Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Feverfew (Tanacetum parthenium) untuk profilaksis migrain: tinjauan sistematis dan meta-analisis uji acak terkontrol

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    7 uji acak terkontrol; 1.439 pasien migrain episodik
    Dosis/Durasi:
    100–300 mg ekstrak kering feverfew per hari, standar parthenolide 0,2–0,7%, selama 8–16 minggu
    Temuan:
    Feverfew menurunkan frekuensi serangan migrain bulanan secara signifikan dibandingkan plasebo, dan efek samping yang dilaporkan umumnya ringan. Tingginya heterogenitas dosis dan durasi menjadi keterbatasan.
  2. Efek ekstrak Tanacetum parthenium terhadap frekuensi serangan migrain tanpa aura: uji klinis acak tersamar ganda

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    96 pasien migrain tanpa aura, usia 18–60 tahun
    Dosis/Durasi:
    150 mg dua kali sehari (total 300 mg/hari), 12 minggu
    Temuan:
    Ekstrak feverfew 150 mg dua kali sehari mengurangi rata-rata serangan migrain per bulan dibandingkan plasebo. Skor keparahan nyeri dan penggunaan obat akut juga menurun.
  3. Tinjauan sistematis aktivitas farmakologis Tanacetum parthenium dan parthenolide pada penyakit inflamasi dan neurodegeneratif

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    42 studi in vitro, 18 studi in vivo hewan, dan 5 uji klinis
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada dosis tunggal; rentang konsentrasi 0,1–10 μM pada in vitro dan 20–200 mg/kg pada hewan
    Temuan:
    Parthenolide, seskuiterpen lakton utama feverfew, menunjukkan aktivitas antiinflamasi, antioksidan, dan neuroprotektif. Sebagian besar bukti masih berasal dari studi preklinis.
  4. Efek neuroprotektif ekstrak hidroalkohol Tanacetum parthenium pada model tikus parkinson yang diinduksi 6-OHDA

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    40 tikus Sprague-Dawley jantan, usia 8–10 minggu, dibagi dalam 5 kelompok
    Dosis/Durasi:
    100 dan 200 mg/kg oral sekali sehari selama 21 hari
    Temuan:
    Ekstrak feverfew dosis 100 dan 200 mg/kg memperbaiki motorik dan mengurangi apoptosis sel dopaminergik di substansia nigra. Kadar malondialdehid menurun, sedangkan aktivitas superoksida dismutase meningkat.
  5. Uji klinis acak terkendali plasebo untuk menilai keamanan dan tolerabilitas ekstrak feverfew pada sukarelawan sehat

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 sukarelawan sehat; 30 menerima feverfew dan 30 menerima plasebo
    Dosis/Durasi:
    150 mg dua kali sehari dan 300 mg dua kali sehari (total 300 dan 600 mg/hari), 28 hari
    Temuan:
    Pemberian 300–600 mg/hari feverfew selama 28 hari dapat ditoleransi dengan baik dan tidak menunjukkan perubahan bermakna pada fungsi hati, ginjal, atau parameter hematologi. Efek samping paling sering adalah gangguan saluran cerna ringan.
  6. Etnofarmakologi dan fitokimia Tanacetum parthenium: tinjauan komprehensif penggunaan tradisional hingga aktivitas klinis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    112 artikel dari PubMed, Scopus, dan Web of Science
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada intervensi (tinjauan literatur)
    Temuan:
    Tanacetum parthenium telah digunakan secara tradisional untuk migrain, demam, dan gangguan inflamasi. Kandungan parthenolide dan flavonoid diduga menjadi penentu aktivitas biologis, tetapi standardisasi ekstrak masih menjadi tantangan.

Advertisement


Cari: