Valerian untuk Epilepsi

Valerian (Valeriana officinalis) untuk Epilepsi, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Antikonvulsan Ekstrak Valeriana officinalis pada Kejang yang Diinduksi Pentylenetetrazole pada Mencit

    Tahun:
    2006
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    40 mencit Swiss Webster jantan, berat 20-30 g
    Dosis/Durasi:
    100, 200, 400 mg/kg ekstrak etanol, diberikan oral 30 menit sebelum injeksi PTZ
    Temuan:
    Pemberian ekstrak valerian dosis 200 mg/kg secara signifikan mengurangi durasi kejang dan meningkatkan latensi kejang. Efek ini dimediasi melalui peningkatan aktivitas GABA.
  2. Uji Klinis Acak Terkontrol tentang Valerian sebagai Terapi Tambahan pada Pasien Epilepsi Refrakter

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    60 pasien epilepsi refrakter, usia 18-65 tahun, terbagi dalam kelompok valerian dan plasebo
    Dosis/Durasi:
    600 mg ekstrak valerian (standar 0,8% asam valerenat) per hari, dibagi 2 dosis, selama 8 minggu
    Temuan:
    Penambahan ekstrak valerian (600 mg/hari) selama 8 minggu mengurangi frekuensi kejang bulanan sebesar 30% dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  3. Tinjauan Sistematis Tanaman Obat untuk Epilepsi: Peran Valerian dan Herbal Lain

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 studi (termasuk 3 tentang valerian) dari berbagai database
    Dosis/Durasi:
    Tidak spesifik, bervariasi antar studi
    Temuan:
    Valerian menunjukkan efek antikonvulsan pada model hewan, namun bukti klinis pada manusia masih terbatas. Perlu uji coba lebih lanjut dengan dosis dan durasi yang tepat.
  4. Asam Valerenat Meningkatkan Aktivitas Reseptor GABA-A dan Menekan Kejang pada Model Epilepsi Tikus

    Tahun:
    2014
    Tipe:
    Studi In Vivo dan In Vitro
    Sampel:
    30 tikus Sprague-Dawley jantan, serta sel-sel neuron hippocampal
    Dosis/Durasi:
    10-30 mg/kg asam valerenat intraperitoneal, diberikan 1 jam sebelum induksi kejang
    Temuan:
    Asam valerenat secara langsung mempotensiasi reseptor GABA-A dan mengurangi frekuensi kejang pada tikus yang diinduksi kainat. Efek ini setara dengan diazepam dosis rendah.
  5. Ekstrak Valeriana officinalis Melindungi dari Kerusakan Oksidatif dan Apoptosis Neuron pada Model Epilepsi Tikus

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    24 tikus Wistar jantan, dibagi 4 kelompok
    Dosis/Durasi:
    300 mg/kg ekstrak air valerian, diberikan oral setiap hari selama 14 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak valerian (300 mg/kg) selama 14 hari sebelum induksi kejang mengurangi stres oksidatif dan apoptosis di hippocampus. Jumlah kejang juga menurun secara signifikan.


Cari: