• Herbapedia.id

Yarrow

Achillea millefolium
Nama: Yarrow
Nama Latin/Ilmiah: Achillea millefolium
Famili: Asteraceae

Kandungan:
Minyak atsiri, flavonoid, dan achilleine
Nama Lain:
Milfoil (Inggris), Schafgarbe (Jerman), Millefoglie (Italia), Milenrama (Spanyol), Yarrow (Amerika Serikat)
Asal:
Eropa, Asia, dan Amerika Utara
Bagian Utama:
Daun, Bunga
Rasa:
Pahit, pedas

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Yarrow

Achillea millefolium, yang lebih dikenal sebagai yarrow, adalah tumbuhan herba menahun dari famili Asteraceae. Tanaman ini memiliki ciri khas daun majemuk menyirip ganda yang sangat terbagi halus, menyerupai bulu-bulu halus, serta bunga majemuk berbentuk corymb yang umumnya berwarna putih atau merah muda. Yarrow tumbuh liar di padang rumput, tepi jalan, dan area beriklim sedang di seluruh dunia. Nama genusnya diambil dari pahlawan mitologi Yunani, Achilles, yang konon menggunakan tanaman ini untuk mengobati luka prajuritnya di Perang Troya—sebuah indikasi awal akan khasiat penyembuhannya yang legendaris.

Advertisement

Dalam pengobatan tradisional, yarrow telah lama digunakan sebagai tanaman yang memiliki sifat anti-inflamasi, antiseptik, dan hemostatik. Bagian aerial tanaman, terutama daun dan bunganya, sering dijadikan infus atau salep untuk mempercepat penyembuhan luka, menghentikan pendarahan, serta meredakan demam dan gangguan pencernaan. Kandungan senyawa aktif seperti azulene, flavonoid, dan tanin dianggap berperan dalam efek farmakologis tersebut. Selain itu, yarrow juga dikenal dalam pengobatan herbal sebagai stimulan ringan yang membantu mengoptimalkan fungsi hati dan empedu, serta kerap digunakan dalam campuran teh herbal untuk meredakan gejala flu dan pilek.

Dari segi ekologi, yarrow memiliki peran penting sebagai tumbuhan pionir yang mampu tumbuh di tanah miskin dan terganggu. Sistem akarnya yang dalam membantu memperbaiki struktur tanah, sementara bunganya yang kaya nektar menjadi sumber pakan utama bagi berbagai jenis serangga penyerbuk, seperti lebah dan kupu-kupu. Tanaman ini juga dikenal memiliki interaksi kompleks dengan serangga herbivora karena menghasilkan senyawa kimia pertahanan yang efektif. Secara keseluruhan, Achillea millefolium bukan hanya tanaman obat yang berharga, tetapi juga komponen kunci dalam menjaga keseimbangan ekosistem padang rumput.

Update: 30 Jul 2026 - 18:48:10

 

II. Manfaat Yarrow

Manfaat Yarrow untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis Lutut

    Ekstrak Achillea millefolium menghambat jalur siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX), menurunkan produksi prostaglandin E2 (PGE2) dan leukotrien. Senyawa flavonoid (luteolin, apigenin) dan seskuiterpen lakton (achilin) memodulasi faktor transkripsi NF-κB, mengurangi ekspresi sitokin pro-inflamasi IL-1β dan TNF-α.

    Senyawa Aktif: Luteolin, Apigenin, Achilin
    Tampilkan
  2. Antispasmodik untuk Dismenore Primer

    Flavonoid (khususnya quercetin dan kaempferol) menghambat kanal kalsium tipe-L pada otot polos uterus, menurunkan masuknya kalsium intraseluler dan mengurangi kontraksi. Ekstrak juga bekerja sebagai antagonis reseptor muskarinik M3.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Kaempferol, Seskuiterpen lakton
    Tampilkan
  3. Penyembuhan Luka (Topikal)

    Polisakarida dan tanin dalam yarrow meningkatkan migrasi fibroblas dan deposisi kolagen melalui aktivasi jalur TGF-β/Smad. Minyak atsiri (camphor, 1,8-cineole) bersifat antimikroba, mencegah infeksi sekunder. Efek antioksidan melindungi sel dari stres oksidatif.

    Senyawa Aktif: Kamfer, 1,8-Cineole, Polisakarida
    Tampilkan
  4. Antimikroba Spektrum Luas (In Vitro)

    Minyak atsiri merusak membran sel bakteri melalui interaksi dengan lipid bilayer, meningkatkan permeabilitas dan kebocoran ion. Chamazulene dan β-caryophyllene mengganggu sintesis dinding sel bakteri Gram-positif. Senyawa fenolik menghambat enzim DNA girase bakteri.

    Senyawa Aktif: Chamazulene, β-Caryophyllene, Asam kafeoilkinat
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Yarrow

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Yarrow.

  1. Chamazulene

    Golongan: Terpenoid (Essential Oil)
    Bagian Tanaman: Bagian aerial (bunga, daun, batang)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antioksidan, Antipiretik Melalui Inhibisi Siklooksigenase Dan Lipoksigenase.
    Tampilkan
  2. Golongan: Terpenoid (Seskuiterpena)
    Bagian Tanaman: Bagian aerial (terutama bunga)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Analgesik Melalui Aktivasi Reseptor CB2 (kanabinoid); Juga Gastroprotektif.
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun dan bunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Anksiolitik, Antiinflamasi, Antioksidan, Dan Imunomodulator Melalui Pengikatan Pada Reseptor Benzodiazepin Dan Inhibisi NF-κB.
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

Hawthorn

Crataegus monogyna

Calendula

Calendula officinalis