Krokot

Purslane | Portulaca oleracea
Krokot
Nama
Krokot (Purslane)
Nama Latin/Ilmiah
Portulaca oleracea
Bagian Digunakan
Daun, Batang
Rasa
Asam, asin

Nama Lain
Purslane (United States), Krokot (Indonesia), Ma chi xian (China), Verdolaga (Mexico), Pourpier (France)
Asal
Mediterania, Afrika Utara, Timur Tengah, dan India
Kandungan Utama
Asam lemak omega-3, antioksidan, vitamin A, vitamin C, vitamin E, magnesium, kalsium, kalium

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Krokot

Portulaca oleracea, yang dikenal luas sebagai purslane atau krokot, adalah tumbuhan sukulen tahunan yang sering dianggap gulma namun menyimpan segudang keistimewaan. Daunnya yang tebal, berdaging, dan berbentuk oval berwarna hijau mengkilap, serta batangnya yang kemerahan dan merayap, menjadikannya mudah dikenali di lahan kering atau retakan trotoar. Keunikan fisiologisnya terletak pada kemampuannya melakukan fotosintesis tipe CAM (Crassulacean Acid Metabolism), yang memungkinkan tumbuhan ini tetap bertahan di kondisi panas dan kekeringan ekstrem dengan menyerap karbon dioksida di malam hari. Di berbagai budaya, krokot telah lama dimanfaatkan sebagai sayuran dan obat tradisional, sementara penelitian modern mulai mengonfirmasi statusnya sebagai salah satu sumber nutrisi nabati paling padat.

Baca Lebih Lanjut
Update: 10 Agu 2026 - 22:40:03
 

II. Ciri-ciri Krokot

Krokot ini bandel banget, bisa tumbuh hampir di mana saja. Mulai dari pinggir jalan, sela-sela retakan beton, sampai lahan pertanian. Dia suka banget sama sinar matahari penuh dan tanah yang agak kering, jadi jangan heran kalau dia tahan banting meski cuaca lagi panas terik. Karakteristik/ciri-ciri Krokot (Portulaca oleracea):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Tumbuhan herba tahunan yang tumbuh menjalar di tanah atau kadang agak tegak.
Batang Batangnya sukulen (berdaging dan berair), warnanya sering kemerahan atau hijau pucat, bentuknya silindris, dan bercabang banyak.
Daun Daunnya tebal dan berair (sukulen), bentuknya mirip sendok atau oval, letaknya berselang-seling atau berumpun di ujung batang.
Bunga Bunganya kecil, biasanya warna kuning cerah, mekar cuma di pagi hari pas kena matahari, lalu menutup lagi di siang hari.
Buah Dan Biji Buahnya berbentuk kapsul kecil yang kalau sudah matang bakal pecah dan mengeluarkan biji-biji hitam yang ukurannya super kecil.
Akar Punya sistem perakaran tunggang yang kuat, bikin dia susah dicabut dan gampang banget bertahan hidup di tanah yang minim air.

III. Manfaat Krokot

8 Manfaat Krokot untuk kesehatan.

  1. Aktivitas Antioksidan

    Mengais radikal bebas dan meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD), katalase, dan glutation peroksidase melalui modulasi jalur Nrf2/ARE. Senyawa polifenol dan betalain dalam purslane mendonasikan elektron untuk menetralkan spesies oksigen reaktif (ROS).

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Kaempferol, Betalain (betacyanin), Asam alfa-linolenat (omega-3)
    Tampilkan
  2. Antidiabetes dan Kontrol Glikemik

    Menghambat enzim α-glukosidase dan α-amilase, meningkatkan sekresi insulin dari sel β pankreas melalui aktivasi jalur AMPK, serta meningkatkan sensitivitas insulin dengan menurunkan resistensi insulin melalui modulasi PPAR-γ dan GLUT4.

    Senyawa Aktif: Portulana (polisakarida), Asam Alfa-Linolenat, Kuersetin, Asam Galat
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi dan Nyeri Sendi

    Menghambat produksi mediator pro-inflamasi (TNF-α, IL-6, IL-1β) dan mengurangi aktivasi NF-κB. Senyawa flavonoid menghambat COX-2 dan lipoxygenase (LOX), menekan jalur MAPK dan JAK-STAT.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Kaempferol, Asam Ursolat, Betalain
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Krokot

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Krokot.

  1. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun, batang muda
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Kuat, Antiinflamasi, Antikanker (in Vitro Dan In Vivo); Menghambat Proliferasi Sel Kanker Dan Mengurangi Stres Oksidatif.
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun, batang muda
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Antidiabetes; Meningkatkan Sekresi Insulin Dan Sensitivitas Glukosa Pada Studi Sel Dan Hewan.
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun, batang muda
    Aktivitas Farmakologis:
    Neuroprotektif (menghambat Agregasi Beta-amiloid), Antiinflamasi, Antioksidan; Potensial Dalam Pencegahan Neurodegenerasi.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Krokot

Interaksi & Kontraindikasi Krokot dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Warfarin dan antikoagulan lainnya

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Purslane kaya akan vitamin K yang dapat mengurangi efektivitas antikoagulan. Pantau INR secara teratur dan konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (misal: ACE inhibitor, diuretik, beta-blocker)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Purslane memiliki efek hipotensif ringan. Kombinasi dapat menyebabkan penurunan tekanan darah berlebih. Awasi tekanan darah dan hindari penggunaan bersamaan tanpa pengawasan medis.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetes (insulin, sulfonilurea, metformin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Purslane dapat menurunkan kadar gula darah. Risiko hipoglikemia meningkat jika dikombinasikan dengan obat antidiabetes. Pantau gula darah secara ketat dan sesuaikan dosis obat jika perlu.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+6)

VI. Efek Samping Krokot

Krokot (Portulaca oleracea) adalah tanaman liar yang sering dikonsumsi sebagai sayuran atau obat herbal karena kaya akan nutrisi seperti asam lemak omega-3 dan antioksidan. Namun, konsumsi krokot dalam jumlah berlebihan dapat menimbulkan beberapa efek samping bagi kesehatan. Salah satu efek samping utama berkaitan dengan tingginya kadar asam oksalat dalam tanaman ini. Oksalat dapat mengikat kalsium dan mineral lainnya di dalam saluran pencernaan, yang berpotensi meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal pada individu yang rentan atau memiliki riwayat gangguan ginjal.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Krokot

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Krokot.

  1. Pengaruh Suplementasi Krokot (Portulaca oleracea) terhadap Kontrol Glikemik dan Profil Lipid pada Orang Dewasa: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Suplementasi krokot secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa, HbA1c, trigliserida, dan LDL-kolesterol, serta meningkatkan HDL-kolesterol. Tidak dilaporkan efek samping serius pada rentang dosis yang diuji.
    Tampilkan
  2. Efek Biji Krokot terhadap Kadar Glukosa Darah dan Profil Lipid pada Pasien Diabetes Tipe 2

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Pemberian biji krokot selama 8 minggu menurunkan glukosa darah puasa dan HbA1c secara signifikan dibandingkan plasebo. Kadar trigliserida juga menurun, tetapi kolesterol total tidak berubah signifikan.
    Tampilkan
  3. Pengaruh Biji Krokot terhadap Enzim Hati dan Profil Lipid pada Pasien Perlemakan Hati Non-Alkoholik

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Suplementasi biji krokot menurunkan kadar ALT, AST, dan trigliserida serum secara bermakna. Perbaikan derajat steatosis hati juga diamati pada sebagian pasien setelah intervensi.
    Tampilkan

VIII. FAQ Krokot

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Krokot.

Apa itu purslane (krokot) dan apa kandungan fitokimia utamanya?
Purslane (Portulaca oleracea) adalah tanaman sukulen yang sering dianggap gulma, namun kaya nutrisi. Kandungan fitokimia utamanya meliputi asam lemak omega-3 (asam alfa-linolenat), flavonoid (quercetin, kaempferol), betalain, vitamin C, vitamin E, beta-karoten, dan mineral seperti magnesium, kalium, dan zat besi. Journal of Food Science and Technology, 2016 melaporkan bahwa kadar asam lemak omega-3 pada purslane lebih tinggi dibandingkan sayuran daun lainnya.
Bagaimana cara mengonsumsi purslane sehari-hari?
Purslane dapat dikonsumsi mentah dalam salad, ditumis, dikukus, atau dijadikan sup. Daun dan batang muda yang segar memiliki rasa sedikit asam dan renyah. Untuk mengurangi kandungan oksalat, dapat direbus sebentar sebelum dikonsumsi. International Journal of Gastronomy and Food Science, 2019 menyebutkan bahwa purslane sering digunakan sebagai lalapan di berbagai budaya.
Apa manfaat kesehatan utama dari mengonsumsi purslane?
Purslane memiliki potensi antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Konsumsi rutin dapat mendukung kesehatan jantung karena kandungan omega-3, menurunkan tekanan darah berkat kalium, serta membantu mengontrol gula darah. Sebuah studi dalam Journal of Ethnopharmacology, 2014 menunjukkan ekstrak purslane memiliki efek hepatoprotektif. Namun, klaim ini masih perlu penelitian lebih lanjut pada manusia.
Apakah aman mengonsumsi purslane untuk ibu hamil dan menyusui?
Dalam jumlah makanan normal (sebagai sayuran), purslane umumnya aman untuk ibu hamil dan menyusui. Namun, karena kandungan oksalat dan potensi efek farmakologis pada dosis tinggi (misalnya ekstrak pekat), disarankan untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2015 menyarankan konsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan purslane dalam bentuk suplemen selama kehamilan.
Apakah ada efek samping atau kontraindikasi dari purslane?
Efek samping utama terkait kandungan oksalat yang tinggi, yang dapat memperburuk batu ginjal pada individu rentan. Konsumsi berlebihan juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Kontraindikasi meliputi penderita batu ginjal oksalat dan orang yang menjalani terapi antikoagulan karena purslane mengandung vitamin K yang berinteraksi dengan warfarin. Drug Metabolism Reviews, 2017 mencatat potensi interaksi tanaman ini dengan obat pengencer darah.
Bagaimana penggunaan purslane untuk bayi dan anak-anak?
Purslane dapat diperkenalkan sebagai makanan pendamping ASI dalam jumlah kecil setelah anak berusia 6 bulan, dengan cara direbus dan dihaluskan. Karena kandungan oksalat, sebaiknya tidak diberikan terlalu sering. Untuk anak-anak yang lebih besar, dapat diberikan sebagai lalapan atau campuran sup. Pediatric Gastroenterology and Nutrition, 2018 menyebutkan bahwa sayuran dengan oksalat perlu diperkenalkan secara bertahap untuk menghindari risiko batu ginjal.
Apakah purslane bisa digunakan sebagai obat tradisional?
Secara tradisional, purslane digunakan untuk mengobati luka bakar, peradangan, infeksi saluran kemih, dan gangguan pencernaan. Beberapa penelitian in vitro dan hewan menunjukkan aktivitas antimikroba dan antiinflamasi. Namun, bukti klinis pada manusia masih terbatas. Journal of Herbal Medicine, 2020 mengonfirmasi bahwa penggunaan tradisional didukung oleh kandungan flavonoid dan alkaloid, namun belum cukup untuk rekomendasi medis.
Berapa dosis konsumsi purslane yang dianjurkan?
Tidak ada dosis pasti yang ditetapkan secara resmi. Dalam konsumsi sehari-hari, sekitar setengah cangkir (50–100 gram) daun segar dianggap aman sebagai bagian dari diet seimbang. Untuk suplemen atau ekstrak, dosis umum pada penelitian adalah 500–1000 mg per hari, namun harus disesuaikan dengan kondisi individu. Phytotherapy Research, 2016 menyarankan untuk memulai dengan dosis rendah dan memantau efeknya.

Jukut Piyik

Stellaria media

Goosefoot

Chenopodium album

Cari: