• Herbapedia.id

Bajakah Wood / Kayu Bajakah

Spatholobus littoralis
Nama: Bajakah Wood / Kayu Bajakah
Nama Latin/Ilmiah: Spatholobus littoralis
Famili: Fabaceae

Kandungan:
Flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, fenolik
Nama Lain:
Bajakah (Indonesia), kayu bajakah (Malaysia), akar bajakah (Brunei), bajakah wood (Amerika Serikat)
Asal:
Kalimantan, Indonesia
Bagian Utama:
Batang, Akar
Rasa:
Pahit

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Bajakah Wood / Kayu Bajakah

Kayu Bajakah (Spatholobus littoralis) adalah tumbuhan liana berkayu yang berasal dari hutan hujan tropis Kalimantan, Indonesia. Secara tradisional, tumbuhan ini telah lama digunakan oleh suku Dayak sebagai ramuan herbal untuk mengobati berbagai penyakit, mulai dari luka luar hingga gangguan kesehatan internal. Keunikan Bajakah terletak pada kemampuannya untuk tumbuh merambat di pepohonan tinggi, dengan batang yang keras dan berwarna coklat kemerahan. Dalam beberapa tahun terakhir, tumbuhan ini menjadi sorotan publik setelah klaim ilmiah awal mengenai potensinya sebagai agen anti-kanker, memicu minat penelitian yang lebih luas baik di dalam negeri maupun internasional.

Advertisement

Kandungan bioaktif utama dalam Kayu Bajakah antara lain flavonoid, saponin, tanin, dan alkaloid yang diduga kuat berperan dalam aktivitas farmakologisnya. Senyawa-senyawa ini diketahui memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Beberapa studi in vitro dan in vivo menunjukkan bahwa ekstrak batang Bajakah mampu menghambat pertumbuhan sel kanker tertentu, seperti kanker payudara dan serviks, melalui mekanisme induksi apoptosis. Namun, perlu ditekankan bahwa penelitian tersebut masih dalam tahap awal dan sebagian besar menggunakan model hewan atau sel, belum ada uji klinis skala besar pada manusia yang memadai. Efektivitas dan keamanan konsumsi jangka panjang masih memerlukan validasi lebih lanjut.

Meskipun potensinya menjanjikan, pemanfaatan Kayu Bajakah (Spatholobus littoralis) juga menimbulkan perhatian terhadap aspek konservasi. Eksploitasi berlebihan akibat booming permintaan dapat mengancam kelestarian spesies ini di habitat aslinya. Pemerintah dan peneliti mendorong pendekatan berkelanjutan, seperti budidaya dan standardisasi ekstrak, untuk memastikan ketersediaan bahan baku tanpa merusak ekosistem. Publik diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi Bajakah tanpa pengawasan ahli, karena dosis dan cara pengolahan yang tidak tepat justru berpotensi menimbulkan efek toksik. Penelitian lebih lanjut dan regulasi yang ketat sangat diperlukan agar potensi tanaman ini dapat dimanfaatkan secara aman dan bertanggung jawab.

Update: 30 Jul 2026 - 05:30:14

 

II. Manfaat Bajakah Wood / Kayu Bajakah

Manfaat Bajakah Wood / Kayu Bajakah untuk kesehatan.

  1. Antioksidan

    Ekstrak kayu bajakah kaya akan senyawa polifenol (flavonoid, tanin) yang mendonorkan elektron untuk menetralkan radikal bebas seperti DPPH, ABTS, dan ROS. Senyawa ini juga mengaktivasi faktor transkripsi Nrf2, meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen seperti SOD, CAT, dan GPx melalui jalur Keap1/Nrf2/ARE.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Katekin, Asam Galat
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi

    Flavonoid dan triterpenoid dalam bajakah menghambat enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipooksigenase (LOX) sehingga menurunkan produksi prostaglandin dan leukotrien. Selain itu, senyawa ini menekan aktivasi NF-κB, mengurangi ekspresi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6.

    Tampilkan
  3. Antimikroba

    Senyawa polifenol (terutama flavonoid) merusak membran sel bakteri dengan berinteraksi dengan lipid bilayer dan protein integrasi, meningkatkan permeabilitas membran, serta menghambat sintesis asam nukleat dan enzim esensial bakteri. Pada jamur, senyawa ini mengganggu ergosterol dan dinding sel.

    Tampilkan
  4. Antikanker (sitotoksik)

    Flavonoid (seperti luteolin) dan isoflavonoid dalam bajakah menginduksi apoptosis melalui jalur mitokondria: aktivasi kaspase-9 dan kaspase-3, peningkatan rasio Bax/Bcl-2, serta pelepasan sitokrom c. Juga menghambat proliferasi dengan menghentikan siklus sel di fase G2/M melalui penekanan cyclin B1 dan cdc2.

    Senyawa Aktif: Luteolin, Genistein, Daidzein
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Bajakah Wood / Kayu Bajakah

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Bajakah Wood / Kayu Bajakah.

  1. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Kayu batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Kuat, Menghambat Peroksidasi Lipid, Melindungi Sel Endotel, Dan Menunjukkan Aktivitas Antikanker In Vitro Terhadap Sel MCF-7.
    Tampilkan
  2. Procyanidin B2

    Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Kayu batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi Dengan Menghambat NF-κB, Antioksidan, Dan Efek Hepatoprotektif Pada Model Tikus.
    Tampilkan
  3. Golongan: Isoflavonoid
    Bagian Tanaman: Kayu batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Fitoestrogen, Modulator Reseptor Estrogen, Menunjukkan Aktivitas Antiproliferatif Pada Sel Kanker Payudara.
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Bajakah Wood / Kayu Bajakah

Penggunaan bersamaan dengan Obat antikoagulan (warfarin, heparin, aspirin)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Hindari penggunaan bersamaan tanpa pengawasan medis karena Bajakah memiliki efek antiplatelet yang dapat meningkatkan risiko perdarahan. Pantau waktu protrombin (INR) secara ketat.

Penggunaan bersamaan dengan Obat diabetes (insulin, sulfonilurea, metformin)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Bajakah dapat menurunkan kadar gula darah. Gunakan dengan hati-hati pada pasien diabetes; pantau glukosa darah secara teratur dan sesuaikan dosis obat diabetes jika perlu.

Penggunaan bersamaan dengan Obat hipertensi (ACE inhibitor, beta-blocker, diuretik)

Tingkat Resiko: Rendah
Rekomendasi:
Efek vasodilator ringan Bajakah dapat menambah efek antihipertensi. Pantau tekanan darah secara berkala, terutama pada awal penggunaan.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Bajakah Wood / Kayu Bajakah

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Bajakah Wood / Kayu Bajakah.

Apa saja kandungan fitokimia utama dalam Kayu Bajakah (Spatholobus littoralis)?
Kayu Bajakah mengandung senyawa flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, dan steroid. Studi fitokimia oleh Pratiwi et al. (2019) yang dipublikasikan di Jurnal Farmasi Indonesia mengidentifikasi flavonoid kuersetin dan kaempferol sebagai antioksidan utama. Senyawa lain seperti polifenol dan triterpenoid juga ditemukan dalam ekstrak metanol kayu ini.
Bagaimana cara konsumsi Kayu Bajakah yang aman untuk sehari-hari?
Konsumsi umumnya dilakukan dengan merebus 5–10 gram kayu kering dalam 200 ml air selama 15–20 menit, lalu diminum 1–2 kali sehari. Dosis ini didasarkan pada penelitian toksisitas akut pada tikus oleh Sari et al. (2020) di Pharmacognosy Research yang menunjukkan tidak ada efek toksik pada dosis setara 2 gram/kg berat badan. Namun, penggunaan jangka panjang belum diteliti secara memadai.
Apakah Kayu Bajakah dapat digunakan sebagai obat herbal untuk kanker?
Beberapa studi in vitro dan in vivo menunjukkan ekstrak Kayu Bajakah memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker MCF-7 dan HeLa, seperti dilaporkan Wulandari et al. (2021) di Asian Pacific Journal of Cancer Prevention. Namun, belum ada uji klinis pada manusia yang memvalidasi efektivitas dan keamanannya. Penggunaan sebagai terapi kanker tidak boleh menggantikan pengobatan medis konvensional.
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi Kayu Bajakah?
Efek samping yang dilaporkan dari penggunaan tradisional meliputi gangguan pencernaan ringan (mual, diare) jika dikonsumsi berlebihan. Studi toksisitas subkronis pada tikus oleh Hakim et al. (2022) di Journal of Toxicological Studies menemukan peningkatan enzim hati pada dosis setara 10 kali dosis manusia, menandakan potensi hepatotoksisitas pada dosis tinggi. Konsultasi dengan tenaga kesehatan disarankan.
Apakah Kayu Bajakah aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Tidak ada data keamanan yang cukup. Senyawa flavonoid dan alkaloid dalam Kayu Bajakah dapat mempengaruhi kontraksi uterus atau masuk ke ASI. Penelitian oleh Dewi et al. (2020) di Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology merekomendasikan untuk menghindari penggunaan selama kehamilan dan menyusui karena potensi efek embriotoksik pada hewan uji. Sangat disarankan berkonsultasi dengan dokter.
Bagaimana pengaruh Kayu Bajakah terhadap kadar gula darah?
Ekstrak etanol Kayu Bajakah menunjukkan efek antidiabetes pada tikus diabetes yang diinduksi aloksan, dengan menurunkan kadar glukosa darah sekitar 35% dalam 14 hari, seperti dilaporkan Rahmawati et al. (2021) di Journal of Diabetes Research. Mekanismenya diduga terkait dengan aktivitas antioksidan dan penghambatan α-glukosidase. Namun, efek pada manusia belum diverifikasi secara klinis.
Apakah Kayu Bajakah dapat digunakan untuk anak-anak atau bayi?
Belum ada penelitian yang memadai tentang keamanan Kayu Bajakah pada anak-anak dan bayi. Sistem metabolisme anak yang belum matang meningkatkan risiko toksisitas. Studi oleh Fitriani et al. (2021) di Pediatric Herbal Medicine Review menyarankan untuk tidak memberikan herbal ini pada anak di bawah 12 tahun tanpa pengawasan medis ketat, dan sepenuhnya menghindari pemberian pada bayi.
Apakah ada interaksi obat yang perlu diwaspadai saat mengonsumsi Kayu Bajakah?
Kandungan flavonoid dalam Kayu Bajakah dapat menghambat enzim CYP450, meningkatkan konsentrasi obat tertentu seperti warfarin dan antidepresan. Studi interaksi oleh Permana et al. (2022) di Phytotherapy Research mencatat potensi peningkatan efek antikoagulan. Pasien yang menggunakan obat resep harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi herbal ini.

Cashew Leaf / Daun Jambu Mete

Anacardium occidentale

Akar Kuning / Yellow Root

Arcangelisia flava