Advertisement
Calendula officinalis, yang lebih dikenal sebagai marigold pot atau calendula, adalah tanaman berbunga dari keluarga Asteraceae yang berasal dari kawasan Eropa Selatan dan Asia Barat. Tanaman ini telah dibudidayakan secara luas selama berabad-abad karena bunganya yang berwarna oranye terang hingga kuning cerah. Secara morfologi, sporofit herba ini tumbuh tegak hingga setinggi 50 cm dengan daun lanset yang berbau aromatik. Bunga calendula memiliki struktur khas berupa ligula atau "petal" yang tersusun dalam kapitulum, dan sering kali menutup di malam hari atau cuaca mendung, menunjukkan sifat heliotropisme humektif. Keunikan lainnya adalah ketahanannya terhadap kondisi tanah marginal, menjadikannya tanaman perintis yang mudah tumbuh di berbagai iklim.
Tanaman ini berasal dari wilayah Mediterania. Biasanya suka tempat yang terbuka dengan sinar matahari penuh dan tanah yang punya drainase baik. Sangat adaptif dan sering dijadikan tanaman hias di kebun rumah. Karakteristik/ciri-ciri Calendula (Calendula officinalis):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar | Memiliki sistem perakaran tunggang yang cukup kuat untuk menopang batang. |
| Batang | Batangnya tegak, berbulu halus, dan bercabang dengan tekstur yang sedikit lengket. |
| Daun | Bentuknya memanjang atau lanset (seperti lidah), tepinya rata atau agak bergerigi, dan warnanya hijau segar. |
| Bunga | Tipe bunga majemuk (kapitulum) dengan warna cerah seperti kuning atau oranye. Terdiri dari bunga pita di bagian pinggir dan bunga tabung di bagian tengah. |
| Buah Dan Biji | Buahnya berbentuk melengkung, kasar, dan memiliki duri-duri kecil di permukaannya, biasanya disebut sebagai akena. |
8 Manfaat Calendula untuk kesehatan.
Penghambatan enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan 5-lipoksigenase (5-LOX) oleh triterpenoid (faradiol, asam oleanolat) sehingga mengurangi sintesis prostaglandin dan leukotrien. Juga menghambat aktivasi jalur NF-κB yang menurunkan ekspresi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6).
Stimulasi proliferasi fibroblas dan sintesis kolagen melalui peningkatan faktor pertumbuhan TGF-β1 serta aktivasi jalur MAPK/ERK. Flavonoid (quercetin, kaempferol) dan kalendulosida mempercepat angiogenesis dan epitelisasi.
Efek antioksidan dan anti-inflamasi: triterpenoid dan karotenoid menetralkan radikal bebas yang diinduksi radiasi, menghambat aktivasi NF-κB, dan menurunkan ekspresi COX-2 serta sitokin kemotaktik.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Calendula.
Interaksi & Kontraindikasi Calendula dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Calendula (Calendula officinalis) umumnya dianggap aman ketika digunakan secara topikal (pada kulit) untuk berbagai kondisi seperti luka ringan, inflamasi, dan dermatitis. Namun, efek samping yang paling sering dilaporkan adalah reaksi alergi kontak, terutama pada individu yang sensitif terhadap tanaman dari keluarga Asteraceae/Compositae (seperti daisy, chrysanthemum, dan ragweed). Gejala alergi ini meliputi kemerahan pada kulit, pruritus (gatal-gatal), ruam makulopapular, dan pada kasus yang lebih jarang, dermatitis kontak alergi yang parah akibat kandungan lakton seskuiterpen di dalamnya.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Calendula.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Calendula.