Valerian untuk Insomnia

Valerian (Valeriana officinalis) untuk Insomnia, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efektivitas Valerian pada Insomnia: Meta-Analisis Uji Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2010
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    16 uji acak terkontrol plasebo dengan total 1093 pasien insomnia
    Dosis/Durasi:
    Dosis 300–900 mg ekstrak valerian per hari, durasi 2–4 minggu
    Temuan:
    Valerian secara signifikan meningkatkan kualitas tidur subjektif dengan ukuran efek sedang. Meta-analisis menunjukkan perbaikan yang bermakna secara statistik dibandingkan plasebo.
  2. Valerian untuk Insomnia: Tinjauan Sistematis

    Tahun:
    2000
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    9 uji acak terkontrol plasebo dengan total 571 pasien insomnia
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi antara 400–900 mg ekstrak valerian per hari, durasi 1–4 minggu
    Temuan:
    Bukti yang mendukung efektivitas valerian untuk insomnia masih terbatas. Sebagian besar studi memiliki kelemahan metodologis yang signifikan.
  3. Evaluasi Kritis Efek Ekstrak Valerian pada Struktur Tidur dan Kualitas Tidur

    Tahun:
    2000
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    16 pasien insomnia (usia 25–65 tahun)
    Dosis/Durasi:
    600 mg ekstrak valerian per hari, durasi 2 minggu
    Temuan:
    Valerian tidak menunjukkan perbaikan signifikan dalam parameter tidur polisomnografi dibandingkan plasebo. Tidak ada efek bermakna pada kualitas tidur subjektif.
  4. Efikasi Ekstrak Valerian dalam Pengobatan Insomnia: Studi Double-Blind, Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2002
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    127 pasien insomnia (usia 18–75 tahun)
    Dosis/Durasi:
    600 mg ekstrak valerian per hari, durasi 4 minggu
    Temuan:
    Valerian secara signifikan mengurangi skor insomnia dan meningkatkan kualitas tidur dibandingkan plasebo. Efek terlihat setelah 2 minggu pengobatan.
  5. Efek Valerian pada Kualitas Tidur pada Wanita Pascamenopause: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2011
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    100 wanita pascamenopause (usia 50–65 tahun) dengan gangguan tidur
    Dosis/Durasi:
    530 mg ekstrak valerian dua kali sehari (total 1060 mg/hari), durasi 4 minggu
    Temuan:
    Valerian secara signifikan meningkatkan kualitas tidur yang diukur dengan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Skor PSQI menurun lebih besar pada kelompok valerian dibandingkan plasebo.
  6. Akar Valerian dalam Mengatasi Masalah Tidur dan Gangguan Terkait: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    60 studi (termasuk 16 uji acak terkontrol dalam meta-analisis), total 3.872 partisipan
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi antara 300–1200 mg ekstrak valerian per hari, durasi 2–8 minggu
    Temuan:
    Valerian menunjukkan efek positif pada kualitas tidur subjektif dan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk tertidur. Efek samping dilaporkan ringan dan jarang terjadi.


Cari: