Tempuyung

Field Sowthistle | Sonchus arvensis
Tempuyung
Nama
Tempuyung (Field Sowthistle)
Nama Latin/Ilmiah
Sonchus arvensis
Bagian Digunakan
Daun
Rasa
pahit

Nama Lain
Akkermelkdistel (Belanda), laiteron des champs (Prancis), Acker-Gänsedistel (Jerman), 苣荬菜 (Cina)
Asal
Eropa, Asia
Kandungan Utama
Flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, dan kalium

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Tempuyung

Tempuyung (Sonchus arvensis) adalah tumbuhan herba tahunan yang termasuk dalam famili Asteraceae. Tanaman ini dikenal luas di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, sebagai gulma yang tumbuh liar di lahan terbuka, tepi jalan, maupun area pertanian. Ciri khasnya berupa batang tegak dengan getah putih, daun berlekuk menyirip dengan tepi bergerigi, serta bunga majemuk berwarna kuning yang mirip dengan bunga dandelion. Seluruh bagian tumbuhan ini, terutama daun dan akarnya, telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional karena kandungan senyawa bioaktif yang melimpah.

Baca Lebih Lanjut
Update: 16 Agu 2026 - 12:41:53
 

II. Ciri-ciri Tempuyung

Tanaman ini gampang banget ditemui di tempat terbuka, kayak pinggiran jalan, kebun, atau ladang. Dia suka banget sama tanah yang agak lembap tapi tetap kena sinar matahari yang cukup. Karakteristik/ciri-ciri Tempuyung (Sonchus arvensis):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Terna atau tanaman herbal yang tumbuh tegak dengan tinggi bisa mencapai 0,5 sampai 1,5 meter.
Batang Batangnya berongga, punya alur memanjang, dan kalau dipatahin bakal keluar getah berwarna putih susu.
Daun Bentuknya lonjong dengan tepi yang berlekuk-lekuk tidak beraturan (seperti gigi gergaji kasar). Daun yang nempel di batang biasanya memeluk batang, warnanya hijau kebiruan.
Bunga Bunganya berbentuk bongkol mirip bunga dandelion, warnanya kuning cerah, dan biasanya muncul di ujung batang atau ketiak daun.
Akar Punya sistem perakaran tunggang yang cukup kuat untuk menunjang pertumbuhan tanaman di tanah.
Buah Dan Biji Buahnya kecil, kering, dan punya 'parasut' bulu halus (pappus) supaya bisa terbang tertiup angin buat menyebarkan biji.

III. Manfaat Tempuyung

8 Manfaat Tempuyung untuk kesehatan.

  1. Antiurolitiasis (pencegah dan pengurai batu ginjal)

    Ekstrak Sonchus arvensis meningkatkan volume urin dan ekskresi natrium, kalium, serta klorida melalui inhibisi reabsorpsi tubulus ginjal. Senyawa flavonoid dan kalium sitrat yang tinggi membentuk kompleks dengan kalsium oksalat, mengurangi agregasi kristal. Selain itu, aktivitas diuretik menurunkan supersaturasi urin terhadap garam pembentuk batu.

    Senyawa Aktif: Flavonoid (luteolin, apigenin), Kalium sitrat, Saponin triterpenoid
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi (penurunan nyeri dan edema)

    Ekstrak etanolik menghambat aktivitas siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipooksigenase, menurunkan produksi prostaglandin E2 dan leukotrien. Juga menekan ekspresi sitokin pro-inflamasi TNF-α dan IL-6 melalui jalur NF-κB. Senyawa fenolik bertindak sebagai antioksidan yang menangkal radikal bebas penyebab inflamasi.

    Tampilkan
  3. Diuretik (meningkatkan pengeluaran urin)

    Flavonoid dan kalium bekerja dengan menghambat kotransporter Na+-K+-2Cl- di lengkung Henle, mirip diuretik tiazid. Selain itu, meningkatkan perfusi ginjal melalui vasodilatasi arteri renal yang dimediasi oleh oksida nitrat.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Tempuyung

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Tempuyung.

  1. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi (in Vitro, In Vivo), Hepatoprotektif; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia.
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Anksiolitik, Antiinflamasi, Antiproliferatif (in Vitro, Studi Hewan); Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia.
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antikanker (in Vitro), Antialergi; Bukti Klinis Terbatas Pada Manusia.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Tempuyung

Interaksi & Kontraindikasi Tempuyung dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersama diuretik golongan tiazid (misal hidroklorotiazid)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari kombinasi karena risiko efek aditif diuretik dan gangguan elektrolit. Pantau tekanan darah dan kadar kalium secara berkala.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Penggunaan bersama obat antihipertensi (ACE inhibitor atau ARB)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Dapat menyebabkan penurunan tekanan darah berlebih. Pantau tekanan darah secara rutin dan sesuaikan dosis obat antihipertensi jika perlu.

  3. Penyakit ginjal kronis stadium lanjut (eGFR <30 mL/menit)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Kontraindikasi karena risiko hiperkalemia dan beban diuresis yang berlebihan. Konsultasi dengan dokter sebelum penggunaan.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+4)

VI. Efek Samping Tempuyung

Tempuyung (Sonchus arvensis) secara tradisional dikenal luas sebagai tanaman obat untuk meluruhkan batu ginjal dan mengatasi asam urat. Namun, konsumsi ekstrak tanaman ini tidak sepenuhnya bebas dari risiko efek samping, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan atau tanpa pengawasan medis yang tepat. Beberapa efek samping yang telah didokumentasikan meliputi gangguan saluran pencernaan ringan seperti mual, muntah, dan rasa tidak nyaman pada lambung. Kandungan senyawa aktif tertentu dalam Sonchus arvensis dapat memicu iritasi mukosa lambung pada individu yang memiliki lambung sensitif.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Tempuyung

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Tempuyung.

  1. Studi Komprehensif Fitokimia, Etnofarmakologi, dan Aktivitas Farmakologi Tanaman Tempuyung (Sonchus arvensis L.)

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Tempuyung mengandung flavonoid, fenolik, dan seskuiterpen lakton yang berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan, anti-inflamasi, diuretik, serta nefroprotektif. Temuan ini mendukung penggunaan tradisional tempuyung untuk membantu mengatasi batu ginjal dan hipertensi.
    Tampilkan
  2. Efek Hipoglikemik Ekstrak Etanol Daun Tempuyung pada Tikus Diabetes yang Diinduksi Streptozotocin

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Pemberian ekstrak etanol daun tempuyung dosis 400 mg/kgBB menurunkan kadar glukosa darah puasa dari 289 mg/dL menjadi 132 mg/dL. Kadar MDA juga turun dan kadar SOD meningkat secara signifikan, menunjukkan efek antioksidan.
    Tampilkan
  3. Penghambatan Aktivitas Xantin Oksidase oleh Ekstrak dan Fraksi Daun Tempuyung serta Efek Antihiperurisemia pada Tikus

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Fraksi etil asetat daun tempuyung menunjukkan aktivitas inhibisi xantin oksidase dengan IC50 sebesar 37,5 µg/mL. Pada dosis 150 mg/kgBB, kadar asam urat serum turun sekitar 48% setelah 14 hari pemberian.
    Tampilkan

VIII. FAQ Tempuyung

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Tempuyung.

Apa itu tempuyung (Sonchus arvensis) dan apa kandungan fitokimia utamanya?
Tempuyung (Sonchus arvensis) adalah tanaman herbal dari famili Asteraceae yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional Asia. Secara fitokimia, tempuyung mengandung senyawa aktif seperti flavonoid (termasuk quercetin dan kaempferol), saponin, tanin, alkaloid, dan terpenoid. Beberapa studi juga mengidentifikasi adanya asam fenolat, luteolin, dan apigenin (Hassan et al., 2018 dalam Journal of Pharmaceutical and Scientific Innovation).
Apa manfaat kesehatan utama dari tempuyung?
Tempuyung dikenal memiliki efek diuretik (peluruh kencing), antiinflamasi, antioksidan, dan analgesik. Penelitian menunjukkan ekstrak tempuyung dapat membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi batu ginjal, serta meredakan peradangan sendi dan infeksi saluran kemih. Efek diuretiknya diduga dari kandungan flavonoid dan kalium yang tinggi (Kumar et al., 2020 dalam Journal of Ethnopharmacology).
Bagaimana cara mengonsumsi tempuyung yang aman untuk penggunaan sehari-hari?
Tempuyung biasanya dikonsumsi dalam bentuk rebusan daun segar atau kering. Untuk teh, gunakan 3–5 gram daun kering diseduh dengan air panas selama 5–10 menit, diminum 1–2 kali sehari. Ekstrak cair atau kapsul juga tersedia, namun dosis harus sesuai anjuran produk. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan hipotensi atau gangguan elektrolit (Rahman et al., 2019 dalam Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine).
Apakah tempuyung aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak dianjurkan untuk dikonsumsi selama kehamilan karena beberapa senyawa dalam tempuyung (seperti alkaloid dan saponin) dapat merangsang kontraksi uterus dan berpotensi menyebabkan keguguran. Ibu menyusui juga disarankan menghindari penggunaan tanpa pengawasan medis karena belum ada data keamanan yang memadai. Konsultasi dengan dokter sangat penting (Nurhayati & Widowati, 2017 dalam Jurnal Kefarmasian Indonesia).
Apakah tempuyung memiliki efek samping yang perlu diwaspadai?
Efek samping yang mungkin terjadi antara lain penurunan tekanan darah yang berlebihan (hipotensi), pusing, dehidrasi akibat efek diuretik berlebihan, serta gangguan keseimbangan elektrolit (terutama kalium). Penggunaan jangka panjang dosis tinggi juga dikaitkan dengan iritasi saluran cerna. Jika muncul gejala seperti pusing hebat atau lemas, segera hentikan penggunaan dan konsultasi medis (Wahyuono & Wahyono, 2015 dalam Media Farmasi).
Apakah tempuyung aman untuk anak-anak?
Penggunaan tempuyung pada anak-anak harus sangat hati-hati dan sebaiknya hanya di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Dosis untuk anak umumnya lebih rendah (misalnya setengah dari dosis dewasa), namun belum ada uji klinis yang memadai untuk keamanan jangka panjang. Efek diuretik dan penurunan tekanan darah dapat berisiko pada anak dengan kondisi kesehatan tertentu. Oleh karena itu, tidak disarankan memberikan tempuyung pada bayi atau anak tanpa anjuran dokter (Balitbangkes, 2018 dalam Pedoman Tanaman Obat Keluarga).
Bisakah tempuyung berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Ya, tempuyung dapat berinteraksi dengan obat antihipertensi (misalnya kaptopril, valsartan) karena efek sinergis menurunkan tekanan darah, sehingga risiko hipotensi meningkat. Selain itu, karena efek diuretik, tempuyung dapat meningkatkan efek diuretik obat seperti furosemid dan mengganggu keseimbangan elektrolit. Penggunaan bersamaan dengan obat diabetes atau antiinflamasi juga perlu diwaspadai. Konsultasi dokter sebelum mengonsumsi tempuyung jika sedang menjalani pengobatan rutin (Pramono et al., 2021 dalam Indonesian Journal of Pharmacy).
Berapa dosis yang dianjurkan untuk penggunaan tempuyung sebagai obat herbal?
Dosis yang umum direkomendasikan untuk dewasa adalah 3–6 gram daun kering per hari (setara 10–15 gram segar), dibagi dalam 1–2 kali minum sebagai rebusan atau infusa. Untuk ekstrak cair, ikuti petunjuk pada kemasan (biasanya 1–2 mL, 2–3 kali sehari). Tidak dianjurkan melebihi dosis tersebut tanpa pengawasan ahli karena risiko efek samping. Dosis untuk kondisi spesifik (misal batu ginjal) sebaiknya ditentukan oleh herbalis atau dokter (Kementerian Kesehatan RI, 2017 dalam Formularium Obat Herbal Indonesia).

Cincau

Cyclea barbata

Akar wangi

Chrysopogon zizanioides

Cari: