Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Suplementasi Ekstrak Garcinia mangostana terhadap Profil Glikemik dan Lipid: Meta-Analisis Uji Acak Terkontrol

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 uji acak terkontrol dengan total 482 partisipan dewasa dengan gangguan metabolik.
    Dosis/Durasi:
    Dosis 100–1000 mg/hari; durasi 4–24 minggu.
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak manggis secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa, HbA1c, dan trigliserida, tetapi tidak memengaruhi kolesterol LDL secara bermakna. Efek lebih besar terlihat pada dosis ≥400 mg/hari dan durasi ≥12 minggu.
  2. Ekstrak Kulit Buah Manggis Menurunkan Inflamasi dan Resistensi Insulin pada Pasien Sindrom Metabolik

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    64 pasien sindrom metabolik berusia 30–60 tahun dalam uji klinis double-blind.
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak terstandar mengandung 20% α-mangostin, dua kali sehari selama 12 minggu.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak kulit manggis selama 12 minggu menurunkan hs-CRP, TNF-α, dan indeks HOMA-IR secara bermakna dibandingkan plasebo. Tidak terdapat perubahan signifikan pada fungsi hati setelah intervensi.
  3. Pengaruh Ekstrak Garcinia mangostana terhadap HbA1c dan Stres Oksidatif pada Pasien Diabetes Tipe 2

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    48 pasien diabetes tipe 2 terkontrol yang menjalani terapi standar.
    Dosis/Durasi:
    600 mg ekstrak kulit manggis per oral sekali sehari selama 12 minggu.
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak manggis selama 12 minggu menurunkan HbA1c sekitar 0,7% dan kadar MDA plasma sekitar 18% dibandingkan plasebo. Kadar SOD dan kapasitas antioksidan total meningkat secara signifikan.
  4. Peran Alfa-Mangostin dalam Menghambat Jalur NF-κB dan Inflamasi: Tinjauan Sistematis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    22 studi in vitro dan in vivo yang memenuhi kriteria inklusi.
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku; dosis pada studi in vivo bervariasi antara 5–100 mg/kg berat badan.
    Temuan:
    Alfa-mangostin secara konsisten menekan aktivasi NF-κB dan menurunkan mediator inflamasi seperti IL-6, IL-1β, dan COX-2. Efek ini mendasari potensi anti-inflamasi kulit buah manggis secara luas.
  5. Alfa-Mangostin dari Garcinia mangostana Memperbaiki Perlemakan Hati dan Dislipidemia pada Tikus Diet Tinggi Lemak melalui Aktivasi AMPK

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 ekor tikus C57BL/6 jantan yang diberi diet tinggi lemak.
    Dosis/Durasi:
    25 dan 50 mg/kg berat badan per oral selama 8 minggu.
    Temuan:
    Pemberian alfa-mangostin menurunkan akumulasi lipid hati, trigliserida serum, dan resistensi insulin pada tikus. Aktivitas fosforilasi AMPK serta ekspresi gen lipolitik meningkat secara signifikan.
  6. Ekstrak Kulit Garcinia mangostana Menghambat Proliferasi dan Menginduksi Apoptosis pada Sel Kanker Kolorektal Manusia

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Garis sel kanker kolorektal HCT116 dan HT29.
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 1–50 μM dengan waktu inkubasi 24–72 jam.
    Temuan:
    Ekstrak kulit manggis serta alfa-mangostin menghambat proliferasi sel dan meningkatkan aktivitas kaspase-3 serta fragmentasi DNA. Efek apoptosis berkaitan dengan penurunan ekspresi protein anti-apoptosis Bcl-2.
  7. Obat Kumur Ekstrak Kulit Manggis Efektif Menurunkan Plak dan Gingivitis pada Orang Dewasa

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 orang dewasa dengan gingivitis sedang.
    Dosis/Durasi:
    10 mL obat kumur ekstrak 5%, dua kali sehari selama 4 minggu.
    Temuan:
    Obat kumur ekstrak kulit manggis 5% menurunkan indeks plak dan indeks perdarahan gingiva secara signifikan setelah 4 minggu. Efeknya sebanding dengan klorheksidin 0,12% tanpa menyebabkan pewarnaan gigi yang berarti.

Advertisement


Cari: