Advertisement
Ciplukan, yang dikenal pula sebagai ground cherry atau ceplukan, adalah tanaman herba tahunan dari keluarga Solanaceae yang tumbuh liar di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Dengan nama ilmiah Physalis angulata, tanaman ini mudah dikenali dari buahnya yang terbungkus kelopak kering menyerupai lentera kertas berwarna hijau kekuningan. Buah Ciplukan berbentuk bulat kecil, berwarna kuning oranye saat matang, dan memiliki rasa manis-asam yang unik. Tanaman ini sering ditemukan di pinggir sawah, ladang, atau lahan terbuka yang mendapat sinar matahari cukup, dan dianggap sebagai gulma oleh sebagian petani, meskipun sebenarnya memiliki banyak potensi.
Tumbuh liar di kebun, tegalan, pinggir jalan, atau area semak belukar. Tanaman ini suka banget sama tempat yang kena sinar matahari cukup dan bisa tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian sekitar 1.500 mdpl. Karakteristik/ciri-ciri Ciplukan (Physalis angulata):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Tanaman herba semusim yang tingginya bisa mencapai 1 meter, batangnya tegak dan punya percabangan yang banyak. |
| Daun | Daunnya berbentuk bulat telur memanjang dengan ujung yang agak lancip. Tepian daunnya biasanya bergerigi atau bergelombang. |
| Bunga | Bunganya muncul di ketiak daun, bentuknya seperti lonceng kecil dengan warna kuning pucat dan ada bercak kecokelatan di bagian dalamnya. |
| Buah | Buahnya unik karena dibungkus sama kelopak bunga yang membesar (namanya kelopak kuncup), bentuknya bulat dan kalau matang warnanya kuning keemasan. |
| Akar | Punya sistem perakaran tunggang yang cukup kuat untuk menopang tubuhnya di tanah. |
8 Manfaat Ciplukan untuk kesehatan.
Menghambat jalur NF-κB dan COX-2, menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α dan IL-6. Fisalin B dan D memodulasi aktivitas makrofag dan sel T.
Merusak membran sel bakteri dan jamur, menghambat sintesis ergosterol pada fungi, serta menginduksi stres oksidatif. Flavonoid dan fisalin meningkatkan permeabilitas membran.
Meningkatkan aktivitas enzim SOD, GPx, dan katalase; mendonorkan elektron langsung ke radikal bebas (DPPH, ABTS). Polifenol dan flavonoid mengkelat logam transisi.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Ciplukan.
Interaksi & Kontraindikasi Ciplukan dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Tanaman ciplukan (Physalis angulata) dikenal secara tradisional karena berbagai potensi khasiat obatnya, namun konsumsinya juga menyimpan potensi efek samping yang perlu diwaspadai berdasarkan kajian fitokimia dan toksikologi. Bagian tanaman yang belum matang atau konsumsi dalam dosis berlebihan diketahui mengandung senyawa alkaloid, saponin, dan tanin dalam kadar tinggi yang dapat memicu gangguan saluran pencernaan. Gejala klinis yang sering dilaporkan meliputi mual, muntah, kram perut, dan diare akibat iritasi langsung pada mukosa lambung dan usus. Selain itu, beberapa spesies dari genus Physalis diketahui mengandung senyawa solanin atau glikoalkoloid serupa yang dalam jumlah tertentu bersifat toksik bagi sistem pencernaan dan saraf.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Ciplukan.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Ciplukan.