Staphylococcus Aureus Dan Escherichia Coli; Juga Aktivitas Antiinflamasi.
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Bunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Kuat, Antiinflamasi, Dan Mempercepat Penyembuhan Luka Melalui Penghambatan Enzim Tirosin Kinase.
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

Yarrow

Achillea millefolium

Feverfew

Tanacetum parthenium