Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efikasi dan Keamanan Ekstrak Hypericum perforatum pada Pasien Depresi Ringan-Sedang: Meta-Analisis Uji Acak Terkontrol

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    27 uji acak terkontrol dengan total 3.812 pasien dewasa dengan depresi ringan-sedang.
    Dosis/Durasi:
    300–600 mg ekstrak terstandar (mengandung 3–5% hiperforin) dua kali sehari; durasi 8–12 minggu.
    Temuan:
    Ekstrak Hypericum perforatum secara signifikan menurunkan skor Hamilton Depression Rating Scale dibandingkan plasebo. Efeknya sebanding dengan antidepresan golongan SSRI, dengan angka efek samping yang lebih rendah.
  2. Perbandingan Efektivitas Hypericum perforatum dengan Sertraline pada Depresi Ringan-Sedang: Uji Klinis Acak Buta Ganda

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    180 pasien rawat jalan berusia 18–65 tahun dengan diagnosis depresi ringan-sedang (DSM-5).
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak Hypericum perforatum 450 mg dua kali sehari (total 900 mg/hari) dibandingkan sertraline 50 mg/hari; selama 8 minggu.
    Temuan:
    Penurunan skor Montgomery–Åsberg Depression Rating Scale pada kelompok Hypericum perforatum tidak berbeda bermakna dengan kelompok sertraline setelah 8 minggu. Kelompok Hypericum menunjukkan lebih sedikit efek samping seperti mual dan insomnia dibandingkan sertraline.
  3. Tinjauan Sistematis St. John's Wort (Hypericum perforatum) untuk Depresi Mayor: Bukti Klinis Terbaru

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    17 studi klinis (13 RCT dan 4 studi prospektif) dengan total 4.205 pasien depresi mayor.
    Dosis/Durasi:
    600–1.200 mg/hari dalam 2–3 dosis terbagi; rentang durasi 4–12 minggu.
    Temuan:
    Bukti konsisten mendukung efektivitas Hypericum perforatum untuk depresi ringan-sedang, tetapi bukti untuk depresi berat masih terbatas. Tidak ada perbedaan efektivitas yang signifikan dibandingkan SSRI, dan tolerabilitasnya lebih baik.
  4. Perbandingan Efektivitas dan Penerimaan Hypericum perforatum dengan Antidepresan Konvensional: Meta-Analisis Jaringan

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Meta-Analisis Jaringan
    Sampel:
    45 RCT dengan total 8.734 pasien depresi (ringan, sedang, dan berat).
    Dosis/Durasi:
    300–900 mg/hari; durasi pengobatan 6–12 minggu.
    Temuan:
    Dalam analisis jaringan, Hypericum perforatum memiliki efektivitas sebanding dengan SSRI dan lebih unggul dibandingkan plasebo dalam mencapai respons dan remisi. Tingkat penghentian pengobatan karena efek samping pada Hypericum lebih rendah daripada antidepresan konvensional.
  5. Efek Hypericum perforatum terhadap Gejala Depresi Pascainfeksi COVID-19: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    120 pasien dewasa dengan gejala depresi ringan-sedang setelah COVID-19 (skor PHQ-9 ≥ 10).
    Dosis/Durasi:
    600 mg/hari dalam dua dosis (2 x 300 mg); selama 8 minggu.
    Temuan:
    Pemberian Hypericum perforatum selama 8 minggu secara signifikan memperbaiki skor PHQ-9 dan skor kelelahan dibandingkan plasebo. Tidak ada perbedaan serius pada kejadian efek samping antar kelompok.
  6. Hypericum perforatum pada Pengobatan Depresi Lansia: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    9 RCT dengan total 1.042 pasien berusia ≥ 60 tahun dengan gangguan depresi ringan-sedang.
    Dosis/Durasi:
    300–600 mg/hari; durasi 6–12 minggu.
    Temuan:
    Hypericum perforatum secara signifikan mengurangi gejala depresi pada lansia dibandingkan plasebo dengan profil keamanan yang baik. Kualitas bukti dinilai sedang sehingga diperlukan RCT berskala besar untuk konfirmasi.
  7. Hiperisin dan Hiperforin sebagai Penanda Kualitas Ekstrak Hypericum perforatum untuk Depresi: Tinjauan Fitokimia dan Klinis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Narrative Review
    Sampel:
    102 artikel fitokimia, preklinis, dan klinis relevan.
    Dosis/Durasi:
    Artikel meninjau dosis umum 300–600 mg tiga kali sehari (total 900–1.800 mg/hari) pada uji klinis.
    Temuan:
    Kadar hiperforin 3–5% berkorelasi dengan efektivitas antidepresan dari ekstrak Hypericum perforatum, sedangkan hiperisin berkontribusi secara sinergis. Standardisasi ekstrak berdasarkan penanda aktif sangat penting untuk konsistensi hasil klinis.

Advertisement


Cari: