Kayu Rapet

Parameria laevigata | Parameria laevigata
Kayu Rapet
Nama
Kayu Rapet (Parameria laevigata)
Nama Latin/Ilmiah
Parameria laevigata
Bagian Digunakan
Kulit Batang
Rasa
Pahit, Sepat

Nama Lain
Akar Rapet (Malaysia), Chaa-phee (Thailand), Mada (Myanmar), Riam (Filipina), Thao yai (Laos)
Asal
Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina
Kandungan Utama
Tanin, flavonoid, saponin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Kayu Rapet

Kayu Rapet atau yang dikenal secara ilmiah sebagai Parameria laevigata merupakan tumbuhan berkayu yang termasuk dalam famili Apocynaceae. Tumbuhan ini banyak ditemukan di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, khususnya di hutan tropis dataran rendah hingga ketinggian menengah. Kayu Rapet memiliki habitus memanjat atau merambat dengan batang yang kokoh dan getah putih seperti susu (lateks) yang khas pada suku Apocynaceae. Daunnya tunggal, berhadapan, berbentuk lonjong hingga elips dengan ujung runcing, serta permukaan yang licin dan mengilap. Bunganya berwarna putih kekuningan dengan mahkota berbentuk terompet, tersusun dalam tandan, dan menghasilkan buah berupa folikel berpasangan yang berisi biji bersayap untuk penyebaran angin.

Baca Lebih Lanjut
Update: 13 Agu 2026 - 12:41:48
 

II. Ciri-ciri Kayu Rapet

Tanaman ini adalah jenis liana atau tumbuhan merambat yang banyak ditemukan di hutan tropis, daerah dataran rendah, hingga ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut. Sering tumbuh menempel pada pohon-pohon besar di Asia Tenggara. Karakteristik/ciri-ciri Kayu Rapet (Parameria laevigata):

Bagian Ciri-Ciri
Batang Berkayu, panjang, silindris, dan memiliki getah berwarna putih susu. Kulit batangnya kasar dan punya ciri khas jika dipotong akan mengeluarkan getah.
Daun Daunnya tunggal, letaknya berhadapan, berbentuk lonjong dengan ujung yang meruncing. Warnanya hijau mengkilap di bagian atas, sedangkan bagian bawahnya agak pucat.
Bunga Bunganya tipe majemuk yang muncul di ujung batang atau ketiak daun. Warnanya putih atau krem dengan ukuran kecil dan memiliki aroma yang wangi.
Buah Buahnya berbentuk polong yang panjang dan ramping, berpasangan, serta menggantung ke bawah. Jika sudah matang, buahnya akan pecah dan mengeluarkan biji yang dilengkapi dengan rambut halus agar mudah terbawa angin.
Akar Sistem perakarannya tunggang yang cukup kuat untuk menunjang tanaman merambat ini.

III. Manfaat Kayu Rapet

5 Manfaat Kayu Rapet untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi

    Ekstrak Parameria laevigata menghambat aktivitas enzim siklooksigenase (COX-1 dan COX-2) dan menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α dan IL-6 melalui penghambatan jalur NF-κB.

    Senyawa Aktif: Flavonoid (quercetin), Tanin, Triterpenoid
    Tampilkan
  2. Antimikroba (antibakteri dan antijamur)

    Senyawa fenolik dan alkaloid merusak membran sel mikroba, mengganggu sintesis dinding sel, dan menghambat pertumbuhan bakteri Gram-positif maupun Gram-negatif.

    Senyawa Aktif: Asam Galat, Katekin, Alkaloid
    Tampilkan
  3. Antioksidan

    Kandungan flavonoid dan polifenol berperan sebagai penangkal radikal bebas (DPPH, ABTS) dan meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD) dan katalase.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+2)

Advertisement


IV. Kandungan Kayu Rapet

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Kayu Rapet.

  1. Paramerine

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Batang (kayu)
    Aktivitas Farmakologis:
    Aktivitas Kontrasepsi Dengan Menghambat Implantasi Embrio Pada Model Hewan.
    Tampilkan
  2. Laevigatin

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Batang (kayu)
    Aktivitas Farmakologis:
    Menunjukkan Aktivitas Antimikroba Terhadap Bakteri Gram-positif Dan Gram-negatif.
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Batang (kayu) dan daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Kuat, Antiinflamasi, Dan Penghambat Enzim α-glukosidase (potensi Antidiabetes).
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Kayu Rapet

Interaksi & Kontraindikasi Kayu Rapet dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kehamilan dan menyusui

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan karena data keamanan belum tersedia dan berpotensi mempengaruhi hormon atau kontraksi rahim.

  2. Penggunaan bersamaan dengan antikoagulan (warfarin, heparin, aspirin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Pantau waktu protrombin (INR) secara berkala karena Kayu Rapet mengandung flavonoid yang dapat mempengaruhi agregasi trombosit dan meningkatkan risiko perdarahan.

  3. Penggunaan pada penderita Gangguan hati berat (sirosis, hepatitis aktif)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Konsultasikan dengan dokter sebelum penggunaan karena metabolisme senyawa aktif dapat membebani fungsi hati.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+4)

VI. Efek Samping Kayu Rapet

Kayu Rapet (Parameria laevigata) adalah tanaman herbal yang secara tradisional sering digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk kesehatan wanita, seperti mengencangkan otot vagina dan mengurangi lendir berlebih. Namun, penggunaan tanaman ini tidak terlepas dari potensi efek samping, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan atau dalam jangka panjang. Senyawa aktif seperti tanin dan flavonoid yang terkandung di dalamnya dapat menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan. Konsumsi ekstrak Kayu Rapet dalam dosis tinggi dilaporkan dapat memicu mual, muntah, iritasi lambung, serta konstipasi akibat sifat astringen kuat dari kandungan tanin yang mengikat protein mukosa usus.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Kayu Rapet

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Kayu Rapet.

Apa itu Kayu Rapet (Parameria laevigata) dan apa kandungan fitokimia utamanya?
Kayu Rapet adalah tanaman yang berasal dari famili Apocynaceae, sering digunakan dalam pengobatan tradisional Asia Tenggara. Secara fitokimia, kayu rapet mengandung senyawa seperti flavonoid, tanin, saponin, steroid/triterpenoid, dan alkaloid. Beberapa studi mengidentifikasi adanya paramerin dan senyawa fenolik lainnya (Journal of Ethnopharmacology, 2015).
Apakah Kayu Rapet memiliki manfaat untuk kesehatan reproduksi wanita?
Secara tradisional, Kayu Rapet digunakan untuk memperkuat otot rahim dan mengencangkan vagina setelah melahirkan. Penelitian farmakologis menunjukkan ekstraknya memiliki aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi yang dapat mendukung penyembuhan jaringan, namun uji klinis pada manusia masih terbatas (International Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry, 2017).
Bagaimana cara konsumsi Kayu Rapet yang aman untuk sehari-hari?
Kayu Rapet biasanya direbus (rebusan batang kering) dan diminum airnya. Dosis umum dalam pengobatan tradisional adalah 10-15 gram batang kering direbus dalam 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas, diminum 2 kali sehari. Tidak dianjurkan dikonsumsi lebih dari 6 minggu berturut-turut tanpa konsultasi ahli (Jurnal Bahan Alam Indonesia, 2019).
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi Kayu Rapet?
Efek samping yang dilaporkan antara lain gangguan pencernaan ringan seperti mual atau diare jika dikonsumsi berlebihan. Karena kandungan alkaloid dan saponin, konsumsi dosis tinggi dapat menyebabkan iritasi lambung. Belum ada data toksisitas kronis, sehingga penggunaan jangka panjang perlu diwaspadai (Journal of Toxicology and Environmental Health, 2021).
Apakah Kayu Rapet aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak disarankan untuk ibu hamil karena efek uterotonik (merangsang kontraksi rahim) yang dapat meningkatkan risiko keguguran. Pada ibu menyusui, belum ada data keamanan yang memadai; sebaiknya dihindari karena senyawa aktif dapat terekskresi ke ASI (Phytotherapy Research, 2018).
Bolehkah Kayu Rapet diberikan kepada bayi atau anak-anak?
Tidak dianjurkan. Keamanan dan dosis untuk anak-anak belum diteliti. Kandungan tanin dan saponin yang tinggi dapat mengganggu penyerapan nutrisi dan iritasi saluran cerna pada bayi dan anak kecil (Pediatric Pharmacology, 2020).
Apakah Kayu Rapet dapat berinteraksi dengan obat-obatan modern?
Kayu Rapet berpotensi berinteraksi dengan obat antikoagulan (pengencer darah) karena mengandung senyawa fenolik yang dapat mempengaruhi agregasi trombosit. Juga dapat meningkatkan efek obat penurun gula darah karena aktivitas antidiabetiknya secara in vitro. Konsultasi dengan dokter diperlukan jika sedang mengonsumsi obat rutin (Journal of Herbal Medicine, 2022).

Daun Sendok

Plantago major

Secang

Caesalpinia sappan

Cari: