Advertisement
Kayu Bajakah (Spatholobus littoralis) adalah tumbuhan liana berkayu yang berasal dari hutan hujan tropis Kalimantan, Indonesia. Secara tradisional, tumbuhan ini telah lama digunakan oleh suku Dayak sebagai ramuan herbal untuk mengobati berbagai penyakit, mulai dari luka luar hingga gangguan kesehatan internal. Keunikan Bajakah terletak pada kemampuannya untuk tumbuh merambat di pepohonan tinggi, dengan batang yang keras dan berwarna coklat kemerahan. Dalam beberapa tahun terakhir, tumbuhan ini menjadi sorotan publik setelah klaim ilmiah awal mengenai potensinya sebagai agen anti-kanker, memicu minat penelitian yang lebih luas baik di dalam negeri maupun internasional.
Advertisement
Kandungan bioaktif utama dalam Kayu Bajakah antara lain flavonoid, saponin, tanin, dan alkaloid yang diduga kuat berperan dalam aktivitas farmakologisnya. Senyawa-senyawa ini diketahui memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Beberapa studi in vitro dan in vivo menunjukkan bahwa ekstrak batang Bajakah mampu menghambat pertumbuhan sel kanker tertentu, seperti kanker payudara dan serviks, melalui mekanisme induksi apoptosis. Namun, perlu ditekankan bahwa penelitian tersebut masih dalam tahap awal dan sebagian besar menggunakan model hewan atau sel, belum ada uji klinis skala besar pada manusia yang memadai. Efektivitas dan keamanan konsumsi jangka panjang masih memerlukan validasi lebih lanjut.
Meskipun potensinya menjanjikan, pemanfaatan Kayu Bajakah (Spatholobus littoralis) juga menimbulkan perhatian terhadap aspek konservasi. Eksploitasi berlebihan akibat booming permintaan dapat mengancam kelestarian spesies ini di habitat aslinya. Pemerintah dan peneliti mendorong pendekatan berkelanjutan, seperti budidaya dan standardisasi ekstrak, untuk memastikan ketersediaan bahan baku tanpa merusak ekosistem. Publik diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi Bajakah tanpa pengawasan ahli, karena dosis dan cara pengolahan yang tidak tepat justru berpotensi menimbulkan efek toksik. Penelitian lebih lanjut dan regulasi yang ketat sangat diperlukan agar potensi tanaman ini dapat dimanfaatkan secara aman dan bertanggung jawab.
Manfaat Bajakah Wood / Kayu Bajakah untuk kesehatan.
Ekstrak kayu bajakah kaya akan senyawa polifenol (flavonoid, tanin) yang mendonorkan elektron untuk menetralkan radikal bebas seperti DPPH, ABTS, dan ROS. Senyawa ini juga mengaktivasi faktor transkripsi Nrf2, meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen seperti SOD, CAT, dan GPx melalui jalur Keap1/Nrf2/ARE.
Flavonoid dan triterpenoid dalam bajakah menghambat enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipooksigenase (LOX) sehingga menurunkan produksi prostaglandin dan leukotrien. Selain itu, senyawa ini menekan aktivasi NF-κB, mengurangi ekspresi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6.
Senyawa polifenol (terutama flavonoid) merusak membran sel bakteri dengan berinteraksi dengan lipid bilayer dan protein integrasi, meningkatkan permeabilitas membran, serta menghambat sintesis asam nukleat dan enzim esensial bakteri. Pada jamur, senyawa ini mengganggu ergosterol dan dinding sel.
Flavonoid (seperti luteolin) dan isoflavonoid dalam bajakah menginduksi apoptosis melalui jalur mitokondria: aktivasi kaspase-9 dan kaspase-3, peningkatan rasio Bax/Bcl-2, serta pelepasan sitokrom c. Juga menghambat proliferasi dengan menghentikan siklus sel di fase G2/M melalui penekanan cyclin B1 dan cdc2.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Bajakah Wood / Kayu Bajakah.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Bajakah Wood / Kayu Bajakah.