Belimbing Wuluh

Bilimbi | Averrhoa bilimbi
Belimbing Wuluh
Nama
Belimbing Wuluh (Bilimbi)
Nama Latin/Ilmiah
Averrhoa bilimbi
Bagian Digunakan
Buah, Daun, Bunga
Rasa
Asam, segar

Nama Lain
kamias (Filipina), belimbing buluh (Malaysia), taling pling (Thailand), bilimbi (India)
Asal
Indonesia (Maluku)
Kandungan Utama
Flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, dan vitamin C.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Belimbing Wuluh

Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) adalah tumbuhan tropis yang termasuk dalam keluarga Oxalidaceae, berasal dari kawasan Asia Tenggara dan banyak dibudidayakan di Indonesia. Pohonnya berukuran sedang dengan batang pendek dan percabangan yang rimbun, daun majemuk menyirip, serta buah berbentuk lonjong bergerigi dengan warna hijau muda saat segar. Buahnya sangat asam karena mengandung asam oksalat dan vitamin C yang tinggi, sehingga sering dimanfaatkan sebagai bumbu masak, bahan pengawet alami, serta campuran sambal dan minuman tradisional.

Baca Lebih Lanjut
Update: 15 Agu 2026 - 22:00:04
 

II. Ciri-ciri Belimbing Wuluh

Tumbuh subur di daerah tropis dengan kelembapan tinggi, biasanya ditemukan di pekarangan rumah atau hutan dataran rendah. Tanaman ini suka tempat yang terkena sinar matahari cukup dan tanah yang tidak tergenang air. Karakteristik/ciri-ciri Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi):

Bagian Ciri-Ciri
Batang Pohonnya bisa tumbuh sampai 5-10 meter, batangnya berkayu keras, tegak, dan permukaannya agak kasar dengan warna cokelat muda.
Daun Daunnya majemuk menyirip ganjil, bentuknya lonjong dengan ujung runcing dan tepi rata. Warnanya hijau muda saat muda dan hijau tua saat sudah dewasa.
Bunga Bunganya muncul langsung dari batang atau cabang (kauliflori), bentuknya menyerupai bintang kecil dengan warna ungu kemerahan atau keunguan.
Buah Buah buni berbentuk lonjong memanjang dengan lima rusuk yang samar, teksturnya berair, warnanya hijau kekuningan saat matang, dan rasanya sangat asam.
Biji Bijinya berbentuk bulat telur, pipih, dan berwarna cokelat muda, tersembunyi di dalam daging buah yang asam.

III. Manfaat Belimbing Wuluh

8 Manfaat Belimbing Wuluh untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi (edema dan radang jaringan)

    Flavonoid (kuersetin, luteolin) dan saponin menghambat enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipooksigenase (LOX), sehingga menurunkan produksi prostaglandin dan leukotrien. Ekstrak juga menekan ekspresi TNF-α, IL-1β, dan IL-6 melalui penekanan aktivasi NF-κB.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Luteolin, saponin triterpenoid
    Tampilkan
  2. Antimikroba spektrum luas (antibakteri dan antifungi)

    Saponin dan tanin merusak membran lipid mikroba, meningkatkan permeabilitas sel, dan mengganggu adhesi serta pembentukan biofilm. Kuersetin dapat menghambat enzim DNA girase bakteri dan mengganggu fungsi membran jamur.

    Senyawa Aktif: tanin, Saponin, Kuersetin
    Tampilkan
  3. Antioksidan (penangkal stres oksidatif)

    Polifenol dan asam askorbat menyumbang atom hidrogen atau elektron kepada radikal bebas, memutus rantai peroksidasi lipid, dan meningkatkan status antioksidan endogen melalui aktivasi jalur Nrf2/ARE (diamati pada studi in vitro/in silico).

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Belimbing Wuluh

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Belimbing Wuluh.

  1. Golongan: Flavonoid (flavonol)
    Bagian Tanaman: Daun, buah
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Dan Antidiabetik Melalui Penghambatan α-glukosidase Serta α-amilase Pada Studi In Vitro Dan Hewan..
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid (flavonol glikosida)
    Bagian Tanaman: Daun, buah
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Dan Pelindung Vaskular; Juga Menunjukkan Efek Antiplatelet Pada Studi Eksperimental..
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid (flavon)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Neuroprotektif, Dan Efek Ansiolitik Ringan Yang Ditunjukkan Pada Model Seluler Dan Hewan..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Belimbing Wuluh

Interaksi & Kontraindikasi Belimbing Wuluh dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Suplemen vitamin C

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Belimbing wuluh mengandung vitamin C. Kombinasi dengan suplemen vitamin C dosis tinggi dapat melebihi batas atas toleransi harian. Gunakan suplemen tidak lebih dari 1000 mg/hari dan perhatikan asupan dari makanan.

  2. Suplemen zat besi

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Vitamin C dalam belimbing wuluh dapat meningkatkan penyerapan zat besi. Umumnya aman, tetapi pasien dengan hemokromatosis atau kelebihan zat besi perlu berhati-hati.

  3. Kehamilan dan menyusui

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Belum ada data keamanan yang cukup untuk penggunaan dosis herbal pada ibu hamil dan menyusui. Hindari konsumsi dalam bentuk jus pekat atau ekstrak. Konsumsi sebagai bahan pangan dalam jumlah wajar perlu dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+10)

VI. Efek Samping Belimbing Wuluh

Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) mengandung kadar asam oksalat yang sangat tinggi, baik dalam bentuk asam oksalat bebas maupun kalsium oksalat. Konsumsi buah ini secara berlebihan atau dalam kondisi mentah/jus dapat memicu terbentuknya kristal kalsium oksalat di dalam ginjal, yang merupakan penyebab utama terjadinya nefropati akut akibat oksalat. Kondisi ini ditandai dengan penurunan fungsi ginjal secara mendadak, nyeri pinggang, mual, muntah, dan anuria (tidak bisa buang air kecil) pada kasus yang parah. Toksisitas oksalat ini sangat berbahaya bagi individu yang memang telah memiliki riwayat penyakit ginjal kronis, karena dapat mempercepat kebutuhan akan dialisis.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Belimbing Wuluh

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Belimbing Wuluh.

Apa saja kandungan fitokimia dan gizi utama belimbing wuluh?
Belimbing wuluh mengandung flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, senyawa fenolik, vitamin C, dan serat. Kandungan yang perlu diwaspadai adalah asam oksalat yang cukup tinggi. Referensi: Padma, M., et al. (2018). Medicinal importance of Averrhoa bilimbi: A review. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry, 7(2), 218-222.
Apakah belimbing wuluh aman dikonsumsi setiap hari?
Untuk orang sehat, penggunaan dalam jumlah kecil sebagai bumbu atau sumber asam alami masih tergolong aman. Namun konsumsi harian dalam bentuk jus atau porsi besar tidak dianjurkan karena asam oksalat dapat meningkatkan risiko batu kalsium oksalat dan membebani ginjal. Referensi: Noonan, S.C., & Savage, G.P. (1999). Oxalate content of foods and its effect on humans. Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, 8(1), 64-74.
Apakah belimbing wuluh dapat digunakan sebagai obat tradisional?
Beberapa penelitian laboratorium dan hewan menunjukkan ekstrak belimbing wuluh memiliki aktivitas antioksidan, antimikroba, dan antidiabetik, tetapi klaim tersebut belum cukup diteliti pada manusia. Oleh karena itu sebaiknya dianggap sebagai bahan makanan fungsional, bukan pengganti obat. Referensi: Padma, M., et al. (2018). Medicinal importance of Averrhoa bilimbi: A review. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry, 7(2), 218-222.
Apa efek samping yang mungkin timbul akibat konsumsi berlebihan?
Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan mual, muntah, nyeri perut, dan gangguan ginjal. Asam oksalat berikatan dengan kalsium membentuk kristal yang dapat menumpuk di ginjal dan memicu gagal ginjal akut. Referensi: Noonan, S.C., & Savage, G.P. (1999). Oxalate content of foods and its effect on humans. Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, 8(1), 64-74.
Apakah belimbing wuluh aman untuk penderita gangguan ginjal?
Tidak aman. Kandungan asam oksalat yang tinggi membuat belimbing wuluh berisiko menyebabkan kristalisasi kalsium oksalat di ginjal. Pada orang dengan penyakit ginjal kronis atau riwayat batu ginjal, konsumsi belimbing wuluh dapat memperburuk kerusakan ginjal. Referensi: Noonan, S.C., & Savage, G.P. (1999). Oxalate content of foods and its effect on humans. Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, 8(1), 64-74.
Apakah belimbing wuluh aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak ada bukti keamanan yang cukup untuk penggunaan belimbing wuluh dosis obat selama kehamilan dan menyusui. Karena kandungan asam oksalatnya dapat mengganggu penyerapan kalsium dan berisiko terhadap ginjal, ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari ekstrak atau jus pekat dan membatasi hanya sebagai bumbu makanan. Referensi: Ernst, E. (2002). Herbal medicinal products during pregnancy: are they safe? BJOG: An International Journal of Obstetrics and Gynaecology, 109(2), 227-235.
Bolehkah belimbing wuluh diberikan kepada bayi atau anak-anak?
Tidak disarankan memberikan jus, ekstrak, atau olahan pekat belimbing wuluh kepada bayi dan anak-anak karena ginjal mereka masih belum matang dan asam oksalat dapat meningkatkan risiko batu ginjal. Sebagai bumbu masakan yang sudah dimasak dalam porsi sangat kecil pun tidak dianjurkan tanpa pengawasan tenaga kesehatan. Referensi: Noonan, S.C., & Savage, G.P. (1999). Oxalate content of foods and its effect on humans. Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, 8(1), 64-74.
Bagaimana cara mengolah belimbing wuluh agar lebih aman?
Pengolahan dengan perebusan dapat mengurangi sebagian asam oksalat larut air; air rebusan sebaiknya dibuang. Hindari mengonsumsi belimbing wuluh mentah dalam jumlah besar, dan jangan mengonsumsinya bersamaan dengan suplemen kalsium berlebihan tanpa pertimbangan karena dapat membentuk kristal kalsium oksalat. Referensi: Noonan, S.C., & Savage, G.P. (1999). Oxalate content of foods and its effect on humans. Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, 8(1), 64-74.
Apakah belimbing wuluh dapat menurunkan gula darah dan aman dimakan penderita diabetes?
Studi pada hewan menunjukkan ekstrak belimbing wuluh berpotensi menurunkan kadar glukosa, tetapi bukti klinis pada manusia masih terbatas. Penderita diabetes yang menggunakan obat antidiabetes sebaiknya tidak mengganti obatnya dengan belimbing wuluh dan perlu memantau gula darah bila ingin mengonsumsinya. Referensi: Padma, M., et al. (2018). Medicinal importance of Averrhoa bilimbi: A review. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry, 7(2), 218-222.

Kecipir

Psophocarpus tetragonolobus

Jamblang / Duwet

Syzygium cumini

Cari: