Advertisement
Secang atau sappan wood (Caesalpinia sappan) adalah tumbuhan perdu atau pohon kecil yang berasal dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tanaman ini dikenal karena kayu batangnya yang mengandung zat warna merah alami bernama brasilin. Secara tradisional, masyarakat Nusantara memanfaatkan kayu secang sebagai pewarna alami untuk kain, minuman, serta ramuan herbal. Pohon secang memiliki batang berduri, daun majemuk, dan bunga berwarna kuning cerah yang tumbuh dalam tandan. Bagian yang paling sering digunakan adalah kayu bagian dalam yang berwarna merah kecokelatan, yang diperoleh dengan cara menyayat atau menumbuk batangnya.
Tumbuh subur di daerah tropis dengan ketinggian hingga 1000 mdpl. Biasanya ditemukan di hutan sekunder, lereng bukit, atau ditanam di pekarangan sebagai tanaman obat dan pagar hidup karena toleran terhadap tanah kering. Karakteristik/ciri-ciri Secang (Caesalpinia sappan):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Batang | Berkayu keras, tegak, berwarna cokelat keabu-abuan dengan banyak duri bengkok yang tajam di permukaannya. Bagian kayu dalamnya berwarna merah atau jingga kemerahan. |
| Daun | Daun majemuk menyirip ganda dengan anak daun berbentuk lonjong atau jorong, ukurannya kecil, tersusun rapi berpasangan, dan ujungnya agak membulat atau tumpul. |
| Bunga | Tersusun dalam malai yang muncul di ujung batang (terminal). Mahkota bunga berwarna kuning, berjumlah lima helai dengan salah satu kelopaknya lebih kecil dan berbentuk seperti kantong. |
| Buah | Berbentuk polong yang pipih, keras, berwarna hijau saat muda dan berubah jadi cokelat tua atau kehitaman saat sudah matang. Bentuknya agak melengkung seperti paruh burung. |
| Biji | Berbentuk bulat lonjong hingga hampir persegi, keras, dan berwarna cokelat gelap atau hitam. |
8 Manfaat Secang untuk kesehatan.
Brazilin dan brazilein menghambat jalur NF-κB dan MAPK, menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi seperti IL-1β, TNF-α, dan COX-2. Senyawa juga menghambat aktivitas enzim siklooksigenase dan lipoksigenase, mengurangi sintesis prostaglandin dan leukotrien.
Brazilin dan protosappanin A meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD), katalase, dan glutation peroksidase. Senyawa juga langsung menangkap radikal bebas (DPPH, ABTS) dan mengkelat ion logam transisi.
Sappanchalcone dan brazilin merusak membran sel bakteri, menghambat sintesis peptidoglikan, dan mengganggu pompa efluks. Efektif terhadap Streptococcus mutans dan Porphyromonas gingivalis.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Secang.
Interaksi & Kontraindikasi Secang dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Kayu secang (Caesalpinia sappan) dikenal luas dalam pengobatan tradisional karena kandungan senyawa aktifnya seperti brazilin yang memiliki sifat antioksidan, antibakteri, dan anti-inflamasi. Namun, konsumsi ekstrak secang dalam dosis yang tidak terkontrol atau berlebihan dapat menimbulkan beberapa efek samping bagi tubuh. Berdasarkan studi toksisitas pada hewan uji, konsumsi dosis tinggi secara terus-menerus dapat memicu gangguan pada organ hati (hepatotoksisitas) dan ginjal, yang ditandai dengan peningkatan enzim hati tertentu. Selain itu, sifat vasodilatasi dan pengaruhnya terhadap sistem sirkulasi darah dikhawatirkan dapat menyebabkan penurunan tekanan darah secara drastis (hipotensi) pada individu yang sensitif.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Secang.