Advertisement
Dill atau yang dikenal dengan nama lokal adas sowa (Anethum graveolens) merupakan tanaman herba tahunan yang berasal dari kawasan Mediterania dan Asia Barat. Tumbuhan ini termasuk dalam famili Apiaceae, satu keluarga dengan wortel dan seledri. Ciri khasnya adalah daun yang menyirip halus menyerupai benang berwarna hijau kebiruan, serta bunga majemuk berbentuk payung (umbel) berwarna kuning cerah. Tanaman ini dapat tumbuh hingga setinggi 40–60 cm dan memiliki aroma khas yang segar dan sedikit manis, mirip perpaduan antara adas manis dan lemon. Bijinya yang kecil berbentuk oval dan berusuk juga sering digunakan sebagai bumbu dapur maupun bahan pengobatan tradisional.
Tanaman ini suka banget sama sinar matahari penuh dan tanah yang punya drainase bagus. Biasanya tumbuh subur di iklim hangat hingga sejuk, dan sering dijadikan tanaman pendamping di kebun dapur karena aromanya yang khas bisa mengundang serangga penyerbuk. Karakteristik/ciri-ciri Adas Sowa (Anethum graveolens):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Tanaman herbal semusim yang tegak, ramping, dan bisa tumbuh sampai 60-100 cm. |
| Batang | Batangnya berongga, halus, berwarna hijau cerah, dan punya garis-garis halus memanjang. |
| Daun | Daunnya unik banget, bentuknya menyirip ganda (pinnate) dengan helai yang halus seperti benang atau jarum, aromanya sangat harum. |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil berwarna kuning cerah yang tersusun membentuk payung besar (umbel) di ujung batang. |
| Buah Dan Biji | Buahnya berbentuk lonjong, pipih, berwarna cokelat, dan mengandung biji yang aromatik banget, sering dipakai buat bumbu masakan. |
| Akar | Punya akar tunggang yang cukup dalam tapi cenderung ramping. |
8 Manfaat Adas Sowa untuk kesehatan.
Meningkatkan sekresi insulin dari sel β pankreas melalui aktivasi reseptor GLUT-4 dan menghambat enzim α-glukosidase dan α-amilase sehingga memperlambat absorpsi karbohidrat. Juga meningkatkan aktivitas antioksidan endogen (SOD, GPx) yang mengurangi stres oksidatif terkait hiperglikemia.
Menghambat aktivitas HMG-CoA reduktase (langkah kunci sintesis kolesterol) dan meningkatkan ekskresi asam empedu. Juga menurunkan absorpsi kolesterol usus dan meningkatkan aktivitas lipoprotein lipase sehingga menurunkan trigliserida.
Menginduksi vasodilatasi melalui peningkatan produksi oksida nitrat (NO) via jalur eNOS dan memblokir kanal kalsium tipe-L pada otot polos vaskuler. Juga bersifat diuretik ringan dan antagonis reseptor angiotensin.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Adas Sowa.
Interaksi & Kontraindikasi Adas Sowa dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Dalam jumlah bumbu makanan, Anethum graveolens atau Adas Sowa umumnya dianggap aman. Namun ekstrak pekat, minyak atsiri, atau suplemen dill dapat menimbulkan efek samping. Minyak atsiri dill mengandung karvon, limonena, dan dillapiole; pada dosis berlebih dapat memicu mual, muntah, nyeri ulu hati, kram perut, dan diare. Kontak langsung dengan minyak atau ekstrak dill berpotensi menimbulkan iritasi kulit, eritema, rasa terbakar, dan dermatitis kontak iritan. Pada orang atopik, reaksi alergi seperti gatal-gatal, urtikaria, edema bibir atau wajah, hingga anafilaksis dapat terjadi. Karena termasuk suku Apiaceae, dill dapat menimbulkan alergi silang dengan seledri, wortel, adas, peterseli, dan mugwort. Paparan sinar ultraviolet setelah pemakaian topikal sediaan dill yang mengandung furokoumarin atau psoralen juga dilaporkan berisiko menyebabkan fitofotodermatitis pada kulit sensitif.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Adas Sowa.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Adas Sowa.