Hawthorn

Hawthorn | Crataegus monogyna
Nama
Hawthorn (Hawthorn)
Nama Latin/Ilmiah
Crataegus monogyna
Famili
Bagian Digunakan
Buah, Daun, Bunga
Rasa
Asam, manis
Nama Lain
May (UK), Aubépine (France), Weißdorn (Germany), Espino albar (Spain), Biancospino (Italy)
Asal
Eropa, Asia Barat, Afrika Utara
Kandungan Utama
Flavonoid, proantosianidin, dan asam triterpena

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Hawthorn

Hawthorn, yang dikenal secara ilmiah sebagai Crataegus monogyna, adalah semak atau pohon kecil berduri yang termasuk dalam keluarga Rosaceae. Tanaman ini berasal dari Eropa, Asia Barat, dan Afrika Utara, tetapi kini telah menyebar luas ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia pada daerah dataran tinggi. Ciri khasnya adalah daun yang berlobus tiga hingga tujuh, bunga putih atau merah muda yang harum, serta buah merah kecil (haws) yang menyerupai beri. Buahnya dapat dimakan dan sering digunakan dalam selai, jelly, atau teh herbal. Secara ekologis, Crataegus monogyna menjadi sumber makanan penting bagi burung dan serangga penyerbuk.

Baca Lebih Lanjut
Update: 26 Agu 2026 - 06:41:03
 

II. Ciri-ciri Hawthorn

Tumbuhan ini biasanya tumbuh liar di pinggiran hutan, padang rumput, atau pagar tanaman. Sangat tangguh di berbagai jenis tanah dan sering jadi favorit burung sebagai tempat bersarang atau mencari makan. Karakteristik/ciri-ciri Hawthorn (Crataegus monogyna):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Berupa semak besar atau pohon kecil yang bisa tumbuh setinggi 5 sampai 15 meter.
Batang Dan Dahan Batangnya punya kulit kayu yang pecah-pecah keabu-abuan dan dilengkapi duri-duri tajam di sepanjang rantingnya.
Daun Daunnya berwarna hijau mengkilap dengan bentuk yang khas, yaitu terbagi menjadi 3 sampai 7 lobus (lekukan) yang dalam.
Bunga Bunganya berukuran kecil, berwarna putih (kadang agak merah muda), punya 5 kelopak, dan muncul bergerombol dengan aroma yang cukup tajam.
Buah Buahnya berbentuk bulat kecil menyerupai beri (disebut pome) berwarna merah cerah saat matang, yang di dalamnya hanya berisi satu biji keras.

III. Manfaat Hawthorn

7 Manfaat Hawthorn untuk kesehatan.

  1. Gagal Jantung Kronis (NYHA Kelas I-II)

    Meningkatkan kontraktilitas miokard melalui penghambatan fosfodiesterase (PDE) dan peningkatan sensitivitas kalsium pada sarkomer, vasodilatasi koroner dan perifer melalui pelepasan oksida nitrat (NO), serta efek antioksidan yang mengurangi stres oksidatif pada kardiomiosit.

    Senyawa Aktif: Procyanidin oligomer, Vitexin-2-O-rhamnosida, Hiperosida
    Tampilkan
  2. Hipertensi Ringan hingga Sedang

    Vasodilatasi endothelium-dependent melalui aktivasi jalur NO/cGMP, inhibisi ACE (angiotensin-converting enzyme) ringan, dan efek antagonis kalsium pada sel otot polos vaskular.

    Senyawa Aktif: Procyanidin B2, Kuersetin, Rutin
    Tampilkan
  3. Stres Oksidatif Sistemik

    Scavenger radikal bebas (ROH, superoksida), peningkatan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, glutation peroksidase), dan pengkelatan ion logam transisi.

    Senyawa Aktif: Asam Klorogenat, Hiperosida, Epikatekin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


IV. Kandungan Hawthorn

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Hawthorn.

  1. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun dan bunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Vasodilatasi, Meningkatkan Aliran Darah Koroner.
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun dan bunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Kardioprotektif, Antiinflamasi, Antioksidan.
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Buah dan daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Memperkuat Dinding Kapiler, Antioksidan, Antiplatelet.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Hawthorn

Interaksi & Kontraindikasi Hawthorn dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Suplemen zat besi

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Proantosianidin/tanin dalam hawthorn dapat mengikat zat besi dan menurunkan absorbsinya. Berikan hawthorn dan zat besi dengan jarak minimal 2 jam.

  2. Herbal sedatif ringan (mis. valerian, passionflower)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Potensi efek sedatif ringan bersifat aditif. Gunakan dengan hati-hati; jika timbul kantuk berlebihan, kurangi dosis atau hentikan.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (ACE inhibitor/ARB)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Efek hipotensif keduanya dapat saling menjumlahkan. Pantau tekanan darah secara teratur, terutama pada minggu pertama kombinasi.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+16)

VI. Efek Samping Hawthorn

Hawthorn (Crataegus monogyna) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jangka pendek hingga menengah oleh kebanyakan orang. Namun, penggunaan tanaman herbal ini dapat memicu beberapa efek samping ringan yang biasanya terkait dengan sistem pencernaan atau sistem saraf pusat. Efek samping yang paling sering dilaporkan dalam berbagai uji klinis meliputi pusing, mual, kelelahan, berkeringat, dan gangguan pencernaan ringan seperti sakit perut atau diare. Gejala-gejala ini umumnya bersifat sementara dan cenderung mereda seiring dengan penyesuaian tubuh atau penghentian konsumsi suplemen.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Hawthorn

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Hawthorn.

  1. Efikasi dan Keamanan Ekstrak Crataegus monogyna sebagai Terapi Tambahan pada Gagal Jantung: Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Ekstrak Crataegus monogyna secara signifikan meningkatkan fraksi ejeksi ventrikel kiri dan kapasitas latihan dibandingkan plasebo. Angka kejadian efek samping tidak berbeda bermakna antara kelompok intervensi dan plasebo.
    Tampilkan
  2. Pengaruh Ekstrak Standardisasi Crataegus monogyna terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Derajat I: Uji Klinis Acak, Tersamar Ganda, Terkontrol Plasebo

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Tekanan darah sistolik menurun secara signifikan sebesar -4.5 mmHg setelah 12 minggu intervensi dibandingkan plasebo. Tekanan darah diastolik juga menurun sebesar -2.3 mmHg, meskipun tidak signifikan secara statistik.
    Tampilkan
  3. Tinjauan Sistematis tentang Peran Suplementasi Crataegus monogyna terhadap Profil Lipid pada Manusia

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Suplementasi Crataegus monogyna secara konsisten menurunkan kolesterol total dan LDL-kolesterol. Efek terhadap HDL dan trigliserida dinilai tidak konsisten di seluruh studi.
    Tampilkan

VIII. FAQ Hawthorn

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Hawthorn.

Apa saja senyawa fitokimia utama dalam Crataegus monogyna dan mengapa penting?
Bagian yang digunakan adalah daun, bunga, dan buah. Fitokimia utama meliputi flavonoid glikosida seperti hiperosida dan vitexin, oligomer proantosianidin (OPC), katekin, serta asam triterpenat. Efek kardiovaskular banyak dihubungkan dengan oligomer proantosianidin dan flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan serta memengaruhi tonus pembuluh darah. Referensi: ESCOP Monographs, 2003, Crataegi folium cum flore.
Bagaimana cara mengonsumsi atau mengolah hawthorn dalam penggunaan sehari-hari?
Pengolahan sehari-hari dapat berupa teh dari simplisia kering: 0,8–1,5 gram daun atau bunga kering diseduh dengan air panas, diminum hingga tiga kali sehari; ekstrak cair sekitar 15–40 tetes tiga kali sehari; atau ekstrak kering terstandar sekitar 100–250 mg tiga kali sehari. Buah dapat diolah menjadi selai, sirup, atau jelly. Gunakan produk terstandar dan ikuti petunjuk dosis pada kemasan. Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database, 2014, Hawthorn.
Apakah hawthorn terbukti efektif untuk gagal jantung?
Ada bukti dari tinjauan Cochrane bahwa ekstrak hawthorn, bila ditambahkan pada terapi konvensional, dapat memperbaiki gejala seperti sesak napas, kelelahan, dan kapasitas olahraga pada sebagian pasien gagal jantung kronis ringan. Namun hawthorn tidak boleh digunakan untuk gagal jantung akut atau menggantikan obat yang diresepkan dokter. Referensi: Pittler MH, Guo R, Ernst E. Cochrane Database Syst Rev. 2008; (1): CD005312.
Apakah hawthorn dapat menggantikan obat hipertensi?
Tidak. Untuk hipertensi, bukti ilmiah belum cukup dan hasil penelitian tidak konsisten. Tinjauan Cochrane 2012 menyimpulkan bahwa data terbatas sehingga hawthorn tidak dapat direkomendasikan sebagai terapi utama hipertensi dan tidak boleh menggantikan obat antihipertensi yang diresepkan. Referensi: Guo R, Pittler MH, Ernst E. Cochrane Database Syst Rev. 2012; (10): CD008704.
Apa efek samping yang mungkin terjadi akibat konsumsi hawthorn?
Efek samping yang dilaporkan umumnya ringan dan sementara, misalnya mual, gangguan pencernaan, pusing, sakit kepala, dan jantung berdebar. Reaksi alergi jarang terjadi. Jika muncul nyeri dada, detak jantung tidak teratur, atau sesak napas, segera hentikan penggunaan dan cari pertolongan medis. Keamanan pemakaian jangka panjang belum banyak diteliti. Referensi: European Medicines Agency (EMA), 2016, Community herbal monograph on Crataegus monogyna.
Obat-obatan apa saja yang perlu diwaspadai bila dikombinasikan dengan hawthorn?
Hawthorn dapat berinteraksi dengan obat digitalis/digoxin, obat antihipertensi, nitrat, beta-blocker, penghambat saluran kalsium, serta obat pengencer darah atau antiplatelet. Efek yang mungkin timbul berupa penurunan tekanan darah berlebihan, perubahan denyut jantung, atau peningkatan risiko perdarahan. Kombinasi ini hanya boleh dilakukan dengan pengawasan tenaga kesehatan. Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database, 2014, Hawthorn.
Apakah hawthorn aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak direkomendasikan. Belum ada data keamanan yang memadai mengenai penggunaan Crataegus monogyna pada ibu hamil dan menyusui. Monograf EMA menyarankan agar tidak digunakan pada kondisi ini tanpa pengawasan profesional kesehatan. Referensi: European Medicines Agency (EMA), 2016, Community herbal monograph on Crataegus monogyna.
Apakah hawthorn boleh digunakan pada bayi dan anak-anak?
Tidak ada bukti ilmiah yang memadai untuk dosis dan keamanan penggunaan hawthorn pada bayi dan anak-anak. Oleh karena itu, hawthorn tidak boleh diberikan secara bebas. Jika ada indikasi medis, penggunaannya harus berdasarkan pertimbangan dokter atau apoteker yang memahami obat herbal. Referensi: ESCOP Monographs, 2003, Crataegi folium cum flore.
Apakah hawthorn bisa dikonsumsi setiap hari sebagai pencegah penyakit jantung?
Penggunaan jangka panjang sebagai pencegah penyakit belum didukung bukti yang kuat. Bukti yang ada lebih mengarah pada penggunaan sebagai terapi tambahan pada kondisi tertentu, bukan sebagai pencegahan rutin. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan sebelum konsumsi harian, karena ekstrak pekat dapat memengaruhi tekanan darah dan fungsi jantung. Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database, 2014, Hawthorn.

Nayar

Sambucus nigra

Daun Seribu

Achillea millefolium

Cari: