• Herbapedia.id

Tempuyung

Sonchus arvensis
Nama: Tempuyung
Nama Latin/Ilmiah: Sonchus arvensis
Famili: Asteraceae

Kandungan:
Flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, dan kalium
Nama Lain:
Field sowthistle (Inggris), akkermelkdistel (Belanda), laiteron des champs (Prancis), Acker-Gänsedistel (Jerman), 苣荬菜 (Cina)
Asal:
Eropa, Asia
Bagian Utama:
Daun
Rasa:
pahit

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Tempuyung

Tempuyung (Sonchus arvensis) adalah tumbuhan herba tahunan yang termasuk dalam famili Asteraceae. Tanaman ini dikenal luas di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, sebagai gulma yang tumbuh liar di lahan terbuka, tepi jalan, maupun area pertanian. Ciri khasnya berupa batang tegak dengan getah putih, daun berlekuk menyirip dengan tepi bergerigi, serta bunga majemuk berwarna kuning yang mirip dengan bunga dandelion. Seluruh bagian tumbuhan ini, terutama daun dan akarnya, telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional karena kandungan senyawa bioaktif yang melimpah.

Advertisement

Kandungan kimia utama pada tempuyung meliputi flavonoid, saponin, triterpenoid, dan inulin. Senyawa-senyawa ini memberikan berbagai efek farmakologis seperti diuretik, antiinflamasi, dan antihipertensi. Dalam praktik pengobatan herbal, rebusan daun tempuyung sering digunakan untuk membantu mengatasi gangguan saluran kemih, meluruhkan batu ginjal, serta menurunkan tekanan darah tinggi. Penelitian modern juga menunjukkan potensi ekstrak Sonchus arvensis sebagai antioksidan dan antidiabetes, meskipun uji klinis lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan efektivitasnya secara medis.

Habitat alami tempuyung meliputi daerah tropis dan subtropis dengan ketinggian hingga 1.800 meter di atas permukaan laut. Tumbuhan ini mudah beradaptasi pada tanah gembur yang lembap, tetapi juga toleran terhadap kondisi kering. Perbanyakan dapat dilakukan melalui biji atau stek batang, dan pertumbuhannya relatif cepat. Di Indonesia, tempuyung sering dibudidayakan secara sederhana di pekarangan rumah sebagai tanaman obat keluarga. Namun, karena sifatnya yang invasif, diperlukan pengendalian agar tidak mengganggu tanaman budidaya utama. Meski demikian, potensi ekonominya sebagai bahan baku obat herbal terus dikembangkan.

Update: 30 Jul 2026 - 01:50:16

 

II. Manfaat Tempuyung

Manfaat Tempuyung untuk kesehatan.

  1. Antiurolitiasis (pencegah dan pengurai batu ginjal)

    Ekstrak Sonchus arvensis meningkatkan volume urin dan ekskresi natrium, kalium, serta klorida melalui inhibisi reabsorpsi tubulus ginjal. Senyawa flavonoid dan kalium sitrat yang tinggi membentuk kompleks dengan kalsium oksalat, mengurangi agregasi kristal. Selain itu, aktivitas diuretik menurunkan supersaturasi urin terhadap garam pembentuk batu.

    Senyawa Aktif: Flavonoid (luteolin, apigenin), Kalium sitrat, Saponin triterpenoid
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi (penurunan nyeri dan edema)

    Ekstrak etanolik menghambat aktivitas siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipooksigenase, menurunkan produksi prostaglandin E2 dan leukotrien. Juga menekan ekspresi sitokin pro-inflamasi TNF-α dan IL-6 melalui jalur NF-κB. Senyawa fenolik bertindak sebagai antioksidan yang menangkal radikal bebas penyebab inflamasi.

    Tampilkan
  3. Diuretik (meningkatkan pengeluaran urin)

    Flavonoid dan kalium bekerja dengan menghambat kotransporter Na+-K+-2Cl- di lengkung Henle, mirip diuretik tiazid. Selain itu, meningkatkan perfusi ginjal melalui vasodilatasi arteri renal yang dimediasi oleh oksida nitrat.

    Tampilkan
  4. Antioksidan (penangkal radikal bebas)

    Senyawa polifenol menangkal spesies oksigen reaktif (ROS) melalui donasi elektron dan meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD), katalase, dan glutation peroksidase. Ekstrak juga meningkatkan kapasitas total antioksidan plasma.

    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Tempuyung

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Tempuyung.

  1. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi (in Vitro, In Vivo), Hepatoprotektif; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia.
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Anksiolitik, Antiinflamasi, Antiproliferatif (in Vitro, Studi Hewan); Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia.
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antikanker (in Vitro), Antialergi; Bukti Klinis Terbatas Pada Manusia.
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Tempuyung

Penggunaan bersama diuretik golongan tiazid (misal hidroklorotiazid)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Hindari kombinasi karena risiko efek aditif diuretik dan gangguan elektrolit. Pantau tekanan darah dan kadar kalium secara berkala.

Penggunaan bersamaan dengan Penggunaan bersama obat antihipertensi (ACE inhibitor atau ARB)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Dapat menyebabkan penurunan tekanan darah berlebih. Pantau tekanan darah secara rutin dan sesuaikan dosis obat antihipertensi jika perlu.

Penyakit ginjal kronis stadium lanjut (eGFR <30 mL/menit)

Tingkat Resiko: Tinggi
Rekomendasi:
Kontraindikasi karena risiko hiperkalemia dan beban diuresis yang berlebihan. Konsultasi dengan dokter sebelum penggunaan.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Tempuyung

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Tempuyung.

Apa itu tempuyung (Sonchus arvensis) dan apa kandungan fitokimia utamanya?
Tempuyung (Sonchus arvensis) adalah tanaman herbal dari famili Asteraceae yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional Asia. Secara fitokimia, tempuyung mengandung senyawa aktif seperti flavonoid (termasuk quercetin dan kaempferol), saponin, tanin, alkaloid, dan terpenoid. Beberapa studi juga mengidentifikasi adanya asam fenolat, luteolin, dan apigenin (Hassan et al., 2018 dalam Journal of Pharmaceutical and Scientific Innovation).
Apa manfaat kesehatan utama dari tempuyung?
Tempuyung dikenal memiliki efek diuretik (peluruh kencing), antiinflamasi, antioksidan, dan analgesik. Penelitian menunjukkan ekstrak tempuyung dapat membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi batu ginjal, serta meredakan peradangan sendi dan infeksi saluran kemih. Efek diuretiknya diduga dari kandungan flavonoid dan kalium yang tinggi (Kumar et al., 2020 dalam Journal of Ethnopharmacology).
Bagaimana cara mengonsumsi tempuyung yang aman untuk penggunaan sehari-hari?
Tempuyung biasanya dikonsumsi dalam bentuk rebusan daun segar atau kering. Untuk teh, gunakan 3–5 gram daun kering diseduh dengan air panas selama 5–10 menit, diminum 1–2 kali sehari. Ekstrak cair atau kapsul juga tersedia, namun dosis harus sesuai anjuran produk. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan hipotensi atau gangguan elektrolit (Rahman et al., 2019 dalam Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine).
Apakah tempuyung aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak dianjurkan untuk dikonsumsi selama kehamilan karena beberapa senyawa dalam tempuyung (seperti alkaloid dan saponin) dapat merangsang kontraksi uterus dan berpotensi menyebabkan keguguran. Ibu menyusui juga disarankan menghindari penggunaan tanpa pengawasan medis karena belum ada data keamanan yang memadai. Konsultasi dengan dokter sangat penting (Nurhayati & Widowati, 2017 dalam Jurnal Kefarmasian Indonesia).
Apakah tempuyung memiliki efek samping yang perlu diwaspadai?
Efek samping yang mungkin terjadi antara lain penurunan tekanan darah yang berlebihan (hipotensi), pusing, dehidrasi akibat efek diuretik berlebihan, serta gangguan keseimbangan elektrolit (terutama kalium). Penggunaan jangka panjang dosis tinggi juga dikaitkan dengan iritasi saluran cerna. Jika muncul gejala seperti pusing hebat atau lemas, segera hentikan penggunaan dan konsultasi medis (Wahyuono & Wahyono, 2015 dalam Media Farmasi).
Apakah tempuyung aman untuk anak-anak?
Penggunaan tempuyung pada anak-anak harus sangat hati-hati dan sebaiknya hanya di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Dosis untuk anak umumnya lebih rendah (misalnya setengah dari dosis dewasa), namun belum ada uji klinis yang memadai untuk keamanan jangka panjang. Efek diuretik dan penurunan tekanan darah dapat berisiko pada anak dengan kondisi kesehatan tertentu. Oleh karena itu, tidak disarankan memberikan tempuyung pada bayi atau anak tanpa anjuran dokter (Balitbangkes, 2018 dalam Pedoman Tanaman Obat Keluarga).
Bisakah tempuyung berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Ya, tempuyung dapat berinteraksi dengan obat antihipertensi (misalnya kaptopril, valsartan) karena efek sinergis menurunkan tekanan darah, sehingga risiko hipotensi meningkat. Selain itu, karena efek diuretik, tempuyung dapat meningkatkan efek diuretik obat seperti furosemid dan mengganggu keseimbangan elektrolit. Penggunaan bersamaan dengan obat diabetes atau antiinflamasi juga perlu diwaspadai. Konsultasi dokter sebelum mengonsumsi tempuyung jika sedang menjalani pengobatan rutin (Pramono et al., 2021 dalam Indonesian Journal of Pharmacy).
Berapa dosis yang dianjurkan untuk penggunaan tempuyung sebagai obat herbal?
Dosis yang umum direkomendasikan untuk dewasa adalah 3–6 gram daun kering per hari (setara 10–15 gram segar), dibagi dalam 1–2 kali minum sebagai rebusan atau infusa. Untuk ekstrak cair, ikuti petunjuk pada kemasan (biasanya 1–2 mL, 2–3 kali sehari). Tidak dianjurkan melebihi dosis tersebut tanpa pengawasan ahli karena risiko efek samping. Dosis untuk kondisi spesifik (misal batu ginjal) sebaiknya ditentukan oleh herbalis atau dokter (Kementerian Kesehatan RI, 2017 dalam Formularium Obat Herbal Indonesia).

Cincau Leaf

Cyclea barbata

Akar Wangi / Vetiver

Chrysopogon zizanioides