Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Akar Valerian dalam Mengatasi Gangguan Tidur dan Gangguan Terkait: Telaah Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    17 studi acak terkontrol dengan total 1.464 peserta dewasa yang mengalami insomnia, gangguan tidur, atau gangguan terkait seperti kecemasan.
    Dosis/Durasi:
    Beragam, umumnya ekstrak akar valerian 300–600 mg sebelum tidur selama 2–8 minggu.
    Temuan:
    Valerian dapat memperbaiki kualitas tidur dan menurunkan waktu laten tidur dibandingkan plasebo. Namun, heterogenitas antar studi cukup tinggi sehingga masih diperlukan uji klinis berskala besar dan lebih terkontrol.
  2. Efek Valerian terhadap Kualitas Tidur dan Gejala Menopause: Telaah Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    9 studi acak terkontrol dengan total 732 wanita menopause.
    Dosis/Durasi:
    Beragam; umumnya ekstrak valerian 300–600 mg per hari selama 4–12 minggu.
    Temuan:
    Valerian secara signifikan memperbaiki gangguan tidur dan menurunkan gejala menopause seperti hot flush. Meskipun demikian, jumlah studi dan kualitas metodologi masih terbatas.
  3. Efek Valeriana officinalis terhadap Kualitas Tidur dan Kecemasan pada Pasien Diabetes Tipe 2: Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 pasien diabetes tipe 2 dengan gangguan tidur, dibagi menjadi 40 orang kelompok valerian dan 40 orang kelompok plasebo.
    Dosis/Durasi:
    Kapsul valerian 530 mg dua kali sehari selama 8 minggu.
    Temuan:
    Valerian secara signifikan meningkatkan kualitas tidur dan menurunkan kecemasan pada pasien diabetes tipe 2 dibandingkan plasebo. Efek samping yang dilaporkan ringan dan tidak berbeda bermakna dengan plasebo.
  4. Efek Valerian terhadap Kualitas Tidur pada Wanita Pascamenopause: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 wanita pascamenopause dengan keluhan kualitas tidur buruk, masing-masing 30 pada kelompok valerian dan plasebo.
    Dosis/Durasi:
    Kapsul valerian 530 mg dua kali sehari selama 4 minggu.
    Temuan:
    Pemberian valerian memperbaiki skor Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) secara signifikan dibandingkan plasebo. Tidak ditemukan efek samping serius selama intervensi.
  5. Efek Valerian terhadap Kualitas Tidur dan Kelelahan pada Pasien Multiple Sclerosis: Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    62 pasien multiple sclerosis dengan insomnia, dibagi menjadi 31 orang kelompok valerian dan 31 orang kelompok plasebo.
    Dosis/Durasi:
    Kapsul valerian 540 mg sebelum tidur selama 8 minggu.
    Temuan:
    Valerian secara signifikan menurunkan insomnia dan kelelahan pada pasien multiple sclerosis setelah 8 minggu intervensi. Kualitas tidur juga membaik dibandingkan plasebo.
  6. Efek Valerian terhadap Kualitas Tidur pada Pasien Hemodialisis: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    70 pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis dan mengalami gangguan tidur, masing-masing 35 pasien pada kelompok valerian dan plasebo.
    Dosis/Durasi:
    Kapsul valerian 530 mg dua kali sehari selama 6 minggu.
    Temuan:
    Valerian memperbaiki kualitas tidur dan menurunkan skor insomnia pada pasien hemodialisis dibandingkan plasebo. Penggunaan jangka pendek tampak aman dan dapat ditoleransi dengan baik.

Advertisement


Studi Klinis Lainnya

  1. Valerian dan Insomnia

    Penilitian Valerian (Valeriana officinalis) untuk Insomnia:
    • Efektivitas Valerian pada Insomnia: Meta-Analisis Uji Acak Terkontrol Plasebo
    • Valerian untuk Insomnia: Tinjauan Sistematis
    • Evaluasi Kritis Efek Ekstrak Valerian pada Struktur Tidur dan Kualitas Tidur
  2. Valerian dan Epilepsi

    Penilitian Valerian (Valeriana officinalis) untuk Epilepsi:
    • Efek Antikonvulsan Ekstrak Valeriana officinalis pada Kejang yang Diinduksi Pentylenetetrazole pada Mencit
    • Uji Klinis Acak Terkontrol tentang Valerian sebagai Terapi Tambahan pada Pasien Epilepsi Refrakter
    • Tinjauan Sistematis Tanaman Obat untuk Epilepsi: Peran Valerian dan Herbal Lain

Cari: