• Herbapedia.id

Secang / Sappan Wood

Caesalpinia sappan
Nama: Secang / Sappan Wood
Nama Latin/Ilmiah: Caesalpinia sappan
Famili: Fabaceae

Kandungan:
Brazilin, sappanchalcone, protosappanin
Nama Lain:
Su mu (China), Patanga (India), Fang (Thailand), Sibucao (Philippines), Bakkam (Arab countries)
Asal:
Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Myanmar, India, Sri Lanka
Bagian Utama:
Kayu
Rasa:
Manis, sepat

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Secang / Sappan Wood

Secang atau sappan wood (Caesalpinia sappan) adalah tumbuhan perdu atau pohon kecil yang berasal dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tanaman ini dikenal karena kayu batangnya yang mengandung zat warna merah alami bernama brasilin. Secara tradisional, masyarakat Nusantara memanfaatkan kayu secang sebagai pewarna alami untuk kain, minuman, serta ramuan herbal. Pohon secang memiliki batang berduri, daun majemuk, dan bunga berwarna kuning cerah yang tumbuh dalam tandan. Bagian yang paling sering digunakan adalah kayu bagian dalam yang berwarna merah kecokelatan, yang diperoleh dengan cara menyayat atau menumbuk batangnya.

Advertisement

Kandungan utama dalam kayu secang adalah brasilin, senyawa flavonoid yang menghasilkan pigmen merah saat teroksidasi. Selain brasilin, secang juga mengandung saponin, tanin, alkaloid, dan minyak atsiri. Secara tradisional, rebusan kayu secang digunakan sebagai minuman kesehatan untuk melancarkan peredaran darah, mengatasi nyeri haid, dan mengurangi peradangan. Masyarakat Jawa juga mengenalnya sebagai bahan campuran minuman wedang secang, yang sering disajikan sebagai minuman penghangat tubuh. Di bidang tekstil, ekstrak secang digunakan untuk mewarnai kain batik atau songket dengan warna merah marun hingga ungu tergantung pada proses pencelupan dan mordan yang digunakan.

Penelitian modern mengungkapkan bahwa Caesalpinia sappan memiliki potensi sebagai antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, dan antikanker. Brasilin diketahui mampu menghambat pertumbuhan sel kanker tertentu serta melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Selain itu, ekstrak secang juga menunjukkan aktivitas antimikroba terhadap bakteri seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Di era sekarang, secang mulai dikembangkan sebagai bahan baku suplemen herbal, pewarna alami makanan, dan kosmetik. Meski demikian, pemanfaatan secang harus dilakukan secara bijak mengingat statusnya sebagai tanaman liar yang perlu dilestarikan agar tidak mengalami kepunahan akibat eksploitasi berlebihan.

Update: 29 Jul 2026 - 13:00:21

 

II. Manfaat Secang / Sappan Wood

Manfaat Secang / Sappan Wood untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis

    Brazilin dan brazilein menghambat jalur NF-κB dan MAPK, menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi seperti IL-1β, TNF-α, dan COX-2. Senyawa juga menghambat aktivitas enzim siklooksigenase dan lipoksigenase, mengurangi sintesis prostaglandin dan leukotrien.

    Senyawa Aktif: Brazilin, Brazilein, Sappanchalcone
    Tampilkan
  2. Antioksidan Sistemik

    Brazilin dan protosappanin A meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD), katalase, dan glutation peroksidase. Senyawa juga langsung menangkap radikal bebas (DPPH, ABTS) dan mengkelat ion logam transisi.

    Senyawa Aktif: Brazilin, Protosappanin A, Sappanone A
    Tampilkan
  3. Antimikroba terhadap Bakteri Oral

    Sappanchalcone dan brazilin merusak membran sel bakteri, menghambat sintesis peptidoglikan, dan mengganggu pompa efluks. Efektif terhadap Streptococcus mutans dan Porphyromonas gingivalis.

    Senyawa Aktif: Sappanchalcone, Brazilin, Brazilein
    Tampilkan
  4. Antidiabetes (Efek Hipoglikemik)

    Brazilin meningkatkan sensitivitas insulin dengan mengaktifkan jalur AMPK dan PPARγ. Senyawa juga menghambat enzim α-glukosidase dan α-amilase, memperlambat penyerapan glukosa di usus.

    Senyawa Aktif: Brazilin, Sappanchalcone, Protosappanin B
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Secang / Sappan Wood

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Secang / Sappan Wood.

  1. Golongan: Homoisoflavonoid
    Bagian Tanaman: Kayu hati (heartwood)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antioksidan, Antidiabetes, Antikanker, Hepatoprotektif, Dan Penghambat Enzim α-glukosidase. Didukung Oleh Studi In Vitro Dan In Vivo, Namun Uji Klinis Pada Manusia Masih Terbatas..
    Tampilkan
  2. Brazilein

    Golongan: Homoisoflavonoid (produk oksidasi)
    Bagian Tanaman: Kayu hati (heartwood) – jumlah meningkat pada kayu yang tua atau teroksidasi
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Penghambat Tirosinase (antipigmentasi), Antikanker (apoptosis Sel Melanoma), Antimikroba. Efek Farmakologis Telah Diuji In Vitro Dan Pada Hewan, Tanpa Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
  3. Sappanchalcone

    Golongan: Chalcone
    Bagian Tanaman: Kayu hati (heartwood)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antiproliferatif (terhadap Sel Kanker Payudara Dan Kolorektal), Antimikroba, Dan Inhibitor NF-κB. Bukti Terutama Dari Studi In Vitro; Studi In Vivo Pada Hewan Masih Terbatas..
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Secang / Sappan Wood

Penggunaan bersamaan dengan Obat imunosupresan (misal siklosporin, takrolimus)

Tingkat Resiko: Rendah
Rekomendasi:
Penggunaan bersamaan dapat mengurangi efektivitas imunosupresan akibat efek imunostimulan secang. Monitor respons imun dan konsultasi dokter.

Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (misal ACE inhibitor, calcium channel blocker)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Secang memiliki efek vasodilator yang dapat menurunkan tekanan darah. Risiko hipotensi. Pantau tekanan darah secara teratur dan sesuaikan dosis antihipertensi dengan panduan dokter.

Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetes (insulin, sulfonilurea)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Secang dapat menurunkan kadar gula darah. Kombinasi meningkatkan risiko hipoglikemia. Monitor gula darah secara ketat dan konsultasi dokter untuk penyesuaian dosis.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Secang / Sappan Wood

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Secang / Sappan Wood.

Apa kandungan fitokimia utama dalam kayu secang (Caesalpinia sappan) yang bertanggung jawab atas aktivitas biologisnya?
Kayu secang mengandung senyawa brazilin sebagai pigmen merah utama yang bersifat antioksidan dan antiinflamasi. Selain itu, terdapat homoisoflavonoid seperti sappanone A, B, C, D, dan protosappanin, serta flavonoid seperti quercetin dan kaempferol. Referensi: Nirmal et al., 2015, Journal of Ethnopharmacology
Bagaimana cara konsumsi secang yang aman untuk penggunaan sehari-hari sebagai minuman herbal?
Cara aman adalah dengan merebus 2-5 gram serutan kayu secang kering dalam 200-300 ml air selama 10-15 menit, kemudian disaring dan diminum hangat. Konsumsi maksimal 1-2 cangkir per hari untuk menghindari iritasi saluran cerna. Referensi: Badan POM RI, 2019, Informasi Obat Herbal
Apakah secang memiliki efek samping atau kontraindikasi yang perlu diwaspadai?
Efek samping yang mungkin terjadi meliputi gangguan pencernaan ringan (mual, diare) jika dikonsumsi berlebihan. Kontraindikasi utama adalah pada penderita gangguan pembekuan darah atau yang sedang mengonsumsi antikoagulan karena brazilin memiliki aktivitas antikoagulan. Referensi: Moon et al., 2010, Fitoterapia
Apakah konsumsi secang aman untuk ibu hamil dan ibu menyusui?
Belum ada penelitian yang cukup untuk memastikan keamanan secang pada ibu hamil dan menyusui. Secara tradisional, secang digunakan sebagai tonik setelah melahirkan, namun karena efek antikoagulan dan potensi kontraksi uterus (dari brazilin), sebaiknya dihindari selama kehamilan dan konsultasi dengan dokter sebelum digunakan saat menyusui. Referensi: Duke, 2002, Handbook of Medicinal Herbs
Dapatkah secang digunakan untuk anak-anak dan bayi?
Penggunaan secang pada anak-anak dan bayi tidak dianjurkan tanpa pengawasan medis karena data keamanan masih terbatas. Beberapa sediaan tradisional memberikan dosis sangat kecil (misalnya 0,5-1 gram untuk anak di atas 2 tahun), namun risiko efek samping seperti alergi atau gangguan pencernaan perlu dipertimbangkan. Referensi: World Health Organization, 2009, WHO Monographs on Selected Medicinal Plants
Apa manfaat kesehatan umum dari secang berdasarkan bukti ilmiah?
Secang memiliki aktivitas antioksidan tinggi yang membantu melawan radikal bebas, antiinflamasi untuk meredakan peradangan, antimikroba terhadap beberapa bakteri dan jamur, serta efek hepatoprotektif (melindungi hati). Beberapa studi juga menunjukkan potensi antidiabetes dan penurun kolesterol. Referensi: Batubara et al., 2010, Bioscience, Biotechnology, and Biochemistry
Apakah secang dapat berinteraksi dengan obat-obatan modern?
Ya, secang berpotensi berinteraksi dengan obat antikoagulan (warfarin, aspirin) karena efek antiplatelet dan antikoagulan dari brazilin. Juga dapat meningkatkan efek obat antidiabetes karena efek hipoglikemiknya. Interaksi dengan obat antihipertensi juga mungkin terjadi. Konsultasi dengan tenaga kesehatan sangat disarankan. Referensi: Izzo & Ernst, 2009, Drugs & Aging
Bagaimana cara menyeduh atau merebus secang yang benar untuk memperoleh manfaat optimal?
Gunakan serutan kayu secang yang bersih (sekitar 3-5 gram) dan rebus dalam 300 ml air mendidih selama 10-15 menit dengan panci tertutup untuk mengurangi hilangnya senyawa volatil. Setelah dingin, saring dan minum. Jangan merebus terlalu lama karena akan mengurai senyawa aktif. Tambahkan madu atau jahe secukupnya untuk rasa. Referensi: Wijayakusuma, 2008, Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia

Kayu Rapet

Parameria laevigata

Pulai

Alstonia scholaris