Secang

Sappan Wood | Caesalpinia sappan
Secang
Nama
Secang (Sappan Wood)
Nama Latin/Ilmiah
Caesalpinia sappan
Famili
Bagian Digunakan
Kayu
Rasa
Manis, sepat

Nama Lain
Su mu (China), Patanga (India), Fang (Thailand), Sibucao (Philippines), Bakkam (Arab countries)
Asal
Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Myanmar, India, Sri Lanka
Kandungan Utama
Brazilin, sappanchalcone, protosappanin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Secang

Secang atau sappan wood (Caesalpinia sappan) adalah tumbuhan perdu atau pohon kecil yang berasal dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tanaman ini dikenal karena kayu batangnya yang mengandung zat warna merah alami bernama brasilin. Secara tradisional, masyarakat Nusantara memanfaatkan kayu secang sebagai pewarna alami untuk kain, minuman, serta ramuan herbal. Pohon secang memiliki batang berduri, daun majemuk, dan bunga berwarna kuning cerah yang tumbuh dalam tandan. Bagian yang paling sering digunakan adalah kayu bagian dalam yang berwarna merah kecokelatan, yang diperoleh dengan cara menyayat atau menumbuk batangnya.

Baca Lebih Lanjut
Update: 13 Agu 2026 - 14:41:53
 

II. Ciri-ciri Secang

Tumbuh subur di daerah tropis dengan ketinggian hingga 1000 mdpl. Biasanya ditemukan di hutan sekunder, lereng bukit, atau ditanam di pekarangan sebagai tanaman obat dan pagar hidup karena toleran terhadap tanah kering. Karakteristik/ciri-ciri Secang (Caesalpinia sappan):

Bagian Ciri-Ciri
Batang Berkayu keras, tegak, berwarna cokelat keabu-abuan dengan banyak duri bengkok yang tajam di permukaannya. Bagian kayu dalamnya berwarna merah atau jingga kemerahan.
Daun Daun majemuk menyirip ganda dengan anak daun berbentuk lonjong atau jorong, ukurannya kecil, tersusun rapi berpasangan, dan ujungnya agak membulat atau tumpul.
Bunga Tersusun dalam malai yang muncul di ujung batang (terminal). Mahkota bunga berwarna kuning, berjumlah lima helai dengan salah satu kelopaknya lebih kecil dan berbentuk seperti kantong.
Buah Berbentuk polong yang pipih, keras, berwarna hijau saat muda dan berubah jadi cokelat tua atau kehitaman saat sudah matang. Bentuknya agak melengkung seperti paruh burung.
Biji Berbentuk bulat lonjong hingga hampir persegi, keras, dan berwarna cokelat gelap atau hitam.

III. Manfaat Secang

8 Manfaat Secang untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis

    Brazilin dan brazilein menghambat jalur NF-κB dan MAPK, menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi seperti IL-1β, TNF-α, dan COX-2. Senyawa juga menghambat aktivitas enzim siklooksigenase dan lipoksigenase, mengurangi sintesis prostaglandin dan leukotrien.

    Senyawa Aktif: Brazilin, Brazilein, Sappanchalcone
    Tampilkan
  2. Antioksidan Sistemik

    Brazilin dan protosappanin A meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD), katalase, dan glutation peroksidase. Senyawa juga langsung menangkap radikal bebas (DPPH, ABTS) dan mengkelat ion logam transisi.

    Senyawa Aktif: Brazilin, Protosappanin A, Sappanon A
    Tampilkan
  3. Antimikroba terhadap Bakteri Oral

    Sappanchalcone dan brazilin merusak membran sel bakteri, menghambat sintesis peptidoglikan, dan mengganggu pompa efluks. Efektif terhadap Streptococcus mutans dan Porphyromonas gingivalis.

    Senyawa Aktif: Sappanchalcone, Brazilin, Brazilein
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Secang

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Secang.

  1. Golongan: Homoisoflavonoid
    Bagian Tanaman: Kayu hati (heartwood)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antioksidan, Antidiabetes, Antikanker, Hepatoprotektif, Dan Penghambat Enzim α-glukosidase. Didukung Oleh Studi In Vitro Dan In Vivo, Namun Uji Klinis Pada Manusia Masih Terbatas..
    Tampilkan
  2. Brazilein

    Golongan: Homoisoflavonoid (produk oksidasi)
    Bagian Tanaman: Kayu hati (heartwood) – jumlah meningkat pada kayu yang tua atau teroksidasi
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Penghambat Tirosinase (antipigmentasi), Antikanker (apoptosis Sel Melanoma), Antimikroba. Efek Farmakologis Telah Diuji In Vitro Dan Pada Hewan, Tanpa Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
  3. Sappanchalcone

    Golongan: Chalcone
    Bagian Tanaman: Kayu hati (heartwood)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antiproliferatif (terhadap Sel Kanker Payudara Dan Kolorektal), Antimikroba, Dan Inhibitor NF-κB. Bukti Terutama Dari Studi In Vitro; Studi In Vivo Pada Hewan Masih Terbatas..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Secang

Interaksi & Kontraindikasi Secang dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Obat imunosupresan (misal siklosporin, takrolimus)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Penggunaan bersamaan dapat mengurangi efektivitas imunosupresan akibat efek imunostimulan secang. Monitor respons imun dan konsultasi dokter.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (misal ACE inhibitor, calcium channel blocker)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Secang memiliki efek vasodilator yang dapat menurunkan tekanan darah. Risiko hipotensi. Pantau tekanan darah secara teratur dan sesuaikan dosis antihipertensi dengan panduan dokter.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetes (insulin, sulfonilurea)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Secang dapat menurunkan kadar gula darah. Kombinasi meningkatkan risiko hipoglikemia. Monitor gula darah secara ketat dan konsultasi dokter untuk penyesuaian dosis.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+5)

VI. Efek Samping Secang

Kayu secang (Caesalpinia sappan) dikenal luas dalam pengobatan tradisional karena kandungan senyawa aktifnya seperti brazilin yang memiliki sifat antioksidan, antibakteri, dan anti-inflamasi. Namun, konsumsi ekstrak secang dalam dosis yang tidak terkontrol atau berlebihan dapat menimbulkan beberapa efek samping bagi tubuh. Berdasarkan studi toksisitas pada hewan uji, konsumsi dosis tinggi secara terus-menerus dapat memicu gangguan pada organ hati (hepatotoksisitas) dan ginjal, yang ditandai dengan peningkatan enzim hati tertentu. Selain itu, sifat vasodilatasi dan pengaruhnya terhadap sistem sirkulasi darah dikhawatirkan dapat menyebabkan penurunan tekanan darah secara drastis (hipotensi) pada individu yang sensitif.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Secang

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Secang.

Apa kandungan fitokimia utama dalam kayu secang (Caesalpinia sappan) yang bertanggung jawab atas aktivitas biologisnya?
Kayu secang mengandung senyawa brazilin sebagai pigmen merah utama yang bersifat antioksidan dan antiinflamasi. Selain itu, terdapat homoisoflavonoid seperti sappanone A, B, C, D, dan protosappanin, serta flavonoid seperti quercetin dan kaempferol. Referensi: Nirmal et al., 2015, Journal of Ethnopharmacology
Bagaimana cara konsumsi secang yang aman untuk penggunaan sehari-hari sebagai minuman herbal?
Cara aman adalah dengan merebus 2-5 gram serutan kayu secang kering dalam 200-300 ml air selama 10-15 menit, kemudian disaring dan diminum hangat. Konsumsi maksimal 1-2 cangkir per hari untuk menghindari iritasi saluran cerna. Referensi: Badan POM RI, 2019, Informasi Obat Herbal
Apakah secang memiliki efek samping atau kontraindikasi yang perlu diwaspadai?
Efek samping yang mungkin terjadi meliputi gangguan pencernaan ringan (mual, diare) jika dikonsumsi berlebihan. Kontraindikasi utama adalah pada penderita gangguan pembekuan darah atau yang sedang mengonsumsi antikoagulan karena brazilin memiliki aktivitas antikoagulan. Referensi: Moon et al., 2010, Fitoterapia
Apakah konsumsi secang aman untuk ibu hamil dan ibu menyusui?
Belum ada penelitian yang cukup untuk memastikan keamanan secang pada ibu hamil dan menyusui. Secara tradisional, secang digunakan sebagai tonik setelah melahirkan, namun karena efek antikoagulan dan potensi kontraksi uterus (dari brazilin), sebaiknya dihindari selama kehamilan dan konsultasi dengan dokter sebelum digunakan saat menyusui. Referensi: Duke, 2002, Handbook of Medicinal Herbs
Dapatkah secang digunakan untuk anak-anak dan bayi?
Penggunaan secang pada anak-anak dan bayi tidak dianjurkan tanpa pengawasan medis karena data keamanan masih terbatas. Beberapa sediaan tradisional memberikan dosis sangat kecil (misalnya 0,5-1 gram untuk anak di atas 2 tahun), namun risiko efek samping seperti alergi atau gangguan pencernaan perlu dipertimbangkan. Referensi: World Health Organization, 2009, WHO Monographs on Selected Medicinal Plants
Apa manfaat kesehatan umum dari secang berdasarkan bukti ilmiah?
Secang memiliki aktivitas antioksidan tinggi yang membantu melawan radikal bebas, antiinflamasi untuk meredakan peradangan, antimikroba terhadap beberapa bakteri dan jamur, serta efek hepatoprotektif (melindungi hati). Beberapa studi juga menunjukkan potensi antidiabetes dan penurun kolesterol. Referensi: Batubara et al., 2010, Bioscience, Biotechnology, and Biochemistry
Apakah secang dapat berinteraksi dengan obat-obatan modern?
Ya, secang berpotensi berinteraksi dengan obat antikoagulan (warfarin, aspirin) karena efek antiplatelet dan antikoagulan dari brazilin. Juga dapat meningkatkan efek obat antidiabetes karena efek hipoglikemiknya. Interaksi dengan obat antihipertensi juga mungkin terjadi. Konsultasi dengan tenaga kesehatan sangat disarankan. Referensi: Izzo & Ernst, 2009, Drugs & Aging
Bagaimana cara menyeduh atau merebus secang yang benar untuk memperoleh manfaat optimal?
Gunakan serutan kayu secang yang bersih (sekitar 3-5 gram) dan rebus dalam 300 ml air mendidih selama 10-15 menit dengan panci tertutup untuk mengurangi hilangnya senyawa volatil. Setelah dingin, saring dan minum. Jangan merebus terlalu lama karena akan mengurai senyawa aktif. Tambahkan madu atau jahe secukupnya untuk rasa. Referensi: Wijayakusuma, 2008, Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia

Kayu Rapet

Parameria laevigata

Pulai

Alstonia scholaris

Cari: