Manggis

Mangosteen | Garcinia mangostana
Manggis
Nama
Manggis (Mangosteen)
Nama Latin/Ilmiah
Garcinia mangostana
Bagian Digunakan
Kulit Buah (perikarp)
Rasa
Pahit, sepat

Nama Lain
Plueak Mangkhut (Thailand), Balat ng manggis (Philippines), Shanzhu pi (China)
Asal
Indonesia, Malaysia, Thailand
Kandungan Utama
Xanthone, alpha-mangostin, gamma-mangostin, tanin, flavonoid

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Manggis

Kulit buah manggis (Garcinia mangostana) merupakan bagian yang kaya akan senyawa bioaktif, terutama golongan xanthone seperti alpha-mangostin, gamma-mangostin, dan garcinone E. Alpha-mangostin menjadi senyawa yang paling banyak diteliti karena potensinya sebagai antioksidan kuat, antiinflamasi, dan antimikroba. Secara tradisional, ekstrak kulit manggis telah digunakan dalam pengobatan herbal Asia Tenggara untuk mengatasi infeksi kulit, diare, dan luka. Kandungan tanin dan resin di dalamnya memberikan efek astringen yang membantu menghentikan pendarahan kecil serta mengeringkan bisul.

Baca Lebih Lanjut
Update: 16 Agu 2026 - 18:42:44
 

II. Ciri-ciri Manggis

Manggis tumbuh subur di daerah tropis yang lembap dengan curah hujan tinggi dan suhu hangat. Biasanya ditemukan di dataran rendah hingga ketinggian 1.000 mdpl dengan tanah yang kaya humus dan drainase yang baik. Karakteristik/ciri-ciri Manggis (Garcinia mangostana):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Memiliki sistem perakaran tunggang yang cukup dalam dan kuat untuk menopang pohon.
Batang Pohon berukuran sedang dengan kulit batang berwarna cokelat tua kehitaman, mengandung getah kuning, dan percabangan yang membentuk tajuk simetris seperti kerucut.
Daun Daun tunggal yang tebal, kaku, dan mengkilap dengan bentuk lonjong meruncing di ujung, berwarna hijau gelap.
Bunga Bunga manggis biasanya muncul di ujung ranting, berkelamin ganda atau jantan, dengan kelopak bunga yang tebal dan berwarna kemerahan.
Buah Berbentuk bulat dengan kulit buah yang tebal, keras, dan berwarna ungu tua saat matang. Di bagian atas buah terdapat kelopak yang menetap.
Daging Buah Terdiri dari beberapa segmen berwarna putih bersih, bertekstur lembut, berair, dengan cita rasa manis bercampur sedikit asam yang menyegarkan.

III. Manfaat Manggis

8 Manfaat Manggis untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis Lutut

    Ekstrak kulit manggis menghambat jalur NF-κB dan menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-1β, IL-6) melalui aktivasi PPARγ serta menghambat enzim COX-2 dan iNOS. Xanton seperti α-mangostin menekan aktivasi MAPK p38 dan JNK sehingga mengurangi degradasi tulang rawan.

    Senyawa Aktif: α-mangostin, γ-mangostin, garcinone E
    Tampilkan
  2. Antimikroba Spektrum Luas (Bakteri dan Jamur)

    α-mangostin dan γ-mangostin mengganggu membran sel patogen dengan meningkatkan permeabilitas, merusak integritas lipid bilayer, dan menghambat pompa eflux bakteri. Pada jamur, xanton mengganggu biosintesis ergosterol dan menginduksi apoptosis sel jamur melalui produksi ROS.

    Senyawa Aktif: α-mangostin, γ-mangostin, garcinone C
    Tampilkan
  3. Antioksidan dan Perlindungan Stres Oksidatif

    Xanton dan proantosianidin dalam kulit manggis mengkhelat logam transisi (Fe²⁺, Cu²⁺) dan meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, glutation peroksidase) melalui aktivasi jalur Nrf2/ARE. α-mangostin secara langsung menetralkan radikal bebas (peroksil, hidroksil, superoksida) dengan nilai EC₅₀ yang sangat rendah.

    Senyawa Aktif: α-mangostin, proantosianidin tipe A, γ-mangostin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Manggis

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Manggis.

  1. α-Mangostin

    Golongan: Xanthone
    Bagian Tanaman: Kulit buah
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikanker (induksi Apoptosis Pada Sel Kanker Payudara, Usus Besar), Antiinflamasi (hambat COX-2 Dan NF-κB), Antimikroba (Staphylococcus Aureus, Helicobacter Pylori), Antioksidan..
    Tampilkan
  2. γ-Mangostin

    Golongan: Xanthone
    Bagian Tanaman: Kulit buah
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiproliferatif (sel Leukemia), Antialergi (stabilisasi Sel Mast), Antidepresan (hambat MAO-A), Antidiabetes (peningkatan Sensitivitas Insulin)..
    Tampilkan
  3. Garcinone E

    Golongan: Xanthone
    Bagian Tanaman: Kulit buah
    Aktivitas Farmakologis:
    Sitotoksik Terhadap Sel Kanker Paru, Hati, Dan Lambung (in Vitro), Antimikroba (tuberkulosis), Antioksidan..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Manggis

Interaksi & Kontraindikasi Manggis dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Obat Antikoagulan (warfarin, heparin) dan Antiplatelet (aspirin, clopidogrel)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan bersamaan karena ekstrak kulit manggis memiliki efek antiplatelet yang dapat meningkatkan risiko perdarahan. Hentikan konsumsi setidaknya 2 minggu sebelum operasi.

  2. Penggunaan pada penderita Gangguan Pembekuan Darah (hemofilia, trombositopenia, defisiensi vitamin K)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Tidak dianjurkan karena dapat memperburuk risiko perdarahan spontan. Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan.

  3. Kehamilan dan Menyusui

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan karena belum ada data keamanan yang memadai. Efek hormonal dan kontraksi uterus (in vitro) berpotensi membahayakan janin.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+8)

VI. Efek Samping Manggis

Manggis (Garcinia mangostana) dikenal luas karena kandungan antioksidan xanthone yang tinggi, namun konsumsinya, terutama dalam bentuk ekstrak atau suplemen dosis tinggi, dapat menimbulkan beberapa efek samping. Efek samping yang paling umum dilaporkan meliputi gangguan saluran pencernaan ringan seperti mual, nyeri lambung, perut kembung, dan diare. Selain itu, kandungan bioaktif dalam manggis dapat memperlambat proses pembekuan darah, sehingga berisiko meningkatkan waktu perdarahan terutama pada individu yang memiliki gangguan pendarahan atau mereka yang sedang mengonsumsi obat-obatan antikoagulan dan antiplatelet.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Manggis

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Manggis.

  1. Efek Suplementasi Ekstrak Garcinia mangostana terhadap Profil Glikemik dan Lipid: Meta-Analisis Uji Acak Terkontrol

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak manggis secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa, HbA1c, dan trigliserida, tetapi tidak memengaruhi kolesterol LDL secara bermakna. Efek lebih besar terlihat pada dosis ≥400 mg/hari dan durasi ≥12 minggu.
    Tampilkan
  2. Ekstrak Kulit Buah Manggis Menurunkan Inflamasi dan Resistensi Insulin pada Pasien Sindrom Metabolik

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Pemberian ekstrak kulit manggis selama 12 minggu menurunkan hs-CRP, TNF-α, dan indeks HOMA-IR secara bermakna dibandingkan plasebo. Tidak terdapat perubahan signifikan pada fungsi hati setelah intervensi.
    Tampilkan
  3. Pengaruh Ekstrak Garcinia mangostana terhadap HbA1c dan Stres Oksidatif pada Pasien Diabetes Tipe 2

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak manggis selama 12 minggu menurunkan HbA1c sekitar 0,7% dan kadar MDA plasma sekitar 18% dibandingkan plasebo. Kadar SOD dan kapasitas antioksidan total meningkat secara signifikan.
    Tampilkan

VIII. FAQ Manggis

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Manggis.

Apa saja senyawa aktif utama dalam kulit manggis yang bertanggung jawab atas manfaat kesehatannya?
Kulit manggis kaya akan xanton, terutama alfa-mangostin, gartanin, dan 9-hidroksikalkon. Alfa-mangostin merupakan xanton paling dominan yang memiliki aktivitas antioksidan, anti-inflamasi, dan antimikroba yang kuat. (Sari, et al., Journal of Pharmaceutical Sciences, 2019)
Apakah aman mengonsumsi ekstrak atau rebusan kulit manggis setiap hari dalam jangka panjang?
Konsumsi harian dalam dosis rendah (misalnya 100-200 mg ekstrak standar) umumnya dianggap aman untuk orang dewasa sehat, namun belum ada penelitian jangka panjang yang memadai. Efek samping dapat muncul pada dosis tinggi, seperti gangguan pencernaan atau penurunan tekanan darah. Sebaiknya tidak melebihi dosis yang dianjurkan dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan. (Tanaka, et al., Food and Chemical Toxicology, 2017)
Apa efek samping yang mungkin timbul akibat konsumsi kulit manggis?
Efek samping yang dilaporkan meliputi gangguan lambung (mual, diare), sakit kepala, dan pusing. Pada beberapa kasus, dapat menyebabkan penurunan tekanan darah atau interaksi dengan obat antikoagulan. Konsumsi berlebihan juga berpotensi memicu kerusakan hati karena kandungan xanton yang tinggi. (Kim, et al., Journal of Medicinal Food, 2018)
Bolehkah ibu hamil dan menyusui mengonsumsi produk herbal dari kulit manggis?
Belum ada penelitian yang cukup mengenai keamanan kulit manggis pada ibu hamil dan menyusui. Senyawa aktif seperti alfa-mangostin dapat memengaruhi kontraksi rahim atau ditransfer ke ASI. Oleh karena itu, penggunaan selama kehamilan dan menyusui tidak dianjurkan kecuali di bawah pengawasan dokter. (FDA Disclaimer; studi pada hewan menunjukkan potensi teratogenik pada dosis tinggi, namun data manusia tidak tersedia. Lihat: Journal of Ethnopharmacology, 2016
Apakah kulit manggis aman untuk bayi dan anak-anak?
Tidak ada data klinis yang cukup mengenai keamanan kulit manggis pada bayi dan anak-anak. Sistem metabolisme dan detoksifikasi pada anak masih belum matang, sehingga dikhawatirkan menimbulkan efek toksik dari xanton. Sebaiknya dihindari untuk anak di bawah 12 tahun tanpa rekomendasi dokter. (WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, 2009)
Bagaimana cara konsumsi kulit manggis yang benar untuk mendapatkan manfaat kesehatan?
Kulit manggis dapat dikonsumsi dalam bentuk rebusan (2-5 gram kulit kering direbus dalam 200 mL air selama 15 menit), ekstrak kapsul (standar 100-300 mg per hari, dibagi dalam 2-3 dosis), atau teh. Untuk meningkatkan penyerapan, sebaiknya dikonsumsi bersama makanan yang mengandung lemak. Hindari merebus terlalu lama karena dapat merusak senyawa aktif. (Pothitirat, et al., Journal of Natural Products, 2010)
Apakah kulit manggis dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Kandungan xanton terutama alfa-mangostin dapat menghambat enzim CYP450 (seperti CYP3A4) di hati, sehingga dapat meningkatkan kadar obat yang dimetabolisme oleh enzim tersebut, misalnya statin, antikoagulan (warfarin), dan obat antikejang. Selain itu, efek antiplateletnya dapat meningkatkan risiko perdarahan jika dikombinasikan dengan antikoagulan. Konsultasi dengan dokter sangat disarankan. (Nelson, et al., Drug Metabolism and Disposition, 2013)
Apa manfaat kulit manggis untuk kesehatan umum berdasarkan bukti ilmiah?
Studi menunjukkan bahwa ekstrak kulit manggis memiliki aktivitas antioksidan yang kuat, membantu menurunkan peradangan (misalnya pada artritis), mendukung kesehatan kardiovaskular dengan menurunkan tekanan darah dan kolesterol LDL, serta memiliki efek antidiabetes dengan meningkatkan sensitivitas insulin. Namun, sebagian besar penelitian bersifat in vitro atau pada hewan; uji klinis pada manusia masih terbatas. (Daud, et al., BMC Complementary and Alternative Medicine, 2015)

Sukun

Artocarpus altilis

Buah Merah

Pandanus conoideus

Cari: