Advertisement
Achillea millefolium, yang lebih dikenal sebagai yarrow, adalah tumbuhan herba menahun dari famili Asteraceae. Tanaman ini memiliki ciri khas daun majemuk menyirip ganda yang sangat terbagi halus, menyerupai bulu-bulu halus, serta bunga majemuk berbentuk corymb yang umumnya berwarna putih atau merah muda. Yarrow tumbuh liar di padang rumput, tepi jalan, dan area beriklim sedang di seluruh dunia. Nama genusnya diambil dari pahlawan mitologi Yunani, Achilles, yang konon menggunakan tanaman ini untuk mengobati luka prajuritnya di Perang Troya—sebuah indikasi awal akan khasiat penyembuhannya yang legendaris.
Advertisement
Dalam pengobatan tradisional, yarrow telah lama digunakan sebagai tanaman yang memiliki sifat anti-inflamasi, antiseptik, dan hemostatik. Bagian aerial tanaman, terutama daun dan bunganya, sering dijadikan infus atau salep untuk mempercepat penyembuhan luka, menghentikan pendarahan, serta meredakan demam dan gangguan pencernaan. Kandungan senyawa aktif seperti azulene, flavonoid, dan tanin dianggap berperan dalam efek farmakologis tersebut. Selain itu, yarrow juga dikenal dalam pengobatan herbal sebagai stimulan ringan yang membantu mengoptimalkan fungsi hati dan empedu, serta kerap digunakan dalam campuran teh herbal untuk meredakan gejala flu dan pilek.
Dari segi ekologi, yarrow memiliki peran penting sebagai tumbuhan pionir yang mampu tumbuh di tanah miskin dan terganggu. Sistem akarnya yang dalam membantu memperbaiki struktur tanah, sementara bunganya yang kaya nektar menjadi sumber pakan utama bagi berbagai jenis serangga penyerbuk, seperti lebah dan kupu-kupu. Tanaman ini juga dikenal memiliki interaksi kompleks dengan serangga herbivora karena menghasilkan senyawa kimia pertahanan yang efektif. Secara keseluruhan, Achillea millefolium bukan hanya tanaman obat yang berharga, tetapi juga komponen kunci dalam menjaga keseimbangan ekosistem padang rumput.
Manfaat Yarrow untuk kesehatan.
Ekstrak Achillea millefolium menghambat jalur siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX), menurunkan produksi prostaglandin E2 (PGE2) dan leukotrien. Senyawa flavonoid (luteolin, apigenin) dan seskuiterpen lakton (achilin) memodulasi faktor transkripsi NF-κB, mengurangi ekspresi sitokin pro-inflamasi IL-1β dan TNF-α.
Flavonoid (khususnya quercetin dan kaempferol) menghambat kanal kalsium tipe-L pada otot polos uterus, menurunkan masuknya kalsium intraseluler dan mengurangi kontraksi. Ekstrak juga bekerja sebagai antagonis reseptor muskarinik M3.
Polisakarida dan tanin dalam yarrow meningkatkan migrasi fibroblas dan deposisi kolagen melalui aktivasi jalur TGF-β/Smad. Minyak atsiri (camphor, 1,8-cineole) bersifat antimikroba, mencegah infeksi sekunder. Efek antioksidan melindungi sel dari stres oksidatif.
Minyak atsiri merusak membran sel bakteri melalui interaksi dengan lipid bilayer, meningkatkan permeabilitas dan kebocoran ion. Chamazulene dan β-caryophyllene mengganggu sintesis dinding sel bakteri Gram-positif. Senyawa fenolik menghambat enzim DNA girase bakteri.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Yarrow.