Calendula

Pot Marigold | Calendula officinalis
Calendula
Nama
Calendula (Pot Marigold)
Nama Latin/Ilmiah
Calendula officinalis
Bagian Digunakan
Bunga
Rasa
Bitter, Pungent, Salty

Nama Lain
Pot marigold (Inggris), Ringelblume (Jerman), Souci (Perancis), Caléndula (Spanyol), Goudsbloem (Belanda)
Asal
Eropa selatan, Mediterania
Kandungan Utama
Triterpenoid, flavonoid, saponin, karotenoid

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Calendula

Calendula officinalis, yang lebih dikenal sebagai marigold pot atau calendula, adalah tanaman berbunga dari keluarga Asteraceae yang berasal dari kawasan Eropa Selatan dan Asia Barat. Tanaman ini telah dibudidayakan secara luas selama berabad-abad karena bunganya yang berwarna oranye terang hingga kuning cerah. Secara morfologi, sporofit herba ini tumbuh tegak hingga setinggi 50 cm dengan daun lanset yang berbau aromatik. Bunga calendula memiliki struktur khas berupa ligula atau "petal" yang tersusun dalam kapitulum, dan sering kali menutup di malam hari atau cuaca mendung, menunjukkan sifat heliotropisme humektif. Keunikan lainnya adalah ketahanannya terhadap kondisi tanah marginal, menjadikannya tanaman perintis yang mudah tumbuh di berbagai iklim.

Baca Lebih Lanjut
Update: 26 Agu 2026 - 18:41:37
 

II. Ciri-ciri Calendula

Tanaman ini berasal dari wilayah Mediterania. Biasanya suka tempat yang terbuka dengan sinar matahari penuh dan tanah yang punya drainase baik. Sangat adaptif dan sering dijadikan tanaman hias di kebun rumah. Karakteristik/ciri-ciri Calendula (Calendula officinalis):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Memiliki sistem perakaran tunggang yang cukup kuat untuk menopang batang.
Batang Batangnya tegak, berbulu halus, dan bercabang dengan tekstur yang sedikit lengket.
Daun Bentuknya memanjang atau lanset (seperti lidah), tepinya rata atau agak bergerigi, dan warnanya hijau segar.
Bunga Tipe bunga majemuk (kapitulum) dengan warna cerah seperti kuning atau oranye. Terdiri dari bunga pita di bagian pinggir dan bunga tabung di bagian tengah.
Buah Dan Biji Buahnya berbentuk melengkung, kasar, dan memiliki duri-duri kecil di permukaannya, biasanya disebut sebagai akena.

III. Manfaat Calendula

8 Manfaat Calendula untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan Nyeri Sendi (Osteoarthritis Lutut)

    Penghambatan enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan 5-lipoksigenase (5-LOX) oleh triterpenoid (faradiol, asam oleanolat) sehingga mengurangi sintesis prostaglandin dan leukotrien. Juga menghambat aktivasi jalur NF-κB yang menurunkan ekspresi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6).

    Senyawa Aktif: Faradiol, Asam Oleanolat, Asam Ursolat
    Tampilkan
  2. Penyembuhan Luka (Luka Akut dan Kronis)

    Stimulasi proliferasi fibroblas dan sintesis kolagen melalui peningkatan faktor pertumbuhan TGF-β1 serta aktivasi jalur MAPK/ERK. Flavonoid (quercetin, kaempferol) dan kalendulosida mempercepat angiogenesis dan epitelisasi.

    Senyawa Aktif: Kalendulosida (saponin triterpen), Kuersetin, Kaempferol
    Tampilkan
  3. Dermatitis Radiasi pada Pasien Kanker Payudara

    Efek antioksidan dan anti-inflamasi: triterpenoid dan karotenoid menetralkan radikal bebas yang diinduksi radiasi, menghambat aktivasi NF-κB, dan menurunkan ekspresi COX-2 serta sitokin kemotaktik.

    Senyawa Aktif: Asam Oleanolat, Lutein, β-Karoten
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Calendula

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Calendula.

  1. Faradiol

    Golongan: Triterpenoid
    Bagian Tanaman: Bunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi Dengan Menghambat Siklooksigenase-2 Dan Produksi Sitokin Proinflamasi.
    Tampilkan
  2. Calenduladiol

    Golongan: Triterpenoid
    Bagian Tanaman: Bunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba Terhadap Staphylococcus Aureus Dan Escherichia Coli; Juga Aktivitas Antiinflamasi.
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Bunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Kuat, Antiinflamasi, Dan Mempercepat Penyembuhan Luka Melalui Penghambatan Enzim Tirosin Kinase.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Calendula

Interaksi & Kontraindikasi Calendula dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kontak dengan mata atau membran mukosa

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Hindari aplikasi langsung pada mata/mukosa karena dapat menyebabkan iritasi. Jika terjadi kontak, bilas dengan air bersih. Referensi: EMA/HMPC, Calendula flos monograph, 2018.

  2. Menyusui

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan oral karena data keamanan pada bayi belum mencukupi. Topikal pada luka kecil hanya jika diperlukan dan di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Referensi: EMA/HMPC, Calendula flos assessment report, 2018.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (ACE-inhibitor, calcium channel blocker, dll.)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Calendula dapat menurunkan tekanan darah. Kombinasi dengan obat antihipertensi berpotensi menyebabkan hipotensi. Monitor tekanan darah secara berkala. Referensi: Natural Medicines, Calendula monograph, 2023.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+6)

VI. Efek Samping Calendula

Calendula (Calendula officinalis) umumnya dianggap aman ketika digunakan secara topikal (pada kulit) untuk berbagai kondisi seperti luka ringan, inflamasi, dan dermatitis. Namun, efek samping yang paling sering dilaporkan adalah reaksi alergi kontak, terutama pada individu yang sensitif terhadap tanaman dari keluarga Asteraceae/Compositae (seperti daisy, chrysanthemum, dan ragweed). Gejala alergi ini meliputi kemerahan pada kulit, pruritus (gatal-gatal), ruam makulopapular, dan pada kasus yang lebih jarang, dermatitis kontak alergi yang parah akibat kandungan lakton seskuiterpen di dalamnya.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Calendula

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Calendula.

  1. Efikasi Calendula officinalis terhadap penyembuhan luka: tinjauan sistematis dan meta-analisis studi acak terkendali

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Calendula officinalis secara signifikan mempercepat penyembuhan luka dan mengurangi skor inflamasi dibandingkan dengan kontrol. Efek paling konsisten terlihat pada luka bakar derajat dua dan ulkus kaki diabetik.
    Tampilkan
  2. Efek salep Calendula officinalis terhadap dermatitis radiasi akut pada pasien kanker payudara

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Salep Calendula officinalis 5% menurunkan insidensi dan derajat dermatitis radiasi dibandingkan dengan perawatan standar. Pasien juga melaporkan penurunan nyeri dan rasa gatal tanpa efek samping sistemik yang bermakna.
    Tampilkan
  3. Obat kumur Calendula officinalis untuk pencegahan mukositis oral akibat kemoterapi

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Obat kumur Calendula officinalis 10% menurunkan insidensi mukositis oral derajat 2 atau lebih berat dan menunda waktu munculnya mukositis. Keluhan sensasi terbakar di rongga mulut juga lebih ringan dibandingkan kelompok kontrol.
    Tampilkan

VIII. FAQ Calendula

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Calendula.

Apa saja kandungan fitokimia utama dalam Calendula officinalis?
Bunga calendula mengandung triterpenoid (faradiol, calenduladiol, dan glikosida asam oleanolat), flavonoid (kuersetin, isorhamnetin), karotenoid (lutein, zeaxanthin, beta-karoten), minyak atsiri, serta polisakarida. Triterpenoid dan flavonoid berperan dalam efek anti-inflamasi dan antioksidan, sedangkan karotenoid memberikan pigmen oranye pada kelopak. (Referensi: Muley et al., 2009; European Medicines Agency, 2018)
Bagaimana cara penggunaan sehari-hari yang tepat dan aman?
Untuk luka kecil atau iritasi kulit ringan, gunakan krim atau salep ekstrak calendula yang terdaftar sebagai produk herbal. Untuk kompres, seduh 1–2 gram bunga kering dalam satu cangkir air panas selama 10 menit, saring, dinginkan, lalu oleskan pada kulit utuh. Jangan gunakan pada luka terbuka yang dalam, luka terinfeksi, atau mata. (Referensi: European Medicines Agency, 2018)
Apakah calendula bisa dikonsumsi sebagai makanan atau minuman?
Kelopak Calendula officinalis termasuk edible flower dan dapat ditambahkan ke salad, sebagai garnish, atau diseduh menjadi teh. Dari sisi gizi, kelopaknya mengandung lutein dan zeaxanthin yang dikenal sebagai pigmen antioksidan, tetapi konsumsinya tidak dapat diandalkan sebagai sumber utama nutrisi. Pastikan bunga berasal dari sumber pangan yang bebas pestisida dan bukan jenis hias (Tagetes). (Referensi: Newall et al., 1996; Muley et al., 2009)
Apa efek samping yang perlu diwaspadai?
Efek samping paling umum adalah dermatitis kontak alergi, terutama pada orang yang sensitif terhadap famili Asteraceae (misalnya krisan, ragweed, ambrosia). Gejala berupa kemerahan, gatal, atau bengkak; hentikan segera jika muncul. Konsumsi oral dalam jumlah besar dapat menyebabkan mual dan gangguan saluran cerna. (Referensi: Newall et al., 1996; European Medicines Agency, 2018)
Apakah calendula aman digunakan pada bayi dan anak-anak?
Penggunaan oral pada bayi dan anak tidak dianjurkan karena data keamanan tidak memadai. Penggunaan topikal pada luka kecil di kulit utuh dapat dilakukan dengan pengawasan tenaga kesehatan, tetapi hindari penggunaan pada area luas pada bayi di bawah 2 tahun. Lakukan uji tempel di area kecil kulit terlebih dahulu. (Referensi: Mills & Bone, 2005; European Medicines Agency, 2018)
Apakah calendula aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak dianjurkan selama kehamilan, terutama sediaan oral, karena efek emmenagog (merangsang menstruasi) dan potensi memengaruhi tonus rahim. Belum ada data keamanan yang cukup untuk ibu menyusui, jadi hindari sediaan konsentrat kecuali atas rekomendasi dokter. (Referensi: Mills & Bone, 2005; European Medicines Agency, 2018)
Apa manfaat klinis yang didukung bukti ilmiah?
Manfaat dengan dukungan bukti terbaik adalah pengobatan luka kecil, peradangan kulit ringan, radang mukosa mulut, dan membantu penyembuhan luka setelah perawatan kulit. European Medicines Agency mengakui indikasi penggunaan tradisional dan penggunaan mapan untuk kondisi tersebut. Calendula tidak digunakan untuk luka terbuka besar, luka bakar sedang-berat, atau infeksi bakteri tanpa pengobatan medis. (Referensi: European Medicines Agency, 2018)
Bisakah calendula berinteraksi dengan obat-obatan lain?
Interaksi klinis yang kuat belum terdokumentasi, tetapi karena efek anti-inflamasi dan imunomodulatorinya secara teoritis dapat berinteraksi dengan obat imunosupresan. Orang yang menjalani pengobatan rutin, terutama yang memiliki alergi terhadap Asteraceae, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan sediaan konsentrat. (Referensi: Williamson et al., 2013)

Daun Seribu

Achillea millefolium

Feverfew

Tanacetum parthenium

Cari: