Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Aktivitas Hepatoprotektif Ekstrak Etanol Biji Kemiri (Aleurites moluccanus) pada Tikus yang Diinduksi Karbon Tetraklorida

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    30 ekor tikus Wistar jantan, berat 180–220 gram
    Dosis/Durasi:
    300 dan 500 mg/kg BB/hari per oral selama 14 hari.
    Temuan:
    Ekstrak etanol biji kemiri dosis 300 dan 500 mg/kg BB menurunkan kadar ALT dan AST secara signifikan dibandingkan kontrol. Perbaikan histopatologi jaringan hati juga terlihat pada kelompok perlakuan.
  2. Efek Antihiperglikemik dan Antidislipidemia Ekstrak Biji Kemiri pada Tikus Diabetes Induksi Streptozotocin

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    24 ekor tikus Sprague-Dawley jantan; diabetes diinduksi streptozotocin 45 mg/kg BB
    Dosis/Durasi:
    250 dan 500 mg/kg BB/hari per oral selama 28 hari.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak biji kemiri dosis 250 dan 500 mg/kg BB secara signifikan menurunkan gula darah puasa dan memperbaiki profil lipid. Aktivitas ini diduga berkaitan dengan kandungan asam lemak dan flavonoid.
  3. Aktivitas Anti-Inflamasi Ekstrak Etanol Batang Kemiri pada Model Tikus Artritis Complete Freund Adjuvant

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    28 ekor tikus Wistar jantan, usia 8–10 minggu
    Dosis/Durasi:
    100, 200, dan 400 mg/kg BB/hari per oral selama 21 hari.
    Temuan:
    Ekstrak batang kemiri mengurangi edema kaki dan menurunkan kadar TNF-α, serta meningkatkan kadar IL-10. Efek anti-inflamasi paling optimal terlihat pada dosis 200 mg/kg BB.
  4. Efek Sitotoksik Minyak Kemiri terhadap Sel Kanker Payudara MCF-7 dan Sel Kanker Serviks HeLa

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Kultur sel MCF-7 dan HeLa; konsentrasi perlakuan 10–200 µg/mL
    Dosis/Durasi:
    10–200 µg/mL selama 48 jam (konsentrasi ekuivalen in vitro).
    Temuan:
    Minyak kemiri menghambat proliferasi sel MCF-7 dan HeLa dengan nilai IC50 masing-masing sekitar 48,2 µg/mL dan 72,5 µg/mL. Peningkatan aktivitas kaspase-3 menunjukkan bahwa kematian sel terjadi melalui apoptosis.
  5. Formulasi Nanoemulsi Minyak Biji Kemiri dan Aktivitasnya sebagai Penumbuh Rambut pada Kelinci

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental formulasi dan uji praklinis
    Sampel:
    15 ekor kelinci New Zealand jantan; area pengamatan kulit 3 × 3 cm
    Dosis/Durasi:
    0,5 mL nanoemulsi dioleskan 2 kali sehari selama 28 hari.
    Temuan:
    Nanoemulsi minyak kemiri 10% menghasilkan diameter folikel rambut dan panjang rambut lebih tinggi dibandingkan kontrol. Sediaan juga stabil secara fisik selama penyimpanan 8 minggu.
  6. Tinjauan Sistematis: Fitokimia dan Farmakologi Aleurites moluccanus (Kemiri)

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    42 artikel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dari PubMed dan Scopus
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan (tinjauan sistematis).
    Temuan:
    Aleurites moluccanus dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan, anti-inflamasi, antidiabetes, dan hepatoprotektif. Namun, uji klinis pada manusia masih sangat terbatas dan sebagian besar merupakan studi praklinis.
  7. Penentuan Toksisitas Akut dan NOAEL Ekstrak Etanol Biji Kemiri pada Tikus Wistar

    Tahun:
    2025
    Tipe:
    Studi toksikologi eksperimental
    Sampel:
    40 ekor tikus Wistar jantan dan betina; rentang dosis 5–5000 mg/kg BB
    Dosis/Durasi:
    Dosis tunggal 5–5000 mg/kg BB; kemudian 50–1000 mg/kg BB/hari per oral selama 90 hari.
    Temuan:
    LD50 ekstrak etanol biji kemiri diperkirakan lebih dari 5000 mg/kg BB sehingga tergolong praktis tidak toksik. NOAEL ditetapkan sekitar 250 mg/kg BB per hari berdasarkan uji subkronis.

Advertisement


Cari: