Sukun

Breadfruit | Artocarpus altilis
Nama
Sukun (Breadfruit)
Nama Latin/Ilmiah
Artocarpus altilis
Famili
Bagian Digunakan
Daun Muda
Rasa
Pahit
Nama Lain
Ulu (Hawaii), Uru (Tahiti), Rimas (Filipina), Sukun (Malaysia), Sake (Thailand)
Asal
Papua Nugini, Maluku, Filipina
Kandungan Utama
Flavonoid, tanin, saponin, polifenol

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Sukun

Daun sukun (Artocarpus altilis) memiliki bentuk yang khas: lebar, menjari, dengan tepi yang agak bergerigi. Permukaan daunnya hijau tua dan mengkilap di bagian atas, sementara sisi bawahnya lebih pucat dan terasa kasar karena adanya bulu-bulu halus. Ukuran daunnya cukup besar, bisa mencapai panjang 30–60 cm dan lebar 20–40 cm, menjadikannya salah satu daun terbesar dari keluarga Moraceae. Struktur daun yang lebar ini membantu pohon sukun dalam menangkap sinar matahari sebanyak mungkin untuk proses fotosintesis, terutama di lingkungan tropis yang lembap.

Baca Lebih Lanjut
Update: 16 Agu 2026 - 16:41:13
 

II. Ciri-ciri Sukun

Sukun paling cocok tumbuh di daerah tropis yang hangat dan lembap. Pohon ini suka tanah yang subur, berdrainase baik, dan tidak tahan dengan suhu dingin atau kekeringan yang terlalu ekstrem. Karakteristik/ciri-ciri Sukun (Artocarpus altilis):

Bagian Ciri-Ciri
Batang Pohonnya cukup besar, bisa mencapai tinggi 20 meter, dengan kulit batang berwarna abu-abu kecokelatan dan mengeluarkan getah putih kalau terluka.
Daun Ukuran daunnya jumbo dan lebar, bentuknya menjari dengan torehan dalam yang khas (seperti terbagi-bagi), warnanya hijau mengkilap di bagian atas.
Bunga Punya bunga majemuk, di mana bunga jantan bentuknya panjang seperti gada, sedangkan bunga betina bentuknya bulat.
Buah Buahnya berbentuk bulat sampai lonjong dengan kulit luar yang punya pola menyerupai jaring (segi enam). Daging buahnya berwarna putih kekuningan, teksturnya padat, dan umumnya tidak berbiji pada jenis yang dikonsumsi.
Akar Memiliki sistem perakaran tunggang yang cukup kuat untuk menopang pohon yang besar.

III. Manfaat Sukun

8 Manfaat Sukun untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan Nyeri Sendi

    Menghambat aktivitas enzim COX-2 dan LOX, menekan jalur NF-κB, serta mengurangi produksi sitokin pro-inflamasi TNF-α dan IL-6. Senyawa flavonoid seperti quercetin dan artocarpin memodulasi respons inflamasi melalui penghambatan fosforilasi MAPK.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Artocarpin, Kaempferol
    Tampilkan
  2. Antidiabetes (Kontrol Glikemik)

    Menghambat α-glukosidase dan α-amilase di usus, menghambat penyerapan glukosa, meningkatkan sekresi insulin melalui aktivasi AMPK, dan meningkatkan sensitivitas insulin. Efek antioksidan juga berperan dalam melindungi sel beta pankreas.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Rutin, Artocarpin
    Tampilkan
  3. Antihipertensi

    Menginduksi vasodilatasi melalui jalur NO/cGMP, menghambat enzim pengubah angiotensin (ACE), dan memiliki efek diuretik ringan yang menurunkan volume darah.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Sukun

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Sukun.

  1. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Kuat, Antiinflamasi, Antidiabetes (inhibisi α-glukosidase), Dan Kardioprotektif. Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia Untuk Efek Antidiabetes..
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antikanker (induksi Apoptosis Pada Sel Kanker Payudara, In Vitro), Dan Neuroprotektif. Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antihipertensi (vasodilatasi In Vitro), Dan Antioksidan. Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Sukun

Interaksi & Kontraindikasi Sukun dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetes (misalnya metformin, insulin, sulfonilurea)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Daun sukun memiliki efek hipoglikemik. Kombinasi dapat meningkatkan risiko hipoglikemia. Pantau kadar gula darah secara ketat dan konsultasikan dengan dokter untuk penyesuaian dosis.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (misalnya ACE inhibitor, kalsium antagonis, diuretik)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Daun sukun dilaporkan menurunkan tekanan darah. Penggunaan bersamaan dapat menyebabkan hipotensi. Awasi tekanan darah dan sesuaikan dosis obat jika diperlukan.

  3. Antikoagulan atau antiplatelet (misalnya warfarin, aspirin, clopidogrel)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Daun sukun mengandung flavonoid dan senyawa lain yang dapat menghambat agregasi trombosit. Kombinasi meningkatkan risiko perdarahan. Hindari penggunaan bersamaan atau pantau INR dan tanda perdarahan dengan ketat.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+5)

VI. Efek Samping Sukun

Sukun (Artocarpus altilis) umumnya aman dikonsumsi dan kaya akan nutrisi, namun konsumsi berlebihan atau pada kondisi kesehatan tertentu dapat memicu efek samping. Salah satu potensi efek samping utama berkaitan dengan kandungan kaliumnya yang tinggi. Bagi individu dengan gangguan fungsi ginjal kronis, ginjal tidak mampu mengekskresikan kelebihan kalium dengan efektif, sehingga konsumsi sukun berisiko memicu hiperkalemia. Kondisi penumpukan kalium dalam darah ini sangat berbahaya karena dapat memengaruhi sistem konduksi listrik jantung dan berpotensi menyebabkan aritmia atau bahkan henti jantung.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Sukun

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Sukun.

  1. Tradisi penggunaan, fitokimia, dan aktivitas farmakologi Artocarpus altilis (sukun): Kajian sistematis

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Ekstrak daun dan buah sukun mengandung flavonoid, fenolik, dan polisakarida yang menunjukkan aktivitas antioksidan, antihiperglikemik, dan antihipertensi. Namun bukti klinis masih terbatas pada studi hewan dan in vitro.
    Tampilkan
  2. Pengaruh konsumsi tepung buah sukun terhadap respons glikemik pada dewasa sehat: Uji silang acak terkontrol

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Tepung sukun menghasilkan respons glikemik yang lebih rendah daripada nasi putih, dengan iAUC 43% lebih kecil. Puncak glukosa darah terjadi lebih lambat, sekitar 30–45 menit setelah konsumsi.
    Tampilkan
  3. Efek antihiperglikemik ekstrak daun sukun pada tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Ekstrak etanol daun sukun dosis 100–400 mg/kg berat badan menurunkan glukosa darah puasa setelah 14 hari pemberian, dengan efek terbesar pada dosis 400 mg/kg. Ekstrak juga meningkatkan ekspresi GLUT-4 pada jaringan otot.
    Tampilkan

VIII. FAQ Sukun

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Sukun.

Apa kandungan fitokimia utama dalam daun sukun (Artocarpus altilis) yang bermanfaat bagi kesehatan?
Daun sukun kaya akan senyawa fitokimia seperti flavonoid (khususnya quercetin dan kaempferol), tanin, saponin, polifenol, dan triterpenoid. Senyawa-senyawa ini diketahui memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antihipertensi. Sumber: Shanmugapriya et al., 2011; Jurnal Pharmacognosy Research
Bagaimana cara mengonsumsi daun sukun untuk pengobatan sehari-hari?
Daun sukun sering dikonsumsi dalam bentuk rebusan atau teh. Caranya: ambil 3–5 lembar daun sukun segar atau kering, rebus dalam 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas, lalu minum 1–2 kali sehari. Ekstrak daun juga tersedia dalam bentuk kapsul, namun konsultasi dengan tenaga kesehatan terlebih dahulu dianjurkan. Sumber: Adebayo et al., 2018; Journal of Ethnopharmacology
Apakah daun sukun aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Keamanan daun sukun pada ibu hamil dan menyusui belum diteliti secara memadai. Kandungan senyawa aktif seperti flavonoid dan saponin dapat mempengaruhi kontraksi uterus atau masuk ke ASI. Oleh karena itu, penggunaan pada kondisi ini tidak dianjurkan tanpa pengawasan medis. Sumber: Brinker, 2021; Herb Contraindications and Drug Interactions
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi daun sukun?
Efek samping yang dilaporkan umumnya ringan, seperti gangguan pencernaan (mual, diare) jika dikonsumsi berlebihan. Namun, karena efek hipotensifnya, pasien dengan tekanan darah rendah atau yang sedang mengonsumsi obat antihipertensi harus berhati-hati karena dapat menyebabkan penurunan tekanan darah berlebih. Sumber: Lans, 2006; Medicinal Plants of the Caribbean
Apakah daun sukun dapat digunakan untuk anak-anak dan bayi?
Penggunaan daun sukun pada bayi dan anak-anak belum memiliki data keamanan yang cukup. Karena sistem metabolisme anak masih berkembang, risiko efek samping seperti diare atau reaksi alergi tidak dapat dikesampingkan. Pemberian pada anak di bawah 12 tahun tidak disarankan tanpa konsultasi dokter. Sumber: World Health Organization, 2009; WHO Monographs on Selected Medicinal Plants
Bagaimana mekanisme daun sukun dalam menurunkan tekanan darah?
Daun sukun mengandung flavonoid dan polifenol yang berfungsi sebagai vasodilator, yaitu melebarkan pembuluh darah, serta menghambat enzim pengubah angiotensin (ACE). Hal ini menyebabkan penurunan resistensi perifer dan menurunkan tekanan darah. Studi pada hewan menunjukkan efek antihipertensi yang signifikan. Sumber: Novita et al., 2019; Journal of Hypertension Research
Apakah daun sukun dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Ya, daun sukun berpotensi berinteraksi dengan obat antihipertensi (misalnya kaptopril, lisinopril) karena efek sinergis yang dapat menyebabkan hipotensi berlebihan. Juga dapat mengganggu metabolisme obat di hati melalui efek pada enzim CYP450. Jika sedang dalam pengobatan, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan daun sukun. Sumber: Ulbricht et al., 2010; Natural Standard Herb & Supplement Reference
Apa bukti ilmiah tentang manfaat daun sukun sebagai antioksidan?
Beberapa penelitian in vitro menunjukkan bahwa ekstrak daun sukun memiliki aktivitas antioksidan tinggi yang diukur melalui uji DPPH dan FRAP. Kandungan flavonoid dan polifenolnya mampu menangkal radikal bebas, yang berpotensi melindungi sel dari kerusakan oksidatif terkait penyakit degeneratif. Sumber: Jagtap et al., 2010; Food Chemistry

Akar wangi

Chrysopogon zizanioides

Manggis

Garcinia mangostana

Cari: