Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Pengaruh Suplementasi Krokot (Portulaca oleracea) terhadap Kontrol Glikemik dan Profil Lipid pada Orang Dewasa: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    11 uji klinis acak; total 650 subjek (dewasa dengan gangguan glikemik dan/atau dislipidemia)
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi 1,5–10 g/hari biji atau ekstrak krokot selama 4–12 minggu.
    Temuan:
    Suplementasi krokot secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa, HbA1c, trigliserida, dan LDL-kolesterol, serta meningkatkan HDL-kolesterol. Tidak dilaporkan efek samping serius pada rentang dosis yang diuji.
  2. Efek Biji Krokot terhadap Kadar Glukosa Darah dan Profil Lipid pada Pasien Diabetes Tipe 2

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Uji Klinis Acak Tersamar Ganda
    Sampel:
    80 pasien diabetes tipe 2
    Dosis/Durasi:
    5 g/hari bubuk biji krokot dalam kapsul, selama 8 minggu.
    Temuan:
    Pemberian biji krokot selama 8 minggu menurunkan glukosa darah puasa dan HbA1c secara signifikan dibandingkan plasebo. Kadar trigliserida juga menurun, tetapi kolesterol total tidak berubah signifikan.
  3. Pengaruh Biji Krokot terhadap Enzim Hati dan Profil Lipid pada Pasien Perlemakan Hati Non-Alkoholik

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Uji Klinis Acak Tersamar Ganda
    Sampel:
    70 pasien perlemakan hati non-alkoholik (NAFLD)
    Dosis/Durasi:
    5 g/hari bubuk biji krokot, selama 12 minggu.
    Temuan:
    Suplementasi biji krokot menurunkan kadar ALT, AST, dan trigliserida serum secara bermakna. Perbaikan derajat steatosis hati juga diamati pada sebagian pasien setelah intervensi.
  4. Suplementasi Krokot terhadap Tekanan Darah, Inflamasi, dan Status Oksidatif pada Penderita Sindrom Metabolik

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Uji Klinis Acak Tersamar Ganda
    Sampel:
    60 pasien sindrom metabolik
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak krokot dua kali sehari, selama 8 minggu.
    Temuan:
    Ekstrak krokot menurunkan tekanan darah sistolik, TNF-α, dan kadar malondialdehid, serta meningkatkan kapasitas antioksidan total. Efek ini mendukung penggunaan krokot sebagai adjuvan terapi metabolik.
  5. Tinjauan Sistematis: Efek Antioksidan dan Anti-Inflamasi Krokot (Portulaca oleracea) pada Penyakit Metabolik dan Kardiovaskular

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    28 artikel (14 uji klinis, 14 studi eksperimental)
    Dosis/Durasi:
    Tidak disatukan; dosis dan durasi bervariasi antar studi yang ditinjau.
    Temuan:
    Sebagian besar studi menunjukkan bahwa krokot mengurangi penanda inflamasi dan stres oksidatif. Flavonoid dan asam lemak omega-3 dalam krokot diduga menjadi senyawa aktif utama.
  6. Efektivitas Ekstrak Krokot Topikal terhadap Penyembuhan Luka pada Pasien Ulkus Kaki Diabetik

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Uji Klinis Acak Tersamar
    Sampel:
    50 pasien ulkus kaki diabetik derajat I–II
    Dosis/Durasi:
    Krim ekstrak krokot 2% dioleskan dua kali sehari, selama 4 minggu.
    Temuan:
    Krim ekstrak krokot topikal mempercepat penutupan luka dan mengurangi eksudat dibandingkan perawatan standar. Tidak ditemukan reaksi alergi atau efek samping lokal yang serius.
  7. Potensi Neuroprotektif Krokot pada Model Tikus Penyakit Alzheimer

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 tikus jantan; model Alzheimer diinduksi streptozotosin
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol krokot 200 mg/kgBB per oral, setiap hari selama 4 minggu.
    Temuan:
    Ekstrak krokot memperbaiki gangguan memori spasial dan menurunkan akumulasi plak beta-amiloid di hipokampus. Kadar faktor inflamasi otak, seperti IL-1β dan TNF-α, juga menurun.
  8. Pengaruh Krokot terhadap Tekanan Darah dan Fungsi Endotel: Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    9 uji klinis acak; total 412 subjek
    Dosis/Durasi:
    Dosis 2–10 g/hari dalam bentuk biji atau ekstrak, durasi 4–12 minggu.
    Temuan:
    Konsumsi krokot dikaitkan dengan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik yang kecil tetapi signifikan. Perbaikan fungsi endotel juga dilaporkan meskipun masih berdasarkan jumlah studi terbatas.

Advertisement


Cari: