Ciplukan

Ground Cherry | Physalis angulata
Ciplukan
Nama
Ciplukan (Ground Cherry)
Nama Latin/Ilmiah
Physalis angulata
Bagian Digunakan
Buah
Rasa
Manis & asam

Nama Lain
Cutleaf groundcherry (USA), tomatillo silvestre (Mexico), camapu (Brazil), makoy (Philippines), mata gallina (Colombia)
Asal
Amerika Selatan, Amerika Tengah, dan Amerika Utara bagian selatan
Kandungan Utama
Fisalin, withanolid, flavonoid, alkaloid, saponin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Ciplukan

Ciplukan, yang dikenal pula sebagai ground cherry atau ceplukan, adalah tanaman herba tahunan dari keluarga Solanaceae yang tumbuh liar di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Dengan nama ilmiah Physalis angulata, tanaman ini mudah dikenali dari buahnya yang terbungkus kelopak kering menyerupai lentera kertas berwarna hijau kekuningan. Buah Ciplukan berbentuk bulat kecil, berwarna kuning oranye saat matang, dan memiliki rasa manis-asam yang unik. Tanaman ini sering ditemukan di pinggir sawah, ladang, atau lahan terbuka yang mendapat sinar matahari cukup, dan dianggap sebagai gulma oleh sebagian petani, meskipun sebenarnya memiliki banyak potensi.

Baca Lebih Lanjut
Update: 13 Agu 2026 - 02:41:46
 

II. Ciri-ciri Ciplukan

Tumbuh liar di kebun, tegalan, pinggir jalan, atau area semak belukar. Tanaman ini suka banget sama tempat yang kena sinar matahari cukup dan bisa tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian sekitar 1.500 mdpl. Karakteristik/ciri-ciri Ciplukan (Physalis angulata):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Tanaman herba semusim yang tingginya bisa mencapai 1 meter, batangnya tegak dan punya percabangan yang banyak.
Daun Daunnya berbentuk bulat telur memanjang dengan ujung yang agak lancip. Tepian daunnya biasanya bergerigi atau bergelombang.
Bunga Bunganya muncul di ketiak daun, bentuknya seperti lonceng kecil dengan warna kuning pucat dan ada bercak kecokelatan di bagian dalamnya.
Buah Buahnya unik karena dibungkus sama kelopak bunga yang membesar (namanya kelopak kuncup), bentuknya bulat dan kalau matang warnanya kuning keemasan.
Akar Punya sistem perakaran tunggang yang cukup kuat untuk menopang tubuhnya di tanah.

III. Manfaat Ciplukan

8 Manfaat Ciplukan untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi

    Menghambat jalur NF-κB dan COX-2, menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α dan IL-6. Fisalin B dan D memodulasi aktivitas makrofag dan sel T.

    Senyawa Aktif: Fisalin B, Fisalin D, Fisalin F
    Tampilkan
  2. Antimikroba (spektrum luas)

    Merusak membran sel bakteri dan jamur, menghambat sintesis ergosterol pada fungi, serta menginduksi stres oksidatif. Flavonoid dan fisalin meningkatkan permeabilitas membran.

    Senyawa Aktif: Fisalin A, Fisalin E, Kuersetin
    Tampilkan
  3. Antioksidan

    Meningkatkan aktivitas enzim SOD, GPx, dan katalase; mendonorkan elektron langsung ke radikal bebas (DPPH, ABTS). Polifenol dan flavonoid mengkelat logam transisi.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Ciplukan

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Ciplukan.

  1. Physalin B

    Golongan: Terpenoid (Withanolide)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi Dan Antikanker Melalui Inhibisi NF-κB Dan Induksi Apoptosis Pada Sel Kanker.
    Tampilkan
  2. Withangulatin A

    Golongan: Terpenoid (Withanolide)
    Bagian Tanaman: Herba (daun, batang, buah)
    Aktivitas Farmakologis:
    Aktivitas Sitotoksik Terhadap Sel Kanker Payudara Dan Kolorektal, Serta Imunomodulator.
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Buah
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Kuat, Antiinflamasi, Dan Perlindungan Kardiovaskular.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Ciplukan

Interaksi & Kontraindikasi Ciplukan dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetes (metformin, insulin, sulfonilurea)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Pantau kadar gula darah secara ketat karena ciplukan dapat menurunkan gula darah. Konsultasikan dengan dokter untuk penyesuaian dosis.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (ACE inhibitor, beta-blocker, diuretik)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Pantau tekanan darah secara rutin karena ciplukan memiliki efek hipotensi. Risiko hipotensi berlebihan jika dikombinasikan.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat imunosupresan (kortikosteroid, siklosporin, tacrolimus)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan bersamaan karena ciplukan dapat memodulasi sistem imun, berpotensi mengurangi efektivitas imunosupresan.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+3)

VI. Efek Samping Ciplukan

Tanaman ciplukan (Physalis angulata) dikenal secara tradisional karena berbagai potensi khasiat obatnya, namun konsumsinya juga menyimpan potensi efek samping yang perlu diwaspadai berdasarkan kajian fitokimia dan toksikologi. Bagian tanaman yang belum matang atau konsumsi dalam dosis berlebihan diketahui mengandung senyawa alkaloid, saponin, dan tanin dalam kadar tinggi yang dapat memicu gangguan saluran pencernaan. Gejala klinis yang sering dilaporkan meliputi mual, muntah, kram perut, dan diare akibat iritasi langsung pada mukosa lambung dan usus. Selain itu, beberapa spesies dari genus Physalis diketahui mengandung senyawa solanin atau glikoalkoloid serupa yang dalam jumlah tertentu bersifat toksik bagi sistem pencernaan dan saraf.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Ciplukan

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Ciplukan.

  1. Meta-analisis efek anti-inflamasi ekstrak Physalis angulata L. terhadap kadar sitokin pro-inflamasi pada model hewan

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Physalis angulata secara signifikan menurunkan kadar TNF-α, IL-6, dan PGE2. Tidak ditemukan efek toksik berat pada rentang dosis yang diuji.
    Tampilkan
  2. Efek suplementasi ekstrak Ciplukan terhadap penurunan hs-CRP dan perbaikan profil glukosa pada pasien diabetes tipe 2: uji acak terkontrol plasebo

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak Ciplukan selama 8 minggu menurunkan hs-CRP dan glukosa puasa secara signifikan dibandingkan plasebo. Tidak ditemukan perubahan bermakna pada fungsi hati dan ginjal.
    Tampilkan
  3. Aktivitas antiproliferatif dan apoptosis ekstrak etanol Physalis angulata L. pada sel kanker payudara MDA-MB-231

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Ekstrak etanol Ciplukan menghambat proliferasi sel MDA-MB-231 secara tergantung dosis dan waktu. Ekstrak meningkatkan apoptosis melalui aktivasi kaspase-3 dan penghambatan jalur PI3K/Akt.
    Tampilkan

VIII. FAQ Ciplukan

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Ciplukan.

Apa saja kandungan fitokimia utama dalam ciplukan dan manfaat kesehatannya?
Ciplukan (Physalis angulata) kaya akan withanolides (seperti physalin A, B, D, dan F), flavonoid (quercetin, kaempferol), alkaloid, saponin, dan polifenol. Withanolides memiliki aktivitas antiinflamasi, imunomodulator, dan antikanker yang telah didemonstrasikan dalam studi Journal of Ethnopharmacology (2018). Flavonoid berperan sebagai antioksidan kuat yang melindungi sel dari kerusakan oksidatif, sebagaimana ditinjau dalam Phytochemistry Reviews (2017).
Bagaimana cara konsumsi ciplukan yang aman untuk sehari-hari?
Buah ciplukan matang dapat dikonsumsi langsung (dicuci bersih) atau diolah menjadi jus, selai, atau campuran salad. Batas aman konsumsi buah matang sekitar 5–10 buah per hari untuk orang dewasa. Hindari bagian hijau (daun, batang, kelopak mentah) karena mengandung solanin yang beracun. Jika menggunakan ekstrak herbal, ikuti petunjuk dosis pada produk atau konsultasi dengan praktisi herbal. Rekomendasi ini berdasarkan panduan keamanan dalam Natural Products Communications (2015) dan data toksikologi pada Food and Chemical Toxicology (2017).
Apakah ciplukan aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Tidak dianjurkan untuk ibu hamil. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak ciplukan dapat merangsang kontraksi rahim (efek uterotonik) karena kandungan alkaloid dan withanolides, seperti dilaporkan dalam Journal of Applied Toxicology (2012). Pada ibu menyusui, data keamanan masih terbatas; disarankan untuk menghindari konsumsi dalam jumlah besar dan berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan produk herbal ciplukan.
Apakah ciplukan dapat digunakan sebagai obat diabetes?
Studi praklinis pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak ciplukan memiliki efek antihiperglikemik melalui penghambatan enzim α-glucosidase dan peningkatan sensitivitas insulin. Sebagai contoh, penelitian dalam Phytotherapy Research (2019) menemukan penurunan kadar gula darah signifikan pada tikus diabetes. Namun, uji klinis pada manusia masih sangat terbatas. Ciplukan tidak boleh menggantikan obat diabetes yang diresepkan tanpa pengawasan medis.
Apa efek samping atau toksisitas yang mungkin timbul dari konsumsi ciplukan?
Konsumsi berlebihan buah mentah atau bagian hijau tanaman dapat menyebabkan mual, muntah, dan diare akibat kandungan solanin. Reaksi alergi seperti gatal atau ruam jarang terjadi. Pada studi toksisitas subkronis pada tikus, dosis tinggi ekstrak ciplukan dikaitkan dengan peningkatan enzim hati, sebagaimana dilaporkan dalam Food and Chemical Toxicology (2017). Oleh karena itu, konsumsi dalam jumlah wajar sangat dianjurkan, dan hentikan penggunaan jika muncul gejala tidak nyaman.
Bagaimana penggunaan ciplukan untuk anak-anak?
Buah ciplukan matang aman diberikan pada anak dalam jumlah kecil, misalnya 2–3 buah sebagai camilan. Pastikan buah benar-benar matang dan bersih. Hindari pemberian daun, batang, atau ekstrak herbal tanpa pengawasan karena potensi efek samping. Belum ada dosis standar yang ditetapkan untuk anak, sehingga konsultasi dengan dokter anak sangat disarankan sebelum menggunakan ciplukan sebagai suplemen. Informasi ini merujuk pada tinjauan keamanan dalam Pediatric Reports (2020).
Apakah ciplukan dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Studi in vitro menunjukkan bahwa ekstrak ciplukan dapat menghambat enzim CYP450 (terutama CYP3A4 dan CYP2C9), yang berperan dalam metabolisme banyak obat. Hal ini berpotensi meningkatkan atau menurunkan kadar obat dalam darah, misalnya obat antidiabetes, antihipertensi, dan antikoagulan seperti warfarin. Data lebih lanjut dari Drug Metabolism and Disposition (2016) mengindikasikan perlunya kehati-hatian saat mengonsumsi ciplukan bersamaan dengan obat-obatan tersebut. Konsultasi dengan dokter atau apoteker sangat dianjurkan.

Binahong

Anredera cordifolia

Bidara

Ziziphus mauritiana

Cari: