Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Pengaruh Anethum graveolens L. (adas sowa) terhadap profil glikemik dan lipid: Tinjauan sistematis dan meta-analisis uji klinis acak

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    11 uji klinis acak dengan total 653 partisipan dewasa yang mengalami diabetes mellitus tipe 2 dan/atau dislipidemia
    Dosis/Durasi:
    1–3 gram bubuk biji atau ekstrak adas per hari selama 4–12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi adas sowa secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa, HbA1c, kolesterol total, LDL, dan trigliserida. Tidak ditemukan efek signifikan terhadap kadar HDL-kolesterol.
  2. Efek Anethum graveolens L. terhadap profil lipid pada pasien hiperlipidemia: Uji klinis acak tersamar ganda

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien hiperlipidemia berusia 30–60 tahun
    Dosis/Durasi:
    3 gram bubuk biji adas per hari dalam kapsul, dibagi dalam 3 dosis selama 8 minggu
    Temuan:
    Konsumsi adas sowa secara signifikan menurunkan kolesterol total, LDL, dan trigliserida dibandingkan plasebo. Kadar HDL tidak berubah secara signifikan antar kelompok.
  3. Pengaruh suplementasi adas sowa terhadap kadar glukosa darah dan lipid pada pasien diabetes melitus tipe 2

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    70 pasien diabetes melitus tipe 2 berusia 40–65 tahun
    Dosis/Durasi:
    2 gram bubuk biji adas per hari, dua kali sehari masing-masing 1 gram, selama 8 minggu
    Temuan:
    Suplementasi adas sowa menurunkan glukosa darah puasa dan HbA1c setelah 8 minggu. Kadar trigliserida juga menurun, tetapi tidak terdapat perbedaan bermakna pada kolesterol total dan LDL.
  4. Efek Anethum graveolens L. terhadap nyeri haid primer: Uji klinis acak tersamar tiga

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 mahasiswi usia 18–25 tahun dengan dismenore primer
    Dosis/Durasi:
    Kapsul mengandung 250 mg ekstrak biji adas, diminum dua kali sehari mulai 2 hari sebelum menstruasi hingga hari ke-3 menstruasi, selama 2 siklus
    Temuan:
    Pemberian kapsul adas sowa secara signifikan mengurangi intensitas nyeri haid dibandingkan plasebo. Durasi nyeri juga lebih pendek pada kelompok adas sowa.
  5. Pengaruh adas sowa terhadap gejala klinis dan metabolik pada wanita dengan sindrom ovarium polikistik

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    50 wanita usia 18–40 tahun dengan sindrom ovarium polikistik
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak adas sowa dua kali sehari selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi adas sowa memperbaiki keteraturan siklus menstruasi dan menurunkan kadar insulin puasa serta skor HOMA-IR. Tidak ada efek buruk yang serius dilaporkan.
  6. Efek Anethum graveolens terhadap enzim hati dan status metabolik pada pasien perlemakan hati non-alkoholik

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien dewasa dengan non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD)
    Dosis/Durasi:
    500 mg bubuk biji adas sowa tiga kali sehari selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi adas sowa menurunkan kadar ALT dan AST secara signifikan dibandingkan plasebo. Kadar trigliserida dan kolesterol total juga membaik setelah 12 minggu.
  7. Pengaruh Anethum graveolens L. terhadap tekanan darah dan kekakuan arteri pada pasien sindrom metabolik

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    68 orang dewasa dengan sindrom metabolik
    Dosis/Durasi:
    2 gram ekstrak biji adas per hari, dibagi dalam dua kapsul, selama 10 minggu
    Temuan:
    Pemberian adas sowa secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Indeks kekakuan arteri juga membaik pada kelompok intervensi.

Advertisement


Cari: