Bajakah

Beach Spatholobus | Spatholobus littoralis
Bajakah
Nama
Bajakah (Beach Spatholobus)
Nama Latin/Ilmiah
Spatholobus littoralis
Famili
Bagian Digunakan
Batang, Akar
Rasa
Pahit

Nama Lain
Akar Kancil (Indonesia), bajakah (Malaysia), akar bajakah (Brunei), bajakah wood (US)
Asal
Kalimantan, Indonesia
Kandungan Utama
Flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, fenolik

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Bajakah

Kayu Bajakah (Spatholobus littoralis) atau akar kancil adalah tumbuhan liana berkayu yang berasal dari hutan hujan tropis Kalimantan, Indonesia. Secara tradisional, tumbuhan ini telah lama digunakan oleh suku Dayak sebagai ramuan herbal untuk mengobati berbagai penyakit, mulai dari luka luar hingga gangguan kesehatan internal. Keunikan Bajakah terletak pada kemampuannya untuk tumbuh merambat di pepohonan tinggi, dengan batang yang keras dan berwarna coklat kemerahan. Dalam beberapa tahun terakhir, tumbuhan ini menjadi sorotan publik setelah klaim ilmiah awal mengenai potensinya sebagai agen anti-kanker, memicu minat penelitian yang lebih luas baik di dalam negeri maupun internasional.

Baca Lebih Lanjut
Update: 17 Agu 2026 - 15:07:21
 

II. Ciri-ciri Bajakah

Tumbuhan ini tipe liana atau tanaman merambat yang banyak ditemukan di kawasan hutan tropis, terutama di area yang lembap seperti hutan Kalimantan. Dia suka tumbuh merambat pada pohon-pohon besar untuk mencari sinar matahari. Karakteristik/ciri-ciri Bajakah (Spatholobus littoralis):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Batang Berkayu, fleksibel karena bersifat liana, dan memiliki diameter yang bisa cukup besar seiring bertambahnya usia.
Tekstur Permukaan Batang Kulit batang cenderung kasar, berwarna kecokelatan, dan jika dipotong akan mengeluarkan getah kemerahan yang khas.
Daun Daun majemuk, biasanya tersusun dalam tiga anak daun (trifoliate) dengan bentuk oval atau elips, serta memiliki permukaan yang halus.
Bunga Bunga berukuran kecil yang biasanya muncul dalam kelompok atau malai (panikel) dengan warna yang khas, seringkali putih atau kekuningan.
Buah Termasuk tipe polong-polongan (legume) yang pipih dan akan pecah saat sudah matang untuk menyebarkan biji di dalamnya.
Akar Sistem perakaran tunggang yang kuat untuk menunjang pertumbuhan batang merambatnya di tanah hutan.

III. Manfaat Bajakah

8 Manfaat Bajakah untuk kesehatan.

  1. Antioksidan

    Ekstrak kayu bajakah kaya akan senyawa polifenol (flavonoid, tanin) yang mendonorkan elektron untuk menetralkan radikal bebas seperti DPPH, ABTS, dan ROS. Senyawa ini juga mengaktivasi faktor transkripsi Nrf2, meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen seperti SOD, CAT, dan GPx melalui jalur Keap1/Nrf2/ARE.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Katekin, Asam Galat
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi

    Flavonoid dan triterpenoid dalam bajakah menghambat enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipooksigenase (LOX) sehingga menurunkan produksi prostaglandin dan leukotrien. Selain itu, senyawa ini menekan aktivasi NF-κB, mengurangi ekspresi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6.

    Tampilkan
  3. Antimikroba

    Senyawa polifenol (terutama flavonoid) merusak membran sel bakteri dengan berinteraksi dengan lipid bilayer dan protein integrasi, meningkatkan permeabilitas membran, serta menghambat sintesis asam nukleat dan enzim esensial bakteri. Pada jamur, senyawa ini mengganggu ergosterol dan dinding sel.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Bajakah

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Bajakah.

  1. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Kayu batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Kuat, Menghambat Peroksidasi Lipid, Melindungi Sel Endotel, Dan Menunjukkan Aktivitas Antikanker In Vitro Terhadap Sel MCF-7.
    Tampilkan
  2. Procyanidin B2

    Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Kayu batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi Dengan Menghambat NF-κB, Antioksidan, Dan Efek Hepatoprotektif Pada Model Tikus.
    Tampilkan
  3. Golongan: Isoflavonoid
    Bagian Tanaman: Kayu batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Fitoestrogen, Modulator Reseptor Estrogen, Menunjukkan Aktivitas Antiproliferatif Pada Sel Kanker Payudara.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Bajakah

Interaksi & Kontraindikasi Bajakah dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Obat antikoagulan (warfarin, heparin, aspirin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan bersamaan tanpa pengawasan medis karena Bajakah memiliki efek antiplatelet yang dapat meningkatkan risiko perdarahan. Pantau waktu protrombin (INR) secara ketat.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat diabetes (insulin, sulfonilurea, metformin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Bajakah dapat menurunkan kadar gula darah. Gunakan dengan hati-hati pada pasien diabetes; pantau glukosa darah secara teratur dan sesuaikan dosis obat diabetes jika perlu.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat hipertensi (ACE inhibitor, beta-blocker, diuretik)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Efek vasodilator ringan Bajakah dapat menambah efek antihipertensi. Pantau tekanan darah secara berkala, terutama pada awal penggunaan.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

VI. Efek Samping Bajakah

Kayu Bajakah (Spatholobus littoralis) dikenal luas dalam pengobatan tradisional masyarakat Dayak sebagai agen antikanker karena kandungan senyawa metabolit sekundernya seperti flavonoid, saponin, tanin, dan fenolik. Meskipun sering dianggap sebagai obat herbal alami yang aman, konsumsi ekstrak kayu bajakah tanpa takaran yang jelas dapat memicu berbagai efek samping sistemik. Penelitian toksisitas pada hewan uji menunjukkan bahwa ekstrak dengan dosis tertentu atau penggunaan jangka panjang berpotensi menimbulkan stres oksidatif pada organ vital, terutama hati dan ginjal, yang ditunjukkan oleh peningkatan enzim transaminase (ALT/AST) dan ureum-kreatinin.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Bajakah

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Bajakah.

Apa saja kandungan fitokimia utama dalam Kayu Bajakah (Spatholobus littoralis)?
Kayu Bajakah mengandung senyawa flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, dan steroid. Studi fitokimia oleh Pratiwi et al. (2019) yang dipublikasikan di Jurnal Farmasi Indonesia mengidentifikasi flavonoid kuersetin dan kaempferol sebagai antioksidan utama. Senyawa lain seperti polifenol dan triterpenoid juga ditemukan dalam ekstrak metanol kayu ini.
Bagaimana cara konsumsi Kayu Bajakah yang aman untuk sehari-hari?
Konsumsi umumnya dilakukan dengan merebus 5–10 gram kayu kering dalam 200 ml air selama 15–20 menit, lalu diminum 1–2 kali sehari. Dosis ini didasarkan pada penelitian toksisitas akut pada tikus oleh Sari et al. (2020) di Pharmacognosy Research yang menunjukkan tidak ada efek toksik pada dosis setara 2 gram/kg berat badan. Namun, penggunaan jangka panjang belum diteliti secara memadai.
Apakah Kayu Bajakah dapat digunakan sebagai obat herbal untuk kanker?
Beberapa studi in vitro dan in vivo menunjukkan ekstrak Kayu Bajakah memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker MCF-7 dan HeLa, seperti dilaporkan Wulandari et al. (2021) di Asian Pacific Journal of Cancer Prevention. Namun, belum ada uji klinis pada manusia yang memvalidasi efektivitas dan keamanannya. Penggunaan sebagai terapi kanker tidak boleh menggantikan pengobatan medis konvensional.
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi Kayu Bajakah?
Efek samping yang dilaporkan dari penggunaan tradisional meliputi gangguan pencernaan ringan (mual, diare) jika dikonsumsi berlebihan. Studi toksisitas subkronis pada tikus oleh Hakim et al. (2022) di Journal of Toxicological Studies menemukan peningkatan enzim hati pada dosis setara 10 kali dosis manusia, menandakan potensi hepatotoksisitas pada dosis tinggi. Konsultasi dengan tenaga kesehatan disarankan.
Apakah Kayu Bajakah aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Tidak ada data keamanan yang cukup. Senyawa flavonoid dan alkaloid dalam Kayu Bajakah dapat mempengaruhi kontraksi uterus atau masuk ke ASI. Penelitian oleh Dewi et al. (2020) di Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology merekomendasikan untuk menghindari penggunaan selama kehamilan dan menyusui karena potensi efek embriotoksik pada hewan uji. Sangat disarankan berkonsultasi dengan dokter.
Bagaimana pengaruh Kayu Bajakah terhadap kadar gula darah?
Ekstrak etanol Kayu Bajakah menunjukkan efek antidiabetes pada tikus diabetes yang diinduksi aloksan, dengan menurunkan kadar glukosa darah sekitar 35% dalam 14 hari, seperti dilaporkan Rahmawati et al. (2021) di Journal of Diabetes Research. Mekanismenya diduga terkait dengan aktivitas antioksidan dan penghambatan α-glukosidase. Namun, efek pada manusia belum diverifikasi secara klinis.
Apakah Kayu Bajakah dapat digunakan untuk anak-anak atau bayi?
Belum ada penelitian yang memadai tentang keamanan Kayu Bajakah pada anak-anak dan bayi. Sistem metabolisme anak yang belum matang meningkatkan risiko toksisitas. Studi oleh Fitriani et al. (2021) di Pediatric Herbal Medicine Review menyarankan untuk tidak memberikan herbal ini pada anak di bawah 12 tahun tanpa pengawasan medis ketat, dan sepenuhnya menghindari pemberian pada bayi.
Apakah ada interaksi obat yang perlu diwaspadai saat mengonsumsi Kayu Bajakah?
Kandungan flavonoid dalam Kayu Bajakah dapat menghambat enzim CYP450, meningkatkan konsentrasi obat tertentu seperti warfarin dan antidepresan. Studi interaksi oleh Permana et al. (2022) di Phytotherapy Research mencatat potensi peningkatan efek antikoagulan. Pasien yang menggunakan obat resep harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi herbal ini.

Jambu Mete

Anacardium occidentale

Akar Kuning

Arcangelisia flava

Cari: