Kasifikasi ilmiah Temu Ireng (Curcuma aeruginosa)
Author: Roxb.
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Liliidae |
| Ordo: | Zingiberales |
| Famili: | Zingiberaceae |
| Subfamili: | Zingiberoideae |
| Tribus: | Zingibereae |
| Genus: | Curcuma |
| Spesies: | Curcuma aeruginosa |
Curcuma aeruginosa atau yang sering dikenal sebagai temu ireng adalah tanaman rimpang yang cukup populer di Indonesia sebagai bahan obat tradisional. Tanaman ini memiliki ciri khas berupa rimpang berwarna biru kehitaman atau keunguan di bagian dalamnya, yang membedakannya dari jenis kunyit lainnya. Biasanya, masyarakat memanfaatkan rimpang ini untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan seperti menambah nafsu makan, menyembuhkan batuk, hingga mengobati luka luar.
Selain khasiat kesehatannya yang sudah turun-temurun, temu ireng juga punya penampilan yang cukup cantik dengan bunga berwarna merah muda atau keputihan yang muncul dari sela-sela daunnya. Perawatannya pun relatif mudah karena tanaman ini bisa tumbuh subur di area yang teduh dengan kelembapan tanah yang terjaga. Jadi, tidak heran kalau tanaman ini sering ditemukan di pekarangan rumah sebagai bagian dari apotek hidup keluarga.
Advertisement