Advertisement
Hawthorn, yang dikenal secara ilmiah sebagai Crataegus monogyna, adalah semak atau pohon kecil berduri yang termasuk dalam keluarga Rosaceae. Tanaman ini berasal dari Eropa, Asia Barat, dan Afrika Utara, tetapi kini telah menyebar luas ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia pada daerah dataran tinggi. Ciri khasnya adalah daun yang berlobus tiga hingga tujuh, bunga putih atau merah muda yang harum, serta buah merah kecil (haws) yang menyerupai beri. Buahnya dapat dimakan dan sering digunakan dalam selai, jelly, atau teh herbal. Secara ekologis, Crataegus monogyna menjadi sumber makanan penting bagi burung dan serangga penyerbuk.
Tumbuhan ini biasanya tumbuh liar di pinggiran hutan, padang rumput, atau pagar tanaman. Sangat tangguh di berbagai jenis tanah dan sering jadi favorit burung sebagai tempat bersarang atau mencari makan. Karakteristik/ciri-ciri Hawthorn (Crataegus monogyna):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Berupa semak besar atau pohon kecil yang bisa tumbuh setinggi 5 sampai 15 meter. |
| Batang Dan Dahan | Batangnya punya kulit kayu yang pecah-pecah keabu-abuan dan dilengkapi duri-duri tajam di sepanjang rantingnya. |
| Daun | Daunnya berwarna hijau mengkilap dengan bentuk yang khas, yaitu terbagi menjadi 3 sampai 7 lobus (lekukan) yang dalam. |
| Bunga | Bunganya berukuran kecil, berwarna putih (kadang agak merah muda), punya 5 kelopak, dan muncul bergerombol dengan aroma yang cukup tajam. |
| Buah | Buahnya berbentuk bulat kecil menyerupai beri (disebut pome) berwarna merah cerah saat matang, yang di dalamnya hanya berisi satu biji keras. |
7 Manfaat Hawthorn untuk kesehatan.
Meningkatkan kontraktilitas miokard melalui penghambatan fosfodiesterase (PDE) dan peningkatan sensitivitas kalsium pada sarkomer, vasodilatasi koroner dan perifer melalui pelepasan oksida nitrat (NO), serta efek antioksidan yang mengurangi stres oksidatif pada kardiomiosit.
Vasodilatasi endothelium-dependent melalui aktivasi jalur NO/cGMP, inhibisi ACE (angiotensin-converting enzyme) ringan, dan efek antagonis kalsium pada sel otot polos vaskular.
Scavenger radikal bebas (ROH, superoksida), peningkatan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, glutation peroksidase), dan pengkelatan ion logam transisi.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Hawthorn.
Interaksi & Kontraindikasi Hawthorn dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Hawthorn (Crataegus monogyna) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jangka pendek hingga menengah oleh kebanyakan orang. Namun, penggunaan tanaman herbal ini dapat memicu beberapa efek samping ringan yang biasanya terkait dengan sistem pencernaan atau sistem saraf pusat. Efek samping yang paling sering dilaporkan dalam berbagai uji klinis meliputi pusing, mual, kelelahan, berkeringat, dan gangguan pencernaan ringan seperti sakit perut atau diare. Gejala-gejala ini umumnya bersifat sementara dan cenderung mereda seiring dengan penyesuaian tubuh atau penghentian konsumsi suplemen.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Hawthorn.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Hawthorn.