• Herbapedia.id

Ciplukan / Ground Cherry

Physalis angulata
Ciplukan / Ground Cherry
Nama: Ciplukan / Ground Cherry
Nama Ilmiah: Physalis angulata
Famili: Solanaceae

Kandungan:
Fisalin, withanolid, flavonoid, alkaloid, saponin
Nama Lain:
Cutleaf groundcherry (USA), tomatillo silvestre (Mexico), camapu (Brazil), makoy (Philippines), mata gallina (Colombia)
Asal:
Amerika Selatan, Amerika Tengah, dan Amerika Utara bagian selatan
Bagian Utama:
Buah
Rasa:
Manis dan asam

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Ciplukan / Ground Cherry

Ciplukan, yang dikenal pula sebagai ground cherry atau ceplukan, adalah tanaman herba tahunan dari keluarga Solanaceae yang tumbuh liar di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Dengan nama ilmiah Physalis angulata, tanaman ini mudah dikenali dari buahnya yang terbungkus kelopak kering menyerupai lentera kertas berwarna hijau kekuningan. Buah Ciplukan berbentuk bulat kecil, berwarna kuning oranye saat matang, dan memiliki rasa manis-asam yang unik. Tanaman ini sering ditemukan di pinggir sawah, ladang, atau lahan terbuka yang mendapat sinar matahari cukup, dan dianggap sebagai gulma oleh sebagian petani, meskipun sebenarnya memiliki banyak potensi.

Advertisement

Secara botani, Physalis angulata memiliki batang tegak bercabang dengan tinggi mencapai 30–100 cm. Daunnya berbentuk bulat telur hingga lanset dengan tepi bergerigi, dan permukaannya sedikit berbulu. Bunga Ciplukan berwarna kuning pucat dengan bintik gelap di pangkal mahkota, dan setelah dibuahi, kelopak bunga akan mengembang membungkus buah sebagai pelindung alami. Buah ini kaya akan vitamin C, antioksidan, dan senyawa fitokimia seperti fisalin yang memiliki sifat anti-inflamasi dan antimikroba. Dalam pengobatan tradisional, Ciplukan telah lama digunakan untuk mengatasi berbagai keluhan, seperti demam, batuk, diabetes, hingga infeksi saluran kemih.

Selain manfaat kesehatan, Ciplukan juga mulai dilirik dalam industri pangan dan farmasi. Buahnya dapat dikonsumsi segar, dijadikan selai, atau diolah menjadi minuman kesehatan. Di beberapa negara, ekstrak Physalis angulata diteliti potensinya sebagai agen antikanker dan imunomodulator. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa bagian tanaman selain buah matang mengandung alkaloid dan solanin yang dapat beracun jika dikonsumsi berlebihan. Oleh karena itu, eksplorasi lebih lanjut diperlukan untuk memaksimalkan khasiat Ciplukan secara aman dan berkelanjutan, terutama dalam konteks pengembangan obat herbal berbasis lokal.

Update: 29 Jul 2026 - 23:28:33

 

II. Manfaat Ciplukan / Ground Cherry

Manfaat Ciplukan / Ground Cherry untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi

    Menghambat jalur NF-κB dan COX-2, menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α dan IL-6. Fisalin B dan D memodulasi aktivitas makrofag dan sel T.

    Senyawa Aktif: Fisalin B, Fisalin D, Fisalin F
    Tampilkan
  2. Antimikroba (spektrum luas)

    Merusak membran sel bakteri dan jamur, menghambat sintesis ergosterol pada fungi, serta menginduksi stres oksidatif. Flavonoid dan fisalin meningkatkan permeabilitas membran.

    Senyawa Aktif: Fisalin A, Fisalin E, Kuersetin
    Tampilkan
  3. Antioksidan

    Meningkatkan aktivitas enzim SOD, GPx, dan katalase; mendonorkan elektron langsung ke radikal bebas (DPPH, ABTS). Polifenol dan flavonoid mengkelat logam transisi.

    Tampilkan
  4. Antidiabetes (penurun glukosa darah)

    Menghambat α-glukosidase dan α-amilase, meningkatkan sekresi insulin dari sel β pankreas, serta meningkatkan sensitivitas insulin melalui aktivasi AMPK.

    Senyawa Aktif: Fisalin F, Withanolida G, 3-O-β-D-glukosil-sitosterol
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Ciplukan / Ground Cherry

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Ciplukan / Ground Cherry.

  1. Physalin B

    Golongan: Terpenoid (Withanolide)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Anti-inflamasi Dan Antikanker Melalui Inhibisi NF-κB Dan Induksi Apoptosis Pada Sel Kanker
    Tampilkan
  2. Withangulatin A

    Golongan: Terpenoid (Withanolide)
    Bagian Tanaman: Herba (daun, batang, buah)
    Aktivitas Farmakologis:
    Aktivitas Sitotoksik Terhadap Sel Kanker Payudara Dan Kolorektal, Serta Imunomodulator
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Buah
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Kuat, Anti-inflamasi, Dan Perlindungan Kardiovaskular
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Ciplukan / Ground Cherry

Obat antidiabetes (metformin, insulin, sulfonilurea)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Pantau kadar gula darah secara ketat karena ciplukan dapat menurunkan gula darah. Konsultasikan dengan dokter untuk penyesuaian dosis.

Obat antihipertensi (ACE inhibitor, beta-blocker, diuretik)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Pantau tekanan darah secara rutin karena ciplukan memiliki efek hipotensi. Risiko hipotensi berlebihan jika dikombinasikan.

Obat imunosupresan (kortikosteroid, siklosporin, tacrolimus)

Tingkat Resiko: Tinggi
Rekomendasi:
Hindari penggunaan bersamaan karena ciplukan dapat memodulasi sistem imun, berpotensi mengurangi efektivitas imunosupresan.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Ciplukan / Ground Cherry

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Ciplukan / Ground Cherry.

Apa saja kandungan fitokimia utama dalam ciplukan dan manfaat kesehatannya?
Ciplukan (Physalis angulata) kaya akan withanolides (seperti physalin A, B, D, dan F), flavonoid (quercetin, kaempferol), alkaloid, saponin, dan polifenol. Withanolides memiliki aktivitas antiinflamasi, imunomodulator, dan antikanker yang telah didemonstrasikan dalam studi Journal of Ethnopharmacology (2018). Flavonoid berperan sebagai antioksidan kuat yang melindungi sel dari kerusakan oksidatif, sebagaimana ditinjau dalam Phytochemistry Reviews (2017).
Bagaimana cara konsumsi ciplukan yang aman untuk sehari-hari?
Buah ciplukan matang dapat dikonsumsi langsung (dicuci bersih) atau diolah menjadi jus, selai, atau campuran salad. Batas aman konsumsi buah matang sekitar 5–10 buah per hari untuk orang dewasa. Hindari bagian hijau (daun, batang, kelopak mentah) karena mengandung solanin yang beracun. Jika menggunakan ekstrak herbal, ikuti petunjuk dosis pada produk atau konsultasi dengan praktisi herbal. Rekomendasi ini berdasarkan panduan keamanan dalam Natural Products Communications (2015) dan data toksikologi pada Food and Chemical Toxicology (2017).
Apakah ciplukan aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Tidak dianjurkan untuk ibu hamil. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak ciplukan dapat merangsang kontraksi rahim (efek uterotonik) karena kandungan alkaloid dan withanolides, seperti dilaporkan dalam Journal of Applied Toxicology (2012). Pada ibu menyusui, data keamanan masih terbatas; disarankan untuk menghindari konsumsi dalam jumlah besar dan berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan produk herbal ciplukan.
Apakah ciplukan dapat digunakan sebagai obat diabetes?
Studi praklinis pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak ciplukan memiliki efek antihiperglikemik melalui penghambatan enzim α-glucosidase dan peningkatan sensitivitas insulin. Sebagai contoh, penelitian dalam Phytotherapy Research (2019) menemukan penurunan kadar gula darah signifikan pada tikus diabetes. Namun, uji klinis pada manusia masih sangat terbatas. Ciplukan tidak boleh menggantikan obat diabetes yang diresepkan tanpa pengawasan medis.
Apa efek samping atau toksisitas yang mungkin timbul dari konsumsi ciplukan?
Konsumsi berlebihan buah mentah atau bagian hijau tanaman dapat menyebabkan mual, muntah, dan diare akibat kandungan solanin. Reaksi alergi seperti gatal atau ruam jarang terjadi. Pada studi toksisitas subkronis pada tikus, dosis tinggi ekstrak ciplukan dikaitkan dengan peningkatan enzim hati, sebagaimana dilaporkan dalam Food and Chemical Toxicology (2017). Oleh karena itu, konsumsi dalam jumlah wajar sangat dianjurkan, dan hentikan penggunaan jika muncul gejala tidak nyaman.
Bagaimana penggunaan ciplukan untuk anak-anak?
Buah ciplukan matang aman diberikan pada anak dalam jumlah kecil, misalnya 2–3 buah sebagai camilan. Pastikan buah benar-benar matang dan bersih. Hindari pemberian daun, batang, atau ekstrak herbal tanpa pengawasan karena potensi efek samping. Belum ada dosis standar yang ditetapkan untuk anak, sehingga konsultasi dengan dokter anak sangat disarankan sebelum menggunakan ciplukan sebagai suplemen. Informasi ini merujuk pada tinjauan keamanan dalam Pediatric Reports (2020).
Apakah ciplukan dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Studi in vitro menunjukkan bahwa ekstrak ciplukan dapat menghambat enzim CYP450 (terutama CYP3A4 dan CYP2C9), yang berperan dalam metabolisme banyak obat. Hal ini berpotensi meningkatkan atau menurunkan kadar obat dalam darah, misalnya obat antidiabetes, antihipertensi, dan antikoagulan seperti warfarin. Data lebih lanjut dari Drug Metabolism and Disposition (2016) mengindikasikan perlunya kehati-hatian saat mengonsumsi ciplukan bersamaan dengan obat-obatan tersebut. Konsultasi dengan dokter atau apoteker sangat dianjurkan.

Binahong

Anredera cordifolia

Bidara

Ziziphus mauritiana