Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Tradisi penggunaan, fitokimia, dan aktivitas farmakologi Artocarpus altilis (sukun): Kajian sistematis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    47 artikel dari PubMed, Scopus, dan Web of Science yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan untuk telaah literatur; pada studi hewan, dosis ekstrak yang dilaporkan berkisar 50–400 mg/kg berat badan per hari
    Temuan:
    Ekstrak daun dan buah sukun mengandung flavonoid, fenolik, dan polisakarida yang menunjukkan aktivitas antioksidan, antihiperglikemik, dan antihipertensi. Namun bukti klinis masih terbatas pada studi hewan dan in vitro.
  2. Pengaruh konsumsi tepung buah sukun terhadap respons glikemik pada dewasa sehat: Uji silang acak terkontrol

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    RCT (crossover)
    Sampel:
    30 dewasa sehat berusia 20–35 tahun dengan indeks massa tubuh 18,5–24,9 kg/m²
    Dosis/Durasi:
    Pemberian tunggal 50 g tepung sukun setara 30 g karbohidrat; pengukuran glukosa darah dilakukan pada 0, 15, 30, 45, 60, 90, dan 120 menit
    Temuan:
    Tepung sukun menghasilkan respons glikemik yang lebih rendah daripada nasi putih, dengan iAUC 43% lebih kecil. Puncak glukosa darah terjadi lebih lambat, sekitar 30–45 menit setelah konsumsi.
  3. Efek antihiperglikemik ekstrak daun sukun pada tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    24 tikus Sprague-Dawley jantan; diabetes diinduksi dengan streptozotocin dosis 45 mg/kg berat badan
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak diberikan secara gavage oral dengan dosis 100, 200, atau 400 mg/kg berat badan setiap hari selama 14 hari
    Temuan:
    Ekstrak etanol daun sukun dosis 100–400 mg/kg berat badan menurunkan glukosa darah puasa setelah 14 hari pemberian, dengan efek terbesar pada dosis 400 mg/kg. Ekstrak juga meningkatkan ekspresi GLUT-4 pada jaringan otot.
  4. Penghambatan α-glukosidase dan α-amilase oleh ekstrak buah sukun serta korelasinya dengan kadar fenolik

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi in vitro
    Sampel:
    Ekstrak metanol dan fraksi etil asetat dari daging buah sukun dengan empat ulangan
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak yang diuji 6,25–100 µg/mL; inkubasi pada 37°C selama 30 menit
    Temuan:
    Fraksi etil asetat menunjukkan aktivitas penghambatan α-glukosidase dengan IC50 sebesar 52,3 µg/mL, lebih kuat daripada ekstrak kasar. Aktivitas penghambatan berkorelasi positif dengan kandungan total flavonoid.
  5. Karakterisasi sifat fisikokimia dan indeks glikemik in vitro tepung sukun dari varietas lokal Indonesia

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi eksperimental laboratorium
    Sampel:
    5 varietas sukun lokal Indonesia (Sukun Mak, Sukun Kuning, Sukun Hitam, Sukun Sari, Sukun Tempur) dengan tiga ulangan
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan; analisis kimia proksimat dan uji pati in vitro dilakukan pada sampel tepung
    Temuan:
    Total pati tepung sukun berkisar 68–75%, amilosa 22–28%, dan pati resisten 7–12%. Indeks glikemik in vitro berkisar 55–64, menunjukkan bahwa tepung sukun termasuk pangan dengan indeks glikemik sedang.
  6. Efek substitusi tepung sukun terhadap profil lipid dan berat badan pada subjek dengan berat badan berlebih: Uji acak terkontrol

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    44 subjek dewasa dengan berat badan berlebih (IMT 25–29,9 kg/m²); 22 subjek pada kelompok intervensi dan 22 pada kontrol
    Dosis/Durasi:
    25 g tepung sukun dalam bentuk kukis dikonsumsi setiap hari selama 8 minggu
    Temuan:
    Substitusi 30% tepung sukun selama 8 minggu menurunkan LDL sebanyak 14% dan trigliserida sebanyak 9%, serta lingkar pinggang sebesar 2,1 cm dibandingkan kontrol. Tidak ditemukan perbedaan signifikan pada berat badan total.
  7. Pengaruh intervensi berbasis Artocarpus altilis terhadap kontrol glikemik: Tinjauan sistematis dan meta-analisis uji acak terkontrol

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 uji acak terkontrol dengan total 452 partisipan yang menguji intervensi berbasis sukun terhadap kadar glukosa darah
    Dosis/Durasi:
    Dosis intervensi bervariasi antara 20–50 g produk sukun per hari, dengan durasi 2–12 minggu
    Temuan:
    Intervensi berbasis sukun secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa dibandingkan kontrol (MD -12,4 mg/dL; 95% CI -20,1 hingga -4,7; I²=35%). Heterogenitas dosis dan durasi menjadi keterbatasan utama meta-analisis ini.

Advertisement


Cari: