Daun Seribu

Yarrow | Achillea millefolium
Nama
Daun Seribu (Yarrow)
Nama Latin/Ilmiah
Achillea millefolium
Bagian Digunakan
Daun, Bunga
Rasa
Pahit, pedas
Nama Lain
Milfoil (Inggris), Schafgarbe (Jerman), Millefoglie (Italia), Milenrama (Spanyol), Yarrow (Amerika Serikat)
Asal
Eropa, Asia, dan Amerika Utara
Kandungan Utama
Minyak atsiri, flavonoid, dan achilleine

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Daun Seribu

Achillea millefolium, yang lebih dikenal sebagai yarrow, adalah tumbuhan herba menahun dari famili Asteraceae. Tanaman ini memiliki ciri khas daun majemuk menyirip ganda yang sangat terbagi halus, menyerupai bulu-bulu halus, serta bunga majemuk berbentuk corymb yang umumnya berwarna putih atau merah muda. Yarrow tumbuh liar di padang rumput, tepi jalan, dan area beriklim sedang di seluruh dunia. Nama genusnya diambil dari pahlawan mitologi Yunani, Achilles, yang konon menggunakan tanaman ini untuk mengobati luka prajuritnya di Perang Troya—sebuah indikasi awal akan khasiat penyembuhannya yang legendaris.

Baca Lebih Lanjut
Update: 26 Agu 2026 - 12:42:24
 

II. Ciri-ciri Daun Seribu

Tanaman ini suka banget sama tempat yang terbuka, padang rumput, atau pinggir jalan. Daun seribu gampang banget beradaptasi di iklim sedang, dia tahan cuaca kering dan suka daerah yang banyak sinar matahari. Karakteristik/ciri-ciri Daun Seribu (Achillea millefolium):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Daun Daunnya berbentuk menyirip ganda (pinnatisect) dengan tekstur yang lembut seperti bulu.
Bentuk Helaian Bentuknya memanjang dan sempit, terbagi-bagi lagi jadi banyak segmen kecil yang bikin tampilannya mirip daun pakis.
Warna Hijau tua yang cenderung agak kusam atau keabu-abuan.
Tekstur Permukaan Sedikit berbulu halus (pubescent) kalau dipegang, kerasa agak lembut.
Susunan Daun Tumbuh berselang-seling di sepanjang batang utama, makin ke atas ukurannya makin mengecil.
Aroma Punya aroma khas yang wangi dan tajam kalau daunnya diremas, karena mengandung minyak atsiri.

III. Manfaat Daun Seribu

8 Manfaat Daun Seribu untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis Lutut

    Ekstrak Achillea millefolium menghambat jalur siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX), menurunkan produksi prostaglandin E2 (PGE2) dan leukotrien. Senyawa flavonoid (luteolin, apigenin) dan seskuiterpen lakton (achilin) memodulasi faktor transkripsi NF-κB, mengurangi ekspresi sitokin pro-inflamasi IL-1β dan TNF-α.

    Senyawa Aktif: Luteolin, Apigenin, Achilin
    Tampilkan
  2. Antispasmodik untuk Dismenore Primer

    Flavonoid (khususnya quercetin dan kaempferol) menghambat kanal kalsium tipe-L pada otot polos uterus, menurunkan masuknya kalsium intraseluler dan mengurangi kontraksi. Ekstrak juga bekerja sebagai antagonis reseptor muskarinik M3.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Kaempferol, Seskuiterpen lakton
    Tampilkan
  3. Penyembuhan Luka (Topikal)

    Polisakarida dan tanin dalam yarrow meningkatkan migrasi fibroblas dan deposisi kolagen melalui aktivasi jalur TGF-β/Smad. Minyak atsiri (camphor, 1,8-cineole) bersifat antimikroba, mencegah infeksi sekunder. Efek antioksidan melindungi sel dari stres oksidatif.

    Senyawa Aktif: Kamfer, 1,8-Cineole, Polisakarida
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Daun Seribu

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Daun Seribu.

  1. Chamazulene

    Golongan: Terpenoid (Essential Oil)
    Bagian Tanaman: Bagian aerial (bunga, daun, batang)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antioksidan, Antipiretik Melalui Inhibisi Siklooksigenase Dan Lipoksigenase.
    Tampilkan
  2. Golongan: Terpenoid (Seskuiterpena)
    Bagian Tanaman: Bagian aerial (terutama bunga)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Analgesik Melalui Aktivasi Reseptor CB2 (kanabinoid); Juga Gastroprotektif.
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun dan bunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Anksiolitik, Antiinflamasi, Antioksidan, Dan Imunomodulator Melalui Pengikatan Pada Reseptor Benzodiazepin Dan Inhibisi NF-κB.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Daun Seribu

Interaksi & Kontraindikasi Daun Seribu dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Suplemen zat besi

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Kandungan tanin dalam yarrow dapat menghambat penyerapan zat besi non-heme. Beri jarak waktu setidaknya 2 jam antara konsumsi yarrow dan suplemen zat besi. Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat diuretik (misalnya furosemid, hidroklorotiazid)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Yarrow memiliki efek diuretik ringan. Kombinasi dapat meningkatkan risiko dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit seperti hipokalemia. Pantau kadar elektrolit dan fungsi ginjal. Referensi: European Medicines Agency (EMA) monograph.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Yarrow dapat menurunkan tekanan darah. Penggunaan bersamaan dengan obat hipertensi dapat menyebabkan hipotensi. Pantau tekanan darah secara rutin dan waspadai pusing atau pingsan. Referensi: WHO Monographs on Selected Medicinal Plants.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+9)

VI. Efek Samping Daun Seribu

Daun Seribu (Achillea millefolium) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah sedang, namun penggunaan yang tidak tepat atau berlebihan dapat memicu berbagai efek samping. Reaksi yang paling umum dilaporkan adalah dermatitis kontak alergika, terutama pada individu yang sensitif terhadap tanaman dari famili Asteraceae (seperti ragweed, krisan, marigold, dan daisy). Senyawa lakton seskuiterpen yang terkandung di dalam tanaman ini bertindak sebagai alergen potensial yang dapat menyebabkan kemerahan, gatal-gatal, dan inflamasi kulit jika bersentuhan langsung atau dikonsumsi oleh orang yang rentan.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Daun Seribu

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Daun Seribu.

  1. Efektivitas Achillea millefolium terhadap dismenore primer: meta-analisis uji klinis acak terkontrol

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Achillea millefolium secara signifikan menurunkan skor nyeri haid dibandingkan plasebo. Efek analgesiknya sebanding dengan obat antiinflamasi nonsteroid tanpa efek samping serius.
    Tampilkan
  2. Pengaruh salep topikal Achillea millefolium terhadap penyembuhan luka episiotomi pada ibu primipara

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Salep Achillea millefolium 5% mempercepat penutupan luka episiotomi dan menurunkan skor nyeri dibandingkan perawatan standar. Tidak ditemukan iritasi atau infeksi pada kelompok perlakuan.
    Tampilkan
  3. Efek ekstrak Achillea millefolium terhadap perdarahan menoragia: uji klinis acak tersamar ganda

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Achillea millefolium menurunkan durasi dan volume perdarahan menstruasi secara bermakna setelah tiga siklus pengobatan. Kadar hemoglobin juga meningkat pada kelompok perlakuan.
    Tampilkan

VIII. FAQ Daun Seribu

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Daun Seribu.

Apa saja senyawa fitokimia utama dalam yarrow dan bagaimana perannya?
Yarrow mengandung minyak atsiri terutama chamazulene, β-pinene, 1,8-cineole, α- dan β-thujone, flavonoid seperti apigenin dan luteolin, asam fenolik, tanin, seskuiterpen lakton, serta alkaloid achilleine. Kombinasi flavonoid dan minyak atsiri memberikan efek spasmolitik dan antiinflamasi pada saluran cerna, sedangkan tanin memberikan efek astringen. (Chandler et al., Economic Botany, 1982; Bisset & Wichtl, 2001)
Apakah teh yarrow aman dikonsumsi setiap hari sebagai minuman biasa?
Tidak disarankan tanpa tujuan pengobatan dan tanpa batas waktu. Penggunaan tradisional untuk gangguan pencernaan ringan umumnya memakai 1–2 g herba kering per cangkir, 2–3 kali sehari, tetapi sebaiknya hanya untuk waktu terbatas, misalnya 2–4 minggu, dan dihentikan bila keluhan menetap. Yarrow mengandung tujon, yaitu keton monoterpen yang pada dosis tinggi berpotensi neurotoksik, dan data keamanan penggunaan harian jangka panjang masih terbatas. (EMA, 2011; Tisserand & Young, Essential Oil Safety, 2014)
Apa dosis oral yarrow yang umum digunakan berdasarkan bukti?
Berdasarkan monografi tradisional, dosis untuk dewasa untuk gangguan cerna biasanya 1–2 g herba atau tajuk kering dalam 150–200 ml air mendidih, diminum 3 kali sehari. Sediaan cair seperti tingtur 1:5 sekitar 1–2 ml, 3 kali sehari, namun dosis perlu disesuaikan dengan produk dan pengawasan profesional. European Medicines Agency (EMA, 2011) menekankan penggunaan hanya pada dewasa dan sesuai petunjuk produk. (EMA, 2011; Blumenthal et al., 2000)
Apakah yarrow efektif untuk gangguan pencernaan atau nyeri haid?
Penggunaan tradisional yarrow diakui untuk gejala ringan gangguan saluran cerna seperti perut kembung, kram ringan, dan dispepsia, serta untuk nyeri haid ringan. Aktivitas spasmolitiknya dikaitkan dengan flavonoid dan minyak atsiri, tetapi bukti klinis pada manusia masih terbatas. Monografi EMA memasukkan manfaat ini sebagai penggunaan tradisional, bukan sebagai terapi kondisi akut atau berat. (EMA, 2011; Mills & Bone, 2000)
Apa efek samping yang mungkin terjadi dari yarrow?
Efek samping yang paling sering dilaporkan adalah reaksi alergi kulit seperti dermatitis kontak, terutama pada orang yang sensitif terhadap tanaman famili Asteraceae. Karena mengandung tujon, konsumsi minyak atsiri murni atau dosis sangat tinggi dapat menyebabkan mual, muntah, sakit kepala, hingga neurotoksisitas seperti kejang. Gunakan herba kering atau teh sesuai dosis, dan jangan mengonsumsi minyak atsiri yarrow secara oral tanpa pengawasan tenaga ahli. (EMA, 2011; Tisserand & Young, 2014)
Apakah yarrow berinteraksi dengan obat-obatan?
Data interaksi terbatas, tetapi yarrow berpotensi meningkatkan efek antikoagulan seperti warfarin karena mengandung kumarin dan dapat memengaruhi hemostasis. Secara teori, yarrow juga dapat berinteraksi dengan obat sedatif, diuretik, dan obat yang dimetabolisme di hati karena kandungan minyak atsiri serta flavonoidnya. Jika Anda sedang mengonsumsi obat rutin, konsultasikan kepada dokter atau apoteker sebelum menggunakan yarrow. (Williamson et al., Stockley's Herbal Medicines Interactions, 2009; EMA, 2011)
Apakah yarrow aman untuk bayi dan anak-anak?
Tidak. Yarrow tidak direkomendasikan untuk bayi, anak-anak, maupun remaja karena belum ada data keamanan klinis yang memadai. Kandungan tujon dalam herba atau minyak atsiri juga menjadi risiko toksik pada usia muda. Monografi EMA membatasi penggunaannya untuk orang dewasa, dan pemberian herbal apa pun pada bayi tanpa anjuran dokter harus dihindari. (EMA, 2011)
Apakah yarrow aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak untuk ibu hamil. Yarrow secara tradisional digunakan sebagai emmenagog, yaitu pelancar haid, dan dapat merangsang kontraksi uterus, sehingga penggunaan oral pada kehamilan dikontraindikasikan karena risiko keguguran. Untuk ibu menyusui, informasi keamanan tidak memadai, sehingga sebaiknya hindari penggunaan internal dan konsultasikan kepada tenaga kesehatan. (Bisset & Wichtl, 2001; EMA, 2011)
Apakah yarrow dapat digunakan secara topikal untuk luka dan peradangan kulit?
Secara tradisional, kompres atau salep yarrow digunakan untuk luka ringan, lecet, dan peradangan kulit berkat efek astringen tanin serta efek antiinflamasi chamazulene dan flavonoid. Penggunaan ini hanya boleh untuk luka ringan yang tidak dalam dan tidak terinfeksi; luka terbuka atau luka dalam memerlukan penanganan medis. Reaksi alergi kulit tetap mungkin terjadi, terutama pada individu yang alergi terhadap Asteraceae. (Blumenthal et al., 2000; EMA, 2011)

Hawthorn

Crataegus monogyna

Calendula

Calendula officinalis

Cari: