Advertisement
Kayu Bajakah (Spatholobus littoralis) atau akar kancil adalah tumbuhan liana berkayu yang berasal dari hutan hujan tropis Kalimantan, Indonesia. Secara tradisional, tumbuhan ini telah lama digunakan oleh suku Dayak sebagai ramuan herbal untuk mengobati berbagai penyakit, mulai dari luka luar hingga gangguan kesehatan internal. Keunikan Bajakah terletak pada kemampuannya untuk tumbuh merambat di pepohonan tinggi, dengan batang yang keras dan berwarna coklat kemerahan. Dalam beberapa tahun terakhir, tumbuhan ini menjadi sorotan publik setelah klaim ilmiah awal mengenai potensinya sebagai agen anti-kanker, memicu minat penelitian yang lebih luas baik di dalam negeri maupun internasional.
Tumbuhan ini tipe liana atau tanaman merambat yang banyak ditemukan di kawasan hutan tropis, terutama di area yang lembap seperti hutan Kalimantan. Dia suka tumbuh merambat pada pohon-pohon besar untuk mencari sinar matahari. Karakteristik/ciri-ciri Bajakah (Spatholobus littoralis):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tipe Batang | Berkayu, fleksibel karena bersifat liana, dan memiliki diameter yang bisa cukup besar seiring bertambahnya usia. |
| Tekstur Permukaan Batang | Kulit batang cenderung kasar, berwarna kecokelatan, dan jika dipotong akan mengeluarkan getah kemerahan yang khas. |
| Daun | Daun majemuk, biasanya tersusun dalam tiga anak daun (trifoliate) dengan bentuk oval atau elips, serta memiliki permukaan yang halus. |
| Bunga | Bunga berukuran kecil yang biasanya muncul dalam kelompok atau malai (panikel) dengan warna yang khas, seringkali putih atau kekuningan. |
| Buah | Termasuk tipe polong-polongan (legume) yang pipih dan akan pecah saat sudah matang untuk menyebarkan biji di dalamnya. |
| Akar | Sistem perakaran tunggang yang kuat untuk menunjang pertumbuhan batang merambatnya di tanah hutan. |
8 Manfaat Bajakah untuk kesehatan.
Ekstrak kayu bajakah kaya akan senyawa polifenol (flavonoid, tanin) yang mendonorkan elektron untuk menetralkan radikal bebas seperti DPPH, ABTS, dan ROS. Senyawa ini juga mengaktivasi faktor transkripsi Nrf2, meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen seperti SOD, CAT, dan GPx melalui jalur Keap1/Nrf2/ARE.
Flavonoid dan triterpenoid dalam bajakah menghambat enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipooksigenase (LOX) sehingga menurunkan produksi prostaglandin dan leukotrien. Selain itu, senyawa ini menekan aktivasi NF-κB, mengurangi ekspresi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6.
Senyawa polifenol (terutama flavonoid) merusak membran sel bakteri dengan berinteraksi dengan lipid bilayer dan protein integrasi, meningkatkan permeabilitas membran, serta menghambat sintesis asam nukleat dan enzim esensial bakteri. Pada jamur, senyawa ini mengganggu ergosterol dan dinding sel.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Bajakah.
Interaksi & Kontraindikasi Bajakah dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Kayu Bajakah (Spatholobus littoralis) dikenal luas dalam pengobatan tradisional masyarakat Dayak sebagai agen antikanker karena kandungan senyawa metabolit sekundernya seperti flavonoid, saponin, tanin, dan fenolik. Meskipun sering dianggap sebagai obat herbal alami yang aman, konsumsi ekstrak kayu bajakah tanpa takaran yang jelas dapat memicu berbagai efek samping sistemik. Penelitian toksisitas pada hewan uji menunjukkan bahwa ekstrak dengan dosis tertentu atau penggunaan jangka panjang berpotensi menimbulkan stres oksidatif pada organ vital, terutama hati dan ginjal, yang ditunjukkan oleh peningkatan enzim transaminase (ALT/AST) dan ureum-kreatinin.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Bajakah.