Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efikasi Calendula officinalis terhadap penyembuhan luka: tinjauan sistematis dan meta-analisis studi acak terkendali

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi RCT dengan total 986 pasien yang memiliki luka akut atau kronis, termasuk luka bakar, ulkus diabetikum, dan luka pascaoperasi.
    Dosis/Durasi:
    Variasi dosis: ekstrak 3–10% dalam bentuk salep atau krim, digunakan 1–3 kali sehari selama 14–28 hari.
    Temuan:
    Calendula officinalis secara signifikan mempercepat penyembuhan luka dan mengurangi skor inflamasi dibandingkan dengan kontrol. Efek paling konsisten terlihat pada luka bakar derajat dua dan ulkus kaki diabetik.
  2. Efek salep Calendula officinalis terhadap dermatitis radiasi akut pada pasien kanker payudara

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 pasien perempuan pascaoperasi kanker payudara yang menjalani radioterapi adjuvan.
    Dosis/Durasi:
    Salep ekstrak 5% dioleskan pada area radiasi dua kali sehari sejak hari pertama radioterapi sampai dua minggu setelah terapi selesai.
    Temuan:
    Salep Calendula officinalis 5% menurunkan insidensi dan derajat dermatitis radiasi dibandingkan dengan perawatan standar. Pasien juga melaporkan penurunan nyeri dan rasa gatal tanpa efek samping sistemik yang bermakna.
  3. Obat kumur Calendula officinalis untuk pencegahan mukositis oral akibat kemoterapi

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    72 pasien dewasa dengan tumor padat yang menjalani kemoterapi berbasis platinum.
    Dosis/Durasi:
    Obat kumur 10 mL selama 1 menit, tiga kali sehari, dimulai pada hari pertama kemoterapi dan dilanjutkan selama 14 hari.
    Temuan:
    Obat kumur Calendula officinalis 10% menurunkan insidensi mukositis oral derajat 2 atau lebih berat dan menunda waktu munculnya mukositis. Keluhan sensasi terbakar di rongga mulut juga lebih ringan dibandingkan kelompok kontrol.
  4. Efek krim Calendula officinalis terhadap penyembuhan ulkus kaki diabetik

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien diabetes melitus tipe 2 dengan ulkus kaki diabetik derajat Wagner 1–2.
    Dosis/Durasi:
    Krim 10% dioleskan satu kali sehari pada ulkus setelah debridemen, selama 4 minggu.
    Temuan:
    Krim Calendula officinalis 10% mempercepat penutupan ulkus dan meningkatkan persentase epitelisasi dibandingkan perawatan standar. Kadar sitokin proinflamasi lokal pada jaringan ulkus juga lebih rendah.
  5. Gel Calendula officinalis sebagai terapi adjuvan pada periodontitis kronis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    40 pasien periodontitis kronis dengan kedalaman poket periodontal ≥5 mm, menggunakan desain split-mouth.
    Dosis/Durasi:
    Gel 2% disuntikkan ke dalam poket periodontal setelah scaling and root planing, satu kali per minggu selama 4 minggu.
    Temuan:
    Aplikasi gel Calendula officinalis sebagai tambahan scaling and root planing menurunkan kedalaman poket dan perdarahan gingiva lebih besar dibandingkan scaling and root planing saja. Terapi ini juga menurunkan kadar MMP-8 pada cairan sulkus gingiva.
  6. Krim Calendula officinalis pada dermatitis atopik ringan hingga sedang pada anak

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    50 anak usia 2–12 tahun dengan dermatitis atopik ringan hingga sedang.
    Dosis/Durasi:
    Krim 10% dioleskan tipis pada area lesi dua kali sehari selama 4 minggu.
    Temuan:
    Krim Calendula officinalis 10% secara signifikan menurunkan skor SCORAD dan intensitas gatal setelah 4 minggu. Efeknya sebanding dengan kortikosteroid potensi rendah pada kasus ringan tanpa menyebabkan atrofi kulit.
  7. Perbandingan salep Calendula officinalis dengan silver sulfadiazine pada luka bakar derajat dua

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    66 pasien luka bakar derajat dua dengan luas ≤20% total body surface area.
    Dosis/Durasi:
    Salep 5% dioleskan sekali sehari setelah pembersihan luka, digunakan sampai 3 minggu.
    Temuan:
    Salep Calendula officinalis 5% mempercepat epitelisasi dan menurunkan skor nyeri secara signifikan dibandingkan silver sulfadiazine pada hari ke-14. Pemeriksaan histopatologi menunjukkan penurunan infiltrasi neutrofil dan peningkatan pembentukan kolagen.
  8. Meta-analisis efektivitas Calendula officinalis terhadap mukositis oral akibat kemoterapi dan radioterapi

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 studi RCT dengan total 1.120 pasien yang menjalani kemoterapi atau radioterapi di daerah kepala dan leher.
    Dosis/Durasi:
    Bentuk sediaan bervariasi berupa obat kumur atau ekstrak 5–10%, digunakan 2–4 kali sehari selama 7–28 hari.
    Temuan:
    Calendula officinalis menurunkan risiko mukositis oral derajat berat dan mempercepat resolusi mukositis. Namun, heterogenitas antar studi cukup tinggi sehingga diperlukan uji klinis dengan metode standar yang lebih seragam.

Advertisement


Cari: