Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Ekstrak Etanol Daun Dewa (Gynura procumbens) Memperbaiki Hiperglikemia dan Dislipidemia pada Tikus Diabetes Tipe 2

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    40 tikus Wistar jantan; diabetes diinduksi dengan diet tinggi lemak dan streptozotocin; dibagi menjadi 5 kelompok (normal, kontrol diabetes, dosis 100, 200, dan 400 mg/kg BB)
    Dosis/Durasi:
    100, 200, dan 400 mg/kg BB per oral setiap hari selama 6 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak menurunkan glukosa darah puasa, HbA1c, dan memperbaiki profil lipid secara signifikan. Efek dosis 400 mg/kg setara dengan metformin.
  2. Efek Antihipertensi Ekstrak Air Daun Dewa pada Tikus Hipertensi Spontan melalui Peningkatan Nitrit Oksida

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    24 tikus Spontaneously Hypertensive Rats (SHR) jantan usia 12 minggu; dibagi menjadi 4 kelompok (kontrol, dosis 150, 300, dan 600 mg/kg BB)
    Dosis/Durasi:
    150, 300, dan 600 mg/kg BB per oral sekali sehari selama 4 minggu
    Temuan:
    Ekstrak menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik, disertai peningkatan kadar nitrit oksida plasma dan penurunan malondialdehida. Pemberian dosis 600 mg/kg menunjukkan efek setara dengan kaptopril.
  3. Ekstrak Etanol Daun Dewa Menghambat Peradangan dengan Menekan Jalur NF-κB pada Sel Makrofag RAW264.7

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel RAW264.7 yang diinduksi lipopolisakarida 1 µg/mL; konsentrasi ekstrak 12,5–100 µg/mL
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 12,5–100 µg/mL, diinkubasi selama 24 jam
    Temuan:
    Ekstrak mengurangi produksi nitrit oksida, TNF-α, dan IL-6, serta menurunkan ekspresi COX-2 dan iNOS. Efek antiinflamasi dimediasi oleh penghambatan translokasi NF-κB p65 ke inti sel.
  4. Gel Ekstrak Daun Dewa Mempercepat Penyembuhan Luka Diabetes pada Tikus

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    30 tikus Sprague-Dawley jantan diabetes yang diinduksi streptozotocin; dibuat luka eksisi di punggung; dibagi menjadi 3 kelompok (kontrol, gel 5%, dan gel 10%)
    Dosis/Durasi:
    Pengolesan gel 5% atau 10% pada area luka, sekali sehari selama 14 hari
    Temuan:
    Gel 10% meningkatkan persentase penutupan luka, ketebalan jaringan granulasi, dan ekspresi kolagen dibandingkan kontrol. Aktivitas antioksidan ekstrak berperan dalam mempercepat penyembuhan luka.
  5. Efek Hepatoprotektif Ekstrak Etanol Daun Dewa terhadap Kerusakan Hati Akibat Parasetamol pada Tikus

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    28 tikus BALB/c jantan; dibagi menjadi 4 kelompok (normal, kontrol parasetamol, ekstrak 200 mg/kg + parasetamol, dan ekstrak 400 mg/kg + parasetamol)
    Dosis/Durasi:
    200 dan 400 mg/kg BB per oral selama 7 hari sebelum induksi parasetamol
    Temuan:
    Ekstrak menurunkan kadar ALT dan AST, mengurangi nekrosis hepatosit, dan mengembalikan aktivitas enzim antioksidan superoksida dismutase serta katalase. Efek hepatoprotektif diduga melalui aktivasi jalur Nrf2.
  6. Aktivitas Antioksidan dan Antidiabetes Ekstrak Daun Dewa pada Tikus yang Diinduksi Streptozotosin

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan; diabetes diinduksi streptozotocin 55 mg/kg; dibagi menjadi 5 kelompok (normal, kontrol diabetes, dosis 150, 300, dan 450 mg/kg BB)
    Dosis/Durasi:
    150, 300, dan 450 mg/kg BB per oral selama 28 hari
    Temuan:
    Ekstrak menurunkan kadar glukosa darah dan meningkatkan aktivitas antioksidan plasma seperti SOD dan GPx, sekaligus menurunkan peroksidasi lipid. Temuan ini mendukung penggunaan tradisional Daun Dewa sebagai antidiabetes.
  7. Ekstrak Daun Dewa Mencegah Disfungsi Endotel dan Remodeling Vaskular pada Tikus Hipertensi yang Diinduksi L-NAME

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    32 tikus Wistar jantan; hipertensi diinduksi L-NAME 40 mg/kg dalam air minum; dibagi menjadi 4 kelompok (kontrol, hipertensi, dan dua kelompok dosis ekstrak)
    Dosis/Durasi:
    200 dan 400 mg/kg BB per oral setiap hari selama 3 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak mempertahankan relaksasi pembuluh darah yang bergantung pada endotel dan menghambat penebalan tunika media aorta. Hal ini menunjukkan perlindungan kardiovaskular melalui jalur NO/sGC.
  8. Efikasi dan Keamanan Gynura procumbens terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi: Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    7 uji klinis acak tersamar ganda dengan total 412 pasien hipertensi derajat 1–2
    Dosis/Durasi:
    500–1000 mg ekstrak daun per hari dalam bentuk kapsul, selama 4–12 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan Gynura procumbens secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata -6,2 mmHg dan diastolik -3,8 mmHg dibandingkan plasebo. Tidak dilaporkan efek samping serius, namun kualitas antar studi bervariasi.

Advertisement


Cari: