• Herbapedia.id

Purslane / Krokot

Portulaca oleracea
Purslane / Krokot
Nama: Purslane / Krokot
Nama Ilmiah: Portulaca oleracea
Famili: Portulacaceae

Kandungan:
Asam lemak omega-3, antioksidan, vitamin A, vitamin C, vitamin E, magnesium, kalsium, kalium
Nama Lain:
Purslane (United States), Krokot (Indonesia), Ma chi xian (China), Verdolaga (Mexico), Pourpier (France)
Asal:
Mediterania, Afrika Utara, Timur Tengah, dan India
Bagian Utama:
Daun, Batang
Rasa:
Asam, asin

Advertisement


I. Tentang Purslane / Krokot

Portulaca oleracea, yang dikenal luas sebagai purslane atau krokot, adalah tumbuhan sukulen tahunan yang sering dianggap gulma namun menyimpan segudang keistimewaan. Daunnya yang tebal, berdaging, dan berbentuk oval berwarna hijau mengkilap, serta batangnya yang kemerahan dan merayap, menjadikannya mudah dikenali di lahan kering atau retakan trotoar. Keunikan fisiologisnya terletak pada kemampuannya melakukan fotosintesis tipe CAM (Crassulacean Acid Metabolism), yang memungkinkan tumbuhan ini tetap bertahan di kondisi panas dan kekeringan ekstrem dengan menyerap karbon dioksida di malam hari. Di berbagai budaya, krokot telah lama dimanfaatkan sebagai sayuran dan obat tradisional, sementara penelitian modern mulai mengonfirmasi statusnya sebagai salah satu sumber nutrisi nabati paling padat.

Advertisement

Kandungan gizi dalam Portulaca oleracea menjadikannya tumbuhan liar yang patut diperhitungkan. Krokot merupakan sumber asam lemak omega-3 (khususnya asam alpha-linolenat) tertinggi di antara sayuran daun, melebihi bayam dan selada. Selain itu, tumbuhan ini kaya akan antioksidan seperti vitamin C, vitamin E, beta-karoten, dan glutathione, serta mineral penting seperti magnesium, kalium, dan kalsium. Dalam pengobatan tradisional di Asia dan Mediterania, krokot sering digunakan untuk mengatasi masalah pencernaan, peradangan, serta infeksi saluran kemih. Beberapa studi farmakologi menunjukkan bahwa ekstrak krokot memiliki aktivitas antimikroba, antiinflamasi, dan bahkan neuroprotektif, menjadikannya subjek menarik dalam riset nutrisi fungsional.

Meskipun kerap dipandang sebelah mata sebagai gulma pengganggu, krokot (Portulaca oleracea) memiliki peran ekologis dan ekonomi yang signifikan. Tumbuhan ini mampu tumbuh di tanah miskin hara dan toleran terhadap salinitas, sehingga kerap menjadi pionir dalam revegetasi lahan terdegradasi. Di dunia kuliner, daun dan batang mudanya yang renyah dengan rasa sedikit asam dapat dimakan mentah dalam salad, ditumis, atau dijadikan sup. Namun demikian, perlu diperhatikan bahwa krokot mengandung asam oksalat dalam jumlah sedang, sehingga konsumsi berlebihan pada individu dengan riwayat batu ginjal perlu diwaspadai. Dengan meningkatnya minat pada pangan alternatif dan tanaman liar bernutrisi tinggi, krokot kini mulai dibudidayakan secara komersial dan dianggap sebagai pangan masa depan yang berkelanjutan.

Update: 28 Jul 2026 - 08:30:18

 

II. Manfaat Purslane / Krokot

Manfaat Purslane / Krokot untuk kesehatan.

  1. Aktivitas Antioksidan

    Mengais radikal bebas dan meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD), katalase, dan glutation peroksidase melalui modulasi jalur Nrf2/ARE. Senyawa polifenol dan betalain dalam purslane mendonasikan elektron untuk menetralkan spesies oksigen reaktif (ROS).

    Senyawa Aktif: Quercetin, Kaempferol, Betalain (betacyanin), Asam alfa-linolenat (omega-3)
    Tampilkan
  2. Antidiabetes dan Kontrol Glikemik

    Menghambat enzim α-glukosidase dan α-amilase, meningkatkan sekresi insulin dari sel β pankreas melalui aktivasi jalur AMPK, serta meningkatkan sensitivitas insulin dengan menurunkan resistensi insulin melalui modulasi PPAR-γ dan GLUT4.

    Senyawa Aktif: Portulana (polisakarida), Asam alfa-linolenat, Quercetin, Asam galat
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi dan Nyeri Sendi

    Menghambat produksi mediator pro-inflamasi (TNF-α, IL-6, IL-1β) dan mengurangi aktivasi NF-κB. Senyawa flavonoid menghambat COX-2 dan lipoxygenase (LOX), menekan jalur MAPK dan JAK-STAT.

    Senyawa Aktif: Quercetin, Kaempferol, Asam ursolat, Betalain
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Purslane / Krokot

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Purslane / Krokot.

  1. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun, batang muda
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Kuat, Antiinflamasi, Antikanker (in Vitro Dan In Vivo); Menghambat Proliferasi Sel Kanker Dan Mengurangi Stres Oksidatif
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun, batang muda
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Antidiabetes; Meningkatkan Sekresi Insulin Dan Sensitivitas Glukosa Pada Studi Sel Dan Hewan
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun, batang muda
    Aktivitas Farmakologis:
    Neuroprotektif (menghambat Agregasi Beta-amiloid), Antiinflamasi, Antioksidan; Potensial Dalam Pencegahan Neurodegenerasi
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Purslane / Krokot

Warfarin dan antikoagulan lainnya

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Purslane kaya akan vitamin K yang dapat mengurangi efektivitas antikoagulan. Pantau INR secara teratur dan konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi.

Obat antihipertensi (misal: ACE inhibitor, diuretik, beta-blocker)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Purslane memiliki efek hipotensif ringan. Kombinasi dapat menyebabkan penurunan tekanan darah berlebih. Awasi tekanan darah dan hindari penggunaan bersamaan tanpa pengawasan medis.

Obat antidiabetes (insulin, sulfonilurea, metformin)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Purslane dapat menurunkan kadar gula darah. Risiko hipoglikemia meningkat jika dikombinasikan dengan obat antidiabetes. Pantau gula darah secara ketat dan sesuaikan dosis obat jika perlu.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Purslane / Krokot

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Purslane / Krokot.

Apa itu purslane (krokot) dan apa kandungan fitokimia utamanya?
Purslane (Portulaca oleracea) adalah tanaman sukulen yang sering dianggap gulma, namun kaya nutrisi. Kandungan fitokimia utamanya meliputi asam lemak omega-3 (asam alfa-linolenat), flavonoid (quercetin, kaempferol), betalain, vitamin C, vitamin E, beta-karoten, dan mineral seperti magnesium, kalium, dan zat besi. Journal of Food Science and Technology, 2016 melaporkan bahwa kadar asam lemak omega-3 pada purslane lebih tinggi dibandingkan sayuran daun lainnya.
Bagaimana cara mengonsumsi purslane sehari-hari?
Purslane dapat dikonsumsi mentah dalam salad, ditumis, dikukus, atau dijadikan sup. Daun dan batang muda yang segar memiliki rasa sedikit asam dan renyah. Untuk mengurangi kandungan oksalat, dapat direbus sebentar sebelum dikonsumsi. International Journal of Gastronomy and Food Science, 2019 menyebutkan bahwa purslane sering digunakan sebagai lalapan di berbagai budaya.
Apa manfaat kesehatan utama dari mengonsumsi purslane?
Purslane memiliki potensi antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Konsumsi rutin dapat mendukung kesehatan jantung karena kandungan omega-3, menurunkan tekanan darah berkat kalium, serta membantu mengontrol gula darah. Sebuah studi dalam Journal of Ethnopharmacology, 2014 menunjukkan ekstrak purslane memiliki efek hepatoprotektif. Namun, klaim ini masih perlu penelitian lebih lanjut pada manusia.
Apakah aman mengonsumsi purslane untuk ibu hamil dan menyusui?
Dalam jumlah makanan normal (sebagai sayuran), purslane umumnya aman untuk ibu hamil dan menyusui. Namun, karena kandungan oksalat dan potensi efek farmakologis pada dosis tinggi (misalnya ekstrak pekat), disarankan untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2015 menyarankan konsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan purslane dalam bentuk suplemen selama kehamilan.
Apakah ada efek samping atau kontraindikasi dari purslane?
Efek samping utama terkait kandungan oksalat yang tinggi, yang dapat memperburuk batu ginjal pada individu rentan. Konsumsi berlebihan juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Kontraindikasi meliputi penderita batu ginjal oksalat dan orang yang menjalani terapi antikoagulan karena purslane mengandung vitamin K yang berinteraksi dengan warfarin. Drug Metabolism Reviews, 2017 mencatat potensi interaksi tanaman ini dengan obat pengencer darah.
Bagaimana penggunaan purslane untuk bayi dan anak-anak?
Purslane dapat diperkenalkan sebagai makanan pendamping ASI dalam jumlah kecil setelah anak berusia 6 bulan, dengan cara direbus dan dihaluskan. Karena kandungan oksalat, sebaiknya tidak diberikan terlalu sering. Untuk anak-anak yang lebih besar, dapat diberikan sebagai lalapan atau campuran sup. Pediatric Gastroenterology and Nutrition, 2018 menyebutkan bahwa sayuran dengan oksalat perlu diperkenalkan secara bertahap untuk menghindari risiko batu ginjal.
Apakah purslane bisa digunakan sebagai obat tradisional?
Secara tradisional, purslane digunakan untuk mengobati luka bakar, peradangan, infeksi saluran kemih, dan gangguan pencernaan. Beberapa penelitian in vitro dan hewan menunjukkan aktivitas antimikroba dan antiinflamasi. Namun, bukti klinis pada manusia masih terbatas. Journal of Herbal Medicine, 2020 mengonfirmasi bahwa penggunaan tradisional didukung oleh kandungan flavonoid dan alkaloid, namun belum cukup untuk rekomendasi medis.
Berapa dosis konsumsi purslane yang dianjurkan?
Tidak ada dosis pasti yang ditetapkan secara resmi. Dalam konsumsi sehari-hari, sekitar setengah cangkir (50–100 gram) daun segar dianggap aman sebagai bagian dari diet seimbang. Untuk suplemen atau ekstrak, dosis umum pada penelitian adalah 500–1000 mg per hari, namun harus disesuaikan dengan kondisi individu. Phytotherapy Research, 2016 menyarankan untuk memulai dengan dosis rendah dan memantau efeknya.

Chickweed

Stellaria media

Lamb's Quarters

Chenopodium album